
Keesokan paginya aku sudah bersiap siap akan berangkat ke sekolah, lalu segera ku salami tangga mamaku dan hendak pergi, tapi kulihat motor kami ternyata sudah di perbaiki.
"Dara itu motornya udah di perbaiki". Ucap Dira padaku.
"Iya terus ". Ucapku datar. Sambil terus berjalan tapi mama memanggil ku dari belakang.
"Dara". Ucapnya padaku.
"Iya ma, kenapa". Tanyaku padanya.
"Itu motornya kenapa enggak dibawa, kamu boleh bawa motor kesekolah tapi hati hati ya". Ucapnya lagi.
"Enggak perlu ma biar aku naik angkot atau bus aja kayak biasanya". Ucapku lagi.
"Bawa motor aja, lagian kan kasian kamu kalok musti nunggu angkot dulu". Ucapnya lagi.
Aku pun hanya mengangguk dan mengambil kunci motor yang diberikan oleh mamaku, dan segera kami berangkat kesekolah.
"Nah dari kemaren kek, enggak perlu lagi nungguin angkot kan". Ucap Dira padaku.
"Ya gimana lagi". Ucapku padanya.
Dan tak lama kami pun diam, dan sesekali kulihat melalui spion dan kulihat ia sangat menikmati udara yang menerpa sekelilingnya.
Lalu saat sudah sampai disekolah, segera ku parkirkan motor ku di tempat parkir dan disana kulihat sudah ada Akbar yang sedang berdiri.
"Dara, katanya elu enggak bisa bawa motor, waktu itu aja kan lu numbur pohon". Tanyanya padaku.
"Iya Dira yang ngajarin". Ucapku padanya.
"Gue yang ngajarin kenapa, kalok yang numbur pohon itu karena salah begalnya ya bukan gue... ". Ucap Dira langsung padanya.
"Oh, pantes elu gurunya, gak heran dia numbur ". Terka Akbar lagi.
"Wah ngajak ribut ni manusia". Ucap Dira lagi sedikit kesal.
"Udah udah jangan berantem deh berisik masih pagi juga". Ucapku melerai mereka. Dan kami pun berjalan menuju kelas.
"Eh ngomong ngomong dia kok pakek baju baru ya , maling dimana". Tanya Akbar padaku.
"Eh gue denger ya, sembarangan aja lu ini tu beli bukan maling". Ucap Dira dengan menjitak kepala Akbar.
"Aduh... Biasa aja dong lu, gue bacain doa baru angus lu". Ucap Akbar padanya.
"Ya jangan dong nan-".
Ucap Dira tergantung dan ia pun menghilang dari hadapan kami.
"Dira kemana bar". Tanyaku pada Akbar.
"Mana gue tau, dianya ngilang enggak bilang bilang". Ucapnya padaku.
"Kebiasaan deh ni hantu". Ucapku sambil melihat sekeliling.
Lalu saat kami masih sibuk mencari kesekeliling, tiba tiba datang pak Ali dari belakang kami sambil menyapa kami.
__ADS_1
"Dara, akbar pagi banget kalian datangnya". Ucapnya pada kami.
"Eh bapak, ini kita mau piket ya kan Dara". Ucap Akbar padaku.
"Eh iya pak, kita kekelas dulu ya". Ucapku lagi, sambil menarik Akbar.
"Bar buka sepatu lu, kan peraturanya gitu". Ucapku padanya.
"Selow lah kan juga belum disapu". Ucapnya lagi.
Dan saat kami baru ingin memasuki kelas disana sudah ada Ellin yang duduk dan nampaknya sedang menanggis.
"Ellin nangis, kenapa ya". Tanyaku.
"Mana gue tau, tapi kayaknya dia lagi ada masalah deh". Ucap Akbar padaku.
"Ya udah ayo kita samperin". Ucap Akbar lagi.
"Ellin". Ucap kami serentak dengan suara yang sedikit nyaring dengan maksud untuk menghilangkan sedihnya dan aku pun duduk di sebelah Ellin sementara Akbar duduk diatas meja.
"Entar lu dimarahin Sarah bar kalok duduk disitu". Ucapku padanya.
"Aman kok dia juga belum dateng". Ucal Akbar santai.
"Eh kalian, tumben pagi". Ucapnya sambil menyeka air matanya.
"kamu nangis lin, kenapa". Tanyaku padanya.
"Aku enggak kenapa napa kok, cuman masalah kecil aja". Ucapnya lagi.
"Oh yaudah, tapi kalok kamu ada masalah jangan sungkan ya lin, kita bakalan setia nolongin kamu kok". Ucap Akbar lagi.
Lalu kami pun duduk diam sejenak, sampai aku teringat suatu hal.
"Bar, kayak nya kita lupa sesuatu deh". Ucapku padanya.
"Iya ya, tapi apa ". Ucapnya lagi.
Kami pun terdiam sejenak sambil berpikir apa yang kami lupakan, dan kemudia kami pun teringat sesuatu.
Piket~
Teriak kami serentak, dan segera kami bergegas untuk mengambil sapu.
"Cepetan ra sebelum sih lintah kelas dateng". Ucapnya padaku.
"Yang lu maksud lintah kelas siapa bar". Tanya Sarah dengan tatapan tajam menatap Akbar.
"itu... Siapa ya... Lo sejak kapan disitu rah". Ucap Akbar gelagapan.
"Sejak lu masuk ke kelas ". Ucapnya. Dan
"kamu denda 20k, dan kamu Dara 5k". Ucap Sarah lagi dengan meninggikan nadanya.
"Kok gitu sih dia 5k, kenapa aku 20k, kita kan dateng bareng". Ucap Akbar membela diri.
__ADS_1
"Lihat jam kan, kalian telat piket jadi didendam 5k". Ucap Sarah lagi.
"Terus kita kan telat bareng kenapa denda nya beda". Tanya Akbar yang masih tak terima.
"Lu pikir gue enggak tau tadi lu duduk di meja. Karena itu lu denda 5k, terus liat sepatu lu masuk kekelas 10k, jadi semuanya 20k ". Ucapnya menjelaskan pada Akbar.
"Heheh.... Itu enggak ada diskon nya ya rah, korting lah". Ucap Akbar cengegesan.
"Eng-gak- a-da ". Ucap Sarah dengan menekan setiap kalimat nya.
"Dan harus dibayar hari ini juga". Ucapnya lagi.
"Ya elu sih bar". Ucapku padanya.
Lalu kami pun segera membayar denda dari Sarah karena tidak ingin panjang urusannya.
...*******...
Lalu saat sudah memasuki jam terakhir mendadak aku ingin buang air kecil, sehingga akupun izin kepada guru yang mengajar. Aku pun bergegas berlari menuju toilet terdekat.
Segera ku buka pintu wc dan aku pun melakukan apa yang aku ingin kan. Lalu setelah selesai aku pun mencuci tangan.
Tapi mendadak aku mendengar sebuah suara seperti pintu yang sedang di cakar cakar, dan suaranya berasal dari pintu yang paling ujung.
"Siapa". Tanyaku penasaran. Sambil berjalan kearah pintu paling ujung.
"Ada orang ya di wc". Tanyaku lagi.
Tapi saat kubuka pintu wc, aku sangat terkejut karena sama sekali tidak ada orang disana. Dan seketika aku teringat sosok hantu yang waktu itu aku temui.
Dan mendadak suasana menjadi hening dan aku pun mulai merinding, ditambah lagi bau busuk yang memenuhi ruangan ini. Karena pastinya sosok yang waktu itu aku lihat pasti sedang ada disini.
Dengan mengumpulkan segenap keberanian yang ada. segera aku pun berbalik ke belakangku , tapi sama sekali tidak ada apa apa.
"Enggak ada ". Ucapku pelan.
Lalu aku pun berjalan kembali kearah wastafel.aku sangat terkejut saat aku melihat sebuah tulisan yang bertuliskan.
...###...
...Bebaskan kami atau mati!!!...
...###...
"Akhh". Teriakku kaget.
Dan Karena takut aku pun mundur beberapa langkah dengan menaruh telapak tangan ku pada mulutku sangking kagetnya.
Aku juga bertanya tanya siapa yang melakukan ini semua padaku.
Lalu tiba tiba dari atas ku jatuh sebuah tetesan kental berwarna merah, karena penasaran segera ku colet sedikit darah dihidungku itu.
dan saat kudekatkan ke hidung baunya sangat anyir, seperti darah bahkan ini memanglah darah.
Karena penasaran dengan darah apa yang jatuh di hidungku. segera ku tolehkan kepala ku keatas dan kulihat sebuah sosok wanita dengan pakaian sekolah yang berlumuran darah, dan juga badannya yang membiru dengan beberapa sayatan pada wajahnya yang sedang menyeringai padaku.
__ADS_1
Seketika akupun berteriak dan tiba tiba semuanya gelap bagiku.
( Bersambung)