
"namanya butik apa, gue enggak tau". Tanyaku lagi.
"Butik xxx". Ucapnya lagi. Lalu kami pun segera kesana dengan naik angkot.
...*****...
Lalu saat sampai disana segera kami masuk kedalam dan ku tanya pada pegawai disana.
"Iya dek, mau cari apa ya". Ujarnya.
"Ini saya mau nyarik ibu sinta ada enggak ya". Tanyaku lagi.
"Maaf adek siapanya ya". Tanyanya lagi, sambil melihatku penuh selidik.
"Saya.. -"ucapku terputus.
"Eh, Dara ada apa kamu kesini". Ucap seorang wanita parubaya tapi masih terlihat cantik.
"Tante kinan". Teriak girang Dira. Aku hanya menoleh sekilas kearah Dira dan kulihat kembali wanita itu yang dipanggil Dira tante.
"Maaf buk ibu kenal sama dia". Tanya pegawai tadi.
"Iya dia keponakan saya anak dari buk sinta, dan ya sekarang kamu udah boleh kerja lagi ya". Ucapnya lagi pelayan itu pun mengangguk dan segera pergi.
"Dara kamu apa kabar maaf ya tante enggak bisa kerumah kamu waktu kamu udah sehat karena tante sibuk buat ngurus butik, jadi kamu mau apa kesini". Ucapnya.
"Iya tante engak masalah. Mama sama papa dimana ya tante udah pulang belum". Tanya ku lagi.
"Belum palingan juga sore, emangnya kamu mau apa, bilang aja sama tante jangan sungkan". Ucapnya lagi.
"Saya mau minta uang tante mau beli kado buat temen". Ucapku padanya.
"Mau minta berapa". Tanya nya lagi.
Lalu aku pikir karena sampai sore jadi kemungkinan aku butuh.
"300rb aja tante sekalian untuk aku makan, heheh". Ucapku lagi.
"Beneran segitu cukup". Tanyanya lagi sambil mengambil uang yang aku minta.
Aku hanya mengangguk, lalu Dia pun memberikan pada ku uang yang ku minta dan segera aku berpamitan untuk pergi membeli hadiah. lalu aku pun berjalan keluar dari butik.
"Ra liat disana ada toko namanya tokoh serba ada". Ucap Dira sambil menunjuk.
__ADS_1
Lalu kualihkan pandangan ku kesebuah tokoh kecil dekat pojok sebuah gang. Lalu kubaca nama tokoh itu menmang betul namanya tokoh serba ada. Lalu kami pun berjalan kesana untuk melihat lihat barangkali kami berminat.
"Lah masa ni toko kecil serba ada sih, ra nanti coba tanya kapal selam ada gak". Ucap Dira seenak nya.
"Ya mana ada, lu pikir ini toko apaan". Ucapku lagi.
sambil masuk kedalam kulihat keseluruh sisi toko itu meskipun kecil dari luar tapi saat masuk dan melihat isi dalam ternyata toko ini lumayan besar.
"Wah ra besar juga ya... Ini ni yang namanya realita tak sesuai ekspetasi". Ucap Dira terkagum kagum. Aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya itu. Lalu kulihat lagi.
tepat didepan pintu masuk terdapat sebuah meja kasir, dan disebelah kasir terdapat rak rak seperti sebuah aksesoris.
Disebelah kanan terdapat rak rak buku yang lumayan tinggi, dan di sebelah kiri terdapat beberapa boneka, kaos dan celana santai. Lalu segera aku berjalan ke arah kasir.dan muncul seorang wanita usia sekitar 40an. Lalu tersenyum sambil menyapaku.
"Selamat datang ditoko serba ada, mau cari apa". Ucapnya lagi
"wah gelang , Dara beliin ya". Ucap Dira langsung. Tapi tak ku hiraukan. Dan akupun bertanya
"Itu ada buku yang menarik untuk dibaca tidak". Tanyaku.dan Dira pun kembali manyundan membuang wajahnya.
"Tentu saja ada....
Ini.. "Ucapnya lagi sambil menyodor kan sebuah buku.
"Wah ra, bukunya keren yang ini aja ra". Ucap Dira saat melihat buku itu.
" misteri gembok lentera dan kunci rahasia. Dan Ini memang dipahat,". Ucapku pelan smabil memegang tulisan itu, tapi masih bisa di dengar oleh nya.
"Tentu saja unik bukan, bagaimana apa kau ingin membeli nya". Tanya nya lagi.
"buku ini pasti mahal kan". Ucapku ragu.
"Tidak, kau boleh membayar dengan harga yang menurut mu sesuai". Ucapnya lagi.
"aku hanya punya uang 300rb, jadi apa boleh aku beli dengan harga 200rb saja karena ini untuk hadiah temanku, dan aku masih butuh ongkos untuk pulang". Ucapku lagi dengan suara kecil bermaksud untuk menjelaskan jumlah uang yang aku punya.
"Tentu saja". Ucapnya lagi sambil tersenyum kearahku.
Lalu aku pun membayar buku itu seharga 200rb, dan ku minta ia untuk membungkus nya. Setelah ia membungkus buku itu lalu ia pun memberikannya pada ku. Lalu aku pun segera berbalik hendak ingin keluar.
"Tunggu, dulu". Ucapnya lagi. Aku pun berbalik sambil berjalan kearahnya.
"Ada apa bu". Tanyaku.
__ADS_1
"Ini ambilah untuk mu, anggap saja sebagai hadiah karena kau pengunjung pertamaku disini". Ucapnya lagi. Sambil memberi ku sebuah gelang dengan dihiasi sebuah kunci kecil dengan batu berwarna biru di atas kunci itu.
"Tidak perlu, terima kasih aku tidak enak jika harus menerimanya". Ucapku.
"Ambil saja pasti dia akan senang". Ucapnya sambil melirik kearah Dira.
" sudah kuduga, Kau bisa melihat ku ". Tanya Dira takjub begitupun dengan ku.
Ia pun mengangguk sambil kembali menyodorkan gelang itu lagi. Lalu akupun mengambil gelang itu. Sambil berterima kasih padanya dan pergi keluar untuk segera pulang.
"Dia hebat ya ra bisa liat aku". Ucap Dira yang masih takjub.
"Iya, ni gelangnya". Ucapku sambil memberikan gelang itu pada Dira.
"Kamu aja yang pakek, pasti cocok deh, ya plis pakek buat aku". Ucapnya lagi.
"Hem.. Tapi apa enggak kenapa kenapa kalok aku pakek gelang ini". Tanya ku lagi. Sambil melihat gelang itu.
"Enggak kok dia baik, aku enggak liat ada aura jahat di dari tubuhnya jadi aman". Ucapnya lagi.
Aku hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Dira sambil memakai gelang yang diberikan oleh penjual tokoh tadi.
"Tapi kenapa ya dia kasih ini ke aku". Tanya ku masih penasaran.
"Nanti kalok udah tepat kamu pasti tau kok". Ucap Dira sambil tersenyum padaku.
"Dan ya gudang untuk markas kita udah aku bersihin kok,jadi elu enggak perlu repot, jadi kita nanti tinggal nyelidikin aja". Ucapnya lagi.
Aku hanya mengangguk, Lalu kami pun segera berjalan menuju halte untuk menunggu jika saja ada bus atau angkot yang masih lewat. cukup lama aku menunggu dan tibatiba dari kejauhan kulihat sebuah mobil yang tepat berhenti didepan ku.lalu kulihat kearah pintu yang mulai terbuka dan keluar seseorang yang aku kenali.
"Ellin, elu bisa bawa mobil". Tanya ku penasaran. Ia pun hanya mengangguk.
"Elu kok belum pulang dari mana". Tanya nya padaku.
" ni habis beli kado, terus Masih nunggu bus atau angkot yang lewat mau pulang, elu sendiri dari mana. Kok cepet banget kerumah Alex nya ini kan masih jam 16:45". Ucapku lagi.
" ya enggak lah, Ini gue barusan dari kios bensin buat isi bensin, terus mau pulang deh.. Eh enggak tau nya liat lo ". Ucapnya.
"Ya udah sama gue aja, biar gue anter". Ucapnya lagi. Aku pun menganggu dan masuk kedalam mobilnya.
...*****...
(Bersambung)
__ADS_1