Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Antara Hana dan Dira?


__ADS_3

"Maaf kalok aku enggak inget sama kamu... Tapi kalok boleh, apa kamu mau nyeritain kenapa kamu sedih karena kehilangan kami ". Tanyaku padanya.


"Ya tentu aja aku sedih, apa lagi kehilangan Dira, karena dia kan sahabat aku satu satu dari dulu". Ucapnya lagi.


"Sahabat". Ucapku heran.


"Iya..jadi dulu".ucapnya terhenti.


...******...


"Aku adalah orang yang menyendiri, sama sekali enggak punya temen, karena mereka enggak mau temenan sama aku, mereka cuman deket sama aku kalok butuh sesuatu aja... Tapi sampai aku ketemu Dira... dia beda sama yang lain... Cuman dia yang mau temenan sama aku, cuman dia yang mau, dan kami pun jadi sahabat. Dan karena dia temenan sama aku, dia jadi ikut dimusuhin sama yang lain". Ucapnya melanjutkan.


"Terus, kenapa memangnya mereka enggak mau temenan sama kamu.... Apa salah kamu". Tanyaku lagi padanya.


"Aku juga enggak tau salahku, tapi kata mereka, mereka enggak suka sama aku karena nilai ku selalu bagus... Tapi aku sama sekali enggak mau ngasih tau mereka... Sehingga mereka pun mulai nyebarin isu tentang aku yang dapet bocoran dari ayahku, padahalkan itu semua bohong ". Ucapnya lagi dengan raut sedihnya.


"Dari ayah mu, emangnya ayah lo siapa, terus urusannya sama Dira apa? ". Tanyaku lagi padanya.


"Ayahku itu kepala sekolah karena itu, mereka cuman berani ngehina aku aja, dan ngancem kalok aku jangan sampai bilang sama ayahku, tapi mereka juga ngembully aku tapi secara diam diam, tapi untung selalu ada Dira yang nolongin aku,karena itu mereka marah sama Dira juga. dan karena itu aku tau dia beda dari yang lain... Dia memang tulus sama aku karena dia tetep nolongin aku dalam kesusahan karena itu aku enggak hirauin ucapan mereka tentang Dira, sampai.... ". Ucapnya lagi padaku.


"Sampai apa". Tanyaku padanya.


"Sampai Dira bilang dia enggak mau temenan sama aku... Dan beg*nya lagi aku sama sekali enggak nyari penyebab kenapa Dira enggak mau temenan sama aku, aku malah langsung marah marah sama dia". Ucapnya yang menceritakan kejadian awal rusaknya hubungan persahabatan mereka.


...#######...


...(Hana)...


"Dira mau kemana". Tanyaku saat melihat Dira yang berjalan keluar dari perpustakaan.


" kelas". Ucapnya singkat padaku.


"Aku ikut ya". Ucapku lagi padanya. Tapi Dira hanya diam tak menghiraukan ku.

__ADS_1


"Kamu kenapa diam aja... Kamu marah sama aku? ". Tanyaku padanya.


"Hem... Hana,aku enggak mau kamu kenapa napa... jadi kamu jangan deket deket sama aku lagi ya". Ucap Dira padaku, seketika bagai tersambar petir hatiku saat itu.


"Emang aku bakalan kenapa... Kenapa aku enggak boleh deket deket sama kamu... Emang aku ada salah? ". Tanyaku padanya, dengan nada yang masih seolah olah aku baik baik saja.


"Kamu enggak salah apa apa kok na... Tapi aku enggak mau aja kamu kenapa napa , ini demi kebaikan kamu... Jadi kamu jangan deket deket lagi ya sama aku". Ucapnya padaku.


"Bo'ong... kebaikan apanya... Bilang aja langsung ra kenapa kamu enggak mau sahabatan sama aku.... Apa karena Kamu udah nyesel sekarang karena dikucilin sama yang lain karena aku". Ucapku lagi yang masih terisak sambil sedikit berteriak.


"Bukan gitu hana.. Tapi-


"Udahlah kalok kamu enggak mau sahabatan sama aku, aku juga enggak butuh sahabat yanga enggak bisa nerima aku apa adanya". Ucapku lagi sambil berlari menjauh.


...#######...


"Karena itu kamu marah... Tapi kenapa Dira bilang gitu... Terus akhirnya... ". Tanyaku lagi padanya.


"Iya aku marah karena itu... Dan aku baru tau ternyata dia ngelakuin itu buat ngelindungin aku dari anak anak yang suka ganguin aku, dia buat perjanjian sama mereka, mereka minta Dira buat enggak temenan sama aku, dan Dira dia juga minta mereka agar enggak ganggu aku lagi, tapi mereka ingkar janji, mereka malah jadiin aku temen hanya untuk ngerjain pr mereka dan aku pun pikir mereka itu tulus sama aku. dan untungnya lagi lagi Dira dateng nolongin aku". Ucap nya lagi yang masih terisak.


"Aku tau dari kamu... Karena kamu yang nyeritain sama aku... Dan saat aku mau minta maaf sama dia . eh malah udah masuk jadi aku pun mutusin buat nemuin dia pas pulang sekolah . tapi aku enggak ketemu sama dia... Dan besoknya aku malah denger bahwa kalian kecelakaan... Kalian... Kalian jatuh dari atas gedung sekolah.. ". Ucapnya dengan nada yang semakin menjadi jadi.


"Jadi kami kecelakaan satu hari setelah kamu tau bahwa Dira itu enggak salah sama kamu?". Tanyaku padanya dan ia pun mengangguk.


"Iya... Karena itu aku nyesel... Aku nyesel karena enggak denger kata kata dia... Aku nyesel karena enggak sempet buat minta maaf sama dia... Aku nyesel banget, nyia-nyiain sahabat ku yang paling baik sama aku... Dira... Dia pasti marah sama aku... Dia pasti kesel sama aku... Dan sekarang pasti kamu juga marah kan sama aku,pasti karena aku... Karena aku dia mati.....karena dia kesel sama aku ". Seketika tangisnya pecah saat itu juga, segera kupeluk dia dan berusaha untuk menenangkannya. Dan saat ia sudah mulai tenang, aku pun mulai membuka suara.


"Dira itu bukan pendendam.... Dia pasti udah maafin kamu kok... Dan dia itu enggak mungkin bunuh diri karena dia masih cukup waras... ". Ucapku lagi dengan nada santai, dan ia pun mulai berhenti menangis. Dan tiba tiba saja aku terkejut karena mendengar suara Dira.


"Han... Hana... ". Ucap Dira, seketika kulihat kebelakang dan Dira sudah menangis dan segera kulihat ia berlari sambil memeluk Hana.


"Hana... Akhirnya aku bisa ketemu kamu... Aku rindu banget sama kamu... Bener ya katanya Dilan rindu itu berat.. ". Tangisan Dira.


"Idih kok jadi lebay". Ejek ku padanya.

__ADS_1


"Emang aku lebay ya ra.. Maaf deh". Ucap Hana lagi.


"Eh bukan itu... ih gimana ya jelasinnya.. ". ucapku salah tingkah.


"Hana... Asal kamu tau Dira udah maafin kamu kok dan dia itu sayang banget sama kamu... Bahkan sekarang dia sedang meluk kamu dan dia bilang dia rindu sama kamu.. ". Ucapku lagi padanya.


"A-apa... Dira dia meluk aku... Di... Dira aku minta maaf sama kamu aku nyesel udah mutusin pershabatan kita". Ucap Hana yang mulai menangis lagi.


"Iya.. Hana aku udah maafin kamu kok". Ucap Dira lagi.


"Dia udah maafin kamu kok na". Ucapku padanya.


"Tapi kamu tau dari mana ra... Ada Dira disini kamu pasti boong ya". Ucapnya padaku.


"Aku enggak boong kok... Cuman kamu aja yang enggak bisa liat Dira tapi dia seneng banget udah ketemu kamu". Ucapku lagi sambil tersenyum padanya.


"Jadi maksud kamu Dira dia jadi hantu". Ucap Hana sedikit gelagapan.dan aku pun mengangguk padanya.


"Dira kamu enggak gentayangan buat nakut nakutin aku kan... Aku minta maaf banger Dira jadi kamu jangan neror aku ya". Ucap Hana dengan nada ketakutan.


"Tenang aja lah dia enggak neror kamu kok... Dia cuman kangen sama kamu dan nanti kalok kamu bisa liat dia juga kamu gak akan takut sama dia orang tampangnya aja enggak ada serem seremnya". Ucapku lagi dengan terkekeh.


"He... Itu karena saya ini hantu comel". Ucap Dira padaku.


"Beneran ra... Dia enggak serem". Tanya Hana yang masih tidak percaya padaku.


"Iya enggak kok... Udah, ayo pulang udah sore". Ucapku lagi padanya dan kami pun pulang kerumah masing masing.


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


.... ...


(Bersambung)


__ADS_2