
#sebelumnya#
"Maaf yang mulia... Tapi, Dia belumlah musnah... Dia hanya saya kurung kedalam tubuh putri Alita". Seru kakek yang bernama Troy.
"Apa maksudmu... Kenapa ORC itu tidak kau lenyapkan!! ... Kenapa kau kurung ia dalam tubuh putriku? Bagaimana jika Alita dalam bahaya? ". Tanya Ratu itu histeris.
"Iya.. Kenapa kau kurung dia didalan tubuh Alita? Jawab Troy!! ". Seru raja yang ikut geram.
"Maaf atas kelancangan hamba yang mulia... Itu hamba lakukan karena.... ".
...---------...
"karena.... jika hamba melenyapkannya , maka... Tuan putri Alexa lah yang akan dalam bahaya,karena putri Alexa juga akan lenyap bersama dengan ORC itu!! ". Seru kakek Troy menundukan kepalanya.
"Apa maksud mu, coba bicara dengan lebih jelas". Gerutu raja itu.
"Seperti yang anda lihat tadi... Bahwa ORC itu telah memasukan kalungnya pada tuan Putri Alexa, atau kata lain ia membuat putri Alexa mengikat janji untuk menjadi tubuhnya, sehingga ia bisa hidup kembali...dan Karena itu untuk mencegah ia terlahir dalam tubuh baru, arwahnya saya kurung terlebih dahulu kedalam tubuh putri Alita, agar ia tidak bisa leluasa". Jelas Troy itu.
"Lalu bagaimana dengan kedua putriku sekarang... Apa mereka akan baik baik saja". Tanya wanita itu yang ternyata adalah seorang ratu.
"Mereka akan baik baik saja selama mereka tidak bersama!! ... Pisahkanlah mereka, dan asingkan putri Alita untuk kebaikan mereka bersama, karena selama mereka bersama salah satu dari mereka akan mati, baik berusaha untuk menyelamatkan atau pun untuk berkorban..". Ucap Troy itu.
"Tidak... Tidak, aku tidak mau berpisah dari salah satu putriku". Lirih ratu itu sambil menangis.
"Apa tidak ada cara lain Troy untuk menyelamatkan putriku". Tanya raja itu.
"Ada satu cara... Yaitu dengan membuat sebuah gelang khusus untuk mengikatnya... Hanya saja permasalahannya kita membutuhkan batu delima yang ada di puncak gunung untuk membuatnya... Dan proses pembuatan gelang itu sangat lama sekitar 15 tahun barulah gelang itu dapat bekerja dengan sempurna... Dan yang harus melakukan pengikatan ORC itu adalah putri Alexa sendiri, agar dirinya dan putri Alita dapat terbebas bersama". Jelas kakek Troy dengan menghembuskan napasnya beberapa kali.
"Kenapa Harus Alexa... Bukanya Orc itu ada didalam tubuh Alita? ". Tanya Ratu yang masih mengeluh.
"Apa anda tidak melihat kalung yang masih melingkar dileher putri Alexa... Ini adalah kalung yang hanya bisa dilepas jika orc itu musnah, dan caranya hanya mengikat orc itu didalam gelang, dan yang mengikatnya hanyalah Putri Alexa sendiri!!.... Tapi resikonya sangat besar... Jadi sebaiknya mengasingkan salah satunya adalah cara yang terbaik untuk dilakukan... Dan yang harus diasingkan adalah putri Alita karena ia akan sangat berbahaya untuk semua orang jika sampai ia tidak bisa mengendalikan dirinya". Jelas Troy itu lagi dengan tegas.
Dan setelah perdebatan panjang itu, akhirnya sang raja pun memutuskan untuk mengirim, putri Alita yang masih bayi itu kehutan, dengan diasuh oleh 2 orang yang telah dipilih oleh Troy.
Sementara aku hanya terdiam ditempatku karena aku tidak bisa bergerak kemana mana sekarang.
"Kasian dia... Masih kecil harus berpisah dari orang tuanya". Lirihku.
...*******...
Saat aku masih merenung tiba tiba saja lingkungan sekitar ku berubah menjadi sebuah hutan,yang nampaknya aku pernah kesini, dan tiba tiba saja dinding kaca yang mengelilingiku hilang sehingga aku dapat berjalan sekarang. Aku pun berjalan tak tentu arah sampai aku melihat ada sebuah rumah yang dulu sempat aku datangi didalam mimpi ku, aku pun mendekat dan saat aku lihat dihalaman rumah itu ada seorang gadis kecil yang nampaknya sedang makan. Aku pun mendekat dan aku kembali dikejutkan saat melihat anak itu mengunyah sebuah daging kelinci yang masih mentah.
"Eh putri kenapa makan daging mentah lagi... Ini enggak boleh tuan putri". Seru seorang wanita yang mengelap mulut gadis kecil itu sambil menarik daging mentah itu, tapi malah mendapat tarikan balik dari gadis itu.
Sampai karena sih gadis itu hendak kalah tanpa pikir panjang gadis itu langsung mengigit tangan pelayannya sampai berdarah. Sehingga pelayannya hanya menjerit kesakitan, dan akhirnya melepaskan daging kelinci itu.
"Jangan pernah mendekat saat aku sedang makan... Atau kau akan tau akibatnya!! ". Seru gadis itu lantang dan berjalan menjauh.
...*******...
Aku pun hanya tertegun karena melihat dan mendengar perkataannya barusan, dan saat aku masih dalam posisi diam ,aku berpindah ketempat lain dan nampaknya seperti diatas pegunungan karena disini cukup dingin. Dan menampakan seorang kakek tua yang sedang duduk diatas batu, dengan seorang gadis yang duduk dan menghadapnya.
"Guru sampai kapan aku harus berdiam, melihat saudariku dalam kendali ORc itu?... Ini sudah 18 tahun semenjak kejadiannya kan... Jadi seharunya aku sudah bisa melawannya bukan?dan gelang itu juga sudah selesai kau buat, jadi apa alasannya untuk aku takut". Tanya gadis itu padanya.
__ADS_1
"Alexa... Gelang itu memang sudah selesai... Tapi kau belum lah siap!!.. Dan sebaiknya kalian tetaplah berpisah... Kau tidak perlu berbuat apa apa... Karena pada ujungnya jika bukan kau yang mati pasti sodarimu lah yang akan mati". Jelas kakek itu.
"Ta.. Tapi... ". Ucap Gadis itu ingin berbicara, tapi lebih dulu dipotong oleh kakek itu yang kemudian pergi.
"aku tidak bisa diam begini saja!! ... Guru maafkanlah aku , tapi... Aku akan pergi sekarang juga". Ucap gadis itu yakin sambil beranjak dari duduknya dan berbalik, sehingga aku pun tersentak karena melihat wajah gadis itu sama denganku.
"Dia... Mirip aku? ". Ucapku masih kebingungan, dan tiba tiba saja sekitarku berubah menjadi gelap dan sepertinya aku sudah berpindah tempat lagi.
...******...
sepertinya aku sedang berada di sebuah ruangan atau rumah yang sangat gelap tanpa adanya cahaya. Dan saat aku celingukan untuk berusaha melihat kesekeliling tiba tiba saja sebuah cahaya kecil yang berasal dari lilin menjala dari belakangku. Aku pun sontak berbalik dan aku lagi lagi terkejut saat melihat seorang gadis yang memiliki wajah yang sama lagi dengan ku.
"Siapa kamu? ". Tanyaku pada gadis itu. Tapi gadis itu hanya diam sambil duduk tersenyum menghadap lilin itu.
Aku pun berniat untuk bertanya lagi padanya tapi tiba tiba saja seseorang datang dan membuka pintu sehingga aku pun menoleh kearah pintu itu.
"Alita!! ". Seru seseorang dibalik kegelapan.
"Siapa kau? ". Tanya gadis yang sepertinya bernama Alita.
"Tunggu dulu... Apa jangan jangan 2 gadis yang mirip dengan ku ini adalah bayi kembar yang pertama tadi kutemui... Iya pasti mereka... Karena nama nya pun sama... Tapi kenapa mereka mirip denganku? ". Ucapku berbicara sendiri untuk mengambil kesimpulan.
"Aku Alexa... Aku datang kesini untuk menolongmu dari cengraman Orc itu... Akhinya setelah sekian lama kita akan terbebas karena benda untuk mengurungnya sudah berhasil dibuat". Ucap gadis yang mengaku namanya adalah Alexa.
"Hahah... Alita... Maksudmu tubuh yang sedang aku gunakan sekarang hah". Ucap Alita kini dengan mengubah raut wajahnya.
"Kamu... Cepat kamu keluar dari tubuh saudariku, sebelum kubinasakan kau dari dunia ini". Ucap Alexa tak kalah garang.
"Ouh... Aku takut!! HaHaHa... ..kau pikir akan semudah itu untuk memusnahkanku.... Akhirnya kau datang juga!! ... Setelah sekian lama aku menunggumu... Aku menunggumu datang untuk memberikan nyawamu". Ucap Alita sambil tertawa, dan seketika ruangan yang sebelumnya diterangi dengan satu lilin menjadi gelap gulita kembali karena lilin itu mati, dan kini yang dapat didengar oleh ku adalah bunyi orang seperti sedang beradu pukul.
Brukk~
Suara sesuatu yang sepertinya terjatuh.
"S*al... Hei... Aku bilang sekali lagi keluar dari tubuh saudariku". Ucap Alexa yang kudengar.
"Hahah... Jika kau ingin aku keluar... Serahkan tubuhmu, maka aku akan melakukan hal yang semestinya sudah terjadi 18tahun yang lalu..". Ucap Alita dengan nada menyeramkan.
Dan setelahnya tiba tiba saja kulihat sebuah cahaya kecil menyala dari mereka, ya dari Alita kulihat sebuah cahaya hitam tepatnya seperti bayang bayang hitam di tengah kegelapan, dan dari Alexa kulihat sebuah cahaya biru ditangan dan berwarna merah dari lehernya.
Mereka berdua lari mendekat dan saat mereka sudah bertemu mereka saling mencengram satu sama lain yang dimana Alita langsung meraih leher Alexa dan mencekiknya sekuat tenaga. Sementara Alexa ia mencengram tangan Alita kuat kuat.
"Mati!.... Mati kau!... Dan berikan tubuh ini padaku!! ". Seru Alita sambil tersenyum menyeringai, dan bayang bayang hitam yang ada pada tubuh Alita pun perlahan pindah ke kalung Alexa.
"Tidak semudah itu untuk menang monster!! ... Akhh... ". Ucap Alexa berteriak sambil terbatuk batuk, dan mengeluarkan sebuah gelang dan memasukannya dipergelangan tangan Alita. Dan kulihat cahaya biru itu pun perlahan mencengram tangan Alita,dan menghisap bayangan hitam itu, sehingga mereka berdua pun teriak kesakitan.
Cukup lama mereka berteriak hingga akhirnya mereka berdua pun terpental kesudut sudut ruangan.
"Alita... Alexa!!! ". Ucapku yang hanya bisa berteriak tanpa membantu karena lagi lagi dinding kaca itu muncul dihadapanku.
Saat aku melihat kearah mereka berdua secara bergantian tiba tiba saja, kalung yang sebelumnya dipakai oleh Alexa lepas dan terbang dengan bayangan hitam, dan perlahan lahan berubah menjadi bentuk manusia.
"Akhirnya... Akhirnya aku mendapatkan tubuhku sendiri". Seru bayangan hitam yang kini berubah mejadi manusia, sambil membelakangiku, dan menatap kearah Alexa yang terbaring tidak berdaya.
__ADS_1
"Kau mau mencoba coba untuk memusnahkanku bukan!!... Hahaha... Baiklah kita lihat siapa yang akan musnah". Ucap nya dan tiba tiba saja sebuah pedang yang entah muncul dari mana dan dengan secepat kilat langsung ditusukan ke Alexa, sehingga aku pun tersentak melihatnya.
"Alexaaaaa". Teriakan dari sudut yang satunya.
"Oh kau sudah bangun!! ... Apa yang harus aku lakukan padamu ya? ... ". Ucap orang itu sambil berbalik, dan aku sangat terkejut saat melihat wajahnya saat telah menghadap kearahku.
"Pak... Pak... Ali". Ucapku tak percaya.
Kulihat ia perlahan berjalan mendekat kearah Alita dan sepertinya hendak berbicara, tapi belum sempat ia berbicara tiba tiba saja muncul cahaya yang sangat terang hingga menyilaukan mataku.
...#########...
Setelah kurasa cahaya itu mulai meredup, aku pun membuka mataku dan kudapati aku sudah berada didalam kamarku lagi.
"Ini... Kenapa aku udah ada dikamarku? ". Tanyaku sambil melihat kesekeliling. Dan kembali melihat kedepanku yang dimana buku itu sudah tertutup dilantai.
"Jadi tadi itu, isi buku ini.... Tapi siapa Alita dan Alexa?...kenapa wajah mereka mirip aku?... Apa mereka itu aku dan Dira? ". Tanyaku sambil berpikir.
"Iya mereka itu kita". Ucap seseorang dari belakang ku sehingga aku pun menoleh kearahnya.
"Dira". Seruku sedikit terkejut.
"Iya ini gue... Gimana elo udah taukan siapa pelakunya... Pelaku yang udah ngembunuh kita? ". Tanyanya langsung padaku.
"jadi ini maksud kamu buat aku nyari buku ini!!.. Ternyata pelakunya pak Ali, tapi kenapa dia ngembunuh kita". Lirihku tak percaya.
"Ish.. Kamu ini gimana sih... Pak Ali itu ORC nya.. Dan kamu juga liatkan awal mulanya kenapa". Ucap Dira sedikit berteriak padaku.
"Iya terus kenapa sekarang dia neror kita lagi sekarang dan sempet mau ngembunuh kita? Hubungannya apa lagi". Tanyaku padanya.
"Jelas ada hubungannya karena.... Dia tau bahwa kita adalah Alita dan Alexa sehingga ia pun berjaga jaga dan berusaha membunuh kita". Jelasnya padaku.
"kalok gitu kita harus ngelaporin pak Ali kepolisi... Karena dia itu udah bersalah dan sekarang kita udah ada bukti". Tegasku sambil beranjak tapi kembali duduk karena ditarik Dira.
"Mau kemana? ". Tanyanya padaku.
"Mau lapor polisi lah". Jelasku lagi padanya.
"Percuma Dara... Gue kan pernah bilang mustahil buat nangkap dia... Dan cara yang bisa kita lakuin adalah langsung membunuh dia". Ucapnya padaku.
"Tapi gimana". Tanyaku padanya.
"Aku juga enggak tau.. Karena itu kita harus cari syalen karena cuman dia yang tau dan sementara itu... Kamu cukup awasin pak Ali aja". Ucapnya lagi padaku.
"Oke, kebetulan kan besok kita udah masuk!! ... Hem, aku mau liat apa yang bakalan di lakuin sama dia". Ucapku dengan kesal.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)