
Saat di gerbang sekolah. Kulihat motor Ellin keluar dan disusul Alex yang boncengan dengan Akbar keluar dari gerbang. Mereka pun mengklakson kearahku . aku pun hanya melambaikan tangan pada mereka.
*********
Kulihat kesekeliling dan sudah lumayan sepi tapi dimana Dira dan abdul.
"Dira.. Abdul.. Kalian dimana". Panggil ku pelan. Dan mereka sudah muncul dibelakang ku.
"Disini, gimana udah sempet". Ucap Dira tersenyum.
"Udah, ayo dul rumah ibu lo dimana". Tanyaku. Sambil berjalan.
" kak, rumahku itu Dijalan xxxx, no xxxx. dan arahnya kesana bukan kesitu". Ucapnya lagi. Sambil menunjuk kearah yang benar, aku langsung puter balik kearah yang ia tunjuk untuk menuju halte. Sementara Dira dan abdul menghilang mungkin mereka pergi duluan.
Dan tiba tiba Adit memanggil ku. Kulihat kearahnya yang berlari untuk menyusulku.
"Ra lu mau kemana arah rumah lo kan kesana bukan kesitu, dan elu enggak dijemput ya". Ucapnya lagi.
"Gua ada keperluan dit, jadi jalan. terus elu kenapa belum pulang". Tanyaku lagi.
"Ya gue pikir mau nebeng sama lu, eh elu nya enggak dijemput. Gue ikut ya". Ucapnya lagi. Aku hanya mengangguk.
Sebenarnya aku heran kenapa dia tiba tiba jadi baik sama ku kan semalem aja rese nya bukan main padahal. Tapi ku perbolehkan karena hari sudah sore setidaknya aku ada kawan untuk pulang.
Saat dihalte ada sebuah angkot yang berhenti kami pun naik ke angkot. Hanya sekitar beberapa menit kami pun sampai di tempat tujuan segera kubayar uang angkot untuk ku dan Adit. Lalu kulihat sekeliling sambil mecari no rumah yang dimaksud abdul.
"No xxx, dimana ya". Tanya ku pelan, sambil berjalan.
"Elu mau nyari alamat rumah ya ra ". Tanya Adit kepo. Hanya ku balas dengan anggukan, lalu aku fokus kembali untuk mencari sambil berjalan.
"Rumah siapa no berapa". Tanya nya lagi.
"Rumah abdul no xxx". Tau lu. Seketika ia pun terdiam sesat, lalu mengangguk.
Lalu ia pun menunjukan ku kepada sebuah rumah yang sederhana tapi indah, dihalaman rumah nya terdapat taman yang lumayan luas, dengan sebuah ayunan untuk bermain. Tak perlu ku tanyakan pada adit karena disana sudah ada abdul dan Dira. Segera kami masuk ke pekarangan rumah.
Dan dari balik pintu rumah muncul seorang pria parubaya sepertinya dia adalah ayah abdul.
"Cari siapa ya dek, eh kamu bukanya kakak nya si alam kan ya. Temen nya abdul". Tanya bapak itu.
__ADS_1
"Iya pak, saya kesini mau ngater temen saya dia nyari alamatnya bapak". Ucap Adit ternyata ia kenal dengan orang tua abdul.
Si bapak pun langsung mepersilahkan kami masuk dan duduk di kursi. Tanpa panjang lebar aku segera meminta nya untuk memanggil istrinya. Dan istrinya pun keluar Kemudian duduk disebelahnya, dan saat itu abdul sudah berdiri disebelahnya sementara Dira duduk disebelahku. lalu kuberikan apa yang menjadi maksud kedatanggan ku. dilihat nya ada sebuah gamis, dan saat ia melihat surat nya yang berisi:
#**Untuk ibu
"***Maafin abdul ya buk, yang selalu suka marah sama ibu, suka ngambek sama ibu...
Ibu ingetkan gamis itu, gamis yang ibu mau, dan udah abdul beliin buat ibu... Semoga ibu suka dan jangan lupa dipakek ya bu.
# Untuk bapak
Pak maafin abdul ya, yang suka ngelawan bapak, ngajakin ribut bapak, itu abdul lakuin karena abdul pengen denget sama bapak...
Jaga ibu baik baik ya pak...
Maafin abdul karena belum bisa membahagiain dan ngembanggakan ibu sama bapak. Abdul seneng bisa lahir di keluarga ibu sama bapak, semoga kelak kita bertemu lagi disurga ya buk pak....
#Untuk abang riski...
Jangan lukai ibu sama bapak ya...
Abdul udah enggak ada, tapi abdul bakal ngawasin abang dari atas...
Dan jangan teralu rindu ya sama abdul karena...
Kata dilan rindu itu berat.
Abdul sayang ibu...
Sayang bapak...
Dan Sayang abang riski**
#############
setelah membaca isi surat itu, seketika ibu dan bapak itu menangis histeris aku juga ikut sedih akan itu. Kulihat abdul sudah memeluk keluarganya sambil terisak sedih.
"Uwahhh... Aku enggak tahan, sedih banget rasanya". Ucap Dira seraya menghilang.
__ADS_1
"Abdul.. Ibu juga sayang banget sama kamu nak, kamu yang tenang ya disana, jangan nakal lagi.. ". Ucap ibu itu dengan sedih.
"Udah lah sayang ikhlasin abdul pergi, agar ia bisa tenang disana". Ucap suaminya. Sambil merangkulnya.
Kulihat kearah abdul yang melepaskan pelukan dari ayah dan ibunya dan mengangguk kearah ku seakan akan minta untuk ibunya juga mengikhlaskan kepergian dia.
"Nak dari mana kamu dapet ini semua". Ucap ibu itu menanyaiku.
"aku enggak sengaja mimpi anak ibu yang minta tolong untuk aku kasih ini ke ibu dan BuK, abdul minta ibuk ikhlasin kepergian abdul ya buk jadi dia bisa tenang di alam sana, aku yakin kok abdul itu sebenernya juga sayang sama ibuk, tapi apa boleh buat kita enggak bisa lawan takdir". Ucapku berusaha menenangkannya.
"Tapi untuk apa lagi gamis ini abdul juga enggak bisa liat saya lagi sambil makek gamis ini". Ucapnya sambil terisak.
"Bisa kok buk, saya yakin meskipun kita enggak bisa liat kita tapi dia pasti bisa kok buk, kalok ibuk enggak keberatan ayo, ibu pakek gamis itu dan kita pergi ke makam nya sih abdul". Ucapku memberi saran.
Ia pun mengangguk, dan masuk kembali kekamar untuk memakai gamis pemberian dari abdul, lalu kami semua pun bergegas pergi kemakam nya abdul.disana kulihat ia sudah mulai tenang dan tersenyum kearah makam anaknya.
"Dul, makasih ya gamis nya, ibu suka banget sama gamis pilihan mu. Kamu yang tenang ya disana ibu udah ikhlas akan kepergian mu". Ucap ibunya sambil tersenyum.
Kulihat wajah abdul yang tersenyum kepada ibunya dan juga padaku.
Karena hari yang sudah maghrib bapak nya abdul pun segera mengajak istrinya untuk pulang, begitu juga dengan kami.
Dan saat baru beberapa langkah kami berjalan kulihat kearah belakang nampak abdul yang melambaikan tangannya. dibelakangnya sudah ada sebuah sinar putih terang ,sambil melambaikan tanggan ia pun berucap.
"Makasih ya kak, sampai jumpai lagi... Titip salam buat kak Dira juga ya.. Da da... ". Ucap seraya tersenyum, dan masuk kecahaya itu.
Aku hanya tersenyum ke arahnya, Lalu dengan sekejab mata ia pun menghilang dari pengelihatan ku.
"Kenapa Ra". Tanya adit bingung karena aku menoleh kebelakang.
"Dia udah pergi". Ucapku lalu mulai berjalan cepat. Tampak raut binggung di wajah Adit tapi tak kuperdulikan.
Lalu kami masuk kemobil orang tua abdul, karena mereka bilang ingin mengantar kami pulang kerumah. Jadi dengan cepat aku dan adit naik kemobil mereka untuk pulang. Tak berselang lama kami pun sampai.
Akupun mengucapkan terimakasih dan segera masuk kerumahku. Kulihat digarasi masih belum ada mobil papa ku, yang pastinya ia belum pulang. Akupun bergegas masuk ke dalam rumah.
Lalu aku pun pergi kekamar mandi untuk segera mandi dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh ibu dewi tadi pagi....
(Bersambung)
__ADS_1