
Flasback
*Author pov*
Di sebuah Sekolah tepatnya Dari sebuah kelas. Saat bel pulang berbunyi seorang gadis cantik keluar dari kelasnya dan berjalan ke kelas lain untuk menemui seseorang.
"Woi... Udah beres belum ayok kita pulang". Ucapnya lagi.
"Dira kamu duluan aja ya aku lagi ada bimbel soalnya aku harus ikutan olimpiade". Ucap Dara pada adiknya yaitu Dira.
"Ya kok hari ini sih, kan hari ini ulangtahun kita. Enggak bener tu guru musti gue bilang ni". Ucapnya lagi ingin lergi keruang guru.
"Ihhh. Enggak usah kamu pulang aja ya, nanti kalok udah aku bakalan pulang kok". Ucap Dara sambil menahan Dira.
"Yaudah deh.... Gini aja entar kalok udah beres bimbel nya elo ke atap ya tempat biasa". Ucapnya sambil tersenyum.
"Mau ngapain". Tanya Dara penasaran.
"Ada deh... Pokoknya harus ya. 1jam lagi kan". Tanya Dira pada Dara.
Dara pun mengangguk dan Setelah melihat anggukan dari Dara segera Dira pun pergi entah ingin kemana. Lalu Dara pun bergegas masuk kekelas untuk mengikuti bimbel.
Disisi lain Saat ini ada Dira yang sedang menyiapkan segala kebutuhan untuk ulang tahun mereka, dari kue, balon, dan hiasanya yang telah ia beli dari toko.
"Kue ada... Hiasan udah siap... Terus apa lagi ya... Oh ini bangku nya belum ". Ucapnya sambil mengambil bangku.
Ya itulah Dira seorang gadis cantik dan penuh semangat meskipun kedua orang tua mereka sibuk bekerja, ia pun berusaha sebisa mungkin untuk membuat saudaranya bahagia. Agar tidak merasakan perasaan tumbuh tanpa orang tua.
Setiap tahun ia berusaha untuk membuat pesta kecil kecilan untuk Dara Meskipun Dara tidak pernah minta untuk dirayakan dan ia bahkan tidak mengeluh kepada orang tua mereka seperti Dira.
"Oke semuanya udah, dan tinggal nunggu 5menit lagi. Oh iya hp ku mana ya. Musti direkam ni lucu juga liat ekspresinya nanti". Ucap Dira sambil menyalakan kamera hp nya.
"Eh itu 2 orang siapa ya, mau ngapain kok pakek topeng segala... Ha... Apa jangan jangan maling. Musti di tangkep ni". Ucap Dira panik.
Lalu Dira pun berjalan kearah bawah sambil mengikuti kedua orang yang dianggapnya maling itu. Dan tiba tiba 2orang itu berhenti dan masuk kesebuah kelas dan karena penasaran Dira pun mengintip dari balik jendela.
"Serius kamu mau nyulik anak disini, dan apa kamu yakin anak yang waktu itu orangnya". Ucap seseorang.
"wah kayaknya musti direkam ni 2orang penting soalnya , hp hp gue mana ya". Ucap Dira sambil mengambil hp nya dan mulai merekam.
"iya tentu aja, tapi kenapa aku sama sekali enggak melihat benda itu pada mereka tapi aku bisa merasakannya". Ucap seseorang yang kini membuka topengnya dan saat dilihat wajah orang itu sangat tampan tapi juga datar dan dinggin.
"Terus langkah kita selanjutnya apa". Tanya yang satunya dengan membuka topeng yang ada di wajahnya.
"Langkah kita se-
Ucap orang itu terputus saat mendengar suara dari luar.
"Kamu ngapain ", ucap Dara dengan suara yang cukup nyaring yang tengah berdiri tepat di depan toilet yang tidak terlalu jauh dari ruangan kelas itu.
Karena terkejut hp yang ada ditangan Dira pun jatuh tepat diatas pot bunga yang ada dibawahnya.
"Shttt..., diam nan.. -, "ucap Dira padanya.
"Siapa disana", ucap salah satu dari dua orang itu.
"Gawat, lari... Dara, Lari.... "Ucap Dira tergesa-gesa sambil menarik Dara . mereka pun segera berlari kesembarangan arah.
"Hei.. Berenti kalian... ", tegas salah satu orang itu.
__ADS_1
"Cepet, Dira jangan berenti", ucap Dara tergesa-gesa.
mereka pun terus berlari sampai di sebuah jalan yang hanya ada tangga, tanpa berpikir lagi dengan segera mereka pun naik ketangga. Hingga sampai di atap sekolah.
"Gawat.... Gimana ni udah eng... -, "
"Hahaha, mau lari kemana kalian bocah..
Kalian enggak bisa kemana mana lagi", ucap seseorang.
dan dilihat dua orang tersenyum menyeringai, dibalik topeng mereka sambil menatap 2gadis itu bergantian.
"Diantara kalian siapa yang merekam tadi , cepat bawa kesini", ucap salah satu dari mereka sambil mendekat.
"Rekaman apa ", ucap Dara karena memang ia tidak tahu menahu, sementata Dira ia sedikit ketakutan.
"Pasti kau", ucapnya sambil menangkap Dira dengan mencekik Dira lalu dengan tega ia mendorong Dara dan Dira kelantai bawah begitu saja.
Akhhh... Brukkk~
Suara teriakan dari kedua bersaudari itu yang kini sudah jatuh kelantai bawah.
...*****...
cukup lama mereka terbaring, dan kemudian Dira pun bangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat kesekeliling, dan yang ia lihat hanya ada orang yang menangis.
Menangisi tubuhnya yang masih terbaring di tengah tengah.
"Mereka kenapa nangis... Terus badan ku kenapa ada disana". Ucap Dira yang mulai ketakutan.
"Dira... Dira... Kenapa kamu pergi nak... Maafin mama sama papa... Karena lalai ngawasin kalian sampek kalian kecelakaan kayak gini". Ucap sinta mama dari kedua gadis itu.
"Ma udah ma... Kasian Dira... Dia nanti enggak tenang di sana". Ucap Bgas papa dari kedua gadis itu.
Seketika saat mendengar ucapan dari sinta seakan tersambar petir saat Dira mengetahui bahwa ia telah tiada.
"Aku... Aku udah meninggal". Ucap Dira dengan sedikit bergetar.
Dan setelah jasadnya didoakan, para warga pun membawa jasad Dira ke sebuah pemakaman umum untuk dimakamkan. Setelah mereka mengubur jasadnya para warga pun mulai pulang.
Dan kini disebuah tempat pemakaman, tepatnya setelah pemakaman seorang gadis bernama Dira kusuma. Pemakaman itu pun kembali sepi, setelah orang orang pergi yang tanpa mereka ketahui di dekat pohon sudah berdiri sesosok arwah yang tubuhnya baru saja mereka kuburkan.
Sedang menangis terisak, meratapi kematiannya yang dibunuh oleh seseorang.
"Hik.. Hik... Hik... Tega banget dia ngembunuh aku, terus buat Dara sampek koma. Dia harus mati.... "Ucap sesosok arwah itu yang tak lain adalah Dira dan ia menghilang menuju tempat yang akan ia datangi.
Kemudian ia pun sampai ditempat tujuannya tepat disebuah rumah yang megah, layaknya sebuah istana bagi kebanyakan orang. Tapi baginya ini hanya akan menjadi istana kematian dari pemilik rumah ini saja.
Ia pun masuk kesebuah kamar dimana terdapat orang yang sudah membunuhnya sedang tertidur di tempat tidurnya tanpa ada rasa berdosa sedikitpun dari wajahnya.
Karena kesal Dira pun langsung mencekik orang itu, tapi tiba tiba tubuhnya terpental kedinding. Dan dilihatnya orang itu sudah berdiri di depannya sambil menyeringai.
"Hai... Sudah kuduga kau akan datang dan terkecoh seperti dulu. tapi maaf, sepertinya kali ini aku harus mengurung mu karena kau akan berbahaya bagiku kelak". Ucapnya pada Dira dan tiba tiba seorang pria tua masuk kedalam dengan penampilan seperti dukun dengan membawa sebuah botol.
"Siapa dia... Aku... Aku... Tidak bisa bergerak". Ucap Dira dalam hati karena kini seluruh tubuh nya dan mulutnya sama sekali tidak dapat ia gerakan.
"Sampai jumpa lagi Alexa". Ucap orang itu pada Dira sambil tertawa.
Setelah ucapan orang itu, Dira pun tertarik masuk kedalam botol dan disana ia dipasung oleh banyak rantai.
__ADS_1
segera setelah kejadian itu orang jahat itu pun pergi dari rumah mewah itu, dan pergi keluar negeri karena menurutnya penghalang terbesarnya sudah tiada dan ia pun menjual rumah itu. Sementara dukun itu, menaruh botol yang berisi Dira di sebuah meja didalam ruang bawah tanah rumah itu.
Satu bulan kemudian rumah itu sudah terjual pada sebuah keluarga kaya, yang terdiri dari ayah, ibu, satu anak perempuan, dan satu anak lelakinya. Dan pada hari itu mereka sedang membersihkan rumahnya.
"Eh ada pintu bawah tanahnya kak , kalok gitu barang narang enggak kepakek taruh dibawah aja ya". Ucap anak laki laki itu.
"Iya sana kamu taruh dibawah". Ucap kakaknya.
Lalu anak laki laki itu pun meletakan kotak yang berisi barang barang yang tak terpakai keruang bawah tanah dan saat ia akan naik.
"Tolong... Tolong... Ada orang kan disana". Ucap Dira berteriak.
Ia mendengar sebuah suara dari atas meja disana ada sebuah botol yang bergerak gerak.
"Kok botolnya bergerak ya, apa jangan jangan ada penunggunya". Ucapnya sedikit ketakutan dan ingin naik kembali keatas sampai mendengar suara lagi.
"Aku mohon tolong aku, aku enggak jahat kok". Ucap Dira lagi dengan memelas.
Karena anak itu penasaran ia pun kembali berjalan menuju meja itu dan tanpa sengaja ia terpeleset sampai menumbur meja dan botol yang ada diatas meja itu pun jatuh ke bawah lantai sampai pecah. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat sesosok arwah keluar dari sana.
"Akhirnya aku bebas, terimakasih ya". Ucap Dira yang baru bebas dari dalam botol.
"Lu siapa... Jin botol kah.. ". Tanya anak itu.
"Bukan saya bukan jin, tapi maaf saya enggak punya waktu karena dia bakalan balik jadi saya harus pergi ya". Ucap Dira sambil menghilang.
"Siapa dia, kok bisa ngilang sih jangan jangan.... Hantuuu". Ucapnya sambil berlari ke atas.
Sementara itu Dira yang menyadari sang dukun yang mulai mengejarnya, segera ia pun menuju kuburannya dan disana sudah ada dukun itu yang menunggunya kemudian ia pun memutuskan untuk bersembunyi dari kejaran dukun itu dan beruntungnya dukun itu tidak berhasil menangkapnya. Kemudian Dira pun memutuskan untuk tinggal di Rumah Sakit tepat dimana Dara dirawat sambil untuk ia bersembunyi.
*Author pov and*
.......
.......
.......
.......
.......
.......
"Jadi gitu ceritanya kenapa lu bisa bebas". Ucap ku yang sudah mengerti.
"Iya, beruntung banget anak itu bisa denger aku dan karena di kepeleset dia ngenjatuhin botolnya sampek aku bisa bebas". Ucap Dira dengan raut datar.
"Tapi kenapa penjahat itu manggil kamu dengan sebutan Alexa, bukanya kamu Dira ya? ". Tanya ku penasaran padanya.
"Aku kan sudah bilang bahwa semuanya berhubungan, baik masa sekarang maupun masa lalu.karena itu dia mengejarmu". Ucap Dira lagi padaku.
"Mengejarku untuk apa". Tanyaku lagi.
"Cepat atau lambat kamu pasti akan tau kebenarannya, oh ya aku laper.... Tolong masakin ayam goreng dong". Ucapnya padaku.
"Enak bamget lu merintah ". Ucapku sedikit kesal padanya.
"Bukan merintah tau tapi minta tolong". Ucapnya santai.
__ADS_1
Lalu segera aku pun menuju dapur untuk menggoreng ayam goreng untuknya.
(Bersambung)