
Hai semuanya... Novel Misi hantu kita, balik lagi ni😘, selamat membaca ya... semoga makin suka dengan menekan tombol likenya 👍, terus jangan lupa juga di vote dan di follow juga dong😁, biar saya makin semangat nulisnya.
Dan silahkan memberikan saran dan juga kritikan nya untuk saya dikolom komentar👉... Jika ada kesalahan dalam penulisannya ya, karena ini adalah novel pertama saya karena itu saya harap dimaklumi👐
...*terimakasih*...
.......
.......
.......
.......
.......
...######...
"Kalok gitu pas Alex nya udah baikkan aja ya, kira kira 3hari lagi mungkin dia udah baikan kali ya". Ucap Ellin lagi.
"Iya kalok gitu, yaudah lu ber2 makan sana kita ber3 udah selesai". Ucap Akbar lagi sambil menyuruh Haris dan Adit.
"Enggak kompak ya ternyata kalian enggak nunggu". Ucap Adit dengan nada kesalnya.
"Namanya juga perut kalok laper enggak bisa nunggu udah sana makan keburu masuk entar". Ucapku padanya.
"Oh ya ra... Entar pulang jangan lupa ya gue nebeng lu lagi oke". Ucap Akbar pada ku aku pun mengangguk mengiyakannya.
Lalu mereka pun mulai memesan makanan dan mulai makan hingga bel masuk berbunyi kami pun masuk kembali kedalam kelas untuk belajar.
...#####...
...*...
...*...
...*...
...*...
...#tiga hari kemudian#...
Sepulang dari sekolah, kami pun langsung bergegas untuk pergi kerumah sakit,namun kami mempersiapkan bawaan untuk kerumah sakit terlebih dahulu.
"Ris... Kakak lo enggak ikut? ". Tanya Adit padanya.
"Enggak dia enggak mau... Katanya nanti dia pergi sendiri aja". Ucap Haris lagi.
"Ha... Kenapa enggak sekalian aja biar rame gitu". Tanya Akbar lagi.
"Dia emang gitu kak, dulu aja temennya cuman satu, tapi sekarang udah meninggal, karena itu dia jadi kayak dulu pendiam lagi. Cuman ngomong sama orang terdekat". Ucap Haris lagi.
"Oh yaudah kalok gitu ayo kita pergi". Ucap Ku lagi dan kami pun menjalankan motor kami menuju rumah sakit.
...******...
Sesampainya kami dirumah sakit kuparkirkan motorku ditempat parkiran dan kami pun berjalan memasuki rumah sakit dengan membawa beberapa buah dan juga roti yang kami beli tadi untuk Alex.
Dan saat didalam rumah sakit, tepatnya diruangan Alex kulihat dari balik pintu disana sudah ada seorang perawat rumah sakit, sedang memeriksa Alex dan kemudian Haris pun masuk kesana untuk bertanya apakah kami bisa menjenguk Alex dan tak lama kemudian Haris pun keluar.
"Gimana... Kita bisa masuk kan? ". Tanya Adit padanya.
"Katanya bisa tapi musti 2orang aja, biar kak Alex enggak teralu takut dan nanti kalok dia udah mulai terbiasa baru boleh rame". Ucap Haris lagi.
__ADS_1
"Yaudah kalok gitu, biar gue sama Dara aja yang duluan". Ucap Akbar lagi.
"Eh guci elu enggak pernah ya denger istilah lady frist". Ucap Dira langsung padanya. Sementara Adit dan Ellin sudah bertolak pinggang sambil melihat tajam kearah Akbar.
"elu enggak salah bar". Ucap Adit yang masih bertolak pinggang.
"iya... iya... lady first... kan udah tu si Dara, terus yang atunya gue lah kan enggak ada cewek lagi". Ucap Akbar dengan asal keluar.
"Mata lu rabun atau minus ha... Gue lu bilang apaan ". Ucap Ellin dengan nada kesal.
"Oh iya elu kan cewek ya... Hehehe... Lupa gue... Yaudah elu sama Dara deh". Ucap Akbar dengan cengegesan.
Lalu aku dan Ellin pun masuk dan Dira pun ikut masuk karena dia tidak terlihat dan duduk di kursi, sementara Akbar, Adit, dan Haris mereka menunggu diluar.
"Dara... Tapi kamu siapa... ". Teriak girang dari Alex namun berubah seketika ia menjadi takut saat melihat Ellin.
Karena merasa ia tidak takut denganku, aku pun berjalan mendekat kearahnya dan mulai mengajaknya bicara agar ia mengingat semuanya.
"Kamu enggak usah takut mereka temen mu". Ucap suster itu padanya. Dan alex pun mulai sedikit memberanikan diri untuk melihat kami.
"Alex... Kamu tau aku siapa... Dan dia kamu inget gak... ". Tanya ku pelan padanya dan menunjuk kearah Ellin untuk menanyakannya.
"Iya kamu Dara... Dan Dia..... Dia....Ell... Ellin kan". Ucapnya yang mulai tersenyum.
"Iya betul... Kamu udah sehatkan, dan enggak takut lagi kan? ". Tanyaku padanya.
"Lumayan, dan iya aku udah sedikit inget sama kalian dan mana itu siapa .... Emmm... Akbar, sama Adit". Ucapnya lagi.
"Bentar aku panggilin". Ucap Ellin berjalan keluar.
Dan tak lama Adit dan Akbar beserta Haris pun masuk kedalam ruangan Alex, sementara suster tadi dia pergi keluar karena dirasanya Alex sudah baik baik saja.
"Elu enggak pa pa kan bro? ". Tanya Adit. Dan Alex pun mengangguk padanya.
"Oh ya lex kita bawain buah sama roti ni buat lo.. Ayo dimakan biar lu tambah sehat... Eh... Lo minggir gue mau duduk". Ucap Akbar pada Alex yang kemudian pada Dira karena ingin duduk tapi Ada Dira disana.
"Elu udah gila bar... Ngusir apaan". Ucap Adit padanya.
"Ho'o, mumpung dirumah sakit lo bar.... Kayanya ada untuk kejiwaan juga disini deh". Ucap Ellin menimpali.
"Elu dua yang gila.... Ini tadi gue ngusir... Ngusir... Lalat lo, nganggu banget". Ucap nya lagi dan langsung duduk dikursi.
"Eh buset untuk gue buruan ngilang, kalok enggak...udah gepeng gue gara gara dia... ". Ucap Dira yang dengan cepat berpindah ke dekat ku.
Lalu AKbar pun mengupaskan jeruk yang kemudian diberikannya kepada Alex dan kadang kadang juga masuk kedalam mulutnya.
"Eh lu ngasih Alex ya.. Kasih aja... Jangan lu masukin ke mulut lu juga". Ucap Ellin lagi.
"Iya bar... Lu bawa buat dia... Malah lu yang makan setengahnya". Ucapku padanya.
"Hehehe.... Maaf guys saya lapar". Ucapnya lagi.
"Kalok laper ya beli di kantin bar... Ada lo... Jangan dimakan itu". Ucapku lagi padanya
"Yaudah deh... Dit .. Ris... ayo kekantin". Ajaknya pada mereka.
"Jangan lupa beliin buat aku sama Dara juga ya... Apa aja deh". Ucap Ellin padanya.
Dan tak lama mereka pun pergi keluar dari ruangan Alex dan Dira juga pergi untuk mengikuti mereka. Tapi tak berselang beberapa lama masuk seorang perempuan remaja, yang kira kira seumuran dengan ku.
"Kamu... ". Ucapnya saat melihat sambil menunjuk ku dan ia pun mulai menangis sesengukan dan pergi keluar dari ruangan Alex.
"Lah dia kenapa... Kok nangis liat lu". Tanya Ellin padaku, dan karena tidak tau aku hanya menggeleng geleng saja.
__ADS_1
"Lu kenal lex? ". Tanya Alex padanya.
"Dia sodara gue, kakaknya Haris". Ucap Alex menjelaskan.
"Oh jadi dia kakaknya Haris... Tapi kenapa dia nangis ya liat aku". Tanyaku pada mereka.
Dan mereka pun hanya menggeleng geleng saja.
...*****...
Cukup lama kami dirumah sakit dan saat sudah hampir sore, kami pun memutuskan untuk pulang setelah berpamitan dengan Alex dan juga Haris.
Sesampainnya aku dirumah seperti biasa rumah ku sangat sepi karena orang tua ku sama sekali belum pulang. Jadi aku pun naik keatas dan membersihkan diriku kemudian turun kelantai bawah menuju dapur untuk memasak makanan yang bisa aku masak.
"Masak apa ya? ". Tanyaku yang masih melihat isi kulkas.
"Masak mie aja ra... Aku udah laper ni... Biar cepet, tu mie nya di lemari". Ucap Dira yang muncul dengan duduk diatas kulkas.
"Eh set*n turun gak dari situ... Bagus banget lo duduk disitu". Ucap ku sambil menariknya.
"Iya sih enggak usah tarik-tarik juga, lepas... ". Ucapnya lagi, aku pun melepas tangan ku dari kakinya dan ia pun turun dan duduk dimeja.
"Lu mau gue timpuk pakek centong.... ". Ucapku yang kini sedikit berteriak.
"Iya... Iya... Enggak usah marah kali.. ". Ucapnya padaku.
Lalu aku pun mengambil mie instan yang ada di lemari dan kemudian memasaknya. Kutambahkan telur dan juga sayuran didalamnya, dan setelah masak, kubawa dua mangkuk mie yang masih panas itu ke meja makan.
"yee.... Udah jadi". Teriak Dira girang.
"Udah jangan berisik makan sana". Ucapku padanya, dan mulai memakan sedikit demi sedikit mie ku.
"Tunggu dulu kayak ada yang kurang ni". Ucapnya lagi sambil seolah berpikir.
"Apaan sih makan ya makan aja enggak usah protes". Ucapku padanya dan ia masih berpikir.
"Nah... Gue inget... Nasi nya mana". Teriaknya sambil memukul meja seketika aku pun tersedak karena suaranya itu.
"Uhuk.. Uhuk... Uhuk... Air... Air.. ". Ucapku lagi kemudian berdiri dan berjalan kearah dispenser.
"Lebay banget sih , makan mie aja pakek batuk... Kayak sinetron aja". Ucap nya lagi.
"Elu yang lebay... Gue batuk bukan karena mie nya tapi karena lu... Kenapa lu pakek teriak terus mukul meja". Teriakku padanya.
"Ya aku kan baru inget kalok makanannya kurang nasi". Ucapnya lagi padaku.
"Nasi apaan lagi... Lagian ya mana ada orang yang makan mie pakek nasi". Ucapku sebal padanya, dan duduk kembali ke kursiku.
"Ih... Inilah anak ketinggalan zaman, elu enggak tau dimana mana makan mie enggak pakek nasi, enggak makan namanya". Ucapnya lagi padaku.
"Loh... Kenapa gitu". Tanyaku padanya.
"Karena bukan orang indonesia namanya kalok makan mie enggak campur nasi, jadi ambilin deh mie nya... Kalok enggak gue enggak kenyang". Ucapnya lagi padaku.
Karena malas untuk berdebat dengannya aku pun memutuskan untuk mengambil apa yang ia minta dan melanjutkan makan ku lagi begitu pun dengannya.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)