Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Kerumah nenek


__ADS_3

Keesokan paginya, aku mengajak para teman temanku, khususnya Hana untuk berkunjung kerumah nenek ku, karena aku tidak ingat rumahnya semenjak kecelakaan itu.


Tidak lupa kubelikan beberapa makanan untuk nenekku, sekiranya agar ia senang. Kami pun berangkat menuju rumah nenekku, dan kebetulan rumahnya tidak teralu jauh dari rumah Hana hanya cukup melewati jembata dan kami sudah sampai. sehingga kami pun memutuskan untuk berjalan kaki, hingga kami pun sudah sampai disana.


"Eh itu kan Dinda anaknya tante Andin". Ucap Dira sambil menunjuk seorang anak kecil yang sedang bermain diluar.


Dan kulihat seorang anak kecil sedang main didepan rumah tanpa menyadari kehadiran kami disana, dan yang ku tau dia adalah Dinda sepupuku yang masih berumur sekitar 5thn.


Kuperhatikan ia dengan seksama yang masih asik memainkan tanah seperti sedang membentuk rumah rumahan, hingga ia pun melihat kearah kami, dan kulihat raut girang pada wajahnya.


"Kak kembar.... Nenek, kak kembar datang... Nenek..buk... Pak... "Ucapnya sambil berteriak dan menghampiriku.


"Kak... Kakak kembar satu nya mana... Dan ini kak Hana... Tapi yang lainnya siapa? ". Tanyanya dengan wajah polosnya itu.


"Eh... Ini temen kakak dan...-


Belum sempat aku melanjutkan pembicaraanku, kudengar sebuah suara dari arah rumah itu.


"Dara ya... Sini nak masuk". Ucap suara seorang wanita dengan keriput diwajahnya, dan kutahu dia adalah nenekku.


Segera aku dan teman temanku pun berjalan mendekat, kearah rumah, dan kusalami tangan nenekku itu begitupun dengan teman temanku.


"Nenek apa kabar... Sehat nek? ". Tanyaku padanya.


"Iya... Aduh... Udah lama ya enggak ketemu kamu... Waktu kamu sakit nenek pernah dateng tapi kamu masih tidur". Ucapnya seraya tersenyum.


"Tidur... Emang nenek datengnya kapan? ". Tanya Akbar membuka suara.


"Ish... Diem aja deh bar". Ucap Ellin seraya mencolek akbar.


"Apaan sih lin". Ucap Akbar berbisik dengan nada ketus.


"Itu waktu dia dirumah sakit... Dia tidur enggak bangun bangun... Jadi nenek pulang sama ibunya Dinda". Ucapnya lagi sambil membelai rambut Dinda.


"Oh, itu koma nek namanya, bukan tidur". Ucapku berusaha menjelaskan.


"Aduh sama aja lah... Eh ini kamu bawa apa... Ayo masuk dulu lah ajak temen temen mu juga". Ucapnya lagi sambil melihat kantong kresek yang sedang kupegang.


"Ini makanan nek buat nenek sama Dinda... ". Ucapku seraya melangkah masuk kedalam rumah.


Kami pun duduk di ruang tamu, dan kuberikan kantong kresek itu pada nenekku dan kemudian ia pun membawanya masuk kedalam. Semengara Dinda ia tetap membuntutiku, dengan duduk disebelahku.

__ADS_1


"Kak... Yang satunya mana". Tanyanya yang masih dengan pertanyaan yang sama, sambil menarik narik bajuku.


"Itu... Kakak satunya udah pergi jauh... Jauh banget... Tapi dia masih disini... Gimana ya jelasinnya, kamu ngertiin aja ya". Ucapku berusaha menjelaskan, dan kulihat raut wajahnya yang nampak berusaha berpikir.


"Udah... Enggak usah dipikirin dek.... Emang sedikit ribet ni ceritanya". Ucap Akbar pada Dinda.


"Kenapa bar.. Emangnya kalok dia mikir? ". Tanya Dira pada Akbar.


"mau tau aja... Hahaha". Ucap Akbar dengan nada mengejek seraya tertawa.


"Ih.. Garing banget ". Ucap Dira sambil membuang muka.


Dan tak lama seorang wanita kira kira muda sedikit dari ibu ku, sedang membawakan sebuah nampan berisikan air dan juga beberapa kue yang kami beli tadi,dan juga ada keripik, dan beberapa makana ringan disitu, disusul oleh nenek ku yang baru keluar.


"Asik... Ada kue, kripik, sama wah... Jajananku". Ucap Dinda girang.


"Dara... Udah lama enggak ketemu kamu... Ini dimakan dulu ya, yang adanya itu aja... Eh kalian semuanya makan juga ya... Jangan malu malu ". Ucapnya seraya tersenyum padaku.


"Iya tante". Ucapku seraya mengangguk.


"Eh, ini aja udah cukup kok tante... Enggak usah banyak banyak... Ngerepotin aja ya kan". Ucap Akbar berbasa basi, sambil mengambil sebuah kripik.


"Iya cukup... Tapi karena lu makan jadi kagak". Ucap Adit pada Akbar. Lalu kami semua pun makan makanan yang seadanya saja. Disana sambil kadang kadang tertawa.


"Om mu kerja, dan mungkin pulangnya malem". Ucap tanteku lagi.


Cukup lama kami disana, Lalu setelah selesai bertemu dengan nenek dan juga Dinda, aku pun memutuskan untuk pamit karena Nanti siang Ulang tahun Harun akan dimulai.awalnya Dinda ingin ikut bersama kami, tapi karena kata ibunya ia harus bersiap siap dulu, Akhirnya kami pun akan pergi terlebih dahulu.


"kak... Kakak enggak nginep ya djrumah nenek... Temenin Dinda lah biar Dinda ada temenya ". Ucap Dinda berusaha membujuku.


"Iya, nak.. Nginep lah, kangen banget nenek sama kamu". Ucap nenekku, dan kulihat manik wajahnya penuh harap.


Karena tak tega ku iyakan keinginan nenek dan Dinda, tapi aku harus pulang terlebih dahulu kerumah Hana sekalian mengambil barang barangku.


Kami pun berjalan, dan di tengah jalan Akbar bertanya padaku.


"Beneran ra, lu nginep dirumah nenek lo? ". Tanyanya padaku.


"Iya deh, mendingan gitu, soalnya nenek ku udah kangen banget, jadi gue nginep disana". Ucapku padanya.


"Iya ra... Mending lo nginep disana... Lagian kasian nenek lu dia rindu amau, lagiankan deket". Ucap Adit padaku dan aku pun mengangguk padanya.

__ADS_1


...*****...


Dan tak lama Rumah Hana pun mulai ramai oleh beberapa anak kecil yang mulai berdatangan termasuk Dinda yang juga sudah datang dan bergabung dengan yang lainnya didalam. Dan saat kami rasa sudah tidak ada anak kecil yang datang lagi aku pun hendak masuk kedalam sampai kulihat seorang kakek kakek, tepat berdiri dipinggir jalan, tapi saat sebuah mobil melintas ia sudah tidak ada lagi disana. Jadi aku pun memutuskan untuk masuk kedalam.


Selepasnya acara selesai, aku pun bersiap siap untuk pergi menginap kerumah nenekku. Kumasukan semua barang barang dan aku pun berpamitan kepada yang lainnya.


"Temen temen, aku pergi dulu ya". Ucapku pada mereka.


"Oke... Nanti minggu kita jemput ya". Ucap Alex padaku.


Lalu kuanggukan kepala ku dan berjalan bersama dengan Dinda, karena ibunya sengaja menitipkannya padaku, karena tau aku akan pulang.


...****...


"Kak... Aku takut... Jangan lewat sini ya". Ucapnya saat kami akan melewati jalanan. Dan memang agaknya karena kulihat ada beberapa arwah yang berdiri di dekat jembatan.


"Ini anak enggak bisa lihat hantu kayanya, tapi dia kayaknya bisa rasaiin deh ra... Buktinya dia enggak bisa liat gue". Terka Dira yang ada disampingku.


"Kenapa Din... Emang ada apa? ". Tanyaku pura pura tidak tau.


"Takut aja kak... Kata ibu jembatan ini serem. Ada hantunya". Ucapnya padaku.


"Emang serem kenapa Dira? ". Tanyaku berbisik pada Dira.


"Mungkin karena disini sering terjadi kecelakaan deh ra, kalok gitu biar gue kesana ya gue selidikin , kenapa bisa serem". Ucap Dira, yang setelah mendapatkan anggukan dariku ia pun menghilang dan pergi.


"Kakak ngomong sama siapa". Tanya Dinda sambil menatapku heran.


" eh, itu... Yaudah kita muter balik ya, lewat jalan sana aja". Ucapku padanya berusaha mengalihkan pembicaraan, sambil menunjuk jalan satunya, ia pun mengangguk dan kami pun melanjutkan perjalanan kami ke rumah nenekku.


Disepanjang perjalan aku hanya mendengar gadis kecil ini terus berbicara, sambil sekali- kali kadang aku juga menimpali ucapannya itu, dan tak terasa kami pun sampai dirumah nenekku.


Segera kami pun masuk kedalam, dan ku mandikan Dinda kemudian barulah aku segera mandi karena hari sudah sore.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2