Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
2minggu berlalu...


__ADS_3

Sudah hampir 2 minggu berlalu, dan dalam waktu itu aku gunakan untuk pergi ke beberapa perpustakaan sekolah lain secara diam diam , tapi selama itu juga aku sama sekali tidak menemukan tempat dimana Syalen bersembunyi.


sehingga aku pun sedikit frustasi, karena sama sekali tidak menemukan tanda tanda apa pun darinya.


Aku duduk dengan malas dikursi taman sambil sesekali memandangi langit barangkali ada suatu keajaiban,itu lah yang ada dalam pikiranku saat ini, sementara Dira aku tidak tau apa yang ia pikirkan, tapi menurut pengelihatanku, dia hanya santai santai saja tanpa adanya beban dalam raut wajahnya itu. Dan akhirnya ku dengar ia membuka suaranya hendak mengajak ku untuk berbicara.


"Jadi kita musti gimana lagi sekarang Dara?... Udah hampir 2 minggu kita keliling, tapi enggak ada tanda tanda apa pun". Lirih Dira yang duduk disampingku sambil meneguk minuman yang sempat kami beli tadi.


"Aku juga enggak tau musti gimana lagi Dira... Aku aja udah capek, kesana kemari tapi sama sekali enggak ada tanda tanda apa pun yang kita dapet". Ucapku juga dengan nada malas.


"Yaudah.... Ayo kita pulang aja! .... gue udah capek dari tadi duduk disini aja enggak gerak gerak... Mendingan dirumah aja, bisa sambil rebahan... Ayo pulang!! ". Ucapnya yang sudah melayang sambil mengajakku untuk pergi.


"Yaudah ayo". Singkatku sambil melangkah ke arah motorku.


...********...


Dan setelah aku naik, ku jalankan motorku mengarah ke rumah. tapi s*alnya kami , sudah jatuh tertimpa tangga pula, karena tiba tiba saja ditengah jalan motor kami kehabisan bensin sehingga mau tak mau aku pun harus mendorong motorku itu sampai menemukan toko yang menjual bensin, ditambah lagi Dira yang hanya menyusahkanku karena ia hanya duduk saja diatas motor sehingga menambah beban yang harus aku dorong saat ini.


"Ayo Dara cepetan!!... Lama banget sih, gue udah kepanasan nih!! ". Seru Dira yang dengan santainya duduk diatas motor.


"Eh.. Kamu pikir aku enggak panas apa!! ... Aku ini udah kepanasan, capek, bau keringet lagi.. Malahan susahan aku dari pada kamu tau!!". Gerutuku kesal sekaligus ngos ngosan menjawabnya.


"Udahlah aku mau istirahat dulu!!.. Aku udah capek". Ucapku kini menyerah sambil kuparkirkan motorku dan aku pun duduk didekat pohon yang tidak jauh dari posisi kami saat ini.


"Eh Dara tungguin gue dong ra!!...gue ikut!! ". Ucapnya sedikit berteriak, dan tiba tiba saja ia sudah ada tepat dihadapanku dan duduk di atas batu, yang hendak aku duduki.


"Eh!... Minggir dikit, aku juga mau duduk!!".seruku sambil mendorongnya pelan agar bergeser sedikit dari posisinya.


"Ish apaan sih, biasa aja dong". Gerutunya tapi berusaha untuk tidak aku perdulikan.


"Dira... Tolongin aku dong.. Itu ambilin minum dimotor, aku tadi lupa ngambilnya". Pintaku padanya.


"Iya iya... Tunggu dulu". Singkatnya, dan tak lama setelahnya ia datang dan menyodorkan botol minuman padaku, sehingga dengan cepat aku langsung meneguk habis isinya.


"Jadi kita musti dorong sampai mana lagi nih ra?... Gue rasanya udah enggak kuat lagi nih!... Untung aja gue mikirin lo , kalok enggak mungkin gue udah sampai dari tadi, sementara lo sendirian deh disini.... ". Gerutunya panjang lebar padaku.


"Eh s*tan nyasar!!... Pertama yang dorong itu cuman aku ya!!..... Dan yang seharusnya enggak kuat lagi itu aku bukan kamu... Dan lagian memang seharusnya dong kamu mikir, masa kamu sampai hati ninggalin aku... Kalok sampai pun, aku juga bakalan sampai hati buat enggak bagi makanan sama kamu, jadi kita impas". Ucapku tak mau kalah darinya.

__ADS_1


"Iya iya... Terus gimana nih?... Dorong lagi, kalok iya ayo sekarang biar enggak ke sorean pulangnya". Ucapnya yang sudah mulai berdiri.


Dan aku pun ikut berdiri, tapi saat aku hendak berjalan, tiba tiba saja ada orang yang memanggilku dari belakang sehingga aku pun menoleh ke asal suara itu.


"Akbar!!... Kamu ngapain disini? ". Tanyaku sedikit tak percaya melihatnya dihadapanku saat ini.


"Eh rumah gue kan disekitar sini!... Dan mustinya gue yang nanya!.. Kalian berdua ngapain disini?... Dan lagi ngapain? ". Tanyanya padaku.


"Oh.. Jadi rumah kamu disekitar sini ya?!... Kalok gitu tolong dong bar, cariin bensin buat motorku, aku udah capek tau dorong dari ujung jalan sana". Jelasku menceritakan kejadian tadi.


"Oh gitu... Yaudah, ayo!! kalok gitu dorong motor lu ke rumah gue, soalnya dideket rumah gue ada yang jual bensin". Jelasnya lagi padaku.


"Bukannya dateng dari tadi kek nih kuda nil! ". Ucap Dira pelan tapi masih bisa didengar oleh aku dan Akbar.


"Eh!! ... Gue mana tau kalian disini!! ... Emang gue dukun apa?! ...seharunya elu itu besyukur masih mau gue nolongin, untung aja Dara yang kesusahan, kalok enggak ada Dara enggak mau gue nolongin lu ". Ucap Akbar sewot.


"Iya iya... Makasih kuda nil! ". Ucap Dira dengan mengejek akbar.


"udah ayo jalan bar!.. Nanti keburu malem kalok denger kalian berdua pakek debat dulu". Seruku, dan segera ku dorong lagi motorku itu mengikuti arah kemana Akbar berjalan.


...**********...


"Emang kamu mau kita tolongin buat dorong motor ra? ". Tanya Akbar dengan polosnya.


"Iya, perasaan kamu enggak ada ngomong dari tadi". Ucap Dira yang malah makin membuat ku jengkel.


"Haduh!!... Salah minta tolong gue kalok minta tolongnya sama kalian berdua... kalian Gak bakalan peka kalok digituin.. ". Gerutuku kesal pada mereka.


"Jadi ini mau ditolongin gak ra? ". Tanya akbar lagi padaku.


"Enggak usah!.. Enggak niat lagi minta tolong kalian berdua... Udah jalan aja sana". Singkatku yang masih sibuk mendorong motorku.


...*********...


Dan tak lama setelahnya kami pun sampai ditoko yang dimaksud oleh Akbar, segera ku isi bensin motorku sampai penuh, kemudian setelahnya aku pun singgah sebentar kerumah Akbar karena aku tidak enak bila harus menolak tawarannya itu.


"Ini minum dulu ra... Elo pasti capek dan haus kan". Ucap Akbar sambil menyodorkan sirup dingin padaku.

__ADS_1


"Makasih bar... Gue minum ya". Ucapku sambil meneguk sirup buatan Akbar itu.


"Eh gue enggak ada ya?... Pelit banget lo kuda nil, masa Dara dikasih gue enggak sih". Gerutu Dira karena Akbar hanya membuatkan sirup itu untukku.


"Udah enggak usah pakek merajuk!!... Ini minum aja, udah aku sisain setengah... Cepet abisin keburu ada orang nanti". Ucapku sambil menyodorkan cangkir yang aku gunakan tadi.


"Iya lagian, elu udah tau sering menghina gue... Masa malah minta minum lagi, masih untung enggak gue bacain doa, kalok enggak kepanasan lo". Ucap Akbar kini mengoceh pada Dira.


"Oke lu mainnya gitu ya... Dara ayo pulang!!.. Dan lo besok-besok kalok main kerumah gue enggak bakalan ada minum buat lu!!.. Soalnya lo juga pelit sama gue". Ucap Dira yang kurasa sekarang sudah merajuk pada Akbar, dan kulihat ia sudah melayang keluar dan duduk diatas motorku.


"Elu sih bar!!... Udah aku pamit dulu ya,enggak mau dia tambah kesel nanti... Makasih minumnya". Ucapku sambil beranjak dan segera berjalan keluar dari rumah Akbar.


"Hati hati dijalan ra!!.. ". Singkat Akbar padaku.


Sehingga aku pun segera mengklason dan langsung menjalankan motorku menjauh dari rumah Akbar.


...********...


"Kamu masih marah Dira sama Akbar? ". Tanyaku saat sudah sedikit jauh dari rumah Akbar.


"Enggak, gue cuman akting aja tuh... Gimana bagus kan... Elo jangan bilang sama dia ya, nanti enggak seru lagi". Ucapnya yang malah terkekeh dibelakangku.


"Ish.. Aku kira tadi beneran kesel! ".ucapku sedikit menoleh kearah spion.


"Enggak lah... Udah kamu diem ya.. Jangan kasih tau dia oke". Ucapnya lagi.


"Oke". Singkatku padanya sambil tersenyum.


Dan sekitar 10 menit kemudian, kami pun sudah sampai dirumah, sehingga aku pun langsung masuk kedalam rumahku, dan aku pun duduk di ruang keluarga untuk menonton tv bersama Dira, sambil memakan beberapa cemilan yang ada didapur.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2