Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Kebelet...


__ADS_3

Dan benar saja, tiba tiba orang yang baru disebut datang . Seketika aku menoleh ke belakang dan benar saja aku mengenali salah satu dari mereka.


"Elu... "Ucap kami serentak.


************


"Kalian saling kenal". Ucap Alex Dan Ellin pun menoleh pada kami.


"Enggak". Ucap kami serentak lagi. Lantas ku lihat ke Adit dengan sinis.


"Enggak usah plagiat dong lu". Ucapku.


"Lah elu yang pla.. -". Ucapnya lagi terputus.


"Kenapa sih duduk - duduk semua tadi udah gue pesenin". Ucap akbar yang baru datang dan menarik Alex dan Adit duduk. Dia masih melihat ku dengan sinis dan kuabaikan karena aku tidak ingin ribut apalagi denganya.


"Eh lex, dit kenalin dia Dara murid baru disini, dan dia masuk kelas kita", ucap Ellin.


"Oh, kenalin aku Alex". Ucapnya aku pun hanya mengangguk dan tersenyum.


"Adit". Ucapnya datar. Tapi masih memperkenalkan diri.


"Kok, kalian tadi kompak sih, kalian udah pada kenal apa". Tanya Alex. Disertai anggukan Akbar dan Ellin. Aku baru ingin menjawab tapi...


"Iya, dia tetangga baru. "Ucapnya santai.


"Oh berati deketan dong rumahnya". Ucap Ellin. Aku hanya tersenyum menanggapinya.


Lalu, Karena kebelet ingin buang air kecil aku pun pergi sebentar ke toilet yang kebetulan tidak teralu jauh dari kantin.


"Dara kemana". Tanya Ellin.


"Kebelet". Ucapku sedikit berteriak.


Saat ditoilet segera ku lakukan apa yang dari tadi ingin kulakukan, lalu setelah selesai segera kusiram dan keluar dari toilet tapi aku sangat terkejut saat menoleh ke pintu sebelah karena berdiri sesosok hantu sedang menunggu didepan pintu.


Lalu ia menoleh padaku kulihat seringai darinya, yang dimana terdapat luka sayatan pada pergelangan tangan, leher, dan juga wajahnya, dan di kaki terdapat belatung yang masih hidup. Seketika perut ku mual akan itu, tapi masih kutahan.


dengan segera aku pun berlari keluar dari toilet.sambil menari nafas dalam dalam. Dan pergi ke kantin lagi.


Saat memasuki kantin kulihat dari kejauhan abdul dan Dira duduk disana, tepatnya dekat dengan Akbar yang keringat dingin. Aku merasa apa Akbar bisa liat mereka. Dan yang paling penting disana masih belum ada makanan, segera kutanyakan pada ibu kantin


"Buk makanan yang di pesen sama akbar udah jadi belum ya". Tanyaku.


"Oh ini dek, 7mangkok mie ayam dan 5es teh manis kan ya ini baru siap". Ucapnya memastikan.


"Mie ayam nya 7,itu akbar yang pesen ya buk". Tanya ku lagi.


"Iya dek, katanya punya dia 3". Ucapnya menjelaskan.

__ADS_1


"Oh, jadi semuanya berapa ya buk". Tanyaku lagi.


"Mie ayam 7,jadi 70rb, ditambah es teh 5,25rb. Jadi semuanya 95rb". Ucapnya lagi. Kuambil uang seratus ribu dari kantong baju ku dan kubayar padanya.


"Ini mau dibawa sendiri atau mau dibantuin". Ucapnya sambil menyodorkan kembalian.


"Bantuin lah buk kalok enggak keberatan". Ucapku lagi. Iya pun mengangguk dan menolong ku. Saat sampai segera kuletakan makanan diatas meja mereka sedikit heran dengan jumlah yang ku bawa.


"Ye udah dateng". Ucap Dira girang dan baru ingin mengambil satu mangkok tapi dengan cepat ia mendapatkan tatapan tajam dari Dara.


"Lah , ra kita kan berlima kok lu bawa 7mangkok sih". Tanya Adit.


"Punya gua 3 dit". Ucapnya sambil mengambil 3mangkok tadi. Aku dan ellin hanya terkekeh mendengarnya.


"Dasar guci beras". Ucap adit mengejek. Akbar yang sedang makan tidak memperdulikan adit yang mengoceh. lalu kami semua pun makan tanpa berbicara hanya suara andul dan Dira saja yang masih terdengar.


"Ya, kirain untuk kita ya kak". Ucap abdul.


"Haduh sayang banget ya kita enggak bisa ikut makan, coba bisa". Ucap Dira menimpali.


Tiba tiba, dari arah belakang kudengar suara beberapa orang sambil berjalan kearah kami.


"Wah.. Wah.. Wah.. kumpulan Tukang ngutang lagi makan ni... "Ucapnya.


"Siapa ni kayak mau ngajak ribut aja".tukas Dira.


"Dan wah... Ada personil baru cantik juga, namanya siapa neng". Ucap yang lain. Diselingi tawa yang lain.


"Heleh, lu diem deh enggak cukup apa 20pukulan. lagian gue kan cuman mau kenalan emang elu emak nya apa pakek ngelarang". Ucapnya yang bernama Satria.


"Itu karena lu curang, beraninya keroyokan". Sindir sinis dari ellin.


"Eh lu diem, gua kagak ada urusan sama lu". Tunjuknya pada ellin.


"Elu nyarik ribut lagi ha. Dara itu temen kita dan elo jangan coba coba deket deket sama dia ya". Tukas Alex mulai berdiri. Disusul kami semua dan berusaha menahan Alex. Seketika semua orang yang ada dikantin melihat kearah kami.


"Kalok gue mau lu mau apa". Ucapnya sambil menarik dan mememeluk ku tiba tiba.


"E.. -


Lepasin berani nya keroyokan kalian". Ucap Alex dan yang lain, yang mulai ditahan oleh teman teman satria.


"lepasinnn". Ucapku dengan sekuat tenaga dan ku banting satria kebawah kakiku.


"Wah itu Dara bukan, sejak kapan dia bisa gitu". Ucap Dira.


Dan semua yang ada disana juga terdiam dan menatap lekat kearah ku dan satria yang tersungkur ke dekat kakiku.


"Hajar aja sat. Ngelunjak tu cewek lama lama". Ucap temannya yang memengang Ellin.

__ADS_1


"Berani banget lu ya, dasar cewek Brengs*k". Ucapnya sambil berdiri dan mengayunkan tangannya tepat kewajahku.


"Hajar kak,jangan kasih kendor". Ucap abdul mengomporiku.


"Kalok enggak mau dibanting jangan kurang ajar sama gue, dan ya gue buka cewek murahan". Ucapku tegas sambil mencengram kuat tangannya.


"Lepasin gak dasar cewek s*al, bangs*t,kepa.. -. Akhh.. " Ucapnya terpotong dan ia jatuh tersungkur kebawah lantai lagi. Karena aku melepaskan tangan nya dari genggaman tanganku.


Kemudian ku condongkan badanku sedikit kebawa dan bilang.


" enak baring disitu, aku kasih tau ya siapa juga yang mau pegang tangan lu lama lama, enggak ada untungnya, dan yang elu bilang barusan kumpulan tukang ngutang maaf tapi kami udah bayar jadi jangan pernah lu ngomong kayak gitu lagi didepan gua. ". Ucapku sambil menatap nya sinis, lalu segera aku berdiri dan menatap para teman temannya yang dengan segera melepas para temen temen ku.


Saat akan pergi ia kembali berdiri dan berkata.


"Apa buktinya elu pada uda bayar, dan ". Ucapnya lagi.


"Buk, semua pesanan kami tadi udah kami bayar atau belum dan berapa semuanya". Ucapku lagi.


"Udah neng semuanya 95rb ". Ucap ibu kantin.


Kulihat kearah nya dengan sinis dan


kami pun berlalu pergi dari kantin.


Kulihat semua orang terus menatap tak percaya padaku. Lalu kami pun masuk ke kelas kami.


**********


Saat jam pulang sekolah tiba kami pun keluar kelas, kulihat Alex baru keluar dari kelas segera kami menghampiri dia.


"Aditnya mana lex"tanya ellin.


"Biasa boker dulu dia tadi katanya kita pulang aja dulu kalok mau". Ucap alex. Lalu melihat kearahku.


"Wah ra lu tadi keren banget sumpah deh". Ucap alex lagi sambil tersenyum sumringah.


"Iya bener ra enggak nipu nipu deh". Ucap Akbar.


"Makasih ya elu udah belain kita, dan makasih juga elu udah bayarin makanan yg tadi". Ucap Akbar kulihat raut wajahnya yang mengucapkan dengan tulus. Aku hanya menangguk dan kami pun berjalan keluar.


"Ra lu kok bisa ngembanting satria sih, mana keras banget lagi. "Ucap ellin bertanya.


"Sebenernya, ya aku itu dulu pernah ikut karate,sampek aku koma". Ucap ku.


Mereka serentak menganggukan kepala mereka masing masing.


Saat di gerbang sekolah. Kulihat motor Ellin keluar dan disusul Alex yang boncengan dengan Akbar keluar dari gerbang. Mereka pun mengklakson kearahku . aku pun hanya melambaikan tangan pada mereka.


(Bersambung)

__ADS_1


Kalok suka dilike ya...


And di vote juga dong...


__ADS_2