
Disisi lain, tepatnya disebuah ruangan yang sangat sepi dan sunyi dengan buku yang lumayan banyak didalam rak rak yang sudah tersusun rapi, didepan sebuah cermin berdirilah seorang pria yang sedang menempelkan tangannya kecermin itu sambil menutup matanya rapat rapat, nampak sedang fokus melakukan sesuatu, kemudian tiba tiba sebuah senyum yang sulit diartikan keluar dari bibirnya yang menandakan ada suatu hal yang sedikit menarik perhatiannya. Ia pun mulai membuka matanya sambil menatap sekilas kearah cermin itu ,kemudian perlahan namun pasti ia mulai berjalan kearah kursinya sambil duduk disana dengan menopangkan kepalanya menggunakan satu tangan sementara tangan yang satunya digunakan untuk mengambil sebuah gelas yang sudah tersedia diatas meja dan berisikan sebuah cairan yang hanya ia sendiri yang mengetahuinya, dan tanpa basa basi ia pun mulai meminum isi didalamnya.
"Dugaanku ternyata salah... Ternyata anak itu sangatlah lamban!!.... Ia bahkan belum membuka sesuatu yang padahal sudah ada didepan matanya!!.... Bahkan hantu itu juga kenapa enggak ngasih tau sih... Aku jadi tidak yakin ia bisa menemukanku disini dengan cepat!! ". Ucapnya malas sambil menggerutu tidak jelas.
"Ish.... Apa yang harus aku lakukan... Kalau menunggunya... Sampai kapan aku bisa bebas!!... Apa aku harus membantu dia ya, agar lebih cepat? ". Ucapnya mulai berpikir.
"Tidak... Sebaiknya aku turuti saja perkataan kak Syena untuk membantunya sesuai tugasku.... Itu demi kebaikannya dan juga Kak Syena ". Serunya dengan bimbang.
"Cih.... kalok bukan karena kak Syena yang minta , aku enggak bakalan mau sembunyi Terus kayak gini... Tapi ya gimana lagi... Namanya takdir... Kalok aku mau kakak reinkarnasi lagi aku harus membantu mereka... Baru deh kita bisa pulang...dan semua ini karena Orc itu, aku sampai harus pisah sama kakakku ". Seru pria itu lagi nada kesal.
"sebaiknya aku membersihkan perpustakaan ini saja karena memikirkan mereka hanya buang buang waktuku saja... Tempatku bahkan Sudah sangat berdebu sekarang". Serunya dan segera beranjak dari duduknya sambil membersihkan ruangannya itu.
...******...
"Dira... Cepetan di cuci dong priringnya... Dari tadi kok enggak selesai selesai sih". Gerutuku pada Dira, karena ia tidak kunjung selesai juga mencuci piring.
"kalok mau cepet... Cuci sendiri... Nih aku ikhlas kalok kamu mau nyuci piring!! Lagian aku ini hantu masa sih harus ikut ngembersihin rumah! ... enggak ada tuh sejarahnya hantu nyuci piring". Ucap dengan nada jengkel.
"Iya memang enggak ada sejarahnya hantu itu nyuci piring, karena hantunya enggak makan dipiring... Lah kalok kamu kan beda karena kamu makan dipiring jadi kamu harus nyuci piring, emang kamu mau kalok aku kasih makan di daun". Ucapku serius menatapnya.
"Ya enggak mau lah... Kalok ada piring kenapa musti pakek daun". Ucapnya ketus padaku.
"justru itu jangan males males nyuci piring! karena kalok kita kehabisan piring ... nanti untuk alas makan kamu aku ganti pakek daun... Soalnya kan kamu yang banyak makan dari aku, jadi kamu yang bakalan susah sendiri". Jelasku padanya sambil mengepel.
"aku enggak mau pakek daun!.. Kamu aja kalok mau..... Udah diem ini juga lagi dicuci". Ucapnya kesal tanpa menoleh padaku.
"Yang ikhlas... Jangan cemberut... Nanti piringnya pecah". Gerutuku melihatnya mencuci terpaksa.
"Iya.. Iya... Gue ikhlas... Ikhlas banget... ". Ucapnya sambil menyengir kuda, dan aku hanya tertawa melihatnya sambil melanjutkan kembali mengepel lantai.
Hari ini berhubung tidak ada tugas sekolah karena memang sudah tidak ada lagi, aku berinisiatif untuk mengajak Dira membersihkan rumah,awalnya saat aku pulang kerumah aku ingin langsung tidur siang, tapi saat melihat keadaan rumah, aku pun kasian jika harus mamaku yang setiap hari membersihkannya, sehingga aku pun mengajak Dira.
Sehabis kami membersihkan rumah, kami pun pergi ke bekalang rumah sambil membawa beberapa cemilan untuk kami makan dibelakang. Aku duduk dibangku dekat pohon yang sengaja dibuat untuk sekedar bersantai, sementara Dira ia sedang duduk diayunan seraya mengayunkannya beberapa kali, sambil beberapa kali membuka mulutnya karena aku akan memasukan kacang yang kubawa kedalam mulutnya itu.
"Dara.. Aakk". Ucapnya sambil membuka mulut lebar lebar.
" Dira kalok aku mau lempar ayunannya berhentiin dulu.. Entar meleset gimana? ". Gerutuku karena ia masih menggerakan Ayunannya.
"Enggak bakalan... Ini Dira bukan kaleng kaleng". Ucapnya dengan menyombongkan Diri.
Dan karena tak mau mendengar ocehannya yang semakin membuatku kesal, segera kulemparkan kacang yang ia minta dan memang benar katanya bahwa kacang itu tetap masuk kedalam mulutnya.
"gimana hebat kan!! ". Serunya dengan bangga karena berhasil menangkap kacang itu dengan mulut.
"Eh ayunannya jangan di ayun ayunin terus!, nanti kalok ada yang liat gimana? ". Ucapku mengalihkan pembicaraan, dan ia pun sontak melihat kanan dan kiri.
__ADS_1
"Gila kamu ya... Orang rumah kita kan ada temboknya mana ada yang ngeliatlah". Ucapnya masih mengayunkan ayunan itu.
"Yaudah terserah". Seruku acuh. Sambil membaringkan tubuhku di kursi.
Kuambil ponselku karena aku teringat bahwa tadi saat aku sedang mengepel, ada beberapa notifikasi pesan masuk dari grup, sehingga aku pun langsung membuka dan membaca pesannya.
...#######...
Kls XII3:v
[Bu.. Ini gimana?, besok sekolah gak?]. 0821**
[Emangnya ada acara apa kita sampek enggak sekolah?]. 0813**.
[pasti maksud kamu gara gara yang tadi kan, iya juga ya... Libur apa enggak ya besok]. 0813**, membalas pesan0821**.
[Kenapa sih pada ribut!.. Besok itu tetep sekolah tau]. Akbar.
[Lu tau dari mana]. 0821**
[Iya tau dari mana bar... Dukun ya??]. Ellin.
[Iya dukun... Dukun beranak!... Puas lu pada... Lagian kalok ibu enggak ada kasih info, berati ya sekolah]. Akbar.
[Yaudah kita percayain aja sama Dukun beranak:v... Sekarang mendingan semua pada tidur siang.. Bubar bubar]. Adit.
[👍]. Adit.
...#######...
Setelah itu selesai, hanya sampai itu saja pesan yang ada digrup kelas kami, hanya beberapa saja yang ikut menimpali, sehingga Kuletakan kembali ponselku diatas meja kayu yang ada disamping ku, sambil kutatap langit langit.
"Pesan dari siapa ra?... Tadi kok berisik banget". Ucap Dira padaku, sehingga aku pun menoleh sekilas kearahnya.
"Dari grup... Pada sibuk nanya besok sekolah apa enggak.. Ya gitu deh". Ucapku santai.
"Ohh!!.... Ra, Sore ini kamu mau kemana? Enggak ada acara gitu". Tanya Dira padaku, aku pun sedikit mengeryinkan dahiku sembari mengingat ingat sore ini.
"emm.. Oh iya!! ... Aku baru inget aku kan musti pergi kekonter ngambil hp... Ini udah jam berapa ya!!....jam setengah 4,aku mandi dulu deh jadi pulang enggak perlu mandi lagi". Ucapku saat teringat apa yang ingin ku lakukan sore ini, dan segera aku pun masuk kedalam rumah untuk bersiap siap.
...******...
Setelah aku bersiap siap, segera ku kunci pintu belakang, dan aku pun segera keluar dan naik kemotorku. Tapi saat aku sedang memakai helm aku pun teringat sesuatu.
"Bentar.. Perasaan aku ada yang keluapaan deh!.. Tapi apa ya? ". Tanyaku pada Diriku sendiri, sambil mengeryinkan dahiku seraya berpikir.
__ADS_1
"Gue yang kelupaan!!.. Tega lu ya, gue lu tingga dibelakang, untung gue bisa nembus". Gerutu seseorang dibelakangku, dan sontak saja aku pun langsung menoleh kearahnya.
"Iya... Hehehe.. sorry gue lupa!!, tapi bentar deh". Seruku masuk kedalam rumah lagi karena teringat sesuatu.
...******...
"Nagapain lu masuk?... Ada apa". Tanyanya padaku.
"Oh enggak... Aku baru inget kan tempat cemilannya juga ketinggalan dibelakang, sayang kalok sampai dimasukin semut". Ucapku santai sambil menjalankan motorku.
"Ya, sama guenya lo lupa.. Sama cemilannya lo inget ya... Memang kebangetan". Ucapnya sebal padaku sehingga aku hanya bisa terkekeh pelan melihat reaksinya.
"Udah jangan ngambek.. Entar pulang beli nasi goreng mau". Tawarku agar ia tidak marah.
"Enggak mau.. Tapi kalok nasi goreng ditambah ayam, sama es teh manis baru aku mau". Ucapnya pura pura mengambek tapi masih sempat menawar sehingga aku pun semakin tertawa karena ulahnya.
"Iya nanti kita beli oke... Udah jangan ngambek, enggak cocok buat lu". Seruku mengejeknya.
...*******...
Sesampainya aku dikonter, aku pun langsung turun dan berbicara dengan orang yang memperbaiki ponselku, dan katanya aku hanya harus mengecas ponsel itu terlebih dahulu,agar bisa digunakan. aku pun hanya mengiyakan saja, kemudian segera kubayar biaya perbaikan ponsel itu dan segera aku pun langsung naik kembali ke motorku dan pergi menelusuri jalan sambil mencari penjual yang menjual nasi goreng dipinggir jalan.
Saat aku melewati jalan raya, pas sekali aku bertemu dengan penjual nasi goreng, Tidak lupa ku telpon mamaku, untuk bertanya apakah ia dan papaku juga mau dan setelah ia berkata iya, segera kupesan 4porsi nasi goreng.
Cukup lama aku menunggu dan Setelah siap, Segera kubayar nasi goreng itu dan segera aku pun pulang kerumah, kulihat dari arah spion dimana Dira nampak menekuk wajahnya.
"Kenapa?.. Muka udah jelek pakek ditekuk lagi". Ejekku padanya.
"Katanya nasi goreng pakek ayam sama es teh... Terus ayam sama tehnya mana? ". Tanyanya dengan nada sebal padaku.
"Ayam sama tehnya nanti dirumah gue buatin". Seruku padanya, dan kulihat ia nampak tersenyum dari arah spion.
"Ngapain lo nyengir nyengir sekarang ". Tanyaku heran padanya.
"Enggak pa pa... Seneng aja, oh ya, ayamnya jangan lupa digoreng ya.. Terus es teh nya juga aku udah laper". Ucapnya memerintahku.
"Iya iya... Laksanakan bos". Ejekku dan ia malah tertawa mendengarnya.
Kami pun berbicara santai sepanjang perjalanan menuju rumah, dan saat sudah sampai segera aku cas terlebih dahulu ponsel yang kuperbaiki dikonter tadi dikamarku, dan barulah aku turun kedapur kemudian segera ku rendam ayam itu terlebih dahulu agar lembut kemudian barulah nanti akan kugoreng. Sementara itu ku buat terlebih dahulu es teh nya, yang kemudian kumasukan lagi kedalam kulkas agar tetap dingin.
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)