Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Kejadian malam ini


__ADS_3

Dimalam harinya sehabis kami semua makan malam, kami semua pun duduk bersantai didepan teras sambil menikmati cemilan yang telah di sediakan oleh bunda lastri.sementara Ellin ia pergi ketoilet karena perutnya sedang mulas, Sementara Dira dia sedang duduk di atas pohon sambil berbicara dengan seorang Hantu yang juga ada diatas pohon.


"Ra... Seru ya disini... Kalok dirumah pohonya cuman dibelakang rumah aja... Dan penunggunya juga ketus, kalok disini embaknya ramah... Khikkk ". Ucap Dira sambil tertawa dengan hantu disampingnya.


"Apaan sih sajiku... Mending lo usir tu temen lo, bilangin emang enggak ada tempat lain apa". Seru Akbar dengan nada ketusnya.


"Apaan sih bar orang dia baik kok, iya kan run... Dia enggak pernah gangguin kamu". Ucap Dira membela teman hantunya. Dan Harun hanya mengangguk ngangguk saja.


"Tapi tetep aja kak, serem". Ucap Harun sambil bergidik ngeri.


"Kalian lagi ngomong sama siapa sih, sih Dira itu ya". Tanya Adit membuka suara.


"Iya... Tu ada disana... Tapi aku juga enggak tau dia lagi ngomong sama siapa tu sekarang". Ucap Hana sambil melihat kearah Dira.


"Maksud kamu... Cuman ada Dira aja ya disitu na... Kalok temennya enggak ya? ". Tanyaku pada Hana.


"Temennya... Tapi itu dia cuman sendiri aja lo ra... Enggak ada siapa siapa". Terang Hana.


"Kok aneh ya... Berati buku itu cuman bisa buat ngeliat Dira aja dong... Sedangkan hantu lainnya enggak". Ucap Alex seraya berpikir.


"Bisa jadi juga, soalnya pas dikamarnya Harun tadi, Hana juga enggak ngeliat hantu anak kecil dijendela kan, meskipun pegang buku. Kamu cuman ngeliat Dira doang kan, mungkin karena itu bukunya Dira ya, dan karena ada suatu hal karena itu kita bisa liat dia". Ucap ku lagi sambil menilik kearah mereka semua.


"Bisa jadi". Singkat Adit.


"Temen temen ayo masuk.... Kata bunda cepetan tidur, jangan malem malem". Ucap Ellin tiba tiba yang keluar dari pintu.


"Udah Beres tu perut lin". Ucap Adit dengan nada mengejek.


"mau masuk atau di kunci diluar ". Ucap Ellin seraya menutup pintu, yang sontak saja membuat kami semuanya langsung berjalan kearah pintu.


"Lin.. Buka lin... ". Teriak kami bersaut sautan.


Dan Ellin pun membuka pintunya, seraya tertawa puas melihat ekspresi kami semua, lalu kami pun masuk kedalam semetara Dira ia masih asik diluar dengan teman barunya.


Lalu aku pun naik ke atas, untuk mengambil sikat gigiku, dan turun kembali kelantai bawah karena kebetulan toiletnya cuman ada satu dan didekat dapur.


Setelah selesai menyikat gigiku, aku pun naik ke atas dan masuk kedalam kamar, lalu kubaringkan tubuhku diatas kasur, dan tiba tiba kudengar ponselku berbunyi yang menandakan seseorang sedang menelponku.kulihat nama yang tertera disana dan ternayata itu adalah mamaku segera kuangkat telponnya.


[Halo, ma... Kenapa mama telpon malem malem]. Ucapku sambil bertanya.


[ mama udah telpon dari siang, tapi kamunya aja yang enggak ngangkat... Kamu kapan pulangnya]. Tanya mamaku.


[Oh iya ma, hp ku lobet soalnya... Ya palingan minggu aku pulang ma]. Ucapku padanya.


[Gimana kabar nenekmu... Kamu udah main kesana]. Tanya mamaku, seketika aku pun baru teringat akan alasan kenapa aku boleh kesini, aku pun menepuk nepuk kepala ku sejenak sambil kembali berbicara.


[Oh iya ma... Besok kita baru main ketempat nenek, soalnya tadi itu kita sibuk]. Ucapku sambil mencari alasan.


[Oh yaudah... Sampain salam mama ya buat nenek,kalok kamu enggak tau rumahnya tanya sama Hana, dan cepetan tidur udah malem ni]. Ucap mamaku lagi.


Lalu setelah selesai berbicara lewat telpon, ku letakan telpon ku diatas meja, dan segera aku pun tidur.


...******...


Tiba tiba aku terbangun dari tidur ku, karena aku ingin buang air kecil. dan kulihat jam baru menunjuk pukul 02:55 dini hari, meskipun sedikit malas, Segera aku pun keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah menuju toilet.


sesampainnya ditoilet, kulakukan apa yang hendak aku lakukan di dalam toilet, setelah selesai buang air kecil segera kusiramkan air kedalam lubang kloset, dan aku pun berjalan hendak keluar dari pintu.


Dan saat aku keluar dari toilet, kulihat didekat kompor disana ada seseorang yang sedang berdiri tampaknya sedang memasak. Karena penasaran kudekati dia dan saat kulihat, ternyata dia adalah Hana.


" lo laper na... Terus lo masak apa na malem malem". Tanyaku sambil mencuci tanganku di wastafel dapur.


"Mie". Singkatnya tanpa menoleh padaku.


"Oh... Yaudah gue duluan ya mau tidur". Ucapku sambil berjalan menuju kamar.


aku pun berjalan hendak menaiki tangga, dan saat sudah sampai diatas, tiba tiba dari kamar Haris ada Akbar yang baru keluar dari sana.


"Lu dari mana ra... Malem malem bukannya tidur". Ucapnya yang masih memejamkan mata.


"Gue habis dari toilet... terus lo mau kemana?". Tanyaku balik padanya.


"Ke wc lah, mana lagi". Ucapnya sambil berjalan turun kebawah, dengan masih menutup matanya.


"Awas nyungsep lu entar". Ucapku sambil masuk kekamar.


Saat aku masuk kedalam kamar aku sedikut terkejut saat melihat kearah ranjang, karena disana ada Ellin tapi disebelahnya ada Hana, bukannya dia tadi masih dibawah ya tanyaku dalam hati, tidak mungkinkan dirumah ini ada dua tangga berbeda. Dan dia cepat sekali makannya, karena penasaran aku pun berjalan mendekat kearah ranjang dan membangunkannya.


"Hana... Hana... Bangun". Ucap ku sedikit berteriak, dan menganggkat badanya.


"Apaan sih ra.... ". Ucapnya yang masih terpejam sambil menguap.


"Elo kok cepet banget keatasnya, terus mie yang lu masak mana? ". Ucapku sambil bertanya.


"Mie apaan sih ra... Mana ada gue masak mie malem malem.... Orang dari tadi gue disini juga". Ucapnya dan baru ingin kembali berbaring.


"Terus dibawah tadi si-, "

__ADS_1


Ucapku terputus saat aku mendengar suara teriakkan seseorang dari lantai bawah.


Akhhhh~


Suara teriakan seseorang.


"Siapa tu". Tanya Ellin yang baru terbangun sambil melihat kearahku, dan Hana yang akhirnya membuka matanya.


"Kayak suaranya Akbar". Ucap Hana sambil mengucek ngucek matanya agar terjaga.


"Ayo kita liat". Ajak ku pada mereka dan kami pun Keluar, Alex, Haris pun juga ikut keluar .


"Siapa yang teriak? ". Tanya Alex pada kami.


Sementara kami hanya menggeleng saja.


Lalu kami semua pun turun kelantai bawah,menuju dapur. dan saat di dapur kulihat Akbar sudah terduduk dilantai sambil mengesok ngesot kebelakang, dan didepannya sudah berdiri sesosok Hantu perempuan dengan baju putih yang sudah terkena noda darah, dibagian wajahnya sudah tidak ada mata lagi sehingga menunjukan lobang pada kedua matanya, sementara pada bagian bibirnya tertutup rapat dan nampaknya dijahit sehingga dari bekas jahitannya keluar darah dengan nanah yang melekat di bibirnya, sementara dari lubang hidungnya juga keluar nanah yang jelas tercium anyir untukku. Dan pada bagian lengan dan kakinya nampak patah, karena saat ia berjalan mendekat terdengar jelas bunyi seperti tulang tulang yang patah. Dengan tangannya yang menggenggam pisau.


"Tolong... Tolong". Teriak Akbar yang masih diam dilantai.


"Bar... Lo kenapa... Akbar". Tanya Alex dengan sedikut berteriak dan sudah berjongkok di dekat Akbar.


"Dia... Dia.. ". Teriak Akbar sambil menunjuk nunjuk sosok hantu didepannya.


"Pergi kamu... Jangan ganggu kami". Ucap ku padanya.


"Khik... Khik.. Khik... Hei manusia terkutuk... Diam kamu... Jangan ikut campur urusan ku". Ucapnya sambil tertawa melengking dan memainkan pisau yang ada ditangannya itu.


"Mau kamu apa ha... Jangan ganggu kami... Pergi sana, atau... ". Ucap ku berusaha mengancamnya.


"Atau apa... ". Teriak hantu itu menjadi jadi, dan menancapkan pisau itu ke meja.


"Atau akan aku usir kamu secara kasar, teman teman cepet doa sesuai kepercayaan kalian masing masing". Ucapku pada mereka, dan kami pun mulai berdoa sesuai kepercayaan masing masing.


Kulihat Akbar sudah bisa berdiri sementara hantu itu mulai mengelepar ngelepar, tampak kepanasan.


"Berhenti... Berhenti Kau si*lan, aku bilang berhenti". Ucapnya sambil melepar pisau kearahku, dan tiba tiba ia menghilang.


Baru saja pisau itu hampir mengenaiku, tiba tiba Dira datang tepat dihadapanku. Seketika akupun duduk terlemas dilantai, karena hampir saja pisau itu tepat mengenai leherku.


"Dara kamu enggak pa pa". dapat kudengar suara panik dari mereka.


"Dara... Dara kamu enggak apa apa kan... Maaf aku telat". Ucap Dira dan kulihat raut panik pada wajahnya yang pucat itu.aku pun mengangguk padanya dengan masih sedikit lemas.


"Dara ini minum dulu.. ". Ucap Hana menyodorkan minum padaku.dan segera kuteguk air itu maduk kedalan kerongkonganku.


"Itu tadi ada Hantu lex... Terus dia nahan kaki aku karena itu aku enggak bisa gerak... Terus dia lempar pisaunya ke Dara karena kalian bacain Ayat buat ngusir dia". Terang Akbar juga ketakutan.


"Tapi kalian enggak pa pa kan". Tanya Hana pada kami". Aku pun menggeleng begitu juga dengan Akbar.


"Tapi ngomong ngomong ini bau apaan ya". Tanya Haris sambil mengendus ngendus.


"Heheh... Itu bau air kencing gua ris... Sorry kelepas soalnya". Ucap Akbar sambil tersenyum simpul.


"Ha... Pantesan aja bau, bahkan bau banget, kayak bau pete.. ". Ucap Haris menutup hidungnya.


"Yaudah mendingan sekarang kita semuanya tidur, dan jangan lupa ya baca doa sebelum kalian tidur, dan lo bar besok bersihin air kencing lo, enggak usah nyusahin orang lain". Ucap Alex memberi saran pada kami, dan juga pada Akbar.


"Iya iya. ". Ucapnya singkat.


Lalu kami semua pun mengangguk dan berjalan hendak naik ke atas tapi tiba tiba kedua orang tua Hana dan Haris datang dan bertanya pada kami. Karena tidak mau mereka khawatir, kami pun merahasiakan ini dari mereka dan mengatakan bahwa Akbar tadi berteriak karena melihat tikus. Dan kami pun berjalan masuk kekamar.


Sesampainya aku dikamar, aku pun duduk di ranjanh sambil kulihat Dira yang nampak cemas tapi berusaha ia sembunyikan, dan Hana sudah memegang buku bersama Ellin.


"ternyata dia Hantu pantesan aja waktu aku tanya dia enggak respon apa apa ... dan Untung aja Akbar enggak diapa apain". Ucapku dengan nada sedih.


"Udahlah na... Jangan sedih lagi... Akbar kan enggak pa pa". Ucap Ellin menenangkanku.


"Ini salah aku... Coba aja aku enggak kalah... Mungkin kalian enggak akan dalam bahaya maafin aku ya Dara... Hana... Ellin". Ucap Dira Dengan nada sedih juga.


"Udah Dira kamu jangan sedih juga... Ini bukan salah siapa siap kok". Ucap Ellin seraya tersenyum.


"Iya ini bukan salah siapa siapa kok, ini cuman kecelakaan aja.... Tapi Dira. Maksud kamu, kamu kalah, emangnya kenapa? ". Tanya Hana pada Dira.


"Iya.. Tu hantu umurnya udah hampir 35tahunan, lah gue baru 1 tahun jadi hantu... Karena itu gue kalah. Dan gue cuman bisa liat dia aja masuk kedalam rumah, tanpa perlawanan". Ucap Dira dengan nada lemas.


"oh... Jadi gitu ya... Berati makin tua hantunya makin sakti dong ". Ucap Ellin sambil menatap Dira.


"Ya bisa dibilang gitu deh". Ucap Dira.


"Udah kalian tidur deh... Udah jam setengah empat pagi juga, enggak mau tidur ya kalian". Ucap Dira lagi.


"Yaudah ayo kita tidur". Ucapku pada mereka, dan kembali berbaring seraya memejamkan mataku.


.......


.......

__ADS_1


.......


.......


Sementara dikamar lain, ada Akbar, Haris, dan Adit yang masih tertidur. Setelah Akbar menganti celananya dia pun duduk diatas kasur.


"Woi... Bangun dit... Temen lu hampir mampus lu malah enak enakan tidur lagi". Ucap Akbar seraya membangunkan Adit.


"Kenapa sih bar... Siapa yang mau mampus?". Tanya Adit masih memejamkan matanya.


"Gue hampir mampus tau gak... Gara gara hantu didapur". Ucap Akbar dengan nada kesal.


"Oh". Singkat dari Adit.


"elu ya.. ". Ucap Akbar yang baru ingin marah kepada Adit, tapi segera ditahan oleh Haris.


"Udahlah kak, biarin aja. Kalok orang ngantuk enggak bakalan bangun". Ucap Haris padanya.


"Emang tadi kakak kenapa, kok bisa kak Akbar ketemu tu hantu sih? ". Tanya Haris padanya.


"Tadi itu ya...


flasback Akbar


.......


.......


.......


saat masih mengantuk, aku tiba tiba hendak buang air kecil, jadi meskipun malas aku pun keluar dari kamar hendak menuju toilet, dengan mata yang masih aku pejamkan, dan sedikit sedikit kubuka , Tapi saat aku baru keluar kamar, aku melihat Dara yang baru naik ke atas.


"Lu dari mana ra... Malem malem bukannya tidur". tanyaku yang masih setengah memejamkan mataku.


"Gue habis dari toilet... terus lo mau kemana?". Tanyanya balik padaku.


"Ke wc lah, mana lagi". Ucapku sambil berjalan kebawah.


"Awas nyungsep lu entar". Ucapnya yang masih terdengar olehku.


Dan saat aku sudah sampai dibawah dan hendak memasuki toilet , kulihat disana ada Hana yang nampak seperti sedang memasak.


Karena penasaran ku tahan air kencing ku dan kutanyai dia.


"Lu ngapain na.. Malem malem didapur? ". Tanyaku sambil berjalan mendekat kearahnya.


"Masak mie ya". Ucapku lagi, tapi ia sama sekali tidak membuka suara.


"Hana". Ucapku lagi dengan memegang pundaknya, dan ia pun berbalik, tapi saat ia berbalik aku sangat terkejut saat melihatnya dia bukanlah Hana, tapi dia adalah hantu.


Dan kulihat ia menyeringai pada ku dengan mulutnya yang terjahit rapat, sangking takutnya air kencing yang sejak tadi aku tahan kini akhirnya keluar juga hingga membasahi celanaku.


Dan saat aku hendak lari, Tiba tiba aku terjatuh dan kaki ku terasa berat. Akhirnya dengan mengumpulkan seluruh tenagaku aku hanya bisa berteriak saja.


Akhhh~


Hanya itu yang bisa aku keluarkan, berharap teman teman ku datang.


Dan beruntungnya aku mereka datang dan menolongku.


Flashback off


.......


.......


.......


"Oh jadi gitu". Ucap Haris mengangguk angguk kan kepalanya.


"Iya gitu ris... ". Ucap Akbar dengan nada pasrah.


"Yaudah deh aku tidur dulu deh udah ngantuk soalnya". Ucap Haris yang sudah berbaring.


"Ya gue kira lo nanya karena simpati kek apa kek, eh ujung ujungnya gue ditinggal lu tidur". Ucap Akbar yang juga sudah membaringkan tubuhnya.


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2