Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Benda pemberian Syalen?


__ADS_3

Keesokan harinya sepulang dari sekolah, sesuai dengan yang sudah kami bicarakan kemarin bahwa kami akan bertemu diperpustakaan lagi, alhsasil aku pun masih duduk didalam kelasku, aku duduk didalam kelas sambil menunggu siswa dan siswi lainnya untuk pergi. Dan setelah cukup sepi barulah aku akan pergi keperpustakaan.


"Ra!!.. Kok masih duduk aja sih ayo pulang, mau ikut gak?.. Kita mau makan bakso!! ". Ucap Akbar yang masih sempat sempatnya mengajakku untuk makan.


"Itu!!.. Bar, aku ikutnya besok besok aja ya.. Kalian aja yang makan, soalnya aku lagi ada urusan ". Dalihku mencari alasan.


"Urusan apaan?!.. Kok enggak bilang bilang sama kita". Tanya Ellin ikut berbicara padaku.


"Itu aku hari ini harus nemenin Dira jalan jalan, kalian tau kan.. tu Hantu kalok enggak diturutin bisa merajuk dia 7 hari 7 malam". Alasanku lagi, yang kini membawa nama Dira, dan sepersekian detik kemudian hantu yang dibicarakan ternyata sudah berada disisiku.


"Enak aja!!.. Kapan gue ngomong gitu?!... Lu nya aja yang ngarang!! ". Ucapnya yang duduk dikursi kosong sebelahku.


"Eh kamu!!.. Kamu lupa ya kalok kemarin kita mau kemana?.. Itu tuh, yang tempat waktu itu!! ". Ucapku sambil memelototinya agar ia paham maksudku, dan kulihat wajahnya yang nampak kebingungan, kemudian setelah kuinjak barulah ia mengerti.


"Oh iya!!!... Kamu kan ada janji sama gue mau jalan jalan ya.. Hehehe, iya gue lupa". Ucapnya kini cengengesan.


"Masa sih?.. Kalian emangnya mau jalan jalan kemana?.. Kita ikut deh biar sama Sa-


"Enggak boleh!!! ". Sergah Dira cepat memotong ucapan Akbar.


"Emangnya ngapa?? ". Tanya Akbar ketus.


"Ada apaan sih bar!!.. Ada Dira ya, dia kenapa kok kamu nanya kenapa? ". Tanya Ellin karena dia tidak dapat melihat Dira.


"Ada noh... Didepan!! ". Ucap Akbar sambil menunjuk kursi sebelahku.


"Eh!! s*tan.... Biasa aja lu!!... Emangnya kenapa sih kita enggak boleh ikutan? ". Tanya Akbar lagi sehingga ku lihat Dira nampak menepuk jidatnya.


"Ya enggak bolehlah!!... Kita kan mau pergi berdua aja, biar kayak orang orang.. Ganggu aja lo!! Lagian lo lupa apa lo kan pelit sama gue jadi lo kagak usah ikut!! ". Ucap Dira sewot padanya.


"Yeh!!.. Gitu aja enggak boleh!!.. Yaudah yuk lin kita pergi.. Tu sih s*tannya kagak ngijinin soalnya". Ucap Akbar sambil menarik Ellin pergi.


"Ehh.. Ra kita cabut duluan ya!! ". Ucap Ellin mulai berjalan, dan hanya ku jawab dengan lambaian tangan.


"Udah beres!!.. Ayo kita pergi sekarang". Ajak Dira padaku sehingga aku pun mengangguk padanya,segera aku beranjak dari kursiku, dan dengan segera aku melangkah pergi.

__ADS_1


...***********...


Saat diperpustakaan aku masuk dengan alasan bahwa ada barangku yang tertinggal didalam kemarin, sehingga ibu perpustakaan pun mengijinkanku untuk masuk.


Kemudian aku pun berpura pura mencari, sebenarnya aku juga tidak tau apa yang ingin aku cari sehingga aku pun hanya terus melihat lihat saja.


"Nak udah ketemu belum!!?.. Ini udah sore loh.. Ibu juga mau pulang". Tanya Ibu perpustakaan padaku.


"Itu saya.. Saya lagi nyari kalung bu!!.. Itu kalung pemberian nenek saya, sayang kalok sampai kalungnya ilang". Alasanku padanya.


"Oh kalung... Tapi kamu taruh dimana kok dari tadi enggak ada? ". Tanyanya lagi padaku sambil terus melihat jam tangannya.


"Ya ibu ini!!.. Kalok saya tau kenapa saya musti lama lama nyari kayak gini coba". Gerutuku padanya.


"Yaudah , ini ibu udah mau pulang.. Jadi ini kuncinya kamu yang pegang ya!!.. Nanti kalok udah ketemu jangan lupa kunci perpustakaannya , terus kuncinya kasih ke... ". Ucapnya menggantung.


"Kasih ke pak Satpam!! ". Ucapku sambil cengengesan.


"Bagus.. Ini ambil.. Ibu pergi dulu ya". Ucapnya setelah menyodorkan kunci itu padaku.


"Bagus dapet juga akhirnya!!.. Lagian tu ibu, bukannya pergi dari tadi kek, kan mungkin kita juga udah pulang ya ra". Ucap Dira padaku dan hanya aku lihat tanpa ada niatan untuk aku balas.


"Syalen!!.. Syalen!! ". Panggilku didalam perpustakaan, tapi ia sama sekali tidak muncul.


"Woi kakek yang namanya Syalen!!... Kemana sih?.. Keluar kemarin janjian disini, eh ini malah kagak nongol.. Udah pikun ya?!! ". Ucap Dira memanggilnya tapi dengan kata kata ejekan.


"Dira jangan gitu nan-


"Eh Hantu kurang didikan!!.. Saya ini belum pikun, dan saya juga dengar kalian memanggil Saya, hanya saja saya lagi sibuk tau!!.. Kalian tidak bisa bersabar apa? ". Gerutunya yang baru keluar dari dalam buku.


"Yeh gitu aja marah!!... Lagian sibuk apaan lu, kayak ada kerjaan aja idup lu!! ". Ucap Dira lagi asal berbicara, tanpa melihat orang didepannya.


"Ini hantu kalau bukan bagian dari tugas saya!!.. Pasti dia sudah saya kirim ke neraka tanpa pertanyaan waktu itu!! ". Ucap Syalen dengan mengeraskan rahangnya.


"Wihh.. Gue jadi ngeri anjirr!!, emang bisa apa lu... Ngarang kok diluar kemampuan , emangnya lu penguasa apa". Cibir Dira pada Syalen.

__ADS_1


"Terserah kamu mau percaya atau tidak... Tapi!!, nanti saat kamu sudah masuk alam baka kamu akan tau siapa saya.. Dan disaat itu kamu jangan terkejut saja saat melihat saya disana". Ucap Syalen dengan bangganya.


"Wah.. Apa jangan jangan!!..elo itu orang yang masuk neraka ya... Ya elah, masuk neraka kok ngajak ngajak sih". Ejek Dira sambil tertawa.


"Nanti!!... Kamu lihat saja sendiri!!... , oh ya Dara... Ini saya ada sesuatu untuk kamu ambilah". Ucapnya yang kini menyodorkan sebuah kantong yang terbuat dari kain, berwarna coklat dengan tali berwarna biru.


"Ini untuk apa? ". Tanyaku sambil hendak membuka kantong tersebut tapi keburu ditahan olehnya.


"Tunggu dulu!!.. ". Sergahnya cepat sehingga aku pun menoleh padanya.


"Kantong ini baru boleh kamu buka disaat kamu sudah mulai terdesak saat nanti kau akan melawan ORC itu!.. dan sementara itu kau hanya perlu membawa kantong ini saja kalau kalau hal itu akan terjadi". Jelasnya padaku.


"Tapi apa gunanya dan kenapa?! ". Tanyaku masih penasaran dengan isinya.


"Kegunaanya adalah kelak benda ini akan dapat berguna untukmu disaat kau mulai kehabisan akal... dan kenapa ?, itu karena waktuku tidak cukup lagi untuk 10 hari kedepan, karena aku sudah harus kembali ketempatku". Jelasnya lagi padaku.


"Maksudmu kamu... Kamu akan pergi?! ". Tanyaku menatapnya.


"Iya, karena itulah aku meminta kalian kemari, untuk memberikan ini padamu!!". Ucapnya drngan ramah padaku.


"Memangnya kapan kamu mau pergi? ". Tanyaku penasaran.


"Ya mungkin sebentar lagi!!, kamu harus optimis, kamu harus yakin kamu bisa, jangan nyerah, oke". Ucapnya padaku dengan nada yakin, dan hanya ku jawab dengan anggukan.


"Dan kamu!!..jika nanti sudah waktunya...kamu ke Alam baka!!.. Pilihlah untuk bereinkarnasi, jangan memilih yang satunya seperti kemarin!!, karena orang seperti kamu sebenarnya masih di butukan didunia.. Kamu mengerti hantu kurang didikan!! ". Seru Syalen dengan nada acuh tak acuh pada Dira.


"Hei terserah gue dong, mau pilih apa!! Lagian kok elo yang sewot, lama lama mirip-...Eh Elo itu? -... ". Ucap Dira terputus karena Syalen lebih dulu menghilang dari hadapan kami.


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


.... ...


(Bersambung)


__ADS_2