Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Ulang tahun Alex


__ADS_3

" ya enggak lah, Ini gue barusan dari kios bensin buat isi bensin, terus mau pulang deh.. Eh enggak tau nya liat lo ". Ucapnya.


"Ya udah sama gue aja, biar gue anter". Ucapnya lagi. Aku pun mengangguk dan masuk kedalam mobilnya.


...*******...


Setelah kami sampai, Ellin pun pergi untuk pulang, segera aku masuk ke pekarangan rumah. Kulihat dihalaman ada sebuah mobil yang tak asing bagiku tentu nya, yaitu mobil papa dan mamaku. Lalu aku pun masuk kedalam rumah.


"Papa mama udah pulang". Tanya ku sambil menyalami mereka dan duduk di bangku.


"Eh iya kita udah pulang, kamu kok sore banget pulangnya udah makan belum". Tanya mamaku.


"Aku tadi nyari, kado ulangtahun dulu pa, ma untuk temen aku, enggak usah kok nanti aku makan dirumah temen". Ucapku lagi.


"Tumben kamu mau kerumah temen, biasanya dulu enggak pernah mau sama sekali kecuali diseret sama Dira". Ucap mamaku lagi, sambil tersenyum mengingakt kenangat dulu.


"Udah lah sin bagus dong kalok dia mau bergaul kan emang kapan". Ucap papa ku menimpali.


"Hari ini pa, jam 19:00,aku mau siap siap dulu ya". Ucapku, mereka pun mengangguk pada ku dan segera aku pergi kekamar.


Segera aku mandi dan lalu mengenakan pakaian yang menurut ku simpel saja karena aku tidak mau teralu ribet.


Kukenakan dress selutut dengan warna biru mudah, dan sepatu dengan warna putih yang senada dengan tas ku. lalu aku hanya merias wajahku dengan senatural mungkin, dan ku kuncir setengah sambil ku sisakan sedikit poni didepan. Kulihat jam didinding ternyata masih pukul 18:24.jadi aku masih duduk dulu dikursi.


"Dara udah selesai". Tanya Dira.


"Ini baru selesai, ayo kita tunggu di bawah". Ucapku pada Dira.


Lalu segera ku bawa tasku dan kami turun ke bawah diruang tamu, dan disana masih ada papa dan mamaku, lalu aku pun bergabung disana.


"Wahh.... Anak mama cantik banget ya pa". Ucap mamaku.


"Anak papa juga kali ma". Ucap papaku sambil tertawa. Mamaku pun tertawa


"Oh ya ini hp buat kamu kan kamu enggak punya hp dan di telponin pakek telpon enggak diangkat juga dan ya disitu udah ada no. Mama, papa". Ucap papaku sambil menyodorkan hp ke arahku.


"Makasih ya pa". Ucapku lagi. Sambil memasukan hp ke tas ku.


"Kamu nanti pergi sama siapa ra". Tanya mamaku.


"sama Adit tu tetangga depan, soalnya dia yang tau alamatnya". Ucap ku lagi.


"Oh, kalian hati hati ya dijalan jangan ngebut... Jangan pulang teralu malem juga... Ngerti kan". Ucap papaku lagi sedikut menekankan ucapnya.


"Iya pa aku ngerti". Ucapku lagi.


"Dara.... ". Teriak adit dari luar.

__ADS_1


"Pa, ma aku udah dijemput aku pergi dulu ya". Ucapku sambil berjalan keluar dengan membawa hadiah yang telah ku beli.


"Wih lu kasih apaan ra". Tanya Adit.


"Buku... Elu sendiri"ucapku.


"Kepo lu, nanti lu liat aja ayo kita pergi entar telat lagi". Ucapnya.


"ayo". Ucap ku sambil baru ingin naik kemotor.


"Elu kenapa naik, bawa motor lu sendiri lah". Ucapnya lagi.


"Gue enggak bisa bawa motor tau". Ucapku sedikit teriak padanya.


"Ya udah cepet". Ucapnya lagi.


Lalu aku pun naik dan kami pun berangkat ke tempat Alex, dan sepanjang jalan ku lihat beberapa penampakan.dari yang tidak ada kepala, badan yang dipenuhi darah dan hancur berantakan, tanggan yang hanya tinggal sebelah, dan masih banyak lagi.


sebenarnya aku sedikit takut tapi tiba tiba datang Dira yang tepat terbang di samping ku. Dia menyuruhku untuk tenang dan jangan takut karena dia ada disisiku. Lalu sekitar 10menit kami pun sampai.


"Dara aku pergi kesana ya". Ucap Dira sambil menunjuk kearah kanan tepat kearah tanaman melati dirumah Alex.


"Lu enggak mau masuk". Tanya ku sambil berbisik.


"Enggak deh, lagian gue enggak boleh makan juga". Ucapnya dan segera berlalu.


Aku pun mengangguk dan Kulihat kearah rumah Alex, didepan rumah sudah ada mobil Ellin, lalu kami pun masuk.


Lalu Ellin pun melambaikan tangan kepada kami, dan Akbar masih sibuk memakan beberapa kue yang ada ditangannya. Lalu segera kami berjalan ke arah mereka.


"Wah udah makan aja lu, sisain ngapa". Ucap Adit sambil menepuk bahun Akbar. Lalu kami pun duduk ikut bergabung.


"Ganggu aja sih lu, tu ambil aja langsung , oh ya lu bawa hadiah apaan". Tanya akbar pada adit.


"Kepo lu". Ucap adit lagi.


Aku hanya tersenyum mendengar perdebatan mereka, sambil ku lirik kesekeliling rumah Alex. Rumah yang cukup besar dan minimalis, dengan 2lantai, untuk ruang tamunya diberi warna putih dan abu abu. Dengan kursi yang senada dengan dinding yaitu berwarna abu abu.dengan meja yang berwarna hitam. Dan juga di dinding terdapat beberapa foto keluarga Alex. Lalu tak lama kami duduk Alex pun datang menyapa kami.


"Udah lama ya, maaf telat tadi masih siap siap". Ucap Alex yang baru datang dan duduk.


"Baru aja kok iya gak temen temen". Ucap Adit, kami semua pun mengangguk.


"Dit ini hadiah buat kamu semoga kamu suka ya,dan sekali lagi selamat ulangtahun ya". Ucapku sambil memberikan hadiah yang kubeli tadi.


"Eh iya, makasih ya ra". Ucapnya lagi. Aku pun mengangguk.


"Punya lu mana Dit". Tanya Akbar.

__ADS_1


"Iya sabar ngapa. yang ultah aja kagak nanyak lah elu yang kepo dari tadi... Ni lex lu pasti suka". Ucap Adit pada Akbar sabil memberikan hadiahnya pada Alex.


"Makasih dit". Ucap Alex lagi.


"Sama sama bro". Ucap Adit.


"Lex orang tua kamu mana kok enggak keliatan". Tanyaku. Karena dari tadi aku tidak melihat mereka.


"Oh,ayah sama bunda lagi enggak ada dirumah, biasa lah urusan kerjaan". Ucapnya sambil tersenyum. Aku pun tersenyum dan mengangguk mengerti.


"Oh ya lex Adit sama Dara kan udah dateng jadi udah lengkap, ayo sekarang tiup lilin terus makan makan". Ucap Akbar tak sabaran.


Lalu kami pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Alex dan setelah nya ia pun meniup lilin kue ulangtahun nya.


Setelah itu ia pun memotong kue dan membagi nya kepada kami semua. Kulihat raut senang dari mereka semua terutama Akbar yang nampak berseri seri.dan tak lama setelah kami makan Dira muncul dihadapan ku.


"Gila gue udah kenyang banget". Ucap Ellin.


"Iya sama". ucapku juga.


"Udah buka kado belum". Tanya Dira Padaku tapi ku abaikan dan pertanyaannya malah dijawab Akbar.


"Belum". Ucap ketus Akbar, lalu semua orang yang ada disini pun melihat heran ke arah Akbar kecuali aku.


"Belum, maksudnya lu belum kenyang apa bar, gila perut lu emang guci beras ya". Ucap Ellin lagi, dan kami semua pun tertawa.


"Enggak gitu maksud nya ini belum buka kado ya, soalnya gue kepo sama isi kado lu pada heheh.... ". Ucap Akbar mengelak.


"Iya lex ayo buka kado sekarang ". Ucap dari Adit menimpali.


Lalu Alex mengambil keempat kado itu dengan random. Yang pertama kali ia buka adalah kado dari Ellin dan isinya adalah sebuah sepatu dengan warna merah maron. Lalu ia membuka kado dari Adit yang isinya adalah sebuah baju santai berwarna biru muda.


Lalu Alex pun membuka kado dari Akbar dan isinya adalah sebuah botol tumbler.


"Kok tumbler sih dipikir nya Alex masih TK kali ". Tanya Dira langsung melihat Akbar. Akbar hanya membuang muka nya karena tak mau melihat Hantu yang suka komen itu.


"Kok tumbler sih bar, tapi makasih ya". Ucap Alex sambil mengeryinkan dahinya.


"Itu biar kalok lu mau minum lu akan selalu inget gue.... Dan sekalian gantiin botol minum lo yang ilang gara gara gue.. Heheh". Ucap Akbar menjelaskan sambil cengegesan.


Kami semua pun tertawa mendengar penjelasan dari akbar. Lalu Alex pun membuka hadiah terakhir yaitu dari.


"Wah buku, unik banget lagi makasih ya ra, gue suka banget sama ni buku". Ucap Alex sambil tersenyum sumringah.


"Iya sama sama, bagus deh kalok lo suka". UcapKu lagi.


Lalu kulihat karena sudah jam 9malam segera ku aja Adit untuk pulang karena takut papa dan mamaku akan marah.

__ADS_1


kami pun naik ke motor, dan Adit pun mulai menyalakan motornya dan segera kami pun pergi dari kediaman Alex. Ku lambaikan tangan ku pada mereka bertiga. Dan Seperti tadi kami juga melewati jalan yang sama dan lagi lagi Dira muncul tepat disamping ku untuk melindungi ku.


Sekitar 10menit kami pun sampai dirumah segera aku masuk kerumah, dan Adit pun pulang kerumahnya.


__ADS_2