
Sekitar 10menit kami pun sampai dirumah segera aku masuk kerumah, dan Adit pun pulang kerumahnya.
...*****...
Setelah aku bersih bersih, kubaring kan tubuh ku diatas kasur karena aku merasa sangat lelah, dan akupun mulai memejamkan mata. Tapi aku kembali teringat kejadian tadi pagi, tentang pak guru matematika itu kalok tidak salah pak Ali namanya.
karena rasa penasaranku itu tentu nya aku harus tau siapa dia karena jika tidak tau aku akan gelisah, dan sepertinya Dira orang yang tepat untuk ku tanyai karena ia seperti mengenal pak Ali.
Lalu Aku pun berniat ingin memanggil Dira. seketika kulihat gelang yang ada ditanganku bercahaya seklias. dan tiba tiba Dira datang begitu saja dengan menabrak meja yang tepat berada disebelah kasur ku.
Brukk!!
Suara yang berasal dari Dira yang menabrak ke meja. Aku pun tersentak mendengar nya karena tiba tiba saja dia menumbur di malam hari yang tentunya akan terdengar jelas.
Aku pun segera pergi kearah pintu untuk mengawasi keadaan dan untung nya orang tua ku tidak terbangun.
"Haduhh... Tangan ku sakit". Ucap nya mengeluh sambil berdiri dan duduk disebelahku.
"Elu enggak kenapa napa Dir, kenapa lu pakek acara numbur sih, berisik tau". Ucapku sambil berbisik takut nanti papa dan mamaku mendengar suara tadi.
"Ye... Aku juga enggak tau, tapi... tadi kamu manggil aku tiba tiba ya, soalnya aku ditarik secara paksa sampek situ". Ucapnya lagi sambil menunjuk meja.
"iya sih aku baru mau niat manggil kamu, emang hubungannya apaan. ". Ucapku lagi.
"Nah itu dia, kalok mau manggil, kalok bisa jangan mendadak, karena aku juga bakalan datang mendadak". Ucapnya sambil menjelaskan.
"oh gitu ya , kalok gitu aku minta maaf deh. aku kan enggak tau". Ucapku lagi.
"Ya enggak pa pa, terus kenapa tadi manggil". Tanyanya padaku.
"Oh ya aku mau nanya soal guru matematika tadi kalok enggak salah pak Ali, dia itu siapa kok kenal sama aku sih. dan tadi kenapa kamu mau pergi, apa dia pembunuh kita". Tanya ku lagi.
"Dia itu guru matematika di sekolah kita yang dulu dan kamu deket sama dia karena kamu murid kesayangannya, dan dia bukan pembunuh kita kok jadi aman. tapi... ". Ucapnya menggantung.
"Tapi apa". Tanyaku penasaran.
"masih ada hubungan dengan pembunuh kita". Ucapnya lagi .
Kulihat tersenyum menyeringai, aku sedikit bergidik ngeri melihatnya lalu segera ku alihkan pembicaraan.
"Terus kenapa elu pergi dari sana". Tanyaku lagi.
Kulihat raut wajahnya dari tersenyum menyeringai seketika menjadi datar.
"Aku enggak suka aja pelajarannya". Ucapnya lagi.
"Lah memang kenapa kan cara dia ngajar asik". Ucapku lagi.
"Ya buat kamu tapi buat aku... Isisis...kalok kamu enggak lupa ingatan pasti kamu tau.. ". Ucapnya lagi sambil mengeleng gelengkan kepala.
__ADS_1
"Kenapa". Tanyaku lagi.
"Ada deh.... lu Enggak boleh tau". Ucapnya lagi lalu ia pun segera menghilang.
"Lu-.
Ih pakek ngilang lagi, dasar". Ucapku dan kembali berbaring lagi.
"Tapi tadi gelang ini kenapa kayak bercahaya ya, apa cuman perasaanku aja kali ya". Ucapku lagi lalu tidur kembali.
...*******...
Besok nya dihari jumat kupakai seragam olahraga, karena di hari sabtu adalah hari libur jadi olahraga diganti pada hari jumat.
Segera kami berbaris sesuai dengan kelas masing masing. Karena posisi tubuhku yang tidak teralu tinggi dan juga teralu pendek jadi aku berada pada posisi tengah.
Tepat di samping adalah Akbar aku sedikit binggung dia kan tinggi kenapa disini.
"Bar lu kan tinggi kok di sini". Tanya ku, ia pun menoleh dan menjawab.
"Biasa pada enggak mau didepan... BTW, mana tu sih tepung sajiku". Tanya Akbar padaku.
Seperti biasa baru akan menjawab dan yang dicari pun datang lagi, tapi kali ini dengan santai tidak seeperti kemarin kemarin yang datang secara mendadak.
"Hai... Nyari gue kangen ya... ". Tanya nya lagi.
"Siapa juga yang kangen sama lu". Ucap Akbar lagi.
"Enggak lagi kalok bentuk nya kayak gini mah, lagian dia juga baik meskipun nyebelin". Ucap Akbar juga berbisik.
"Woi gue denger ya". Ucapnya lagi.
Lalu aku dan akbar pun hanya mengabaikan ucapan dari Dira. Karena merasa diabaikan ia pun menghilang dari hadapan kami dan akhirnya senam pun dimulai.
"Ra itu si tepung sajiku kemana". Tanya Akbar sambil sedikit berteriak karena suara lagu yang terlalu berisik.
"iya juga ya dia kemana ya kira kira". Tanyaku.
Lalu kami pun mencari kesekitar dan ternyata Dira ada di kantin yang tepat berada dibelakang kami, kulihat ia diam diam mengambil donat dari meja dan memakannya di bawah meja.
"Bar liat ke belakang di bawah meja". Ucapku pada Akbar. Lalu akbar pun menoleh kebelakang dan kembali lagi pada pembicarran kami.
"Haaa, ngapain dia dibawah situ ". Tanyanya padaku.
" gimana sih lu, jelas jelas udah pakek kacamata juga. Lu kagak liat dia lagi makan donat dibawah". Ucapku kesal.
"Iya liat terus kenapa dia musti makan dibawah meja, kan diatas juga bisa lagian kan dia kagak keliatan". Ucapnya lagi.
"Iya juga ya, kalok gitu nanti kita tanyain sama dia". Ucapku lagi.
__ADS_1
Selepas senam semua siswa dan siswi diminta untuk membersihkan kelasnya masing masing.
Tapi ada beberapa siswa yang malah kabur entah kemana, Dan sisanya hanya ingin membersihkan dalam kelas saja jadi aku dan Akbar pun memutuskan untuk membersihkan bagian belakang kelas kami.
"Lu gimana sih ra, katanya mau cari si tepung sajiku, tapi ini malah diajak kebelakang buat bersih bersih". Tanya Akbar padaku.
"Bentar dulu dong. biar gue panggil dia kesini aja kali". Ucapku lagi, karena merasa tidak ada orang lalu Akupun memanggil Dira. Dan segera ia puncul di depan kami.
"Kenapa". Tanyanya pada kami.
"Elu tadi ngapain ha, makan donat dibawah meja ". Ucap Akbar langsung.
"Suka suka gue lah mau makan di bawah meja kan gue juga yang makan". Ucapnya lagi.
"Eh malah gitu jawabanya, jawab yang bener. Kenapa lo makan dibawah meja diatas kan juga bisa". Tanya akbar lagi.
"Pakek otak dong, kalok gue makan diatas terus duduk dikursi orang orang pasti heran ada donat terbang". Ucap Dira lagi kesal.
"Oh gitu kalok gini kan jelas iya gak ra". Ucap Akbar pada Dara yang hanya mengangguk.
tiba tiba Dira terdiam dengan raut wajah yang sulit untuk di tebak, aku dan Akbar sedikit binggung akan hal itu lalu kuberanikan diriku untuk menanyainya.
"Dira kenapa, ada yang kamu pikirin". Tanyaku langsung.
" kelak akan ada kabar baik untuk mu. Tapi.... Dengan kabar baik itu, ada juga Kabar buruknya yaitu mereka yang penuh amarah akan kembali dan akan mencelakai seseorang... Karena seseorang telah kembali... Kembali untuk merenggut korban". Ucap Dira dengan ekspresi serius.
Aku sedikit Tersentak dan berusaha untuk mencerna perkataan Dira barusan.
"Elo kok ngomong gitu si Dir, maksud nya apaan coba jangan nakut nakutin deh". Tanya akbar sedikit takut melihat Dira.
"Iya, semua itu akan segera terjadi karena semuanya berhubungan, Dia,mereka, dan kamu... ". Ucap nya lagi sambil menunjuku.
Seketika aku terkejut akan hal itu karena ia menunjuk kearah ku. Kami nerdua pun terdiam tapi..
apa maksud dari perkataan Dira... Apa maksudnya ini berhubungan dengan si pem-.
Batinku.
"Woi buruan masuk jam pelajaran udah mau mulai". Teriak seseorang memanggil kami dari jendela. Segera kami bergegas menuju ke dalam kelas.
"Kamu tidak tau saja Dara, dia akan mengincar seseorang sebelum korbannya ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
(Bersambung)