
Sepulang sekolah aku pun pulang bersama Adit, karena ia membawa motor jadi mulai sekarang selama motorku belum diganti aku sementara menebeng pada Adit.
Aku pun turun dari motornya setelah sampai, dan segera masuk kedalam rumahku.
Dan saat hendak melewati dapur, aku terkejut karena disana ada mamaku sedang duduk sembari meminum kopi. Aku pun berjalan mendekat kearahnya.
"Mama, tumben dirumah? ". Tanyaku padanya.
"Oh iya...kebetulan mama lagi rindu tadi sama Dira, jadi mama pergi kekuburan, terus pulang deh". Jelasnya padaku.
"Terus papa kemana? ". Tanyaku penasaran.
"Papamu, dia masih kerja... Kamu sana ganti baju habis itu makan". Ucap mamaku, aku pun menuruti perintahnya dan segera masuk kekamarku.
...******...
Saat didalam kamar kulihat Dira duduk termenung diatas lemari dengan tangannya menekuk pada pipinya bahkan saat aku sudah mengganti pakaianku, kemudian kulihat ia tetap pada posisi yang sama.
"Kamu kenapa lemes gitu... Belum makan? ". Tanyaku asal padanya.
"Bisa jadi... Karna kamukan jarang ngasih aku makan.... ditambah lagi kamu ngelarang aku untuk ngambil bunga orang jadi ya, aku jarang makan... Tapi bukan karena itu sih". Ucapnya turun dan duduk di kursi.
"Terus". Singkatku padanya.
"Aku lemes karena, tadi mama kekuburan ku, dia sedih banget ra". Ucapnya yang juga dengan nada sedih.
"Emang disana mama ngomong apa? ". Tanyaku penasaran padanya.
"Enggak banyak mama cuman bilang dia kangen sama aku... Dia juga bilang nyesel banget dulu enggak pernah ada buat kita". Ucapnya seraya menunduk.
"Jadi intinya kamu sedih karena mama baru kangen sama kamu saat kamu udah enggak ada gitu? ".lirih ku padanya, dan ia pun mengangguk Padaku.
"padahal waktu gue masih idup mama enggak pernah tu bilang kangen sama aku.... Tapi sekarang... ". Ucapnya masih sedih.
"Udah kamu yang sabar ya... Sebenernya tanpa kamu tau mama itu setiap harinya kangen banget sama kita... Bahkan lebih malah, cuman tanpa kita sadari ia enggak bisa sering pulang cepet karena kamu kan tau dia sibuk banget... Dan terkadang enggak semua hak bisa diungkapin lewat kata kata". Jelasku padanya.
"Iya... Iya gue juga tau... Tapi lo enggak makan tadi bukannya mama suruh lo buat makan habis ganti baju ya". Ucapnya padaku.
"Iya... Iya... Aku makan... Kamu mau enggak". Tanyaku padanya.
"Emang boleh". Ucapnya padaku, dan aku pun mengangguk padanya dan dia pun langsung terbang mengikutiku.
...********...
Keesokan harinya aku sedikit terlambat, jadi aku pun hendak pergi sekolah,dan seperti biasanya Dira akan menemaniku kesekolah. Dan tanpa sarapan, setelah bersiap siap aku pun berjalan keluar dan tiba tiba papaku memanggilku.
"Dara... Kamu mau kemana? ". Tanyanya padaku.
"Mau kesekolah pa... Kenapa? ". Tanyaku balik pada papaku.
__ADS_1
"Kamu... Kenapa jalan kaki, motor kamu mana? ". Tanyanya padaku.
Seketika aku pun sedikit tersentak dan gelagapan, karna tidak tau harus menjawab apa, sedangkan aku tidak memberitahu mereka bahwa motorku sudah rusak.
"I... Itu... Motorku ada di garasi pa". Ucapku pelan. Dan kulihat papaku berjalan kearah garasi dan menilik kedalamnya, lalu kembali lagi kearahku.
"Motor kamu enggak ada digarasi nak". Ucapnya padaku.
"Maksud aku... Di garasi rumah temen pa... Soalnya, kemaren dia minjem.... Oh ya pa... Aku mau berangkat dulu ya... Takut ketinggalan". Ucapku langsung berlari menuju halte.
...*********...
Saat aku sudah hampir sampai dihalte, kulihat busnya sudah berhenti disana, aku pun semakin mempercepat lariku, tapi belum sampai disana busnya sudah berjalan terlebih dahulu dan meninggalkanku.
"Ya... Ra, bus nya jalan... Ayo cepet ra, cepet". Ucap Dira yang juga mempercepat terbangnya dan dia sudah sampai didalam bus.
"Tunggu". Jerit ku agar bus nya berhenti.
Tapi meskipun aku berlari sekuat tenagaku, tetap saja, hasilnya nihil karena busnya sudah menjauh dariku.karena sudah tidak kuat lagi berlari aku pun berhenti dan duduk didekat trotoal.
"Hosh... Hosh... Capek banget... Hei bus kenapa enggak berhenti!!! ". Teriakku kesal melihat kepergian bus itu.
"Kamu kira itu bus bapak kau apa..... Bisa berhenti semau lu... Kenapa lu enggak berhasil ngejar... Gue aja udah masuk tadi padahal". Ucap Dira yang duduk disamping ku dan menatapku polosnya.
"Bus bapak kau... Lu enggak liat gue hampir nyungsep tadi... Lu mah enak tadi terbang, terus masuk kedalam lah gue... ". Ucapku masih mengumpulkan tenaga.
"Oh iya ya... Lu kan manusia, tapi salah lo juga coba tadi bangunnya pagi... Pasti kita enggak perlu ngejar bus kan... Terus sekarang gimana udah telat kan kitanya". Ucapnya padaku.
"Ayo.. Dara... Dara... Kamu pasti bisa... Yu kan duit... Dara.... Dara... ". Ucapnya aku pun langsung berhenti dan kutolehkan kepala ku padanya.
"Kenapa... Kamu capek... Ayo lari entar telat". Ucapnya padaku.
"Dira bukan yu kan duit... Tapi you can do it! ". Ucapku yang kembali berlari.
"Oh gitu ya ngucapnya... Hehehe... Salah berati, tapi enggak masalah selama tujuannya baik semua yang salah pastu jadi bener". Ucapnya yang masih dengan gaya semangatnya.
...*****...
Aku pun terus berlari dan kulihat aku sudah hampir tiba di depan gerbang sekolah. Dan saat sudah sampai sayangnya baru saja aku akan masuk ternyata pas sekali dengan satpam yang menutup pintu gerbang sekolah.
"Eh... Eh... Pak satpam tolong bukain dong pintunya saya udah telat ni". Ucapku panik.
"Kamu udah tau tela, kamu tau kan apa sanksinya". Ucap satpam itu lagi.
"Ya pak... Masa masih kena sanksi sih, bapak mah gitu". Ucapku yang masih berbicara padanya.
"Maaf dek... Tapi memang perintahnya gitu... Kalok ada yang telat musti dihukum". Ucapnya lagi.
"Yaudah deh pak... Saya di hukum aja asalkan boleh masuk". Ucapku padanya. Dan ia pun baru akan membukakan pintu, tapi tiba tiba dari arah belakang ku ada seseorang yang berlari dan berteriak.
__ADS_1
"Tungguuu... ". Teriakan itu ternyata berasal dari Akbar, dan kulihat ia langsung terduduk di tanah.
"Lah ini malah satu lagi yang telat". Ucap satpam itu geleng geleng kepala.
"Bar lu juga telat? ". Tanyaku padanya dan ia pun mengangguk, dan segera kubantu ia berdiri, dan kami pun berjalan masuk.
Kuikuti langkah pak satpam itu, dan saat masih berjalan tiba tiba Akbar hendak berjalan pergi tapi segera ia dipanggil oleh pak satpam.
"Hei.. Mau kemana kamu... Enak aja udah telah main pergi aja". Ujar pak satpam itu pada Akbar.
"Lah, bapak kan tau saya telat, jadi karena itu saya mau masuk kedalam kelas... Tapi kenapa bapak malah nahan nahan saya, kan sayanya jadi tambah telat". Ucap Akbar setelah mengumpulkan nyawa.
"Iya saya tau kamu telat... Karena itu kamu harus dihukum dulu sama temenmu itu". Ucapnya lagi sambil menunjuk ku.
"Ya... Pak masa kita dihukum sih... Kita kan cuman telat sekali, janji deh pak, besok besok enggak lagi". Ucap Akbar yang baru tau dia akan dihukum.
"Enggak ada janji, janji, cepat ikut saya kelapangan, dan kalian berdua bersikan lapangan sampek bersih". Ucapnya pada kami.
"Bapak mah gitu... Bapak lupa, sama motor temen saya ini yang lalai bapak jaga... Dimana rasa iba bapak... Asal bapak tau, dia telat karena motornya rusak dan semua itu gara gara siapa... Ya gara gara bapak". Ucap Akbar dengan gaya yang mulai lebaynya itu.
"Kenapa gara gara saya.... Kan itu sih Satria yang ngerusakin? ". Tanya satpam itu padanya.
"Ya karna bapak lalai,.... Kalok bapak engak lalai dia enggak mungkin berhasil kan... asal bapak tau aja nih ya... mencegah seorang anak yang ingin belajar itu dosa pak, apalagi dia gagal belajar sampek telat kesekolah karena kelalaian kalian kan". Ucap Akbar lagi, dan kulihat satpam itu sedikit berpikir.
"Ya, udah saya minta maaf soal itu, jadi kamu silahkan keruang BK, dan minta izin sama guru BK, sementara kamu tetap disini". Ucapnya yang menizinkan ku masuk keruang BK terlebih dahulu sementara Akbar masih disuruh membersihkan lapangan.
"Kok cuman dia aja pak". Protes Akbar padanya.
"Kan yang rusak motor dia, jadi saya cuman salah sama dia, dan kamu kan enggak ada hubungan sama dia... Dan rumah kalian pun beda arah tadi datengnya jadi kamu jangan ngelak, cepat kerjakan". Ucap Satpam itu tegas.
"Tapi... Tapi-.
"Enggak ada tapi tapian, cepat atau saya tambah ya hukumannya, dan kamu silahkan masuk". Ucap satpam itu lagi.
"Yang sabar ya bar". Ucapku seraya berjalan menjauh.
"Ya bapaknya enggak adil... Sia sia gue ngomong dari tadi, ujung ujungnya malah gue sendiri yang dihukum.... ini mah malah nambah hukuman gue....". Gerutunya yang masih kudengar dari jauh.
Dan aku pun hanya sedikit tertawa mendengar gerutuan dari nya itu dan aku pun berjalan menuju ruang BK, dan setelah meminta izin masuk kelas, aku pun akhirnya bisa masuk kelas dan belajar, meskipun aku tertinggal sekitar 30 menit pelajaran.
Dan dijam istriahatnya, karena kasian melihat Akbar kelelahan, dan juga sebagai tanda terima kasih karena dia aku bisa masuk kelas, aku pun membelikan makanan yang ia mau berhubung mood ku sedang bagus, karena kata guru BK tadi, motorku akan diantar sore nanti.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
(Bersambung)