
Kemudian kami pun sampai disebuah mall yang lumayan jauh dari pantai karena kami harus melewati sepanjang jalan pinggir pantai. Segera ku parkirkan motor ku ditempat parkiran.
"Dara, simpen yang bener duit nya nanti diambil sama dia". Ucap Dira sambil menunjuk sesuatu. Dan kulihat kearah yang ditunjuk oleh Dira barusan.
"Tuyul... Kabur Dira cepetan entar dia ngikut jadi repot entar". Ucapku sambil berlari masuk kedalam mall.
Saat didalam kami berjalan tak tentu arah karena Dira yang selalu berputar putar entah dia mau kemana.
"Terus jadi kesini buat beli baju". Tanyaku lagi padanya.
"Jadilah liat ni bajuku, kotor, juga ni liat rok ku udah sobek juga, terus mana ada darahnya juga kan". Ucapnya sambil terus melihat pakaian nya.
Lalu aku pun mengangguk dan mengikuti arah tujuannya. Tapi kulihat ia sama sekali tak berhenti di tempat yang menjual baju tapi malah ke tempat bonek.
"Dira sebenernya lu mau beli baju atau apa sih kok berenti di toko boneka, kalok mau baju ya baju aja enggak usah rakus". Ucapku padanya.
"Heheh.. Oh iya ya.. Lupa kalok udah sampek sini. Udah ayo cari baju aja deh". Ucapnya lagi.
Segera kami pergi ketempat yang menjual baju baju, kami pun pergi kebagian wanita dan disana ada banyak sekali baju dari dal*man, kaos, dress, celana, dll.
Kulihat ia berjalan ke sebuah patung manekin yang sedang memakai dress selutut berwarna pink polos tapi terlihat anggun Dengan bagian pinggang terikat dan bagian rok belakangnya sedikit lebih panjang.
"Dara aku mau yang ini ya". Ucapnya sambil memohon padaku.
" liat deh mahal banget". Ucapku setelah melihat harganya.
"Please sekali ini aja ya... Lagian kan udah lama aku enggak pernah beli baju lagi, aku kan pengen pakek baju lain selain baju ini". Ucapnya.
Kulihat raut sedih tepat diwajahnya. Karena tak tega segera ku beli dress itu dan membawa nya kekasi lalu aku pun membayarnya dan berjalan ingin keluar dari mall. ia pun antusias mengikutiku.
"Dara mana baju nya sini biar aku yang bawa". Ucapnya padaku.
"Entar aja ya Dir, entar bahaya kalok dilihat orang". Ucapku lagi sambil terus berjalan menuju parkiran.
"Oh iya ya, ayo cepet pulang". Ucapnya lagi.
saat diparkiran segera kubayar biaya parkir dan kulajukan motor kami meniggalkan area mall.
Dan sesekali aku berhenti karena Dira yang entah ada ada saja yang ingin ia beli, dari rujak, gulali, dan masih banyak lagi.
tak lupa aku juga mengisi bensin takut nanti bensin nya habis saat dijalan.karenanya saat akan memasuki persimpangan sudah mulai magrib. Tapi lagi lagi ia menghentikanku.
"Kenapa". Tanyaku padanya.
"Ra firasat ku enggak enak, mendingan kita lewat jalan yang ini aja ya jangan yang tadi". Ucapnya padaku.
"Enggak lah kalok lewat yang itu lama musti muter muter dulu mana sepi lagi. mendingan lewat jalan tadi langsung soalnya". Ucapku sambil menjalankan kembali motor ku.
lalu aku pun mengambil jalan yang sudah kami lewati tadi, kulihat kearah belakang dan kulihat Dira yang mulai gelisah entah dia sedang memikirkan apa tapi tiba tiba terdengar suara motor lain dari arah belakang kami sambil berteriak.
"Woi.. Berhenti kau". Ucapnya meneriakiku.
"ngebut Dara jangan berhenti". Ucap Dira berteriak. Segera ku gas motor agar menambah kecepatanya.
"hei... Berhenti enggak atau ku tendang motor kau". Ucap orang itu yang berusaha mengejar kami.
"Gimana nih". Tanya ku dengan berteriak.
"Ngebut aja, Jangan... Awas... ". Teriak Dira segera kulihat kedepan dan.
Brukk~
Suara motor kami yang menabrak ke arah pohon, lalu saat itu aku merasa seperti badanku terpental jauh tapi tiba tiba aku merasa seperti ada yang menangkap ku.
__ADS_1
dan aku pun mendarat tepat diaspal, dan kulihat Dira dibelakang ku yang melindungiku dengan memeluk ku sehingga aku tidak jatuh langsung ke aspal.
"Elu enggak kenapa napa ra". Tanyanya padaku.
"Iya aku oke". Ucapku lagi sambil berdiri.
"Siap siap Dara gue bakal nolong lu". Ucap Dira padaku.
Dan baru saja aku berbalik kulihat sudah ada 2motor yang berhenti tepat dibelakang ku. Mereka ada begal yang dimana 1 nya tadi tepat dibelakang ku.
dan yang satunya ada didepan kami sehingga kami pun menabrak ke pohon. Mereka pun mulai turun dari motor sambil kembali mengancam ku.
"Hei lu tuli apa, enggak denger tadi gue ngomong apa ha". Ucap seseorang yang sedikit gondrong.
"Kenapa, mau kalian apa". Ucapku sambil berteriak karena kesal.
"Enggak usah galak galak ra entar dia ngamuk lagi, emang lu berani". Ucap Dira padaku.
" takut sih, sambil kesel gara gara mereka aku jatuh. Dan lagian Selama dia enggak pakek senjata ya aku berani, lagian kan satu lawan satu kamu satu aku satu". Ucapku padanya.
"He lu gila apa". Ucap pria gondrong itu.
"saya waras kok bang, tolong ya izinin saya pulang saya mohon". Ucapku lagi sambil memohon pada mereka sambil meredam sedikit kesalku.
"He dasar bocah ingusan. Kalok gitu cepat sebelum kita marah kasih kunci motor lo sekarang". Ucap satu lagi yang botak.
"enak aja, entar saya pulangnya gimana". Ucapku lagi ketus pada mereka.
"Ni bocah kayak nya ngajak berantem, berani lu ha cepet serahin kunci motor lo". Teriak mereka lagi.
"Ambil aja kalok bisa". Ucap ku pada mereka.
Seketika mereka pun mulai maju menyerangku. Untung nya saja aku pernah belajar bela diri dulu jadi aku bisa menghindar dan memukul mereka.
"He , si*lan, berani kau memukul ku". Ucap pria botak itu. karena kena pukulan dariku.
Sambil berusaha mati matian untuk memukul ku, akupun sudah berapa kali dipukul oleh mereka dan kulihat Dira malah menyoraki ku dari motor.
"Ayo hajar ra, semangat". Ucapnya sambil berteriak.
"Dira tolong dong". Teriak ku pada Dira yang hanya melihat dari dekat motor sambil menyorakiku.
Dan karena aku lengah mereka pun memukul kepala ku dari belakang dan seketika aku pun mulai kehilangan kesadaran dan aku pun tergeletak di aspal .
akibat pukulan dikepala ku dan seketika semuanya gelap bagiku.
...*****...
*Dira pov*
Sebelumnya aku ingin menolong Dara tapi saat ia mulai diserang oleh kedua orang itu kulihat ia sangat lihai dalam mengelak dan kadang beberapa kali memukuli mereka.
Karena itu aku memutuskan untuk duduk di motor dan memberi semangat padanya. Tapi tiba tiba ia berteriak padaku.
"Dira tolong dong". Teriak Dara padaku.
Tapi seketika kulihat ia dipukul dari belakang oleh sigondrong dan seketika Dara pun jatuh tersungkur diatas aspal segera aku berlari kearahnya untuk menolongnya.
"Rasain lu bocah berani lawan gue, ayo bro kita ambil motornya". Ucap sih gondrong.
"Ni bocah mau diapanin bro, kalok dilihat cantik juga". Ucap sih botak itu menimpali.
"Kita-".
__ADS_1
Belum selesai ia berbicara segera Kuambil balok kayu yang digunakan oleh mereka untuk memukul Dara barusan . dan kupukul mereka juga sebaliknya.
Seketika mereka pun jatuh tersungkur.
Setelah mereka pingsan segera aku berusaha untuk membangun kan Dara, kuambil air yang kubeli tadi lalu kucipratkan perlahan ke arah Dara.
Dan kulihat ia mulai membuka matanya dan duduk kembali diaspal sambil memegangin kepalanya.
*Dira pov and*
"Awww.. Kepala ku". Teriak ku kesakitan.
"Dara elu enggak kenapa napa kan, maafin gue karena enggak nolongin lu". Ucap Dira padaku.
"Ngapain sih lu tadi bukanya bantuin malah nyorakin dari sana untuk enggak mati gue. terus ini mana begalnya". Ucapku lagi sedikit kesal pada Dira sambil berdiri.
" itu... maaf ya ra, soalnya tadi aku pikir kamu sendirian aja bisa ngelawan mereka". Ucapnya lagi sambil menunduk.
"Itu mereka kenapa". Tanyaku penasaran.
Karena melihat para begal itu sudah terkapar diaspal.
"Tadi mereka mukul kamu jadi aku bales hal yang sama deh, maaf ya ra, besok besok enggak lagi deh... ". Ucapnya polos seperti anak kecil yang merasa bersalah.
"Ayo kita iket mereka terus kita laporin ke polisi". Ucapku lagi.
Segera Dira pun mebawakan tali dan memberikannya padaku . dan segera ku ikat para begal itu di pohon sebelum mereka sadar.
"Ra, kamu masih marah sama aku". Tanya nya perlahan padaku.
"Enggak kok, aku enggak pernah bisa marah sama kamu, lagian kan kamu udah nolongin aku dan aku tau kamu juga enggak sengaja ngelakuinnya kan". Ucapku lagi seraya tersenyum padanya.
"Iya, besok besok aku janji enggak bakalan biarin kamu berantem sendiri lagi". Ucapnya lagi seraya mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya sambil tersenyum lega padaku.
" yaudah Ayo pulang,mereka juga udah aku laporin sama polisi mungkin mereka bakalan dateng dalam 10-15menit". Ucapku sambil mendirikan kembali motor kami yang tumbang dan aku segera naik ke motor kembali.
"Tunggu dulu". Ucapnya padaku.
Kulihat ia berlari kearah begak itu dan mengambil uang dari 2 begal itu.
"Kamu ngapain ngambil uang mereka, taruh sana cepet... ". ucapku padanya.
"Ya enggak bisa dong ra, liat tu motor kita ulah siap coba, ya mereka ... jadi mereka harus ganti rugi kan, nah ini dia". Ucapnya padaku sambil menyodorkan uang itu.
"Kamu ini ada ada aja ini namanya kita yang ngembegal mereka dong". Ucapku sambil menepuk jidat ku sendiri karena ulahnya.
"Lumayan ra buat servis tu motor". Ucapnya lagi.
"Iya juga sih, yaudah ayo cepet kita pergi". Ucapku lagi sambil menerima uang itu.
"Maaf ya bang, ini buat ganti rugi". Ucapku pada kedua begal yang masih pingsan itu.
Segera kami pun pergi untuk pulang. Dan untung nya motor kami masih bisa berjalan untuk pulang.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
(Bersambung)
__ADS_1