Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Hana


__ADS_3

Keesokan paginya saat aku baru bangun tidur kuambil ponselku, dan kulihat ada banyak sekali pesan, baik dari teman teman dan juga dari grup kami yang menanyakan tentang berita semalam, dan saat kulihat story wa teman teman ku sudah ramai sekali dengan berita waterboom itu. Lalu kubuka pesan masuk dari Ellin.


[Dara kamu enggak pa pa kan?...


Aku baca berita semalam tentang waterboom itu dan ada kamu] chat Ellin.


[Aku enggak pa pa kok lin, untung ada Adit yang nolongin] chat dariku.


[Ceritanya gimana ra?]. Tanyanya.


[Besok gue ceritain... Oke]. Ucapku lagi.


[Ok, Kalok gitu kamu istirahat ya]. Chat Ellin.


Lalu setelah melihat beberapa chat lainnya aku pun segera mandi seperti biasa. Dan saat aku baru keluar dari kamar mandi seperti biasanya sudah ada Dira disana yang memainkan ponselku.


"Gila.... Langsung viral". Ucapnya.


"Apaan yang viral". Tanyaku.


"Eh buset... palak lo kenapa gitu ra.. Udah biru benjol sama luka lagi..lu gak malu kalok kesekolah tu ". Ucap Dira terkejut saat melihatku.


"Ya karna semalem lah pakek nanyak lagi.. Udah berita apaan". Ucapku dengan sedikit kesal dan malu juga sih.


"Kamu liat ni, kejadian semalem, sekalian besarin suaranya aku juga mau denger ya". Ucapnya lagi padaku.


Segera ku ambil ponselku dan kulihat sebuah berita yang berisikan, rekaman cctv saat aku berlari dari kejaran bapaknya Desi dan ada saat aku pingsan juga saat Adit datang menolongku, juga vidio lainnya saat mereka tertangkap, dan ada juga vidio Adit saat diwawancarai.


"bagaimana kejadian tadi, dan apa yang terjadi? ". Tanya seorang wartawan.


"Itu... Temen saya dia mau ambil dompetnya katanya ketinggalan disini... Terus dia itu lama banget balik nya, jadi firasat saya itu jadi enggak enak, terus saya susulin deh, eh ternyata saat saya liat dia udah pingsan dan mau diseret sama dua orang itu... Untung aja firasat saya itu bener dan saya dengerin kata hati saya kalok enggak". Ucap Adit panjang lebar.


"Apa firasat... enggak salah tu anak... Gue kali sama Desi yang ngasih tau dia... Pakek firasat sama kata hati lagi.... Sunggu terlalu banget dia... pakek boong". Ucap Dira kesal dengan menarik ponselku.

__ADS_1


"Eh... Udahlah, mungkin dia pikir enggak mungkin kan dia kasih tau kalok dia di kasih tau hantu... Nanti tambah viral lagi ya kan... Jadi Sini hp nya". Ucapku lagi sambil menarik ponselku. Lalu kubaca sebuah keterangan pada berita itu.


"Berita terkini... Seorang perempuan remaja berinisial (DK) hampir saja dibunuh oleh pemilik waterboom baru, karena (DK) mengetahui tentang rahasia pemilik waterboom itu, beruntung ada teman korban yang datang menolong". Ucapku saat membaca artikel yang ada pada berita itu.


"Nah yang nulis juga salah tu... Seharusnya dengan ditolong oleh 2hantu cantik pakek baik... Itu baru betul". Ucap Dira lagi yang masih mengkritik berita di ponselku.


"Udahlah, ni lu ngomong aja sama hpnya barangkali nanti sampek sama yang nulis beritanya, gue mau makan dulu". Ucapku lagi sambil menyodorkan ponsel itu padanya dan pergi kedapur.


...*****...


Keesokan harinya aku pun pergi kesekolah , untung saja luka ku sudah mengempes sehingga Lukaku bisa ditutup dengan perban. Dan saat aku memasuki lingkungan sekolah banyak sekali orang yang bertanya padaku, apakah aku sehat, apakah aku terluka, dan lain lainnya, aku hanya menjawab bahwa aku baik baik saja dan terus berjalan menuju kelasku. Tapi tiba tiba aku bertabrakan dengan seseorang, dan saat kulihat dia adalah Hana.


"Maaf aku enggak sengaja". Ucapnya padaku. Dan pergi begitu saja.


"Eh iya enggak pa pa". Ucapku dengan perlahan mengecilkan suaraku karena juga tidak akan didengar olehnya. Lalu akupun masuk kekelasku.


...*****...


Saat pulang sekolah aku pun berlari menuju toilet, tapi kali ini aku lebih memilih toilet dekat ruang kesenian meskipun sedikit jauh. tapi, dari pada dekat kantin meskipun dekat jujur saja aku masih terauma dengan kejadian waktu itu. Setelah selesai buang air kecil aku pun segera keluar dan berjalan untuk pulang.


"Sedang apa dia duduk di atas? ". Tanyaku pada Diriku sendiri. Lalu aku pun berjalan kearah Hana sekedar untuk berkenalan saja kupikir.


Dan saat aku tiba diatas kulihat ia duduk termenung, dan sepertinya tidak menyadari kedatangan ku sama sekali, jadi kupikir lebih baik aku berdiri dibelakangnya dan melihat apa yang akan dilakukan olehnya, tapi cukup lama aku berdiri ia sama sekali tidak melakukan apa apa hanya diam saja jadi aku pun memanggilnya.


"Kamu ngapain na? ". Tanyaku padanya, seketika kulihat ia tersentak akibat panggilan dariku, dan ia pun mulai menjadi gelagapan.


"Ka.. Kamu ngapain kesini". Tanyanya padaku dan berdiri.


"Enggak ngapa ngapain... Kamu sendiri? ". Tanyaku lagi.


"Aku cuman duduk aja kok, aku pergi dulu ya". Ucapnya lagi dan saat ia akan pergi segera ku tahan tangannya itu.


"Mau kemana... Boleh aku ikut? ". Tanyaku lagi.

__ADS_1


"Aku... Aku mau pulang". Ucapnya lagi dan akan pergi.


" kenapa sih dari kemaren menghindar terus". Ucapku.


"dan kenapa waktu dirumah sakit kamu nangis liat aku, apa kamu kenal sama aku... Karena sebelumnya kita kan enggak pernah ketemu tapi kenapa, kamu kayak kenal sama aku". Ucapku lagi dan berjalan kedepannya, seketika dia pun terdiam dan memalingkan wajahnya dari tatapanku.


"Apa kamu kenal aku? ". Tanyaku lagi padanya.


"kamu ada ada aja... Kita kan baru ketemu, ya kali kita udah kenal". Ucapnya dengan raut tersenyum tapi kulihat ada raut sedih pada wajahnya.


"Serius kita enggak saling kenal... Aku pikir karena kamu waktu itu nangis liat aku, aku pikir kamu kenal sama aku, misalnya temen atau apa gitu... Soal aku enggak inget apa apa... Karena aku pernah kecelakaan, karena itu aku tanya sama kamu ". Ucapku lagi padanya.


"Kamu... Enggak inget apa apa? ". Tanyanya padaku.dan aku pun hanya menggeleng padanya. Dan tiba tiba ia pun terduduk dilantai dan juga menangis.


"Hik... Hik... Hik...pantesan aja kamu enggak ngomong apa apa sama aku, pantesan aja kamu kayak enggak kenal sama aku. dan kamu juga enggak tau kenapa aku sedih... Aku sedih kehilangan kamu sama Dira". Ucapnya lagi.


Seketika aku pun tersentak akan ucapannya barusan, apa dia mengenali ku dan Dira, kenapa bisa begitu, dan siapa dia.


"Maaf kalok aku enggak inget sama kamu... Tapi kalok boleh, apa kamu mau nyeritain kenapa kamu sedih karena kehilangan kami ". Tanyaku padanya.


"Ya tentu aja aku sedih, apa lagi kehilangan Dira, karena dia kan sahabat aku satu satu dari dulu". Ucapnya lagi.


"Sahabat". Ucapku heran.


"Iya..jadi dulu".


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2