
Saat akan pergi kesekolah,aku pun menunggu dihalte, dan saat bus nya sudah datang segera aku pun duduk dikursi yang kemarin aku duduki. Dan tak lama berselang, lagi lagi pria yang sama seperti kemarin dengan pakaian serba hitamnya datang dan duduk di kursi yang sama juga.
Awalnya aku tidak curiga, sampai Dira membuka suaranya.
"Ni orang mau apaan sih ya... Kok dari tadi meratiin kamu mulu sih". Ucap Dira sambil melihat kearahku.
"Maksud kamu dia ngeliatin aku? ". Tanyaku padanya. Dan Dira pun mengangguk padaku.
Karena penasaran kutolehkan kepalaku kebelakang dan saat kulihat ia nampak terkejut dengan aku yang menoleh mendadak, saat ingin kutanyai ia malah sudah berjalan kedepan dan turun dari bus ini.
"Eh, dia kok turun ya... Emang aneh tu orang". Ucapku sedikit heran.
"Nah, aneh kan ra... Gue bilang juga apa.. Mau aku kejar gak". Ucap Dira yakin.
"Enggak usahlah... Lagian mungkin cuman kebetulan aja kali". Ucap ku lagi padanya, dan saat bus kami sudah sampai aku pun turun dan masuk ke sekolah.
...*****...
Saat jam istirahat aku, Akbar, dan Ellin sudah duduk di kantin seperti biasanya kami akan menunggu teman teman yang lainnya. Tapi kami sangat terkejut dengan adanya Alex disana, yang datang bersama Adit, dan Haris.
"Alex". Sergah kami kompak.
"Aku ke sana dulu ya mau pesan". Ucap Haris yang sudah pergi.
"Lu udah sehat lex". Tanya Ellin padanya.
"Ya kayak yang lu liat lah lin dia udah sehat". Ucap Adit menjawab.
"Eh.. Itu disuruh duduk lah sih Alex nya pasti dia capek". Ucapku pada mereka, dan Alex pun duduk disusul oleh Kami semua yang juga duduk. Dan tak lama Haris pun datang bergabung.
"Akhirnya lex elu sehat juga, dan bisa masuk sekolah, gue udah kangen banget tau enggak sama lo... Ngomong-ngomong lu kapan pulangnya". Ucap Akbar lagi.
"Iya... Gue juga kangen banget sama lo semua, bosen gue dirumah sakit mulu, itu itu aja yang diliat, dan gue pulangnya kalok enggak salah 2 hari yang lalu deh, iya gak sih ris ". Ucapnya Dan sambil menanyai Haris tentang kapan ia pulang.
"Iya, 2 hari yang lalu.. Kalian tau enggak kak Alex kayak Anak kecil tau gak pas pulang, soalnya-.
Ucapnya terputus oleh Alex.
"Oh, ya orang tua gue nyuruh kalian main kerumah Karena gue udah sehat, jadi lo semua musti dateng ya, besok malem". Ucap Alex pada kami.
"Oke". Ucapku sambil mengancungkan jempol. Dan kami pun memakan makanan yang telah dipesan oleh Haris.sampai datang Hana dan duduk bergabung bersama kami.
"Hai... Aku boleh ikut gabung". Tanya Hana pelan.
"Oh iya boleh... Ayo duduk ni disamping aku". Ajakku padanya dan ia pun langsung duduk.
"Dara kamu nanti dateng kan besok kerumahnya Alex? ". Tanyanya padaku.
"Iya, emang kenapa". Tanyaku padanya.
"Enggak aku cuman mau bilang yang kemarin itu lo". Ucapnya pelan padaku. Dan aku pun teringat tetang ucapnya yang kemarin soal ia bisa melihat Dira.
"Oh iya... Kalok gitu besok sekalian aja oke, biar nanti gue ajak juga dianya". Ucapku padanya.
__ADS_1
"Siapa ra? ". Tanya Adit padaku.
"Apanya". Tanyaku pura pura tidak tahu.
"Yang mau lu ajaklah". Ucap nya lagi.
"Ada deh". Ucapku dengan nada mengejek padanya.
"Oh, ya kalian tau gak?. Tanyaku pada mereka.
"Enggak tuh, soalnya lo belum kasih tau... Hahaha". Ucap Akbar sambil tertawa.
"Apaan sih bar.. Garing tau gak... Emang apaan ra yang kita tau? ". Tanya Ellin padaku.
"Jadi tadi itu, aku kan naik bus ya... Terus ada cowok pakek baju serba item, dan anehnya dia itu ngeliatin aku terus di bus. Yakin deh aku soalnya aku liat". Ucap ku kepada mereka.
"Beneran lu ra... Entar lu salah ". Tanya Alex padaku.
"Enggak , aku enggak salah liat, soalnya pas gue tengok dianya langsung turun dari bus". Ucapku lagi pada mereka.
"Elo nya aja kali yang keGRan ". Ucap Adit yang masih mengunyah makanan dalam mulutnya.
"Ih Gr apaan sih, emang bener tau gak sih dit". Ucapku lagi padanya.
"Ya kalok betul kenapa enggak lu tanya... "Bang kenapa liat saya, kalok naksir bilang"... Nah Kenapa enggak tanya gitu, dan pastinya sekali lu tanya gitu dia salting tu ya kan". Ucap Adit lagi yang masih mengunyah makanannya.
"Eh, baju lecek, elu enggak denger katanya, kan tu orang udah turun malah lu suruh tanya lagi". Ucap Ellin dengan melempar kerupuk pada Adit.
"Makasih lin kerupuknya... Jangan lupa lu bayar oke". Ucapnya santai.
"Ya aku sih enggak pa pa, cuman aneh aja tu orang kayak ngikutin aku". Ucapku lagi pada nya.
"Ya udah besok naik motor aja ra, elu kan bisa naik motor sekarang". Ucap Akbar padaku.
"Iya, kayaknya besok aku naik motor deh, soalnya motorku baru balik besok". Ucapku padanya.
"Emang motor mu kemana ra". Tanya Hana padaku yang akhirnya membukan suaranya.
"Dipinjem tetangga... Udahlah makan aja, nanti keburu masuk lagi". Ucapku pada mereka, dan kami pun menghabiskan makanan kami dan kembali kekelas masing masing.
...****...
Sepulang nya dari sekolah, aku tidak langsung pulang karena aku ingin jalan jalan terlebih dahulu kearah taman, lagi pula jika aku pulang aku akan sendiri dirumah, pikir ku begitu.
Saat ditaman aku pun membeli sebuah es krim, dan aku pun duduk di kursi taman yang ada disana.
"Ra aku juga mau itu, yang rasa stoberi ya". Ucap Dira yang sudah duduk disampingku.
"Ih... Kalok makanan aja lu nongol ya... Bagus... Bagus banget". Ucapku padanya.
"Heheh.. Iya ra.. Beli ya cepet keburu lari nanti yang jualnya". Ucapnya lagi padaku.
Lalu segera aku pun berjalan ketempat yang menjual es krim dan saat aku akan membeli aku berpaspasan dengan seorang anak perempuan yang berusia sekitar 5tahun, yang juga akan membeli rasa stoberi, dan es krim itu hanya tinggal satu.
__ADS_1
"Bang, saya beli rasa stoberi ya". Ucap kami serentak.
"Aduh.. Kak... Dek... Ini es krim rasa stoberinya tinggal satu jadi siapa ni yang mau ngalah". Ucap penjual itu ramah.
"Dia aja yang ngalah bang, saya yang beli es krimnya". Ucapku datar.
"Eh enak aja... Mentang mentang kakak udah gede jangan pikir saya takut ya, seharusnya kan kakak yang ngalah". Ucap anak perempuan itu sambil menolehkan kepalanya padaku.
"yaudah bang untuk dia aja". Ucapku yang akhirnya mengalah.Tapi tiba tiba datang Dira.
"Eh enggak enggak itu kan kesukaan aku ra, jangan dikasih ke dianya". Ucap Dira padaku, dan seketika anak itu pun menarik bajuku dan bertanya.
"Kak, dia siapa kok,kakinya enggak ada sih? ". Tanya anak itu dengan nada polosnya.
"Saya hantu, kenapa nantang lu... Pokoknya es krim itu untuk saya, kamu yang rasa lain aja, coklat kek, atau vanila kan masih ada". Ucap Dira pada Anak itu.
"Kamu aja yang rasa coklat, atau vanila. Kenapa memangnya kalok kamu hantu, saya musti takut gitu, pokoknya saya mau rasa stoberi". Ucap Anak kecil itu dengan nada menantang.
"Eh dek.. Ini kan saya ambilin rasa stoberi, bukan coklat atau vanila, dan saya bukan hantu dek? ". Tanya abang itu heran, seraya menyodorkan es krimnya.
"Eh iya bang es krimnya, ini uangnya ya,". Ucapku seraya memberi uang nya dan menarik anak itu menjauh.
"dan ini es krim buat kamu ya... Jangan di ladenin kakaknya ya, soalnya dia MKKB". Ucapku dan memberikan Es krim itu pada anak kecil itu.
"Dara kenapa kamu kasih ke dia... Dan maksud kamu MKKB, masa kecil kurang bahagia gitu, kamu ya sungguh teralu". Ucap Dira dengan nada kesalnya.
"Udahlah Dira, nanti aku beli di tokoh aja ya... Lagian sama anak kecil gini aja enggak mau ngalah". Ucap ku lagi padanya.
"Ini.. Untuk kakak aja, biar aku beli yang lain aja". Ucap anak kecil itu menyodorkan es krimnya pada Dira.
"Eh, kamu serius, kan kamu mau rasa itu, enggak pa pa, biar kakak hantunya yang ngalah ya kamu makan aja". Ucapku pada Anak itu.
"Enggak pa pa kak, kata mama, kita harus menghormati yang lebih tua, dan kakak ini kan hantu jadi kasian pasti dia jarang makan es krim karena udah enggak bisa beli, kayak papa ku, tapi papaku udah pergi enggak disini lagi". Ucap anak kecil itu seraya tersenyum.
"Jadi papa kamu udah enggak ada". Tanya Dira padanya dan dia pun mengangguk.
"Dara aku mendadak mau bakso enggak mau es krim, tenggorokan ku sakit, jadi kamu makan aja ya es krimnya". Ucap Dira pada anak itu.
"Beneran kak, kakak enggak mau". Tanyanya lagi.
"Iya sana makan es krimnya dan main lagi sana". Ucap Dira padanya, dan anak itu pun pergi dan kembali bermain dengan temannya.
"Ternyata kamu bisa ngalah juga ya". Ucapku pada Dira.
"Dia masih kecil, lagian aku bisa beli, masih banyak di tokoh, udah ayo kita pulang". Ajak Dira padaku, dan kami pun pulang kerumah, tidak lupa kami mampir ketokoh, untuk membeli es krim Dira.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
(Bersambung)