Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Kemungkinan besar?


__ADS_3

Selepas acara yang ku tonton itu habis, segara ku matikan tv, kemudian aku pun melangkah menuju ke arah dapur untuk meletakan toples-toples cemilan ku itu.


"Dara!!.. Gue laper... Mau makan! ". Ucap Dira yang sudah ada disampingku.


"Laper ya makan!!.. Tuh, ada lauk di atas meja, habisin aja lagian tinggal dikit juga". Seruku padanya, dan melangkah hendak pergi kekamarku.


"Tapi gue enggak suka lauk itu Dara!!.. ". Serunya menggerutu.


"Kalok udah dimakan juga pasti bakalan suka!.. Udah habisin aja, jangan ngeluh deh, aku mau mandi dulu ya.. Dada.. ". Ucapku kini sambil berjalan cepat, agar segera meninggalkannya.


Dan sesampainya aku di kamarku, aku pun segera melangkah ke arah kamar mandi, dan langsung mandi.


...***********...


"Kamu main apa tuh di hp aku? ". Tanyaku saat baru keluar dari dalam kamar mandi, karena melihat Dira nampak memainkan ponselku.


"Oh... Ini main game online... Mau main gak?". Ucapnya yang malah menawariku untuk ikut bermain.


"Main aja deh!.. Aku lagi males main game". Singkatku sambil berjalan ke arah cermin untuk menyisir rambutku.


"Dira! ". Panggilku tanpa menoleh padanya, dan hanya dijawab em saja olehnya.


"Kira kira menurut kamu sih Syalen sembunyi dimana?... Soalnya aku rasa udah hampir semua perpustakaan di setiap sekolah bahkan toko buku juga udah kita periksa, tapi kenapa dia sama sekali enggak ada ya". Tanyaku penasaran padanya, dan hening ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan ku barusan.


"Dira!!.... Kamu denger aku enggak sih?". Ucapku sedikit berteriak padanya.


"Ish.. Apaan sih Dara!?.. Berisik tau, pakek teriak teriak lagi". Gerutunya masih fokus memainkan game yang ada dalam ponselku.


"Ish.... Dia malah main game lagi pantesan aja diem dari tadi". Gerutu ku sedikit kesal padanya.


Dan karena merasa diabaikan, aku pun langsung beranjak dari dudukku sambil berjalan ke arahnya, dan dengan cepat ku ambil ponselku itu dari tangannya sehingga kulihat raut kesal pada wajahnya.


"Ish... Apaan sih Dara?.. Ada apa?, balikin hpnya itu gue hampir menang tau!! ". Ucapnya sambil beranjak dan berusaha mengambil ponsel itu dari tanganku, tapi dengan cepat langsung ku halangi dengan tangan yang satunya.


"Mau menang kek!! .... Mau kalah kek, emang gue pikirin? , jawab dulu pertanyaan aku yang tadi... baru bakalan aku balikin!! ". Ucapku sambil menjijit berusaha menghindar darinya.


"Balikin Dara!.. Cepetan!! ". Ucapnya mulai meninggikan suaranya, dan semakin berusaha untuk merampas ponsel itu dari tanganku.

__ADS_1


"Iya.. Pertanyaan apa?... Apa tadi pertanyaannya? cepetan!! ". Ucapnya yang agaknya sedikit menyerah dan malah menanyakan lagi pertanyaanku.


"Menurut kamu!... Kira kira sih Syalen sembunyinya dimana?.. Soalnya dari kemarin kita enggak ketemu-ketemu sama dia". Ucapku langsung bertanya padanya.


"Mana aku tau Dara!!.. Kalok aku tau pasti udah ketemu dari kemarin-kemarin!!... Udah siniin hp nya nanti keburu mati!! ". Ucapnya dan kembali berusaha merampas ponselku.


"Menurut kamu aja?.. Dimana? ". Tanyaku masih tak ingin menyerah.


"Ish... Gue enggak tau Dara!!.. coba cari diperpustakaan lainnya aja lagi!! .... Perpustakaan sekolah elo kek misalnya kan belum!.. Atau tempat lain,toilet, pemakaman atau tempat lain aja kan masih bisa, barangkali dia pindah!! ". Ucapnya lagi sehingga aku pun langsung terdiam sejenak ditempatku.


Dan karena aku lengah, ponsel yang ada ditanganku pun berhasil dirampas olehnya, tapi tak ku gubris karena menurutku ponsel itu tidak teralu penting lagi sekarang.


"Yeh!!.. Dapet!! ". Serunya senang.


"Kamu kenapa kok jadi diem? ". Tanyanya, sehingga aku pun menoleh kearahnya.


"Ada benernya juga kata kata kamu barusan!!... Kenapa kamu enggak bilang dari kemarin sih Dira!!... Bisa jadi juga kan dia sembunyi disitu, iya bisa jadi banget malah!! . ucapku sambil menjentingkan jariku karena menemukan sebuah kemungkinan baru.


"Apanya yang bisa jadi? ". Singkatnya sedikit heran.


"yang barusan itu loh!!.. Iya juga ya, bisa jadi sih Syalen sembunyinya di perpustakaan sekolah kita sendiri.... Karena kan logikannya gini sekarang, enggak mungkin dia sembunyi ditempat yang jauh , pasti dia sembunyinya ditempat yang deket sama kita kan? ... jadi perpustakaan yang paling besar kemungkinannya itu ya, perpustakaan sekolah kita sendiri Iya gak!!". Ucapku dengan sangat yakin padanya.


"Iya, jadi kemungkinan sih Syalen disana sekitar 90persen!! .... Haduh!?.. Kenapa enggak dari kemarin aja kita nyarinya di sana sih... Dan lagian kenapa kita enggak kepikiran dari dulu aja iya gak?! ". Ucapku sambil menepuk pelan kepalaku


"Ya karena elo udah tua jadi lelet!!... Masa hal yang gampang ke tebak aja kamu enggak tau sih!!.. Gimana mau cepet kelarnya, kalok kamu aja pikirannya lambat!! ". Gerutunya yang malah mengata ngataiku sekarang.


"Hei!!.. Kalok aku tua!! .. Kamu apa?.. Ngatain orang, sendirinya enggak nyadar lagi, kalok aku kan banyak tugas sekolah jadi wajar, lah kamu kerjaannya apa?.. Enggak ada kan". Gerutuku kesal padanya.


"Eh!!.. Meremeh sekali anda!.. Asal lo mau tau aja ya... Kerjaan gue itu lebih banyak tau... ". Ucapnya tak mau kalah.


"Kerjaan apa.. Coba aku mau denger? ". Ucapku serius padanya.


"Ada aja.. Elo enggak perlu tau! ". Singkatnya sambil melipat tanganya didepan dada.


"Yaudah terserah". Singkatku sambil merampas ponselku dari tanganya dan langsung memainkan game yang sempat dimainkan olehnya tadi.


...**********...

__ADS_1


Kulangkahkan kakiku kedalam kelas yang sudah mulai ramai dengan beberapa siswa dan siswi yang agaknya sudah datang lebih awal dariku. ya , hari ini aku sedikit terlambat karena semalam aku tidur sedikit larut, sehingga aku datang saat kelas sudah mulai ramai hari ini.


"Tumben banget lo dateng agak siangan ra? , biasanya lo enggak kurang dari jam setengah 7". Tanya Akbar saat aku baru ingin duduk.


"Oh, semalem aku tidurnya agak larut, jadi hasilnya ya gini, agak kesiangan! ". Singkatku sambil duduk dengan menaruh kepalaku dimeja.


"Oh gitu... Karena tidurnya kemaleman hasilnya jadi kayak ayam kena campak ya! ". Ucapnya yang agaknya berusaha melawak.


"Emang ada bar.. Ayam yang kena campak? ". Tanya Ellin mewakili pertanyaanku itu.


"Enggak tau juga sih... Mungkin ada, dan kalok ada mungkin bentuknya kayak Dara". Singkatnya lagi membawa bawa namaku.


Aku hanya duduk saja mendengarkan ocehannya karena malas untuk menimpali setiap lawakannya itu, alhasil ia pun hanya berbicara dengan Ellin.


Kring... Kring... Kring...


Suara bel sekolah yang berbunyi nyaring, menandakan bahwa kami semua harus segera berbaris dilapangan karena sebentar lagi akan diadakannya senam seperti pagi pagi sebelumnya.


Aku pun langsung beranjak dari posisi duduk ku, dan hendak pergi ke arah lapangan, tentu saja dengan Akbar dan Ellin bersamaku.


Saat aku menuju ke arah lapangan, kebetulan sekali aku melewati perpustakaan sehingga aku pun memiliki niat untuk pergi ke perpustakaan. ku minta Akbar dan Ellin untuk duluan karena aku juga tidak berniat memberi tau mereka apa yang ingin aku lakukan, sehingga aku pun pergi sendiri ke perpustakaan.


Saat aku hendak masuk, aku berpaspasan dengan ibu penjaga perpustakaan, sehingga aku pun dilarang untuk masuk ke perpustakaan karena ia tau bahwa sekarang adalah jam senam pagi, sehingga aku pun memakluminya, karena mungkin saja sekarang yang ada didalam pikirannya adalah bahwa aku pasti tidak ingin mengikuti senam dan aku pasti ingin bersantai saja diperpustakaan.


Alhasil, Aku pun langsung berbalik arah meninggal perpustakaan itu dan langsung berbaris diantara barisan teman temanku yang lain.


Setelah barisan kami rapi, musik pun langsung diputar, sehingga kami pun memulai senam dengan dipimpin oleh ibu Mona yang merupakan guru BK, sekaligus ia juga merupakan instruktur senam kami.


Kugerakan tubuhku dengan sedikit malas, karena rasa kantuk yang tak henti hentinya menghampiri diriku sejak tadi. Tapi aku juga tidak bisa berdiam saja, karena peraturan disekolah kami siapa saja yang tidak bergerak saat senam makan akan dipaksa untuk senam didepan sehingga aku pun terpaksa tetap mengerak gerakan tubuhku meskipun mengantuk.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2