
Sudah beberapa hari belakang ini aku fokus untuk pergi ke beberapa perpustakaan, termasuk ke tempat tempat lainnya dan pastinya itu sangat telah menyita waktuku.
Sehingga aku sempat menginap di rumah sepupuku, yang rumahnya dekat dengan rumah lamaku. Tapi karena sudah cukup lama, hingga tak terasa sudah tinggal 2 hari lagi waktu liburku, sehingga mau tak mau aku pun harus pulang kembali kerumahku.
Aku pulang saat sore hari dengan menaiki bus, karena aku tidak diizinkan oleh kedua orang tuaku untuk menaiki motor saat pergi kesana.
Aku duduk bersama Dira di halte bus sambil sesekali kami berbicara, menunggu bus yang mungkin sebentar lagi akan tiba.
"Ini bus nya mana sih?... Perasaan lama banget! ". Gerutu Dira yang mulai jenggah menunggu.
"Enggak tau... Apa kita udah ketinggalan ya?.. Ah, enggak mungkin lah katanya jam setengah 5... Kita tunggu aja deh! ... Kan bentar lagi setengah 5". Ucapku dengan yakin.
"Sebentar... Katamu bentar lagi?!.. Berati kitanya yang dateng kecepetan dong! ". Ucapnya yang agaknya mulai sadar, dan langsung ku anggukan dengan kepalaku.
"Salah kamu lah... Tadi ngajak aku perginya cepetan, ya jadi kita nunggu". Singkatku padanya. Dan ia hanya mengusap wajahnya dengan malas.
"Menunggu... sesuatu yang sangat menyebalkan! bagiku...
Saat ku harus bersabar dan terus bersabar!! ....
Menantikan kehadiran busku itu....
Entah sampai kapan aku harus-". Ucapnya yang mulai bernyanyi dengan menekan beberapa kata.
"berisik Dira... Lagian itu kenapa lirik Dirimu jadi busku itu.... ". Ujarku padanya.
"Emangnya kenapa? ... Kan gue menunggu bus bukan dirimu". Ucapnya dengan santai.
"Yaudah kalok gitu nyanyi aja biar gue denger". Ucapku lagi sambil melihatnya.
"Enggak jadi deh". Singkatnya padaku.
"Kenapa? ". Tanyaku padanya, sambil mengeryinkan dahiku.
"Aku udah lupa gara gara kamu.. Jadi enggak jadi". Jelasnya lagi sehingga aku hanya bisa memutar bola mataku dengan malas karenannya.
...******...
Dan setelah pembicaraan kami itu, tak lama berselang kulihat bus kami sudah sampai sehingga aku pun langsung berdiri menunggu bus itu berhenti.
"Kamu kenapa ra? ". Tanya Dira padaku.
"Tu busnya udah sampek... ayo... ". Ajakku sambil menariknya, masuk kedalam bus yang telah berhenti.
"Tapi ra!!... ". Ucapnya menggantung, saat aku masih menariknya.
Aku pun masuk kedalam bus, dan saat kulihat hanya ada 5 orang saja didalam bus ini, dan karena tak mau ambil pusing, aku pun langsung duduk di kursi yang paling belakang bersama Dira.
__ADS_1
Dan setelah kami masuk, bus ini pun mulai berjalan sehingga meninggalkan halte yang ku duduki tadi.
...*******...
Awalnya aku hanya duduk diam saja tanpa memerdulikan orang orang yang juga ada didalam bus bersamaku, tapi lama kelamaan aku menjadi sedikit merinding dan takut, karena perasaanku sedari tadi orang orang didalam bus ini hanya diam tanpa adanya suara sedikit pun dari mereka.
Kutolehkan kepala ku ragu pada Dira, dan kulihat ia juga menoleh padaku sambil mengangkat sebelah alisnya nampak binggung dengan raut wajahku.
"Ada apa? ". Tanyanya padaku.
"Kok perasaan dari tadi orang orang ini pada diem aja... Enggak ada tuh misalnya ngomong atau apa? ". Lirihku padanya.
"Emang enggak ada... Karena mereka asing terutama sama lo". Ucap Dira padaku. Sehingga aku pun mengeryinkan dahiku karena binggung.
"Kan emang semua orang disini asing soalnya kan kita pada enggak kenal... Kecuali kamu sama aku... Tapi kok dari tadi mereka diposisi itu itu aja enggak ada berubah ubah gitu? ". Ucapku lagi pada Dira sambil sesekali melirik kearah orang orang itu.
"Iya emang... Tapiii... Mereka itu hantu sama kayak gue... Sementara lo itu manusia, elo pahamkan maksud gue apa sekarang". Jelasnya padaku.
"Jadi maksud kamu mereka Ha.. Hantu!!.. Terus kenapa kita bisa masuk kesini". Ucapku dengan sedikit panik.
"Ya elo tadi kan gue udah mau bilang kalok ini tuh bukan bus manusia, tapi ini tuh bus hantu!!... Eh, elonya malah langsung narik masuk... Jadi gue ikut aja". Gerutunya lagi padaku.
"Terus ini gimana dong?? ". Tanyaku padanya.
"Ya... Mau enggak mau kita tunggu sampek bus nya berhenti". Jelasnya lagi padaku.
Sehingga aku pun hanya ikut tersenyum kecut sambil berusaha menetralkan rasa takutku. Dan beruntungnya ada Dira yang langsung menendang kepala hantu itu kembali kepada pemiliknya.
"Beres... Enggak usah takut selama ada aku semuanya aman! ". Ucap Dira padaku sehingga aku pun bisa sedikit bernapas lega.
Aku pun hanya bisa pasrah menunggu bus ini berhenti, cukup lama bus ini tetap tidak berhenti juga hingga aku pun berniat untuk melihat kearah jam tanganku untuk mengetahui jam berapa sekarang, tapi saat aku melihat jam tanganku aku sedikit terkejut karena jam tanganku masih menunjukan pukul setengah 5 yang artinya jam tanganku tidak bergerak dari saat kami masuk kedalam bus.
"Dira... Ini kok jam aku enggak gerak sih... Perasaan ini jam baru". Seruku berbisik pada Dira.
"Ya enggak nyalalah!! ... Ini kan didalam bus hantu, jadi barang kamu enggak berguna kecuali sampai kita turun". Jelasnya lagi padaku, hingga aku pun hanya mengosok gosok wajahku dengan kasar, sambil menyenderkan kepalaku disandaran kursi.
Dan akhirnya setelah lama menunggu, tiba tiba saja bus ini mengeluarkan suara yang agaknya berasal dari suara klason, dan Dira mengatakan padaku, bahwa suara klason ini menandakan bahwa kami akan segera berhenti , sehingga aku pun mulai bersemangat karena akhirnya aku pun bisa keluar juga dari sini.
Dan tak lama setelahnya bus ini benar benar telah berhenti, aku dan Dira pun langsung bergegas berlari kecil menuju pintu keluar, dan saat kami sudah diluar, aku pun langsung terduduk lemas ditanah.
...******...
Akhirnya aku pun bisa bernafas dengan lega, setelah kurasa aku cukup lama berada didalam bus itu, yang sudah pergi dari hadapan kami.
"Akhirnya... Akhirnya aku bisa keluar dari bus itu". Teriakku dengan girangnya.
"Iya... Tapi ra... Coba kamu liat kita keluarnya dimana". Ucap Dira sehingga aku pun menoleh kesekeliling.
__ADS_1
Dan saat aku melihat kesekeliling aku jauh lebih takut dari sebelumnya karena ternyata aku sudah berada di pemakaman, sehingga aku pun menjadi semakin panik dan takut.
"Aduh... Kuburan... Kenapa kita dikuburan? ". Tanyaku panik.
"Mana gue tau ra... Udah ayo kita cari jalan keluar". Ajak Dira padaku dan aku pun bergegas berlari kesembarang arah untuk mencari jalan keluar.
Disepanjang perjalananku , aku beberapa kali bertemu dengan beberapa hantu lagi, dan beruntungnya, dari mereka masih ada hantu yang baik dan menuntun kami sehingga kami bisa keluar dari pemakaman.
...*******...
Saat aku sudah berada diluar tempat pemakaman, aku pun langsung menarik napasku beberapa kali guna untuk mengumpulkan nyawaku.
"Ah... S*al banget aku hari ini!!... Tadi masuk bus hantu! ... Sekarang malah nyasar ke kuburan". Gerutuku kesal.
"Ya gimana lagi ra... Nasib-nasib". Ucap Dira padaku, dan aku pun duduk sambil masih sibuk untuk menarik napasku, dan berusaha menghilangkan rasa lelahku.
Dan Saat aku masih duduk tiba tiba saja datang 2 orang bapak bapak yang membawa senter dan menyorotiku dengan senter itu, dan karena silau ku angkat salah satu tanganku untuk menghalau cahaya senter yang langsung mengenai wajahku.
"Hei... Kamu kenapa duduk disini? ". Tanya salah seorang bapak bapak padaku.
"Hush!!.... Kamu main tanya aja, gimana kalok dia hantu penghuni disini? ... Nih aku jadi merindingkan!! ". Ucap yang satunya yang lagi mengira aku adalah hantu.
"Eh bapak sembarangan saya manusia pak... Ini kaki saya napak". Ucapku sambil mengentak hentakan kakiku di tanah.
"Tuh, dia masih manusia Udin!!... Ngomong ngomong kamu ngapain dek disini sendirian ini kan udah hampir jam 10 malem, mana main dikuburan lagi". Tanya bapak yang sebelumnya menyenteriku.
"Iya kamu kenapa main di kuburan malem malem? ". Tanya bapak yang mengataiku penghuni disini.
" jadi udah jam 10 malem ya, pantesan gelap banget! ... Tapi, pak Saya bukannya main disini pak!!.. Saya nyasar... Karena itu saya mau pulang". Jelasku pada mereka.
"Tu dia mau pulang jaka!!... Kayak yang difilm hantu itu kan juga bilang dia mau pulang terus nanti dia berubah jadi hantu... Ish!!.... Aku takut". Ucap bapak itu lagi sehingga aku pun sedikit kesal karenanya.
"Pak saya ini manusia... Ma-nu-si-a... Bukan hantu". Jelasku lagi pada bapak itu.
"Iya dek... Maafin temen bapak ya, dia ini memang penakut... Kenalin nama bapak , pak Jaka... Dan temen bapak ini pak Udin". Ucap bapak itu memperkenalkan Diri.
"Saya Dara pak... Saya dari rumah saudara saya, terus mau pulang . eh , malah nyasar ke pemakanan karena salah naik bus". Ucapku jujur, tapi tidak mengatakan bahwa bus yang ku naiki adalah bus hantu.
Dan beruntungnya aku karena bertemu dengan dua orang bapak bapak yang baik ini, yang akhirnya mengantar ku pulang kerumah. Aku menerima tawaran mereka untuk mengantarku, karena Dira mengatakan padaku bahwa mereka bukanlah orang jahat dan mereka memang berniat untuk mengantarkanku pulang, karena mereka kasian padaku jika harus pulang larut malam sendirian.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
(Bersambung)