
" kayaknya dia bukan hantu deh ra!... Soalnya kalok dia hantu kenapa gue enggak bisa liat dia?! ... Elo juga enggak kan, padahal elo itu indigo, jadi dia apaan dong?! ". Tanyanya lagi padaku, sehingga aku pun langsung berpikir tentang apa yang ia katakan barusan.
"Iya juga ya... Kalok dia hantu kenapa? -
.......
.......
.......
"Hei, saya ini bukan hantu!!.. tidak tidak... Bisa dibilang saya hantu didunia ini. Tapi, terserah kalian saja mau menganggap saya apa!! ". Ucap Suara itu lagi.
"Hallo!!.. Kamu itu siapa ya?!.. Kok enggak keliatan sih??kamu dimana dan siapa ". Tanyaku memberanikan diri.
"Iya elo siapa?!.. Keluar kalok berani jangan sembunyi, gue penasaran makhluk apaan sih lo itu". Ucap Dira juga memberanikan Diri tapi tampak seperti menantang.
"Saya ini juga mau keluar!!.. Tapi karena kalian berdua saya harus sembunyi tau!!.. Dasar tidak tau terima kasih". Ucap suara itu malah menggerutu.
"Lah urusannya sama kita apaan, setres kayaknya dia ya ra!!.. Kenal aja enggak, malah nyalahin orang lagi". Gerutu Dira nampak tidak takut lagi pada Suara itu.
"yakin kalian tidak mengenalku?!... Emm, kalok Syena bagaimana?, apa kalian mengenalinya?!! ". Ucap suara itu lagi sehingga aku pun langsung membulatkan mataku karena sepertinya aku mulai bisa menebak suara siapa itu.
"Syalen!!! ". Seruku dan Dira bersamaan dengan mulut yang masih terbuka.
"Yups!!.. Betul, sekarang kalian mengenaliku bukan!!.. Dasar kalian berdua lambat, saya sudah bersembunyi ditempat yang dekat dengan kalian saja kalian tidak menemukanku, apalagi jika saya bersembunyi di tempat yang lebih jauh". Gerutu suara yang ternyata adalah syalen.
"Woi terus ngapa lo masih sembunyi, kalok dari dulu disini?!.. Bukanya keluar dari dulu kek". Gerutu Dira kesal dengan melipat kedua tanganya didada.
"Iya kenapa kamu enggak bilang kek?! ". Tanyaku juga ikutan kesal dibuatnya.
"Hei manusia lambat!!..saya kan sudah bilang saya tidak bisa keluar dari sini!!.. Dan sekarang saya ingin bertanya, apa kalian pernah kesini, enggak kan... jadi gimana saya mau bilang!!... Padahal kamu sering lewat, tapi apalah daya anak jaman sekarang, semuanya malas membaca".ucapnya malah curhat.
__ADS_1
"Wah ternyata dia tau juga ya ra, kalok kamu itu pemalas, jadi jangan sok rajin ya". Ucap Dira malah menyamai dirinya denganku.
"Aku enggak males kok, ya meskipun aku enggak pernah masuk ke perpustakaan ini, tapi bukan berati aku malas baca tau". Ucapku tak terima karena disindir.
"Iya, pernah sih kamu kesini, entah kamu masih ingat atau tidak... Dan saat itu sayalah yang berusaha menarik perhatian kamu agar masuk kemari, tapi!!... Usaha saya gagal karena tiba tiba datang seseorang, alhasil saya pun tidak jadi berbicara". Ucap syalen lagi.
"Tunggu dulu.. Oh, iya aku inget, waktu itu pagi pagi aku ada denger suara dari perpustakaan, terus pas aku masuk dan mau balik eh ketemu pak Leon". Ucapku mengingat kejadian saat itu.
"Terus sekarang kan enggak ada orang lain... Kenapa kamu masih belum keluar??, kenapa kamu masih sembunyi?! ". Tanyaku lagi kembali bingunggu, karena sedari tadi hanya berbicara dengan suaranya saja tanpa melihat wujudnya.
"Oh iya saya lupa!!.. Karena kalian terus bertanya saja jadi lupa ingin minta dibebaskan!!.. Hei kalian berdua cepat keluarkan saya dari sini... Saya ada di rak buku bagian sejarah.. buku yang paling besar ini". Ucapnya memerintah kami.
Sehingga aku dan Dira pun langsung berjalan ke rak sejarah, dan mencari buku yang ia maksud tadi, dan setelah menemukan buku yang paling besar menurut kami, aku pun segera mengambilnya dan meletakannya di atas meja.
"Ini bukan bukunya... Terus mau diapain? ". Tanyaku lagi padanya, tapi hening, karena belum ada jawaban darinya.
"Mungkin musti dibakar kali ya ra biar dia keluar?! ". Ucap Dira asal sehingga aku pun melihat kearahnya, tapi kembali lagi kearah buku itu saat Syalen mulai berbicara.
"Terus musti diapain dong... Elunya juga diem aja tadi". Ucap Dira malah emosi.
"Cukup kalian buka saja buku ini... Bukalah dihalaman pertengahan antara 500 dan 501,dan nanti saya akan keluar dengan sendirinya". Jelasnya lagi.
Sehingga aku pun langsung membuka buku yang cukup tebal dihadapanku ini, dan saat aku sudah membuka halaman yang ia katakan barusan, hanya kosong tidak ada apa apa lagi sampai tiba tiba sebuah asap keluar dari dalam buku itu sehinga aku pun langsung berdiri sedikit menjaga jarak dari buku itu.
"Wah Dara bukunya kebakaran!!.... Kok keluar asep sih?! ". Ucap Dira disebelahku.
"Mana aku tau... Kita tunggu aja deh". Singkatku dan kembali kearah buku itu.
Secara perlahan lahan asap itu pun mulai keluar semakin banyak sehingga aku dan Dira terbatuk batuk dibuatnya. Cukup lama asap itu keluar, hingga akhirnya kurasa asap itu pun mulai menghilang sehingga aku pun berhenti batuk sesaat meskipun efek gatalnya masih aku rasakan di kerongkonganku, dan samar samar kulihat ke arah asap yang mulai hilang itu menampakan tubuh seorang pria yang sedang membelakangi kami, aku pun mulai mengeryinkan dahiku dan mempertajam pengelihatanku karena aku penasaran bagaimana wujud dari syalen yang sebenarnya.
"Itu sih Syalen ya ra?!.. kira kira dia cakep apa enggak menurut lo". Ucap Dira berbisik padaku sehingga aku pun hanya mengeleng geleng saja padanya.
__ADS_1
"Mana aku tau?!... Coba kamu liat sana dia cakep apa enggak kalok penasaran!! ". Ucapku ketus padanya.
"Elo aja yang liat!!.. Kalok dia jelek gimana?". Ucapnya membuat kemungkinan.
"Kamu aja lah ". Ucapku menyenggolnya.
"Elo aja!! ". Ucap Dira sambil mendorongku, alhasil aku pun langsung menabrak meja yang berada dihadapanku.
"Kamu ya!! ". Geramku karena ia sudah mendorongku sampai menabrak meja, aku pun langsung menoleh kearahnya dengan tatapan tajam, tapi saat aku menoleh kearahnya ia malah tertegun diposisinya dengan mata yang berbinar binar dan mulut yang sedikit menganga, sambil tangannya yang ia gerakan seperti sedang mengipas ngipas.
"Ngapain kamu kayak gitu?! ". Tanyaku tidak jadi marah dan malah kebingungan saat melihat ekspresi yang ia keluarkan.
"Ya ampun!!... Dia.. Dia.. Ganteng banget!! ". Ucapnya menunjuk sesuatu dengan kegirangan kemudian melompat lompat dan menutup wajahnya seperti orang yang tersipu malu.
Dan karena penasaran apa yang ia lihat barusan , aku pun langsung menoleh kearah yang ia tunjuk, dan aku pun ikut tertegun saat melihat apa yang sedang berdiri didepanku sambil tersenyum saat ini.
"Ka... Kamu Syalen?! ". Kata kata yang berhasil aku keluarkan dari mulutku saat melihat seseorang yang ada dihadapanku saat ini.
" Iya, Hai!!". Singkatnya sambil melambai lambai kearah ku dan juga melambai kearah Dira.
.......
.......
.......
.......
.......
(Bersambung)
__ADS_1