Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Baju Dira?


__ADS_3

Lalu kami pun sampai di depan rumah dan disana sudah berdiri kedua orang tua ku yang menatapku dengan kesal.


"Gimana ni ra". Tanya Dira padaku. Karena binggung aku hanya menggelengkan kepalaku.


Karena merasa segera ku parkirkan motor ku dan aku pun menunduk karena merasa bersalah pada mereka.


"Maaf pa, ma". Ucapku masih menunduk.


"Kamu dari mana nak, kamu kalok pergi bilang dulu seharusnya jadi kita enggak cemas dan ini kenapa, kamu jatuh ya.. ". Ucap mamaku yang menghampiriku dan melihat tubuhku.


"Kamu dari mana dan motor ini kenapa sampek gini terus kenapa kamu lebam gitu". Ucap papaku dengan sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Aku... Aku tadi jatuh pa, maafin Dara ya". Ucapku lagi pada mereka.


"Kamu kalok mau pergi seharusnya bilang sama papa atau mama kamu, lihat kan hasilnya. kalok kamu kenapa napa gimana!! ". Ucapnya lagi.


"Udahlah pa jangan marahin Dara, kasian dia". Ucap mamaku berusaha membela.


"Papa enggak ngemarahin dia, papa cuman ngendidik dia supaya kalok mau pergi bilang dulu jadi enggak kayak gini kan". Ucap papaku yang mulai mereda.


"Lain kali kalok mau kemana mana, bilang dulu ya nak, jadi kita tau kamu lagi dimana dan ini semua enggak bakalan kejadian,". Ucapnya lagi.


"Iya pa, ma maafin Dara ya enggak bakalan pergi lagi tanpa izin kalian ". Ucapku lagi mereka. Pun menyuruhku untuk masuk kedalam karena hari sudah hampir maghrib.


lalu aku pun dengan segera mandi untuk membersihkan tubuhku yang lengket akibat keringat sehabis berkelahi dengan begal tadi.


Setelah mandi segera aku keluar dari kamar mandi dan duduk ditepi ranjang ku, dan disana sudah ada Dira yang menungguku


"Dara maafin aku lagi ya, kalok aja aku enggak ngajak kamu pergi kamu enggak akan kena masalah kayak gini". Ucap Dira yang mulai menangis.


"Udahlah, enggak semuanya salah kamu kok". Ucapku lagi padanya.


"Tapi kalok aku enggak ngajak kamu pergi pasti kamu enggak bakalan di tinju sama tu begal, terus kamu enggak bakalan dimarahin". Ucapnya lagi sambil sesengukan.


"Udahlah kan aku yang dimarahin kok kamu yang nangis sih dasar cengeng". Ejek ku padanya.


"Aku enggak cengeng cuman gak tega aja liat kamu ". Ucaonya sambil menyeka air matanya. Dan aku hanya terkekeh melihatnya.


"Ngomong-ngomong itu pasti sakit banget ya". Ucalnya sambil menunjuk wajahku yang lebam.


"Ini-".


"Dara kamu udah selesai mandi mama masuk ya ". ucap mamaku sambil masuk kedalam kamar ku dengan membawa kotak p3k.


"Mama mau ngapain". Tanyaku padanya.


"Ini mau bawain barang kamu, sekalian Ngobatin kamu lah, coba liat muka kamu". Ucapnya dan menaruh barangku tadi dimeja dan sambil mengoleskan salep pada bagian tubuhku yang lebam.


"Aku enggak kenapa napa kok ma palingan besok juga udah sembuh". Ucapku lagi.


"Enggak bisa gitu, ini juga harus diobatin nak, oh ya kamu beli Dress itu untuk apa, bukanya dress kamu masih bagus ya". Tanya mamaku.

__ADS_1


"Itu, aku mau buat hadiah ma biat temen". Ucapku lagi. Dan ia pun hanya mengangguk padaku.


"Ma... Papa masih marah ya.. ". Tanya ku lagi padanya. Seketika ia berhenti sejenak mengoleskan salep dan melanjutkannya lagi.


"Papa kamu enggak pernah marah nak, dia cuman khawatir aja sama kamu, takut kamu kenapa napa". Ucap mamaku lagi.


" Nah, Udah selesai..ayo turun kebawa kita makan dulu". Ajak mamaku.


"Itu mah aku udah kenyang soalnya tadi udah makan. jadi kalok boleh aku mau langsung istirahat aja ". Ucapku lagi.


"Iya kalok gitu kamu istirahat ya". Ucapnya lagi padaku dan ia pun keluar dari kamar ku.


"Wah Dara liat bagus kan". Ucap Dira yang memegangi dresa yang ia pilih sambil berputar putar.


"Iya bagus kok... terus nunggu apa lagi kok belum dipakek". Ucapku lagi.


" Aku enggak bisa makek ra". Ucapnya padaku.


"Ha enggak bisa, jadi sia sia dong ". Ucapku lagi.


"Ya enggak sia sia dong, aku enggak bisa makek kalok gaun nya masih gini". Ucapnya lagi.


"Terus musti gimana". Tanyaku lagi.


"Elu bakarin ni dress buat gue ya". Ucapnya lagi


"Ha,apa... sayang tau Dira mahal mahal cuman buat dibakar". Ucapku lagi.


"Kan nanti kepakek, ayo sekarang kita bakar". Ucapnya lagi.


kulihat sekeliling dan sepertinya aman karena tidak ada orang. dan segera ku bakar dress itu di luar rumah dekat gudang.


Dan seketika Dress yang barusan aku bakar itu pun sudah ada di badan Dira yang sedang berputar putar senang.


"Wah, jadi gitu caranya orang yang udah meninggal ganti baju". Ucapku lagi sambil mengangguk angguk.


"Bagus kan, yeee aku punya baju baru". Ucapnya girang.


"Udah kan ayo masuk entar papa mama marah lagi". Ucap ku segera masuk kedalam rumah karena sudah malam.


...***********...


Keesokan paginya, aku terbangun dengan badan ku yang sedikit pegal pegal dan juga sakit.


Beruntung hari ini adalah hari minggu jadi aku bisa beristirahat dirumah. Dan tiba tiba mama ku masuk kedalam kamarku.


"Dara mama sama papa mau pergi dulu ya ada urusan sebentar di butik, kalok mau makan itu udah disiapin ya". Ucapnya padaku.


"Urusan apa ma, bukanya ini hari minggu ya". Tanyaku.


"Iya nak ada kerjaan mendadak, karena itu mama sama papa mau pergi nemuin tante kamu". Ucapnya lagi. Aku pun mengangguk.

__ADS_1


dan kulihat ke jendela mereka sudah pergi dari rumah. Segera aku mandi dan turun kebawah untuk makan.


"Wah ada sop". Ucapku lalu segera aku pun makan.


"Dara aku juga mau". Ucap Dira yang datang mendadak.


Lalu ku siapkan juga untuk nya dan dengan segera ia pun memakan makanan itu.


"Gimana badan lu". Tanya nya padaku.


"Pegel dikit". Jawab ku singkat. Dan kami pun melanjutkan makan kami.


Lalu tak lama tiba tiba kudengar suara hp ku yang berdering dari lantai atas aku pun naik sebentar untuk melihat siapa yang menelpon saat masih pagi begini.


Kulihat no tidak dikenal, sehingga tidak kuangkat, dan aku pun turun kembali ke bawah.


"Siapa ra". Tanya Dira padaku.


"Enggak tau, no enggak dikenal". Ucapku lagi.


"Angkat aja kali tu nelpon lagi". Ucap Dira. Lalu segera ku angkat telpon dari no itu.


"Hallo, siapa ya". Tanyaku.


"Hallo Dara ini gue Adit lama banget sih ngangkatnya". Ucap orang itu.


"Oh Adit, dapat no ku dari mana dan mau apa". Tanya ku lagi.


"Dari mak lu lah, oh ya ini temen temen pada ngajakin buat jalan jalan mumpung hari libur mau gak". Tanya nya padaku.


"Haduh, lain kali aja ya, aku lagi enggak enak badan". Ucapku lagi.


"Oh yaudah deh, kalok gitu ". Ucapnya sambil mematikan telpon dari ku.


"Wih kurang ajar ni anak langsung dimatiin". Ucapku kesal.


"Siapa ra". Tanya Dira lagi.


"Itu sih Adit ngajakin main sama yang lain tapi badan ku lagi sakit jadi aku mau istirahat aja deh".ucapku lagi.


"Ya telat mereka mah, coba bilang dari kemarin ya kan ra... ". Ucapnya lagi, aku pun hanya mengangguk setuju padanya


"Terus kita ngapain dong dirumah". Ucaonya lagi.


"Ya istirahat lah badan ku masih sakit tau, kalok kamu mau jalan jalan sendiri aja ya". Ucapku lagi, sambil mencuci piring sisa makan tadi.


"Ya... kemaren udah mantep berantem mana jadi juara kan meskipun masih ditolongin, eh malah K. O, besok nya". Ucapnya sambil tertawa.


"Ya gimana namanya juga manusia masih ada kekuranganya kan, ya udah pergi sana lo gue mau istirahat ". Ucapku sambil mengusir nya.


"Yaudah deh, dah.. ". Ucapnya sambil menghilang.

__ADS_1


Setelah selesai mencuci piring, segera aku naik ke lantai atas untuk istirahat lagi.


(Bersambung)


__ADS_2