
*Ellin pov*
Saat kami sedang sibuk belajar tiba tiba Dara meminta izin untuk ke toilet, sebelumnya aku sudah menawarkan diri untuk menemaninya tapi ia menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan ku.
Lalu ia pun keluar dari kelas menuju toilet, tapi anehnya, sudah cukup lama ia di toilet tapi tak juga kulihat ia muncul dari balik pintu kelas. Akhirnya aku pun bertanya pada Akbar.
"Bar kok Dara lama banget ya, firasat gue jadi enggak enak ni.apa gue susul aja kali ya". Ucapku.
"Iya juga ya, perasaan udah dari tadi. Kalok gitu ayo ". Ucap Akbar lagi.
Lalu segera aku pun berdiri, dan berjalan kearah meja guru untuk meminta izin.
"Bu, Dara dari tadi belum balik ke kelas. saya susul aja ya bu dia ketoilet". Ucapku pada guru.
"Iya ya,udah hampir 15menit, sedangkan jarak toilet enggak jauh jauh banget. Ya udah cepet kamu cari dia". Ucap ibu itu.
Lalu segera aku pun keluar dan Akbar hendak menyusul ku tapi ia di cegah oleh bu guru, dengan alasan bahwa takutnya ini adalah rencana kami untuk membolos, dan akhirnya aku pun pergi sendiri ke toilet.
Dan saat aku masuk ke toilet,kulihat Dara sudah berdiri di depan wastafel sambil membiarkan air dari kran nya terus mengalir, tapi ia hanya menundukan wajahnya saja dan aku hanya samar samar mendengar isak tangisnya. Karena heran akupun memanggil nya.
"Hik... Hik... Hik.. ". Tangisnya.
"Dara... Kamu kenapa. Kamu lagi ada masalah ya. kok krannya dibiarin nyala". Tanyaku sambil mematikan krannya.
"Dara kamu baik baik aja ". Tanyaku lagi sambil berdiri dan memegangnya.
"Khikkk.... Khikkk... Khikkkk... Dara siapa, saya bukan Dara". Teriak nya sambil tertawa dan ku yakini itu memang bukanlah Dara.
Karena terkejut aku pun mundur beberapa langkah darinya karena jujur saja aku sangat takut melihat Dara yang seperti itu.
"Dara.. Kamu bukan Dara terus kamu siapa ha". Tanyaku sambil sedikit berteriak.
"Siapa ya.... Kamu enggak perlu tau, karena ini bukan urusan mu". Teriaknya lagi sambil berlari keluar dari toilet.
Segera aku pun lari untuk menyusul nya, dan saat aku sudah dekat kutarik lengan nya agar ia berhenti.
"Mau kemana kamu". Teriakku.
" saya bilang kamu jangan ikut campur dengan urusan saya, kamu mau mati ha". Teriaknya lagi sambil berlari ke ruang guru.
"Tolong... Tolong... Dara kerasukan... Tolong... ". Teriakku lantang, seketika seluruh siswa dan siswi dan guru yang ada dikelas pun keluar karena penasaran.
"Tahan Dara dia kerasukan". Teriak ku lagi.
Seketika beberapa siswa dan guru guru menahan Dara yang semakin menjadi jadi.
"Lepas... Lepas... Kalian jangan ikut campur urusan saya. Dia harus mati... Sama seperti saya... ". Teriak Dara.
"bu Dewi panggil pak ustad cepat". Teriak pak Ali sambil berusaha menahan Dara.
__ADS_1
Dan ibu Dewi pun melakukan apa yang diperintahkan pak Ali. Dan tak lama berselang pak ustad itu pun datang.
"Siapa kamu, kenapa masuk kebadan anak ini". Tanya pak ustad itu.
"kamu enggak perlu tau". Teriak Dara lagi.
"Jawab atau saya hancurkan kamu". Teriak pak ustad itu membentak hantu yang ada dalam tubuh Dara.
"Saya wati". Ucap Dara.
"Saya mau meminjam raga anak ini, karena dia sudah kembali... dia mau mengambil 2nyawa yang tidak berdosa". Ucap sesosok yang ada didalam tubuh darah itu lagi dengan memelankan suaranya dan mulai menangis.
"Dia... Apa maksud kamu. Dia siapa". Tanya pak ustad lagi.
"Saya saya enggak bisa bilang tapi dia ada disini". Ucap Dara lagi sambil menyeringai.
"Kalok kamu enggak bisa ngasih tau, kamu harus keluar dari tubuh anak ini, kasian dia ". Ucap pak ustad itu.
"Enggak bisa, dia masih ada disini". Teriak Dara lagi sambil berusaha untuk lari.
Dan tanpa basa basi, pak ustad itu dengan segera membacakan beberapa ayat dan tiba tiba Dara menjadi lemah dan kembali tidak sadarkan diri.dan bu Dewi pun menghubungi orang tua dari Dara untuk meminta mereka menjemput Dara.
Dan orang tua Dara pun datang, lalu mereka pun membawa Dara pulang. Sementara aku dipanggil keruang Bk untuk diminta keterangan. Lalu aku pun menjelaskan kejadian saat aku ditoilet dan apa yang aku lihat disana.
Setelah selesai menanyaiku, aku pun diizinkan untuk pulang, segera ku ambil tas ku dan aku pun pulang kerumah ku.
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Keesokan harinya Dara pun terbangun di kamarnya dengan kondisi badan yang sakit.
"Aduh badanku kenapa sakit ya". Ucapku lirih.
Dan saat kulihat ke sekeliling, ternyata aku ada di kamarku dan kulihat di samping ku sudah ada mamaku yang sedang tertidur.
"Ma... Mama kok tidur disini'. Tanyaku padanya.
"Kamu udah bangun nak, kamu enggak kenapa napa kan". Tanya mamaku padaku.
"Aku emangnya kenapa ma". Tanyaku padanya.
__ADS_1
"Kemaren kamu kerasukan nak, terus kamu pingsan karena itu kemaren mama jemput kamu dan untungnya kamu bangun juga ". Ucap mamaku lagi.
"Kemaren, tunggu dulu perasaan terakhir kali aku inget lagi di sekolah terus aku... ". Ucapku dengan menggantungkan ucapanku karena sudah ingat kejadian terakhir kali sebelum aku pingsan.
"Terus kenapa nak". Tanya nya lagi padaku.
"Enggak kenapa napa kok, ma. Aku udah enakan kok, emang sekarang jam berapa ma". Tanya ku lagi.
"Sekarang udah jam 7 nak". Ucap nya lagi.
Seketika aku pun membuka mataku lebar lebar, dan segera aku pun berdiri hendak kekamar mandi.
"Mau kemana". Tanya mamaku.
"aku telat sekolah ma, mama kok enggak bangunin sih". Ucapku lagi.
"Hari ini kamu istirahat aja, lagian tadi mama udah izin sama guru mu". Ucapnya lagi.
"Tapi ma". Ucapku.
"Enggak ada tapi tapian, besok kan masih bisa, kamu istirahat aja ya hari ini. Mama mau kebawah nyiapin makan buat kamu ya". Ucap mamaku sambil berlalu keluar kamar ku.
"Aduh kok, aku bisa sampek kerasukan ya... ,terus.. Dira dimana kok enggak dateng pas aku kerasukan". Tanyaku lagi sambil berpikir.
Brukkk~
Suara yang berasal dari Dira yang tiba tiba jatuh dari langit langit kamar dengan posisi telentang, dengan wajah yang meringis kesakitan.
Sontak karena terkejut Dara pun berdiri dari posisi duduknya sambil memegang bantal.
"Ha... si*l, kamu rupanya, kenapa pakek keluar dari atas sih". Ucapku padanya sambil kembali duduk lagi.
"Aduh... Lu tu yang si*l. Kenapa pakek nyebut nama gue mendadak". ucap Dira padaku, sambil menahan sakit.
"Lagian siapa yang keluar dari atas, gue tu jatuh tau". Ucapnya lagi sambil duduk ke atas kursi.
"Oh, gitu kalok gitu sorry kesalahan teknis heheh". Ucapku lagi.
"Palak mu kesalah teknis. Langsung aja elu mau nanya apa lagi". Ucapnya padaku.
"Itu kemaren katanya gue kerasukan dan seinget gue.... Hantu di toilet deh. Terus kok elu enggak nolongin sih". Ucapku padanya.
"Em itu.... Itu... Sebener-".
Ucapnya terputus oleh suara mamaku.
"Dara ayo makan dulu nak, kamu kan belum makan lo". Teriaknya dari bawah.
"Nah kamu makan aja sana, aku juga mau nyari makan dulu ya. Dadah... ". Ucapnya sambil menghilang dari hadapan ku.
__ADS_1