
*Dira pov*
Saat itu, saat hari ulang tahun ku denganya yang ke-19.kulihat ia masih terbaring dengan menutup matanya, aku seakan kembali teringat kejadiaan 1tahun yang lalu, kejadian tragis yang menimpa kami berdua.
"Selamat ulang tahun semapai"ucapku tersenyum, lalu akupun menghilang dari hadapannya karena seperti ada yang memanggil ku.
saat sampai kulihat wajah orang yang tak asing bagiku, kulihat mereka sudah berjalan ingin pulang disana mereka meletakan sebuah bunga di atas makam ku, ada rasa bahagia dalam diriku tapi juga sedih kenapa baru sekarang,saat aku sudah tidak dapat mereka lihat lagi, kenapa setelah aku pergi mereka baru perhatiaan pada kami.
Aku pun pergi ketaman sambil mengingat kenangan dimana dulu saat kami kecil kami pernah main disini. Saat kulihat ke ujung jalan ada sesosok penampakan yang sepertinya sama denganku. Hanya saja seperti masih anak-anak berusia dibawah 10tahun.
"Sedang apa dia, nangis ya", karena penasaran aku pun kesana dan ingin menegurnya.
kulihat tubuhnya yang duduk dengan melipat kakinya menutupi wajahnya yang juga memucat tidak ada darah sama sekali berati bisa jadi ia mati kehabisan nafas, terka ku. aku pun duduk disebelahnya dan bertanya, "Baru mati ya, gara gara apa?", tanya ku penasaran.ia pun menoleh dan berkata"iya, 1minggu yang lalu, gara-gara kecemplung di danau.. Uwahhh", seketika tangisnya pecah, aku pun menutup telinga sebenarnya ada rasa kasian melihatnya, tapi masi kulanjutkan untuk bertanya, "kenapa lu pakek masuk ke danau,udah tau dalem. berati lu yang nyari mati dong", ejekku padanya.
"Aku didorong kak, sama temenku, dia iri sama aku. ", ucapnya, seketika aku berpikir nasibnya hampir sama dengan ku sama-sama dibunuh orang, hanya beda tempat.dan tujuan pembunuhnya saja. "jadi sekarang elu mau gimana... Kok belum balik Mau gentayangan kah.. ", tanyaku, "enggak tau kakak sendiri kenapa belum balik", tanyanya.
Aku sedikit terkesiap dengan pertanyaannya lalu aku menjawab"aku mau hak aku, karena itu aku mau cari orang yang bisa bantu ak.. -"
"Aku juga.. ", tegasnya. "Eh buset.. Ni anak, juga apa maksud lu , juga mau minta hak. gak kreatif lu-_-
"Hehe... Aku beda kak, aku cuman mau ketemu ibu dan kasih sesuatu ke dia aja. Seketika hati kusedikit tersentu. "Nama lu siapa", tanyaku. "Abdul kak, nama kakak sendiri, dan udah mati berapa lama", ucapnya sambil bertanya. "Kepo lu... ", ucapku sambil tersenyum dan sedikit mengejek lalu berkata. "Dira, kamu panggil aja kak Dira aku udah mati kira-kira 1tahun lebih dikit", ucapku bangga,
"Ooooo....
"Elu, tau gak.. ", tanyaku lagi. "enggak.. Kan belum dikasih tau", ucapnya polos. "Oh iya, ya heheh, hari ini itu hari ulang tahunku dul...kalok masih idup", ucapku sedih tapi masih tersenyum.
"Wah selamat ulangtahun ya kak yang ke-1tahun", ucapnya menyalamiku.
__ADS_1
"Umur gua 19tahun dul bukan 1", ucapku tapi sambil menepuk jidat. "Kan kata kakak kalok idup ini kan kakak udah mati berati 1dong", ucapnya tak kalah. "Iya, ya", ucapku terharu.
'Kak, ayok main ", ucap nya, "main apa", tanyaku. "Itu waktu aku liat di tv, filmnya itu ada hantu lompat dari lantai yang tinggi kayak main paralayang", ucapnya. "Ayok kalok gitu kita cari tempat tinggi", ucapku lalu kami menghilang. Dari taman.
aku pun bermain dengan abdul, ya setidaknya menghilangkan sedih ku, dan tau-tau udah hampir malam kami pun kembali duduk sambil bercerita. "Kak. Yang kata kakak hak itu kita minta tolong sama siapa ya", ucapnya bertanya. "Gua juga gak tau, tapi kalok sesuai film kita harus minta tolong sama orang yang bisa liat kita, ya kalok gak salah anak indigo... Hemm siapa ya... ", ucapku.
"Nah.. "Abdul pun tersentak dengan ucapanku yang sedikit nyaring yang membuat abdul hampir terjungkal.Aku pun hanya mebalas dengan senyum centil ala-ala diriku.
Gua baru inget kembaran gua katanya dia itu indigo, tapi.. ", ucapku mulai menunduk.
"Dia lagi koma, dan udah enggak sadar 1tahun", tambahku.
"Gimana, kalok kita kesana barangkali dia bangun, kan gak ada yang tau sekalian aku juga mau ngucapin selamat ulang tahun kak", ucap abdul sumringah. "Ayok ajak ku, kami pun menghilang dan tiba di depan kamar Dara".
"Kak, itu kembaran kakak yang katanya indigo tapi koma ya... wah mirip ya. "Tanya abdul padaku, aku yang malas menjawab hanya bilang "iya".
"Lah katanya koma, berati dia udah sadar dong kak, "katanya. "Iya juga ya", dengan segera aku masuk kembali sambil berkata.
"Elu udah bangun pai", ucapku menyapa, ia pun menoleh dan berkata, "si... -, akhhhh.
Saat ia melihatku ia pun pingsan. "Lah... Kenapa dia pingsan kata nya udah bisa liat hantu dari kecil masa liat gua aja, dia udah
K. O, sih, gak seru.
"Kenapa kak, gak bangun ya", tanya abdul. "Tadi bangun tapi pas noleh e dia pingsan", ucapku. "Wah, berati enggak legend dong kak masa liat hantu kayak kakak aja udah K. O, sih. "Ucap abdul seperti merendahkan kami.
"Maksud lu gua kagak serem... Terus dia penakut gitu , enggak gua tolongin lu.. ", ucapku.
__ADS_1
"Bu... Bukan.. Gitu kak, tapi katanya dia bisa liat hantu masa pingsan sih, apa karena kelamaan koma ya", ucapnya berusaha meyakinkan. "Elu ada benernya juga sih dul, terus harus kayak mana dong", ucapku panik.
"Ya, kita istirahat aja kak. Kan udah malem, kakak Dara nya juga udah bobok, ya kita pulang lah", ucap abdul lagi. "Elu pulang sana gua mah tinggal dirumah sakit ini sambil ngenjaga dia", tunjuku pada Dara yang tertidur lelap.
"Oke deh kak... Besok saya kesini lagi.. "Ucap abdul pergi. Aku pun beristirahat diluar rumah sakit karena tak mau menggangu Dara.
****************
Keesokan, paginya abdul sudah datang sambil mengajak aku main, aku pun mengiyakan dari ada enggak ada kerjaan, tapi sebelum itu aku mengajak abdul ke ruangan Dara . saat disana kulihat papa dan mama sudah ada disana sambil berbicara dengan dokter daniel, katanya Dara sedang berisitrahat kemungkinan akan bangun siang atau sore. Mereka pun akhirnya pergi, menurutku pasti mereka akan bekerja.
"Kak, mereka siapa.., kok kakak liatin nya gitu", tanya abdul. "Papa mama kami", ucapku, seraya masuk ke ruangan Dara kulihat ia masih tidur, lalu aku dan abdul pun pergi keluar untuk main.
Saat siang hari hampir menjelang sore kami pun kembali, seperti biasa aku akan keruangan Dara, betapa terkejutnya aku saat melihat Dara enggak ada.
"Dul.. Dara kemana", ucapku panik.
"Enggak tau kak, mungkin udah pulang", ucap abdul. "Apa... Udah pulang terus aku gimana", teriakku. Abdul pun kaget dan sedikit bergeser dari sampingku. "Mungkin kak, emangnya ngapa kalok dia pulang ya tinggal di susul aja kak". Ucap nya memberi saran.
"Ya, itu gua kagak tau rumahnya dimana soalnya rumah nya udah pindah,gua harus gimana ni dul.. ", ucapku. "Ya.. Ya.. Gimana abdul juga enggak tau kak", ucapnya gelagapan.
Karena sedih akupun segera pergi sambil menangis histeris. Meninggalkan abdul disana sendirian.
Akupun duduk diatas pohon, tak berselang lama, abdul datang sambil berkata. "Kak, maafin abdul ya gara-gara abdul ngajak kakak main kakak jadi ditinggal". Ucapnya, kulihat ada raut penyesalan diwajah pucatnya. "Iya enggak pa pa", jawab ku datar, karena tak ingin ia juga sedih. "Lagipula kan dia baru sembuh kemungkinan dia bakal balik lagi kan ke sini, jadi tunggu aja", tambah ku sambil tersenyum.
*Dira pov and*
(Bersambung)
__ADS_1
Setelah baca jangan lupa vote and like ya..