
Lalu segera aku pun membuka kertas yang sudah di lipat lipat itu. dan saat aku membaca isinya alangkah terkejutnya aku saat membaca isinya yang bertuliskan.
...####...
..."Selamatkan lah temanmu sebelum ia menjadi korban selanjutnya"....
...####...
.......
.......
.......
.......
Seketika ku lepaskan kertas yang ada ditanganku, dan aku pun mematung sampai kubuka suaraku.
"Dit... Ini maksudnya apa". Tanyaku padanya dengan nada yang bergetar tapi ia sama sekali tidak menyahut sampai kudengar suara seorang wanita yang tertawa.
"Khikkk... Khikkkk.... Khikkk". Tawanya.
Seketika kuangkat kepala ku dan saat kulihat sosok wanita yang meminta tolongku berdiri didepanku, tapi dengan penampilan yang acak acakan dengan darah disekujur tubuhnya, dan dengan mulutnya yang sudah robek menampakan lidahnya yang terjulur keluar.
"AKHHH..... Siapa kamu, pergi... Pergi dari sini.... ". Teriakku yang sudah terduduk di rumput dan kurasa kaki ku seperti sudah ditahan sehingga aku tak bisa lari.
"Saya wati....saya ingin menolongmu, jadi ingatlah pesan saya itu.... Khik... Khik... Khik...". Ucapnya lagi sambil tertawa dan setelahnya hening seketika.
segera aku pun berlari saat kurasa kaki ku sudah tidak ditahan lagi. Aku berlari dengan sesekali melihat kebelakang kalau kalau ia mengejar. dengan arah yang tak tentu arah tapi yang ku tau aku harus menjauh dari tempat itu dan saat aku sedang berlari tiba tiba aku tidak sengaja menabrak seseorang.
Brukk~
Dan karena tabrakan itu aku pun jatuh terduduk lagi di lantai.
"Aduh p*ntatku sakit". Ucapku sambil mengusap p*ntatku.
"Eh saya minta maaf kak... Sini biar saya bantu". Ucap seorang laki laki.
Dan karena sedikit asing dengan suara anak itu Kucondongkan kepalaku dan kulihat seorang anak laki laki dengan memakai kaca mata dan sepertinya ia adalah adik kelasku sedang berdiri dihadapanku.
"Kamu enggak salah kok saya yang salah karena lari lari tadi... Saya pergi dulu ya... ". Ucapku lagi padanya saat telah menerima bantuannya itu dan ingin pergi.
"Kakak juga sih hantu pakek di ladenin". Ucapnya dengan sedikit terkekeh dan lantas aku pun berbalik kearahnya.
"Kamu tau dari mana...". Tanyaku penuh penasaran. Karena pasti ia bisa melihat sehingga ia mengatakan itu.
"Eh enggak kok kakak, cuman iseng aja, emang bener ya?.... ". Tanya nya balik padaku.
"kalok bener lu mau apa!". Ucapku dengan menyunggingkan sedikit senyumamku.
__ADS_1
" Udah ya saya mau kekelas dulu". Ucapku lagi padanya dan saat aku baru ingin berjalan ia pun kembali berucap.
"Eh beneran ya, kak boleh kenalan gak ... Nama kakak Dara kan... Nama saya Haris... Anak kelas X". Ucapnya lagi padaku.
Aku pun hanya tersenyum padanya dan melanjutkan jalan ke kelas. Dan saat aku masuk kekelas disana sudah ada Adit yang sedang berbicara dengan Akbar dan Ellin.
"Dara dari mana aja lu". Tanya Ellin padaku.
"Itu tadi cuman keliling keliling sekolah aja soalnya tadi aku datengnya kepagian". Ucapku pada mereka dan aku tidak menceritakan saat aku bertemu dengan hantu.
"Keliling emang lu jadi satpam ya.... Peru banget gitu". Ucap Akbar asal.
"Ya enggak lah... Emangnya enggak boleh". Ucapku lagi pada mereka.
"Ya bukanya enggak boleh tapi ada satu hal yang perlu lu tau". Ucap Akbar lagi padaku.
"Apa". Ucapku lagi dengan mengeryinkan dahiku.
"Oke.. Adit jelaskan... ". Ucap Akbar lagi dan kemudian adit pun mulai bercerita.
"Jadi elu itu sebaiknya jangan keliling sekolah deh, apa lagi ke arah belakang yang ada toilet yang enggak kepakek dan tempat sampah disebelahya itu lo". Ucapnya lagi padaku.
Dekkk
Seketika jantung ku berdetang cepat, dan aku pun terkesiap karena disanalah aku tadi bertemu sesuatu.
"Emangnya kenapa". Tanyaku lagi dengan sedikit gelagapan.
"Ap... Apa... Tapi... Tapi... ". Ucapku dengan gelagapan.
"Tapi kenapa ra... Jangan bilang elu tadi kesana". Ucap Ellin dengan melihat tajam kearahku.
"Kayak nya.... tadi... aku kesana deh... ". Ucapku lagi pada mereka.
Apaaa~
Teriak mereka dan saling melihat satu sama lain sambil kadang kadang melihat kearahku.
"Elu tadi enggak ketemu sama tu hantu kan ra". Tanya Adit lagi padaku.
"Kayaknya.... Iya deh... ". Ucapku dengan menunduk.
"Apa... Jadi ini gimana dong... Dara enggak bakalan kenapa napa kan". Ucap Akbar panik padaku.
"Ya... Tergantung kalok hantunya enggak marah sama dia... Tadi elu ada buat salah enggak disana". Tanya Adit lagi padaku.
"tadi di-
Kring... Kring... Kring....
__ADS_1
Ucapanku terhenti karena bunyi bel yang menandakan upacara akan dimulai.
"Udah ayo kita kelapangan". Ajakku lagi pada mereka.
Lalu saat dilapangan kami pun berbaris sesuai kelas kami masing masin, dan saat upacara dimulai tiba tiba Akbar berjalan kebarisan belakang dan saat aku tanyai dia hanya mengatakan bahwa dia ingin ketoilet.
Dan tak lama berselang dari kepergian Akbar tiba tiba terdengar suara teriakan nya yang sudah berlari kalang kabut ke lapangan.
"Tolong.... Alex, dia... dia... ke ikat ditiang basket ". Ucapnya lagi.
Seketika kami semua yang ada di lapagan itu pun berlari ketempat yang dimaksud oleh Akbar. Dan saat disana betapa terkejutnya aku saat melihat ada seekor ular piton yang sudah membelit tiang dan mulai merayap keatas , dan tepat diatasnya ada Alex yang sudah terikat tak berdaya dengan luka lebam dan juga goresan yang sudah berlumuran darah disekujur tubuhnya dan ada sebuah tulisan di sana.
...###...
...Dia akan mati jika kamu terlambat!!!...
...###...
"Alex... Pak tolongin Alex pak itu ular nya udah ngendekat". Ucap Ellin berteriak padanya.segera beberapa guru pun menelpon ambulan dan pemadam kebakaran.
Dan aku juga mendengar beberapa teriakan siswa dan siswi lainnya. Aku yang masih syok hanya terdiam mematung ditempat ku dengan masih fokus pada tulisan itu dan saat aku sudah sadar aku pun mulai berfikir sebuah cara agar aku bisa menolong Alex.
Lalu aku pun berlari memasuki wc terdekat dan untunganya saja benda yang aku cari ketemu.segera Kuambil cairan pembersih lantai dan kubawa keluar yang kemudian kusemprotkan tepat pada tubuh Alex Karena yang kutahu ular tidak menyukai cairan pembersih lantai dan wewangian lainnya. dan untungnya saja cara ku itu berhasil seketika ular itu pun merayap turun dari tiang basket menuju sebuah semak semak.
Segera setelah ular itu turun kami semua pun berusaha menolong Alex.
"Pak cepat ambil tangga dan kalian ambilkan kotak p3k ". Ucapku pada mereka. Dan kemudian tangga pun datang dan dengan sedikit kesulitan kami berhasil menurunkan Alex.
"Untunglah ... Alex dia masih hidup". Ucapku lega dan sedikit berteriak agar semua orang di sini juga lega.
Segera ku perban darah yang mengalir dari tubuh Alex dengan maksud menghentikan aliran darahnya yang terus mengalir. Dan untungnya ambulan dan juga pemadam kebakaran sudah sampai dan dengan sigap mereka melakukan tugas mereka masing masing.
"Pak bagaiman keadaan anak ini". Tanya pak Ali pada petugas itu.
"dia kritis tapi untungnya saja pendarahannya segera di hentikan, kami harus membawa anak ini kerumah sakit agar dia bisa mendapat perawatan yang lebih intensif lagi". Ucapnya dan memasukan Alex ke mobil.
"Baiklah kalok gitu saya akan menyusul ". Ucap pak Ali.
"Pak saya mau ikut". Ucapku pada pak Ali.
"Saya juga pak". Ucap Adit, Akbar dan Ellin.
Lalu karena pak Ali setuju kami pun berangkat dengan akbar berboncengan dengan Adit sementara aku dengan Ellin.
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)