
*pak bagas pov*
Pagi itu, dipagi yang cerah kulihat istriku sedang melihat keluar jendela akupun ikut melihat disana ada sepasang suami istri sesang bermain dengan kedua putrinya. seketika akupun mengingat kedua putriku, tapi mengingatnya membuat hati ku terluka.
"Ma, mama sedih lagi ya", ucapku padanya. "Tidak..aku tidak sedih", dalih nya sambil memalingkan wajah.
"Udah lah ma, jangan sedih, ini kan hari ulangtahun anak-anak kita, mama gak mau mengunjungi mereka kah", ucapku berusaha menenangkannya. "Iya aku lupa, baiklah kita kesana tapi sebelum itu aku mau buatin kue spesial untuk mereka", ucapnya sambil tersenyum. Setidaknya ia bisa tegar, meskipun kejadian itu sudah lama tapi tetap ada rasa sakit yang menganjal hati kami berdua
*siapa pelakunya, itulah yang ada dalam benakku, sambil berpikir*
Kulihat istriku dengan girangnya membuat kue untuk anaknya, akupun tersenyem melihatnya. Setelah ia selesai membuat kue kami pun segera berangkat ke pemakaman untuk menemui putriku yang telah tiada.
********
Saat sampai dipemakamaan, teringat kembali wajah putriku(Dira), dimana dulu ia suka bermain bersama ku.
"Nak, kamu gimana kabarnya.. Baikan", ucap istriku berusaha mengajaknya bicara. "Ini mama buatin kue buat kamu sama Dara nanti kamu tiup dari atas sana ya, dan mama juga bawain kamu bunga kesukaan kamu nak", ucapnya dengan air mata yang mulai mengalir. "Ma, Dira pasti suka banget sama kue dan bunga dari kamu. Kamu jangan sedih dong kalok kamu sedih gimana Diranya?".
"Aku Enggak sedih kok,Aku cuman nyesel aja kenapa aku gak ada didetik - detik terakhirnya", seketika hatiku pun hancur mendengarnya. "Kamu jangan sedih ya, suatu saat kita pasti ketemu sama dia", setelah kami selesai berziarah kemakam Dira, kami pun pergi menuju rumah sakit.
**********
*dirumah sakit*
Setelah sampai kami segera memasuki kamar putri kami yang satunya(Dara)
Sambil mengumpulkan semyuman dan berdoa, dalam hati semoga saat masuk ia membuka matanya.
Dan saat kubuka pintu aku dan istriku terkesiap saat melihat dia sudah duduk di tempat tidur sambil menatap kami dengan heran, seketika istriku langsung mrmeluknya. Dan dengan segera kupanggil dokter, untuk memeriksanya.
Saat dokter datang aku dan istriku disuruh untuk menunggu sebentar diluar, sambil dokter itu memeriksa. Setelah kurang lebih 20menit dokter itu keluar dan mengatakan bahwa akhirnya Dara sudah terbangun dari komanya dan hanya perlu beristirahat beberapa hari. Lalu dokter itupun pergi Setelah dokter pergi Kami pun segera masuk keruangannya.
Dengan cepat Kami memeluknya yang bahkan tidak mengenali kami,
"Akhirnya setelah 1tahun kamu bangun juga nak, apa kamu gak tau papa sama mama sedih baget ditinggal Dira dan liat kamu kayak gitu", ucap istriku sambil tersedu.
__ADS_1
ku lihat ia nampak melihat sekeliling dan bertanya dengan heran
"memangnya aku kenapa, dan kalian siapa.", tanyanya yang tidak tau siapa kami.
"Kamu kecelakaan 1tahun yang lalu disekolah nak karena itu kamu koma", ucapku menjelaskan. "dan kami ini papa dan mamamu nak masa kamu lupa",ucapku lagi disertai anggukan dari istriku.
"Ak... Aku... Tidak ingat tapi akan kuusahakan", jawabnya sambil tersenyum. "Lalu dimana Dira, kenapa dia tidak kesini", ucapnya bertanya.
"Kamu ingat Dira, bagaimana bisa? ", ucap istriku tersentak, begitupun denganku.
"Iya, akupun tidak tau tapi hanya ia yang aku ingat. "Jadi, dimana dia", ucapnya lagi.
" Dira dia Saat kau kecelakaan di sekolah, saat itu lah... ", ucapku sambil menarik nafas panjang"Dira , meninggal , tepatnya 1tahun yang lalu ", ucapku lagi dengan bibir yang bergetar.
"papa bercanda kan, gak lucu banget tau gak pa", ucap Dara dengan nada tidak percaya, tapi melihat rauh wajah ku dan istriku iya pun mulai menangis sambil tersedu sedu. " eng... Enggak mungkin, Kenapa dia bisa meninggal pa, ma. Dia kan udah janji buat tetep sama aku sampai tua", ucap Dara yang tak terima sambil mengamuk dan membanting barang. "Tapi inilah kenyataan nak, kita enggak bisa ngelawan takdir", ucap mamanya sambil memeluknya dan menangis.
Lalu aku dengan segera memanggil dokter, yang datang dengan obat bius dan menyuntikannya padanya, lalu setelah itu ia pun tertidur lagi.
Dokter pun mengajak kami keruanganya karena ada hal penting yang perlu ia bicarakan.
"Silahkan duduk, pak, buk", ucap dokter daniel ramahaku dan istrikupun duduk.
"Dokter saya inggin bertanya, kenapa Dara mengingat Dira tapi tidak dengan kami bukankah dokter bilang bahwa Dara itu amnesia? ."tanya istriku lebih lanjut.
"Buk, memang betul Dara sedang amnesia, yang menyebabkan ia tidak dapat mengingat siapa-siapa, tapi kemungkinan besar ia dapat mengingan Dira, mungkin karena mereka dekat terlebih lagi mereka kembar sehingga ada kontak batin, sehingga kemungkinan besar ia dapat menginagatnya", ucap dokter daniel menjelaskan.
"Jadi, apa yang harus kami lakukan dokter", tanyaku . "Kalian bisa membantu Dara mengingat dengan mengenalkannya dengan lingkungan sekitarnya dan orang - orang terdekatnya, tapi jangan teralu dipaksakan karena jika dipaksakan bisa jadi ia malah tidak dapat mengingat semua nya dulu yang pernah ia ingat", ucap dokter daniel.
"Baiklah dok, akan kami coba dan usahakan, terimakasih karena sudah mau merawat anak kami, kami ingin pulang dulu ya dokter", ucapku dengan sopan. "Sama-sama pak, buk, hati-hati dijalan ya", ucap dokter daniel.
Lalu, kami pun berjalan ke arah parkiran, dimana aku memarkirkan mobil lalu kami pun pulang kerumah kami, sebenarnya kami ingin mengadakan acara 1tahun Dira yang hanya dikunjungi oleh kerabat dekat saja.
*******
setelah acara selesai,segera ku suruh istriku untuk tidur karena aku yakin ia pasti sangat letih. Dipagi hari seperti biasa kami akan bersiap-siap untuk pergi kekantor, sehabis sarapan kami langsung pergi tapi seperti biasa kami akan kerumah sakit terlebih dahulu.
__ADS_1
Kulihat ia masih terlelap dalam tidur, kami hanya melihatnya saja karena kata dokter Daniel, ini mungkin masih pengaruh dari obat bius kemarin. Jadi kamipun langsung bergegas untuk berangkat kerja, dan pergi meninggalkan rumah sakit.
*pak bagas pov and*
Sianghari dirumah sakit seorang pasien baru saja bangun dari tidurnya.
"Aduh kenapa badanku sakit ya dan-,
Akhhhh...pergi kau pergi... ", teriakan yang memekikan telinga suara siapa lagi kalok bukan dari Dara. "Hei.. Tenanglah ini aku dokter daniel.. Dokter yang merawatmu 1tahun", ucapnya sambil memeperkenalkan diri.
"Dokter daniel... Merawat", ia mengeryinkan dahinya, dan baru ingat dokter yang semalam.lalu ia pun membuka mata sambil bilang "betul manusia", ucapnya lagi.
"Hei.. Aku memang manusia kau kira aku apa", ucapnya sedkit kesal.
"Dokter aku ingin pulang, pagi ini juga". Ucap Dara lantang. "Pagi, ini sudah siang Dara, maklum kamu kan baru bangun ya, tapi kamu belum boleh pulang dari sini masih harus berapa hari lagi", ucapnya terkekeh geli. Begitu pun dengan suster itu.
"Siang... Kalok gitu siang ini juga dokter", ucap Dara."gak bisa Dara kamu masih sakit, dan masih dalam masa pe... -,
"Nggak mau, pokoknya Dara mau pulang sekarang atau aku bakal lari", ucap Dara, dokter hanya menarik napas dan berkata, "baiklah kamu bisa pulang, tapi kenapa kamu mau cepet-cepet pulang", tanya dokter daniel
"Ya , mana ada sejarahnya orang betah dirumah sakit dokter, karena itu saya mau P-U-L-A-N-G. Pulang, ngerti kan", ucap Dara dengan nada agak ngegas. "Baiklah, tapi saya harus menghubungi orangtuamu baru kau boleh pulang,"ucap dokter daniel mengalah.
"Oke.. "
Setelah dokter daniel pergi, aku pun kembali istrihat sambil menunggul papa dan mamaku. Terlintas dibenakku, sambil bertanya-tanya
"Semalam itu apa ya, kok serem banget apa jangan-jangan", ucapku sambil berpikir.
"Iya, pasti itu, ihhhhh, serem banget ya, tapi kalok seinget aku enggak serem serem amat sih cuman aku kaget aja dia muncul tiba tiba dan.. -". Ucapanku terputus saat papa dan mama ku datang.
"Beneran kak, udah mau pulang", ucap mamaku. "Iya ma, aku udah sehat", ucapku yang mulai menerima mereka berdua. "Kalok gitu ayo, semua tadi udah papa urus", ucap papaku.
Kami pun segera keluar dari rumah sakit dan akhirnya aku bisa menghirup udara segar seperti baru bebas dari penjara. Segera kami masuk kemobil dan kelaur dari area rumah sakit.
(Bersambung)
__ADS_1