Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Mayat di kolam renang


__ADS_3

Jam pelajaran pun dimulai, untuk jam pelajaran pertama adalah pelajaran Pak Ali, yaitu pelajaran matematika. Kami sekelas disuruh untuk menyimak dengan seksama, karena setelah penjelasan dari pak Ali akan diadakannya ulangan harian dadakan.


"Baiklah setelah bapak jelaskan... Sekarang ambil kertas selembar, dan tulis nama kalian beserta kelas". Perintah dari Pak Ali.


"Pak, ulangannya enggak bisa tunda besok atau lusa ya pak". Ucap seorang siswa bernama Anwar.


"Bisa... Jelas saja bisa... Kalok enggak mau ulangan pun enggak masalah". Ucap santai Pak Ali.


"Beneran pak". Ucap Anwar dan Yang lainnya nampak berseri seri.


"Tentu saja bisa... Karena kalok enggak mau ulangan yang kamu tingga aja 1tahun lagi, kamu kan seneng ketemu saya". Ucap Pak Ali yang masih memasang raut senyum diwajahnya.


"Yah.... "


Ucap serentak seluruh penghuni kelas.


...****...


Saat jam istirahat aku, Akbar, dan Ellin berjalan menuju kelas Alex dan Adit. Hari ini kami tidak kekantin karena Adit tadi sempat mengirim pesan pada kami untuk langsung kekelasnya.


"Elu berapa lin... Ra.. ? ". Tanya Akbar pada Ellin, dan aku.


"Gue 75,elo berapa... Dan lo berapa ra? ". Tanyanya juga padaku.


"Gue 86". Terangku. Lalu kami pun menoleh pada Akbar dengan niat menanyai nilainya.


"Gue... Gue... 76". Ucapnya dengan senyum salah singkah.


"Beneran?... Tapi perasaan pas gue bagi kok beda ya... ". Tanyaku sambil mengeryinkan dahiku.


"Hehehe.... Kebalik ra... Maksudnya 67". Ucapnya yang masih cengengesan.


...****...


Sesampainnya kami di kelas Alex dan Adit, kulihat disana sudah ada Haris dan Hana. Lalu segera kami tarik kursi dan duduk dekat mereka.


"Lama banget kalian bertiga". Ucap Adit pada kami.


"kita jalan, bukan terbang". Singkat ku.


"Yaudah mau ngomong apa? ". Tanya Ellin pada mereka.


"Kan mau ngomongin yang kemaren... Hana lu bawa bukunya kan". Ucap Alex pada Hana.


"Iya bawa... Sebentar". Ucapnya sambil mengambil buku, dan meletakannya di meja.


"Terus... Mau gimana". Tanya Akbar pada kami.


"Ya kita tes lah... Kemaren kan bisa... Jadi kita tes sekarang disekolah bisa enggak". Ucap Alex lagi.


"Percuma... Diranya lagi pergi... enggak ada disekolah". Ucapku menjelaskan.


"Lah kemana... Panggil aja, bisa kan kayak yang di tv, tv itu kak". Ucap Haris.

__ADS_1


"Enggak bisa... Udah aku panggil tapi dia enggak dateng". Jelasku.


"Jadi gimana". Tanya Ellin.


"Yaudah kalok gitu kita makan aja deh, ni gue tadi beliin". Ucap Adit sambil mengeluarkan makanan dari dalam laci mejanya.


"Dari tadi ke dit... Udah laper juga". Ucap Akbar yang sudah mengambil satu dan memakannya. Lalu kami semua juga mengambil makanan dan memakannya.


...****...


Setelah bel berbunyi, kami pun kembali kekelas kami, dan masuk kepelajaran selanjutnya, yaitu pelajaran buk Dewi, pelajaran prakarya.


Ibu Dewi memberitahi kami, bahwa kira kira 2minggu lagi UAS, akan segera dilaksanakan sehingga ia meminta kami untuk giat lagi belajar.


Ditengah tengah pelajaran, tiba tiba Ellin mengajak ku untuk ketoilet, karena ia mendadak kebelet. Jadi aku pun keluar untuk menemaninya.


"Elu kenapa sih lin, kok bisa sakit perut? ". Tanyaku padanya.


"Gara gara makan makanan dari Adit tu... Kayanya cabenya kebanyakan". Ucapnya yang masih berlari kecil, sambil memegangi perutnya.


Dan saat sampai di toilet ku lihat ia sudah masuk ke dalam toilet, jadi aku pun duduk dikursi depan sambil menunggunya.


Saat masih menunggu, kulihat beberapa orang keluar dari pintu kolam renang, yang ada disamping toilet. dan lewat didepan ku, karena sepertinya mereka habis dari kolam renang, hingga kulihat pak leon juga ada disana.


"Eh, kamu Dara kan... Kenapa kamu duduk disini". Tanyanya padaku.


"Saya nungguin Ellin pak, dia masih didalem". Ucapku padanya.


Cukup lama aku menunggu, karena sedikit bosan menunggu, segera aku pun berdiri dan hendak mengetuk pintu toilet, tapi tiba tiba kudengar suara seseorang berteriak dari dalam pintu kolam renang.


"Tolonggggg"


"Siapa tu? ". Tanyaku.


Karena penasaran aku pun berjalan kearah pintu kolam renang, dan kubuka secara perlahan. Kulihat kesekeliling dan saat kulihat kearah Atas, tepatnya di arah papan untuk melompat. Betapa terkejutnya aku saat melihat seorang pria serba hitam, tepatnya mirip dengan mimpi ku itu, sedang berdiri disana sambil memegang seorang siswi yang sudah tak bernyawa.


"Hai...masih ingat aku, Senang bertemu dengamu". Ucapnya sambil melambaikan tangannya, dan langsung mendorong siswi itu.


"Akhhh..". Teriakku kaget dan tubuh siswi itu pun sudah jatuh ke air.


Byurrr~


Dan saat aku melihat kembali keatas dia sudah tidak ada disana, pria itu sudah menghilang entah kemana.


"Hai". Kudengar suara seseorang dari belakangku, segera aku pun berbalik dan kulihat pria itu sudah ada disana.


"siapa kamu dan apa mau mu... Kenapa kamu bunuh dia.. ? ". Tanyaku masih berteriak.


"Aku adalah orc, dan mau ku adalah.... Kamu jangan ikut campur, dan dia... Ya, dia sebagai peringatan untuk mu". Ucapnya dan saat kulihat dia tampak menyeringai dan kemudian mengeluarkan sebuah pisau dan hendak menikam ku, tapi tiba tiba sebuah sinar terang muncul dari gelangku, dan aku hanya merasakan ada yang memukul kepalaku.


Bukk~


Seketika aku pun langsung tak sadarkan diri.

__ADS_1


...****...


Kubuka mataku dan saat kulihat didepan ku sudah ada teman temanku dengan wajah paniknya.


"Akhirnya elo bangun". Ucap Hana padaku.


"Elo enggak pa pa ra". Tanya Ellin sambil membantu ku bersender.


"Ok sih... Tapi agak pusing. Ini gue dimana? ". Tanyaku pada mereka.


"Di UKS... Elo pingsan tadi di kolam renang...jadi gue bawa kesini , Dan gue aja kaget waktu masuk kesana terus liat.. ". Ucap Ellin mengantung.


"Dikolam renang... Liat apa? ". Tanyaku yang masih memegang kepala ku, dan hendak mengingat ingat kejadian sebelum aku pingsan.


"Dia... Ada yang jatuh di kolam, Lin... Itu... Itu siapa... Dia... Dia... Jatuh, dia jatuh didorong sama orc, dan bukan karena aku". Ucapku dengan rasa takut, saat sudah mengingat semuanya.


"Orc apa ra? ". Tanya Hana padaku.


"Aku... Enggak tau... Tapi dia bilang gitu... Dan dia juga ada dalam mimpi ku tepat waktu Alex ngamuk...". Ucap ku pada mereka.


"Jadi maksud lo dia sebelumnya ada dimimpi lo gitu". Tanya adit padaku, dan aku pun mengangguk kemudian bertanya pada mereka.


"Terus habis aku pingsan Dia kemana... Lin elo kan bawa gue kesini... Berati elo tau dong". Tanyaku padanya.


"Itu yang mau gue bilang ra... Waktu gue keluar dari toilet, elu enggak ada. Tapi tiba tiba gue denger elu teriak, jadi masuklah gue kesana... Gue juga kaget waktu liat lo udah pingsan dan waktu gue liat ke kolam disana udah penuh sama darah, mana ada mayatnya lagi tapi disana enggak ada siapa siapa selain kalian". Ucap Ellin menjelaskan padaku.


"Elu inget Enggak ra... Apa yang terjadi... Kenapa lo disitu dan kenapa ada mayat". Tanya Adit padaku


"Gue... Gue, waktu itu pas lagi nunggu di depan toilet, tiba tiba denger suara orang teriak... Jadi karena penasaran gue kesana. Dan waktu gue liat disana ada cowok tinggi, tapi pakaiannya serba hitam, dan dia ngendorong orang itu ke air dari atas , dan tiba tiba ada dibelakang aku terus mukul aku". Ucapku pada mereka.


"tunggu dulu kata kamu, dia ada di atas, terus ada dibelakang kamu... Kok bisa? ". Ucap Alex dengan mengeryinkan dahinya.


"apa jangan jangan dia Hantu... Kan kak Dara bisa liat hantu". Ucap Haris menimpali.


"Kayanya enggak sih... Dia bukan hantu.... Aku juga enggak yakin sih.. ". Ucapku masih dengan nada lemas.


"Terus habis itu". Tanya Adit padaku.


"Ya dia pingsan... Elu enggak denger apa... Dia kenak pukul berati pingsan ". Ucap Akbar padanya.


"Ya gue tau... Maksud gue... Dia ada ngomong apa enggak sama lo? ". Tanya Adit lagi.


"Ada sih, dia ngomong-...


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2