Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Motor Dara rusak?


__ADS_3

Di sore harinya, setelah aku membersihkan diriku, aku pun turun kelantai bawah menuju dapur, dan kulihat isi didalam kulkas rumahku. Aku pun berpikir apa yang harus aku masak dengan bahan bahan yang ada didalam kulkas. Jadi aku pun memutuskan untuk memasak sop ayam saja, lalu kuambil ayam yang sudah dipotong sebelumnya oleh mamaku,wortel, kentang dan beberapa bahan lainnya.


Segera ku rendam ayam terlebih dahulu agar bisa kumasak, selagi menunggu ayamnya, aku pun memotong motong sayur sayuran yang akan aku masukan kedalamnya nanti.


Setelah selesai memotong sayuran, aku pun duduk di ruang keluarga sambil menyalakan tv, untuk sekedar menonton acara yang ada disana.


Karena tidak ada acara yang bagus segera kumatikan tv dan kumainkan ponselku yang baru selesai aku cas. baru saja kunyalakan ponselku, kulihat ada panggilan masuk dari mamaku, karena penasaran segera kutelpon balik no mamaku.


[Hallo... Kenapa ma, tadi nelpon... Maaf aku tadi enggak ngangkat soalnya baterainya loubet]. Ucapku berterus terang.


[Hallo... Kamu ini ya nak... Bikin mama khawatir aja, mama pikir kamu kenapa napa lagian habis malem itu mama telpon kamu, kamu nya matiin telponnya... Jadi mama telpon tante kamu katanya kamu tidur, makannya mama enggak nelpon kamu... Kamu udah pulang belum dari sana... Apa mau mama jemput...]. Ucap mamaku panjang lebar.


[Oh iya ma maaf ya... Ini aku udah dirumah kok, udah dulu ya ma, aku mau liatin ayamku, udah cair apa belum]. Ucapku pada mamaku.


[Iya... Masaknya hati hati.. Jangan nanti kamu malah ngembakar kompor lagi]. Ucap mamaku padaku. Aku pun hanya mengiyakan saja. Dan segera kumatikan ponselku dan berjalan menuju dapur lagi.


Saat ayamnya sudah cair, segera aku pun mulai masak,setelah masakanku jadi,aku pun hendak makan, segera kutuangkan sop itu kedalam mangkuk.


"Aku juga ya 1porsi". Ucap Dira yang muncul disampingku.


"Hiss... Kalok makan aja lo nongol ya... Iya iya bentar duduk sana lo". Ucapku padanya dan dia pun menghilang dan sudah duduk di meja makan.


Lalu segera kami pun makan bersama sama dimeja makan dan setelah selesai makan, aku pun langsung mencuci piring bekas makanku, begitupun dengan Dira yang juga aku suruh mencuci. Dan setelahnya aku pun masuk kedalam kamarku, dan kusapu kamarku karena sudah beberapa hari tidak kutempati.


...********...


Saat upacara akan dimulai, aku pun berlari kebarisan kelasku, dan segera aku pun berbaris disana. Karena badanku tidak teralu tinggi, aku pun masuk kebarisan ketiga dari depan, ya ada 2orang lagi yang sedikit pendek dariku.


Upacara pun berlangsung lancar tanpa adanya ganguan, dan diakhir upacara kepala sekolah kami menyampaikan bahwa untuk ulangan akan diadakan minggu depan, dan kepala sekolah juga menyampaikan belasungkawa yang sebesar besarnya untuk siswi yang waktu itu meninggal dikolam renang sekolah, dan ia juga menunturkan itu semua merupakan kasus pembunuhan sehingga kami para siswa dan siswi diminta untuk berhati hati takut kejadian itu akan terjadi lagi.


Dan setelahnya lapangan kami pun penuh dengan suara para siswa dan siswi yang membacakan yasin untuk siswi yang meninggal itu, kalok tidak salah namanya Safira anak kelas XI.


Dan setelah selesai panjang lebar, kami pun diminta untuk bubar, dan segera masuk kekelas masing masing.


...******...


Pelajaran pun dimulai, pelajaran pertama akan diisi oleh pak Ali, kulihat raut sedih pada wajahnya, ya sepertinya dia sedih karena kepergian anak muridnya itu. Sama sekali tidak ada kuis dadakan ataupun catatan


darinya, dia hanya meminta kami untuk membaca buku dan diam saja. Hingga pelajarannya habis dan berganti guru lainnya, hingga istirahat. Kami pun pergi menuju kantin untuk mengisi perut kami.


"Eh lex, pas pelajaran pertama kalian belajar enggak". Tanya Akbar pada Alex, dan Alex pun menggeleng padanya.


"Enggak tuh... Iya kan Dit". Ucap Alex meminta tanggapan pada Adit dan Adit pun mengangguk padanya.


"Emang kalian kenapa bar... Kok nanyak sih". Ucap Adit padanya.


"Kita enggak belajar tadi... Seru tau, Ellin aja sampek tidur disana, mana ngiler lagi". Ucap Akbar sambil tertawa, begitupun kami disini kecuali Ellin sendiri.


"Eleh... Elu apa gua yang ngiler, sampek ngigo... Buk nasi gorengnya 2,satenya 50,bakwannya 8,sama es teh 3... Nah itu siapa". Ucap Ellin sambil menyelis pada Akbar.


"Itu... Itu... Heheh... ". Ucap Akbar yang hanya tertawa lagi.

__ADS_1


"Huhh... Dasar tukang fitnah ni sih Akbar... kebanyakan maen game fitnah ni". Ucap Adit sambil melepar sedotan pada Akbar.


"Apaan sih dit". Gerutu Akbar sambil makan.


"Emang bener ra, kalian enggak belajar". Tanya Alex padaku.


"Iya... Mungkin pak Alinya masih kepikiran anak muridnya lagi". Ucapku santai sambil minum.


...*******...


Kami pun masuk kepelajaran berikutnya, begitupun seterusnya hingga akhirnya kami sudah pulang sekolah.


Dan kami pun berjalan menuju parkiran, saat sedang asik berbicara tiba tiba Akbar berteriak padaku.


"Ra... Motor... Motor lu ilang". Ucap Akbar padaku. Lalu segera kutolehkan pandanganku kepada tempat parkiran dan memang motorku tidak ada disana.


"Motorku... ". Singkatku dan saat kulihat memang tidak ada disana.


"Wah... Motor lu kemana ra, kok tinggal helm aja... Para banget ni yang maling". Ucap Adit saat melihat helmku.


"Gue juga enggak tau... Kok bisa ilang sih motorku... Haduh gimana nih, kemana motornya.. ". Ucapku panik.


"Kalok gitu tanya satpam aja... Kan dia tukang jaganya". Ucap Alex, laku kami pun berjalan menuju pos satpam dan aku pun segera bertanya padanya.


Dan nihil, pak satpam bahkan tidak tahu kemana motorku, yang sontak saja aku jadi kesal karena mereka lalai dalam menjaga motorku. Lalu teman temanku pun berusaha menenangkanku dan mengajakku untuk mencari kesekeliling terlebih dahulu.


Kami pun mencari motorku, dengan dibantu oleh kedua satpam itu, saat aku sedang mencari di parkiran, tiba tiba saja kudengar sebuah teriakkan dari arah belakang sekolah.


"Dek... Ini bukan motornya". teriak salah satu satpam itu.


Seketika aku pun langsung terlemas dan terduduk di tanah.


"Motor... Motorku kenapa disana". Ucapku pelan melihatnya.


"Ra tenang ya.. Pak ini gimana... Tanggung jawab dong, kan kalian yang tugas jagain motor". Ucap Ellin pada kedua satpam itu. Mereka pun segera memanjat pohon itu dan menurunkan bagian bagian motorku.


"Ini siapa yang ngelakuin sih... Usil banget, masa sampek dipisah pisah, terus nyambung nya musti gimana". Ucap Akbar sambil melihat lihat bagian bagian motor itu.


"Aku juga enggak tau lah bar... Kalok gini mah enggak bisa diapa apain lagi motornya". Ucapku masih melihat bagian bagian itu.


"Pak ini jadi motornya gimana, kalian musti tanggung jawab lah, kan ini kelalaian kalian sebagai satpam". Ucap Hana menimpali, saat satpam itu sudah mendekat kearah kami.


"maaf ya dek... Karena kelalaian kami motor nya jadi begini.. Tapi kita musti gimana, kita aja enggak punya uang buat gantinya ". Ucap satpam itu pasrah.


"Gimana liat CCTV aja kan ada tu dipasang diparkiran". Ucap Akbar.


"Tapi buat liatnya kita musti keruang kepala sekolah dek". Ucap satpam itu pelan.


"Kalok gitu, tunggu apa lagi. Ayo kita langsung aja keruangan kepala sekolah , karena dia musti tau juga kan". Ucap Adit juga pada mereka.


"Jangan lah dek... Bisa di pecat kita kalok pak kepala sekolah tau". Ucap yang satunya lagi.

__ADS_1


"Terus musti gimana". Ucap Adit lagi.


"Ya... Pelakunya lah musti ganti... Ayo kita keruang kepala sekolah pasti ketahuan". Ucapku kesal dan langsung melangkah keruang kepala sekolah.


...*****...


Sesampainya kami disana, aku langsung mengutarakan maksud kami kesana untuk melihat rekaman CCTVnya, dan saat kulihat ternyata pelakunya sudah memakai topeng, sehingga susah untuk dikenali.


"yah... Dia pakek topeng". Ucap Adit kesal.


"Iya... Berati dia tau disana ada CCTV, tapi tunggu dulu.. Sepatu sama tasnya, kalian pernah liat gak". Ucapku sambil menunjuk benda yang kusebut tadi.


Dan teman temanku hanya menggeleng geleng saja. Akhirnya karena tidak tau siapa pelakunya aku pun memutuskan untuk tidak memperpanjang masalahnya dan langsung pulang, sebenarnya berat juga, tapi aku pasrah saja, karena kasian juga satpam itu jika dipecat.


Aku pun pulang dengan diantar oleh Ellin sampai rumahku, dan segera aku pun masuk kedalam rumah. Dan saat aku masuk kedalam kamar, disana ada Dira yang menatapku.


"Kenapa liat liat". Ucapku padanya.


"Kamu pasti kesalkan karena motor kita dirusak". Ucapnya santai padaku.


"Kamu kok tau sih? ". Tanyaku padanya, sambil meletakan tasku.


"Tau dong... Bahkan yang ngerusakin aja aku tau". Ucapnya lagi padaku.


"Siapa? ". Tanyaku sambil menatapnya.


"Motor kamu dirusak sama.. Satria... ". Ucapnya padaku.


"Satria... Satria yang mana... ". Tanyaku lupa dengan nama itu.


"Ishhh... Itu yang badanya agak tinggi, kulitnya sawo mateng, dan dia itu berandal, suka ganggu orang, dan dia pernah ngatain temen temen tukang ngutang terus dia ngerangkul kamu terus sampek kamu banting itu lo, pas dikantin". Ucapnya memberitahu ciri cirinya.


"Oh dia... Lah kenapa dia ngerusakin motor aku, masalahnya apa lagi coba? ". Tanyaku kesal.


"Ya, dia itu ciri ciri pendendam, dan dia masih dendam yang waktu itu kamu banting dia, cuman baru kebalesnya hari ini". jelas Dira padaku.


"Ya, pakek dendam lagi...baperan banget dia... Udah bales dendamnya para banget lagi... Terus aku musti ngumpulin bukti gimana ya biar dia ngaku". Ucapku padanya.


"Gampang sini aku bisikin". Ucap Dira seraya berbisik padaku.


"Oke... Oke... Oh ya, kamu kok bisa tau sih dia yang ngerusakin? ". Tanyaku padanya.


"Tau dong... Soalnya segala hal yang berhubungan dengan kamu aku tau". Ucapnya padaku.


Lalu segera aku pun menganti pakaianku, setelah berbicara dengan Dira, dan aku turun untuk makan. Dan besok aku akan menemui Satria untuk berbicara dengannya.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2