Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Extra chapter-4 tahun kemudian..


__ADS_3

4 tahun kemudian....


Tak terasa 4 tahun sudah berlalu begitu saja, kini aku sudah berkerja menjadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas yang tidak jauh dari rumah ku.


Semenjak aku keluar dari rumah sakit, kurang lebih 1 bulan kemudian aku dan keluargaku pindah ke kota baru.


Aku pindah karena aku ingin memulai hidup baru ku di kota ini.


...**********...


Sambil bersantai minum kopi, aku duduk di bangku taman yang tidak teralu jauh dari tempat aku mengajar, ku minum sedikit demi sedikit kopiku karena masih sangat panas untuk ku teguk secara langsung.


Saat aku masih berusaha meminum kopi panasku, tiba tiba saja ponselku berdering yang menandakan ada seseorang yang sedang menelponku.


Segera ku buku tas ku, dan ku lihat siapa yang sedang menelpon diriku.


Tampak dilayar ponselku tertera nama Adit, ya, Adit teman sekaligus tetanggaku dulu saat aku masih tinggal dikota xxx.


Karena penasaran segera ku geser tombol yang ada diponselku sampai kudengar suara dari seberang layar, yang sudah langsung berbicara tanpa ku jawab terlebih dahulu.


[Hallo!!.. Dara!!, gimana kabar lo disana?.. Sombong ya lo kagak ngasih kabar ke kita semua!! ".] suara yang ku tau bukanlah adit melainkan Akbar.


"Hallo?!.. Akbar ya?.. Aku baik bar.. Kamu sama yang lain gimana? ". Tanyaku ramah padanya.


[Yah!!!.. elu gue tanya malah nanya balik lagi!!.. Jawab dulu yang tadi!! ".] ucapnya dengan nada yang sedikit ngegas.


"Oh.. Ini aku baik -baik aja kok, dan-


Saat aku sedang berbicara, tanpa sengaja ku lihat seorang anak yang jongkok di pinggir jalan, tanpa didampingi orang dewasa. Dan dari arah kejauhan ku lihat sebuah mobil hendak melintas.


Karena takut anak itu akan menyebrang aku pun berlari kearah anak itu dan berusaha menariknya.


...**********...


"kamu enggak pa pa dek? ". Tanyaku saat anak itu sudah ku tarik sedikit menjauh dari jalanan.


"Ish apaan cih?.. Main talik talik aja? ". Ucap anak itu yang belum teralu lancar berbicara.


Ya menurutku anak itu kira kira baru berumur 4-5 tahunan jika dilihat dari postur tubuhnya.


"Bukan apa apanya dek?.. Masalahnya kamu tadi itu jongkok di pinggir jalan... Nanti kalok kamu berdiri terus nyebrang terus keserempet gimana? ". Ucapku berusaha berbicara pelan agar anak itu mengerti.


"Ya.. Enggak mungin keselempetlah olang adila enggak nyeblang juga!! ". Ucap anak itu mencetut tapi terlihat lucu bagiku.


"Adila siapa? ". Tanyaku penasaran.


"A-D-I-R-A.. Adila!!!.. Adila itu nama atu tau!! ". Ucapnya dengan mengeja.


"Lah kamu ngejanya Adira... Tapi kok nyebutnya Adila sih yang betul yang mana? ". Tanyaku kebingungan.

__ADS_1


"Ya, terselah atu dong... Kakak ini kepo!! ". Ucapnya menunjukku.


" yaudah!!.. Terus kalok enggak mau nyebrang, kenapa jongkok dipinggir jalan?". Tanyaku penasaran.


"Tadi itu!!.. Adila mau nolongin anak kucing yang di citu tu... Yang didalem got itu!!.. Tapi karena di talik enggak bica deh!! ". Ucap anak itu melipat tangannya.


"Oh nolongin kucing!!... Tapi tetep aja ini kan bahaya... Coba kalok pas Adila-


"Bukan Adila!!.. Tapi A-D-I-R-A... Adila!! ". Ucapnya yang mengeja dengan r, tapi menyebut namanya menggunakan l.


" yaudah ulang!!.. Oh nolongin kucing!!.. Tapi tetep aja ini kan bahaya... Coba kalok pas Adira lagi mau narik kucingnya terus enggak sengaja kesandung terus jatoh kejalan gimana? ". Tanyaku panjang lebar.


"Ihh... Kakak ini aneh!?..jelas jelas Adila cuman jongkok, masa campek jatoh terus keselempet!! ". Ucapnya dengan wajah yang dibuat buat.


"Aduh gimana jelasinnya ya?.. Gini ya, kita-


"Adira... Adira..."


Suara seorang ibu ibu, mencari seseorang.


"Mama... Adila dicini ma... Dicini!! ". Ucap anak itu kegirangan.


...************...


"Rupanya kamu disini nak!.. Mama udah nyari kamu keliling taman tau gak?.. Nakal kamu ya". Ucap ibu itu mencubit gemas pipi anaknya.


"Anu... Tadi saya liat dia lagi jongkok di pinggir jalan.. Karena takut dia nyebrang jadi saya tarik kesini ". Ucapku menjelaskan.


"Oh gitu... Makasih banget ya... Untung ada kamu kalok enggak mungkin dia bakalan nyebrang beneran lagi". Ucap ibu itu sedikit panik.


"Kamu tadi di pinggir jalan Dira!!... Mama kan udah bilang jangan main di pinggir jalan sendirian ". Ucap ibu itu sedikit marah.


Aku pun terdiam sejenak mendengar nama yang ia sebutkan barusan. Dan aku baru menyadari bahwa nama anak ini memang sama dengan nama Dira, hanya beda huruf depannya saja.


"Dira? ". Ucapku mengulang namanya.


"Iya.. Nama anak aku ini Adira.. Cuman biasa di panggilnya Dira ". Ucap ibunya padaku.


Dan perhatian kami pun teralihkan pada anak itu lagi ketika ia mulai berbicara.


"Tadi itu.. Adila cuma, mau nolongin kucing ma.. Maapin adila ya". Ucap anak itu merengut.


" Sebaiknya anaknya jangan dimarahin berlebihan... niat dia baik kok sebenernya, mau nolongin, cuman waktunya aja yang kurang pas!! ". Ucapku berhati hati.


"Iya.. aku juga inget soalnya pesan ibuku juga gitu.. Kalok anak jangan dimarahin berlebihan... Cukup di beritahu saja mana yang baik dan mana yang buruk". Ucapnya dengan bijak sehingga anak itu pun tersenyum senang.


"Eh kamu malah senyum- senyum... kamu pikir mama enggak marah karena kamu diem diem keluar rumah ya? ". Tanya mamanya mengolok anaknya.


"Itu ma tadi-...

__ADS_1


"Udah ayo kita pulang terus kamu tidur siang... Jangan lari lagi ya... Ngomong ngomong sekali lagi makasih ya udah mau nolongin anak saya". Ucapnya pada anaknya kemudian padaku.


"Iya sama sama kak". Ucapku padanya.


"Oh ya nama kamu siapa... Aku lupa nanya? ". Ucapnya padaku.


"Nama aku Dara kak". Ucapku ramah.


"Oh Dara... Kenalin aku Sarah... Karena umur kita enggak teralu jauh panggil nama aja jangan kak". Ucapnya, aku pun teringat kembali nama itu, nama yang dulu sempat aku dengar.


seketika aku pun memasang senyum diwajahku dan berbicara.


"Iya.. Sarah.. Besok besok kalok kita ketemu aku bakalan panggil sarah!! ". Ucapku tersenyum.


"Kalok atu.. Adila Ya..panggil aja Dila.. ". Ucap Anak itu memperkenalkan dirinya padaku.


"Iya Dila atau Dira nih jadinya!! ". Ucapku dengan mengejek.


"Namanya Dira... Cuman dia belum lancar ngomongnya jadi adila". Ucap ibunya tertawa gemas.


"Yaudah kita pulang dulu ya ra.. Kapan kapan mampir lah kerumah ku itu yang di jalan sana cukup masuk gang rumah warna hijau". Ucapnya menawarkan diriku kerumahnya.


"Kapan kapan ya ". Ucapku ramah.


...*************...


Dan saat mereka pergi aku pun hanya melihat kepergian mereka sambil tersenyum mengingat kenangan orang dengan nama yang sama dengan mereka.


"Sarah!!.. Dira!!.. Itu kalian bukan!?.. aku harap ini bukan sekedar kebetulan.. Aku harap itu memang kalian". Ucapku pada diriku sendiri.


Dan saat aku masih terdiam di posisiku tiba tiba saja aku dengar suara Akbar dari telpon yang menyadarkanku yang sedari tadi aku tinggal berbicara.


[Hallo.. Hallo.. Woy Dara kok kagak nyaot sih!!.. Ngomong sama siapa sih? ". Tanya akbar padaku.


"Hallo bar... Sorry banget ya.. Tadi ada anak kecil dipinggir jalan jadi gue tolongin". Ucapku padanya.


[Tolongin lama amat sih.. Elo nolongin dia apaan emangnya? ".]. Tanyanya padaku.


"Adadeh.. Udah dulu ya, aku musti balik ngajar waktu istiraha gue juga udah mau habis nih.. Bay!! ". Ucapku mematikan telpon.


Dan setelah mematikan telponnya, segera kumasukan ponselku kembali kedalam tas, dan aku pun segera menaiki motorku menuju ke SMA tempat aku mengajar.


...**************...


Waduh setelah 4 tahun Dara ketemu anak kecil yang bawel dong.... Nama nya Dira lagi, jadi keinget dong ya?..


Sama sarah temennya yang udah wafat 4 tahun lalu.


Jadi udah tau dong kalok ternyata Dira reinkarnasi terus hidup sama siapa😽

__ADS_1


__ADS_2