
Hari ini adalah hari terakhir, hari dimana akan menjadi penentuan antara hidup dan matiku.
Disinilah aku berdiri, berdiri ditempat dimana sudah ditutupi dengan garis garis polisi, tempat dimana Sarah jatuh dari ketinggian lantai 2,bahkan untuk sekedar membayangkannya saja aku ngeri.
Setelah puas berdiri , Aku pun duduk termenung, sambil sesekali menatap langit karena kebimbangan yang ada didalam hatiku, kemana Dira, dan kenapa.
Itulah yang aku pikirkan, tidak mungkin bukan dia pergi meninggalkanku sendiri. Pasti ada suatu hal yang menyebabkannya menghilang tanpa sebab.
Saat aku masih terdiam dalam renunganku, tiba tiba saja ponselku berdering dan saat aku melihat kearah ponselku disana tertulis nama Ellin, sehingga aku pun hanya melihat ponselku itu mati sendiri tanpa ada niatan untuk aku mematikannya atau pun mengangkat telponnya.
Dan karena tidak kuangkat angkat telponnya, kulihat tak lama setelahnya nama Alexlah yang tertera di ponselku dan sekali lagi aku hanya mendiaminya saja.
Dan karena telpon dari Alex pun tidak ku angkat, kulihat ada beberapa pesan masuk dari mereka yang menanyakan aku sedang dimana, dan sedang apa.
Hingga aku pun mulai risih karena mendengar ponselku yang terus berdering, alhasil ku angkat telpon dari orang terakhir yaitu Ellin.
"Hallo". Singkatku
[Hallo!!.. Elo dimana?!.. kita ini udah dari tadi nelpon lo, ini baru ngangkat!!]. Gertak suara dari seberang dan ku tahu dia adalah Adit.
"Aku lagi pengen sendiri.. Udah ya". Singkatku sambil mematikan ponselku lagi.
...***************...
Setelah puas menyendiri, aku pun turun karena aku ingin pulang, ya meskipun aku sedang tidak bersemangat tapi tetap saja rasa lapar masih ada dalam diriku.
Aku berjalan menuju halte bus, karena aku tidak membawa motorku, aku sengaja tidak membawanya karena akan repot jika harus memarkirkannya mengingat ada satpam yang berjaga.
Saat aku masih menunggu bus yang menuju rumahku lewat, dari arah kejauhan kulihat sebuah motor yang aku kenali, dan perlahan motor itu berhenti tepat didepanku.
"Adit!! ". Sergahku cepat saat melihat siapa orang itu.
"Jadi elo disini rupanya!!.. Elo tau kan kita pada nyariin lo!!.... Dan sekarang lo malah enak enakan duduk disini!! ". Ucapnya dengan nada marah.
"Kenapa sih?.. Dateng dateng langsung marah?!.. Aku kan udah bilang kalok aku pengen sendiri, emang aku enggak boleh menyendiri!! ". Ucapku dengan nada sedikit kesal karena seolah olah sedsng diatur.
"Kalok elo mau menyendiri silahkan!!.. Enggak ada yang ngelarang... Cuman, elo enggak tau apa Hah!! , kalok lo itu lagi jadi target sekarang?!! ". Ucapnya sehingga aku pun mengeryinkan dahiku.
"Target?.. Maksud kamu? ". Tanyaku tak mengerti.
"Pak Ali.. Dia udah ditangkap sama polisi, atas laporan lo dirumah sakit waktu itu!!.. Tapi... tadi kata polisi , pak Ali dia berhasil lari dari tahanan!!dan masalahnya sekarang adalah elo... Pasti dia bakalan nyari lo sekarang!!". Ucapnya dengan nada sedikit melemah.
"Jadi pak Ali sempet ketangkep?.. Tapi kok bisa bukanya enggak ada bukti? ". Tanyaku kebingungan.
"Sebenernya polisi juga kurang yakin, tapi karena ada saksi jadi mereka berani tangkep". Ucapnya padaku.
"Udah ayo kita pergi!!.. Kamu seengaknya harus diem aja dirumah sampai kondisinya aman". Ucapnya sambil menarik tanganku pergi.
Saat aku telah menaiki motor tiba tiba saja, aku mendapatkan pesan masuk, segera ku baca pesan itu, dan dapat ku tebak itu dari siapa.
...######...
"**Hai!! ...
" Tidak semudah itu kau menangkapku! ... Kau pasti sudah tau akibatnya bukan?.. Temanmu mati, dan itu semua karena kau!!!..."
" Sekarang aku akan mengambil nyawa beberapa temanmu lagi dan sepertinya akan seru jika itu dimulai dari teman teman terdekatmu di kelas?! "
"Dan saat mereka mati, siapa yang akan disalahkan?!.. Tentu saja adalah kau****,!! ".
...######...
Seketika aku pun kembali terbelalak dan aku mulai menjadi takut mendapati pesan demikian.
"Adit!!..akbar... Akbar sama Ellin mereka dimana? ". Tanyaku pada Adit.
"Mereka ada dirumah gue... Kita lagi ngumpul karena itu kita dari tadi nelponin lo.. Kenapa?". Ucapnya padaku.
Aku pun mulai ketakutan dan kulihat kesekeliling hingga mataku menangkap sesosok pria yang berdiri ditepi jalan dengan mengunakan topi. Dan karena ia tau bahwa aku melihatnya ia pun mulai berjalan semakin mejauh.
"Adit... Kamu cepetan balik!!.... Dan kabarin aku kalok udah sampek, kabarin aku tentang Akbar sama Ellin.. Aku harus pergi dulu sekarang!! ". Ucapku sambil menyembrang karena ingin mengejar orang yang kuduga pak Ali.
"Ra , mau kemana? ". Teriak Adit padaku.
"Cepetan,..jagain Ellin sama Akbar gue ada urusan!! ". Ucapku sambil kembali berlari.
...*****************...
*Adit pov*
Aku sedikit bingung dengan kata katanya, tapi aku dapat menangkap dari raut wajahnya bahwa ia sedang sangat khawatir saat ini, sehingga aku pun langsung bergegas menyalakan motorku untuk menuju rumahku.
Tapi s*alnya ditengan perjalananku, tiba tiba saja aku mendapati jalan yang sedang macem, sehingga aku pun menjadi kesal dibuatnya.
"Woi!!.. Cepetan, ini kenapa enggak maju sih?". Teriakku sambil mengklason.
Karena jalanan yang masih sangat macet sehingga aku pun berinisiatif menelpon ke ponsel teman temanku, tapi entah kemana mereka semua karena tidak ada satu pun yang mengangkat telponnya.
"Kemana sih mereka?.. Masa enggak ada yang angkat sih?? ".gerutuku sambil bertanya tanya.
Sekitar 10 menit kemudian, jalanan pun mulai menjadi lancar sehingga aku pun bisa menjalankan motorku, segera kujalankan motorku menuju ke arah rumah dengan secepatnya.
*Adit pov*
...******************...
Aku berlari entah ke mana sangking fokusnya mengikuti jejak orang yang ada didepanku. Hingga akhirnya aku pun sadar bahwa kini aku sedang berada di jalanan buntu, kulihat kesegala sisi tapi disini hanya ada jalan buntu sehingga aku pun kembali kesal dibuatnya.
"Kemana tuh orang?... , larinya kok cepet banget sih!! ". Ucapku dengan terengah engah.
Dan saat aku Baru ingin melanjutkan perjalananku, tiba tiba saja ponselku berdering dan saat aku lihat ternyata itu dari Adit, sehingga dengan segera langsung ku angkat telpon darinya.
"Hallo!!.. Gimana Akbar sama Ellin baik baik aja kan? ". Tanyaku langsung padanya.
[Iya, mereka baik baik aja kok... Emangnya ada apaan sih?.. Sekarang elo ada dimana biar gue jemput] . Ucapnya padaku.
"Gue ada di-... Akhhh~ ". Ucapku sambil menjerit kesakitan karena tiba tiba saja ada orang yang memukul kepalaku dari belakang, dan samar samar kulihat ia adalah orang yang sama yang aku kejar tadi, dan lagi lagi aku kembali pingsan karena ia memukulku sekali lagi.
...*****************...
__ADS_1
Kukerjapkan mataku sambil kulihat kebeberapa sisi yang dapat ditangkap oleh mataku.dan aku baru teringat bahwa ini adalah hutan yang pernah kami datangi.
"Ini dimana?!.. Ini.. Ini kenapa aku diiket? ". Ucapku bertanya tanya saat aku menyadari bahwa aku sedang terikat di sebuah tiang.
"Hahahah... Ternyata kamu sudah bangun... Bagaiman apakah tidurmu nyinyak? ". Tanya suara yang tidak asing bagiku.
"Kamu!!.. Lepasin aku gak!!... Dasar licik, ternyata elo main cara licik!! ". Ucapku sambil memberontak.
"Lepas?.. Tch!!.. Maaf tapi semuanya adil dalam cinta dan perang... Kamu sabar saja, kira kira 1jam lagi kamu akan terbebas... SELAMANYA". Ucapnya malah tertawa, dan hendak pergi.
"Sebenarnya kenapa sih elo mau ngembunuh gue!.. Apa salah gue Hah!! ". Ucapku bertanya padanya, sehingga kulihat ia pun berhenti dan membalikan kembali posisinya menghadapku.
"bukankah kamu sudah tau!! ". Singkatnya sambil tersenyum miring.
"Oh ternyata masih belum jelas juga ya... Baiklah jika kamu memang sangat ingin tau, saya akan menceritakan, kejadian sebenarnya dari sisiku!!... ". Ucapnya terjeda.
"Dulu aku tinggal di dimensi yang sangat berbeda dari tempat kita sekarang, dimensi itu ditinggali oleh beberapa bangsa, dan salah satunya ada bangsa ku, dan bangsamu... Tapi karena bangsamu yang serakah!!.... Bangsaku pun mulai hancur!!.. Kalian menangkap dan membinasakan kami!!.. Kalian hanya ingin itu menjadi tempat tinggal kalian sendiri, tanpa berbagi... Berpuluh puluh tahun aku hidup bersembunyi dengan rasa ketakutan, hingga akhirnya aku pun tertangkap... Aku hampir mati!!.... ". Ucapnya dengan mengekpresikan ceritanya.
"Tapi untungnya aku berhasil melarikan diri, hingga aku pun masuk kedalam kamar kalian, saat itu kalian masih bayi, dan sebenarnya aku tidak tega jika harus mengambil jiwa kalian sebagai mediaku, tapi mengingat bangsamu yang jahat!! ... Aku pun terpaksa mengambil jiwa salah satu dari kalian!! ... Tapi s*alnya,!! kakek tua itu dia berhasil memenjarakan jiwaku ditubuh yang terpisah sehingga mau tak mau aku menetap disana sampai saatnya tiba". Ucapnya dengan raut sedih.
"Lalu apa hubungannya dengan sekarang? ". Tanyaku memotong ceritanya.
"Tentu saja ada hubungannya... Karena kalian lah yang lagi lagi memulainya!!.. Kalian sengaja ingin memindahkanku ke dalam sebuah gelang,... Dan tentu saja aku tidak akan tinggal diam saat kalian kembali lagi untuk melakukannya!! ". Ucapnya yang kini marah.
"ORC!!, masih ada waktu untuk semuanya!!.. Kita bisa berdamaikan, jangan jadikan masa lalu sebagai dendam yang enggak bakalan ada habisnya". Ucapku berusaha menjelaskan padanya.
"Enggak ada habisnya?.. Kalau begitu biar lah begitu!!.. Selama aku bisa membalaskan dendam keluargaku aku tidak masalah akan dendam itu!! ". Ucapnya menatap tajam kearahku.
"Sudah hampir saatnya... Sebaiknya kita jangan membuang buang waktu lagi, sekarang aku akan membunuhmu, tenang saja ini tidak akan sakit... Dan setelahnya!!.. Aku akan mengambil separuh nyawaku". Ucapnya tersenyum miring sambil mengambil sebuah pisau yang kini diarahkannya padaku.
"Kamu? ... Kamu mau apa dengan pisau itu??....jangan!!.. Pergi kamu!! ". Teriakku sambil kembali memberontak.
"Shutt~.. Diam jika kamu baik maka tusukan pissu ini tidak akan terasa.. Oke". Ucapnya memainkan pisaunya.
Dan saat ia ingin menusukan pisau itu padaku, aku hanya bisa pasrah dengan memejamkan mataku, tapi tiba tiba saja aku mendengar ia malah menjerit.
"Akhhh~
Sontak saja aku langsung membuka mataku.
"Woi Pak!!!.. itu anak orang mau diapain?... Main tusuk aja!! , salah salah penjara loh". Ucap suara itu, dan aku tau itu adalah suara Adit.
"Adit!!.. Alex!!.. Haris!! ". Ucapku saat melihat mereka sudah ada tepat didepan kami saat ini.
"Dit dia kan emang udah dipenjara". Ucap Alex menimpali.
"Oh iya lupa!! ". Ucapnya malah memasang wajahn konyol saat ini.
"Kalian?!.... Seharusnya aku lenyapkan saja kalian terlebih dahulu!!... Pergi sana aku masih berbaik hati pada kalian, jadi jangan menggangguku!! ". Ancam ORC itu.
"Oh selow dong pak!!...bapak ini dari tadi ngegas aja!!.. Bapak lepasin dulu dong kak Dara baru kita pergi". Ucap Haris malah bernegoisasi.
"Dasar anak anak ingusan... Ternyata kalian sudah bosan hidup sekarang... Maju kalian!!!".perintahnya kepada mereka bertiga.
Dan seketika kulihat mereka pun mulai berkelahi, dan disaat saat mereka sedang berkelahi Ellin datang dan membantuku membukakan tali yang mengikatku.
"Itu ceritanya panjang... Ayo sekarang kita pergi dulu dari sini". Ajak Ellin padaku.
Dan saat kami hendak berlari, tiba tiba saja, kami terhenti karena ORC itu memanggil kami.
"Jika kalian pergi!!.. Maka hilanglah nyawa 3 teman kalian ini". Ucapnya yang berhasil menghentikan langkahku.
Ia pun mulai berjalan mendekat ke arahku, sehingga itu pun membuatku menjadi semakin takut, dan tanpa sadar aku memegangi bajuku, untuk ku pelintir kebelakang sangking takutnya sekarang.
Dan saat ia sudah mendekat seketika Ellin terpental jauh dariku, hingga menumbur batu.
"Ellin!! ". Teriakku padanya.
"Sebaiknya kau menyerah!!.. Kau memang orang yang tidak berguna, kau hanya akan menyakiti orang orang disekitarmu". Ucapnya mencengram tanga kiriku.
"Maaf tapi mungkin jika kau memilih kematian demikian!!.. ini akan sangatlah menyakitkan!! ". Ucapnya merampas gelang ditanganku, dan mendorongku hingga tersungkur di tanah.
Dan kulihat ia pun mulai menyatukan gelangku dengan kalungnya tapi kulihat Ekspresinya malah berubah menjadi semakin marah karena tidak mendapatkan perubahan.
"Kenapa?.. Kenapa gelang ini tidak bereaksi... Kau!!.. Kau apakan gelang ini Hah!!ingat meskipun aku tidak mendapatkan gelang itu?!.. Tapi kau akan tetap mati hari ini juga!! ". Ucapnya melempar gelang itu, dan langsung mencengram pipiku.
"Ini bukan hari kematianku". Singkatku sambil memaksakan senyum.
...#############...
Flasback
"Jika kalian pergi!!.. Maka hilanglah nyawa 3 teman kalian ini". Ucapnya yang berhasil menghentikan langkahku.
Saat ia mulai berjalan mendekat kearahku, dan ditengah ketakutanku, aku tanpa sadar memegangi bajuku, dan aku baru teringat dengan kantong yang di berikan Syalen untukku, segera ku buka kantong itu secara perlahan dan aku merasakan ada sesuatu yang melingkar ditangan kiriku, sehingga aku pun memelintir bajuku kebelakang untuk menyembunyikan tanganku.
Flasback off
...###############...
"Apa maksudmu? ". Tanyanya kebingungan.
"ORC!!... Menyerah lah kamu sudah kalah!! ". Teriak Dira tiba tiba dari belakang.
Dan saat ORC itu berbalik aku tidak menyia nyiakan waktu, segera ku satukan gelang yang ada ditangan kananku, dan kutarik kalung yang ada dilehernya sehingga dapat menyatu dengan gelangku. Dan seketika itu juga
Wush~
Aku merasakan tubuhku terpental dan seperti melayang.
...********************...
"Dimana aku? ". Tanyaku saat sekali lagi ku dapati diriku terbaring.
"Kamu udah bangun ra? ". Tanya Ellin padaku.
"Aku dirumah sakit lagi ya?". Tanyaku bisa menebak tempat apa ini.
"Iya!!.. Untung aja kamu enggak kenapa napa ra,.. Untung kamu selamat dari kejadian waktu itu". Ucap Hana dengan lega.
__ADS_1
"Kejadian?.. Kejadian apa? ". Tanyaku padanya.
"Masa kamu enggak inget sih?.. Kejadian dimana kamu ngelawan pak Ali ". Ucapnya padaku.
"Pak Ali?!.. Iya aku inget!!.. Terus di sekarang gimana kita enggak gagalkan? ". Tanyaku padanya.
"waktu itu, tiba tiba aja waktu aku sama Akbar dateng, kita liat ada cahaya putih yang muncul antara kamu sama Pak Ali terus tiba tiba kamu mental!!.. Jauh banget, terus pak Alinya tiba tiba ngilang". Jelasnya padaku.
"Tapi kalian kok bisa tiba tiba ada disana?.. Kalian tau dari mana aku disana? ". Tanyaku pada Mereka.
"Waktu itu Adit tiba tiba dateng, terus nyari ellin sama Akbar... Dan katanya kayaknya elo dalam bahaya, terus kita lacak posisi lo pakek GPS hp lo yang nyala.. Dan akhirnya kita sampai sana deh". Jelasnya padaku.
"Oh gitu!!.. Untuk aja kalian dateng tepat waktu!!.. Terus Dira dia kemana, perasaan waktu itu aku liat dia teriak". Ucapku bertanya.
"Sebenarnya waktu kita sampai disana tiba tiba aja waktu pak Ali ilang Dira juga ikut ngilang sampai bahkan Akbar pun dia enggak bisa ngeliat Dira lagi. ". Ucapnya menjelaskan lagi padaku.
"Kalian bisa pergi dari sini". Ucapku yang mengerti dengan apa yang ia ceritakan.
"Kenapa memangnya ra? ". Tanya Ellin padaku.
"Pokoknya kalian pergi!!.. Aku mau sendiri". Ucapku mengusir mereka hingga tinggalah aku sendiri.
...****************...
"Dara!!.. Bangun.. Elo enggak mau ketemu gue? ". Ucap suara yang mirip Dira, aku pun membuka mataku dan kulihat memang Dira didepanku.
"Dira!!.. Kamu kemana aja?.. Kenapa kamu ngilang waktu itu? ". Tanyaku padanya.
"Maaf Dara, tapi!!!.... Waktu itu aku pergi karena udah waktunya!!.. Tapi aku nepatin janjikan dengan masih ngelindungin lo". Ucapnya padaku.
"Terus sekarang kamu gimana?.... Kamu masih bakalan sama aku kan? ". Lirihku padanya.
"Semua orang enggak mungkin selalu bersama, dan ini udah saatnya kita berpisah.. Maaf ya kalok aku udah ngerepotin elo!!.. Dan makasih karena elo mau nerima gue, hantu yang enggak tau diri ini". Ucapnya seperti mengucapkan kata kata perpisahan.
"Kamu jangan ngomong gitu Dira!!..kalok kamu enggak sama aku kamu mau kemana?". Tanyaku mulai meneteskan air mata.
"Itu lah sebabnya gue kesini... Jadi lupakan!... Jadi gue mau bilang gue bakalan nepatin janji gue.... Gue akan milih reinkarnasi!!.. Tapi, mungkin kita enggak akan ketemu lagi mungkin saat gue lahir itulah terakhir kalinya kita ketemu nanti!! ". Lirihnya padaku.
"Maksud kamu kamu bakalan pergi beneran.. Tapi kenapa tiba tiba?.. Aku sendiri lagi dong... Aku kesepian Dira kalok enggak ada kamu!!.. ". ucapku semakin berlinang air mata.
"Gue pergi enggak tiba tiba... Ini memang sudah ada waktu pertama kita ketemu!!.. Udah ya Dara ini udah waktunya gue pergi... Sampai ketemu lagi". Ucapnya melambai padaku, dan perlahan menghilang.
...***************...
"Dira!!! ". Panggil yang baru bangun dari tidurku.
"Dira dia pasti ada diluar... Dia enggak mungkin cuman pamitan lewat mimpikan!!.. Aku aku barus nyari Dira!! ". Ucapku bangun dari tempat tidurku. Dan langsung keluar dari ruanganku.
Aku celingukan mencari Dira ke semua bagian rumah sakit, tapi aku sama sekali tidak menemuinnya, sampai aku terhenti didepan ruangan bersalin karena tiba tiba saja langkahku terhenti saat mendengar suara bayi yang sedang menangis.
"Itu.. Itu kenapa aku ngerasa aneh ya? ". Tanyaku dan hendak mendekat kearah pintu, tapi tiba tiba langkahku terhenti karena mamaku datang dan mengajakku kembali kekamarku.
...*****************...
"Ma sebentar aja aku mau liat bayi itu". Ucapku pada mamaku.
"Udah lah kamu aja belum sehat... Ayo makan dulu biar mama suapin". Ucap mamaku menyuapiku.
Dan setelah buburku habis, mamaku pun pergi keluar untuk menaruh piring bubur itu, sehingga aku tidak menyia nyiakan kesempatan untuk keluar dan mencari bayi itu.
"Suster!!.. Bayi yang tadi baru lahir ada dimana ya? ". Tanyaku pada seorang suster.
"Oh bayinya ada diruang NICU dek... Baru saja dipindahkan... Adek ini siapanya pasien ya? ". Tanyanya padaku.
"Oh saya cuman nanya aja kok sus". Singkatku dan berjalan pergi.
...******************...
Sesampainya aku diruangan yang bertuliskan NICU, aku pun menilik dari kaca jendela yang tepat ada disebelah pintu.
"Kalok memang yang lahir itu Dira... Dia yang mana? ". Tanyaku kebingungan.
Dan saat aku masih mencari cari, tiba tiba ada seorang bayi yang sedikit mencuri perhatianku karena bayi itu bergerak gerak, dan bersuara seperti hendak menangis tapi seperti tertahan.
"Itu kamu Dira? ".lirihku berusaha mendapatkan jawaban.
"Kalok memang itu kamu!!, aku seneng banget kamu nepatin janji kamu buat reinkarnasi dan ketemu aku,... Ya meskipun kamu lebih dulu ketemu suster dan dokter!!... Tapi enggak masalah". Ucapku sambil tersenyum.
"Tapi setelah ini kita enggak akan pernah ketemu lagi... Kamu sekarang punya kehidupan sendiri, dan aku sendiri... Aku harap kamu bahagia ya sama keluarga baru kamu... Semoga kamu tetap sama kayak Dira yang dulu... ". Ucapku berkaca kaca.
"Aku harap kita masih bisa ketemu lagi ya kapan kapan!!.. Sekarang aku pergi dulu... Karena liat kamu sekarang aku jadi semakin enggak bisa jauh dari kamu yang dulu!.". Ucapmu sambil perlahan mengusap air mataku.
"Selamat tinggal Dira,... Aku harap kamu enggak lupain aku ya". Kata kata terakhir yang bisa aku ucapkan dan aku pun perlahan berjalan kembali ke kamarku.
...*****************...
Beberapa hari kemudian, karena kondisiku sudah membaik, aku pun diizinkan untuk pulang hari ini.
Aku hanya tinggal menunggu papaku selesai membayar administrasi, barulah aku bisa pulang.
Sekitar 15menit kemudian papaku datang sehingga aku pun bisa pulang sekarang. Aku berjalan sambil melihat rumah sakit yang dimana ini menjadi tempat pertamaku bertemu dengan Dira.
"Disini adalah awalan dimana kita bertemu!!.. Dan disini jugalah kita harus berpisah"~. Batinku.
Hingga akhirnya aku sampai diparkiran, aku pun masuk kedalam mobil, setelah semuanya dimasukan kedalam mobil,Mobil kami pun berjalan meninggalkan area rumah sakit, untuk pulang.
.......
.......
....... ......
.......
....... ......
...TAMAT...
Akhirnya tamat juga😁... Saya harap kakak kakak semuanya suka ya dengan akhirnya!! ...Dimana Dara berhasil selamat, sementara Dira terlahir lagi wkwkw...
__ADS_1