
"Lah terus gimana, elu mau nya gimana, katanya enggak ada bukti, terus lu mau gua ungkapin siapa pelakunya gitu".... Tanya ku sedikit kesal.
"Sebenernya"....
...*********...
"Sebenernya, apa lu tau pelakunya". Terka ku.
Ku lihat kepala nya yang hanya mengangguk-angguk saja yang menandakan ia tau siap pelakunya.
"Siapa orangnya". Tanya ku lagi.
"Gue enggak bisa ngomong secara langsung sama lo, karena gue bisa disiksa sama penjaga dia". Ucapnya lagi dengan sedikit cemas.
"Kenapa, dia bisa nyiksa kamu. Dan kenapa dia mau ngcelakain kita apa dia dendam sama kita". Tanyaku lagi.
" dia enggak dendam, tapi mungkin bisa aja nanti. dan dia enggak sengaja bunuh kita tapi dia itu terpaksa karena waktu itu gue ada bukti yang bakalan nyeret dia kepenjara, dan dia itu jahat, jahat banget ". Ucap dira kesal, dapat kulihat dari raut wajahnya.
"Dan sebenernya aku udah mau nyoba ngembunuh dia tapi enggak bisa karena dia udah dijaga dan dilindungi". Ucap Dira kecewa sambil menjelaskan.
"Dijaga sama makhluk halus gitu"terka ku lagi.
"Enggak juga sih dia dijaga sama embah dukun yang udah tua mana peyot lagi, tapi....
Dia sakti... ". Ucap nya malas.
"Terus elu disiksa sama tu mbah dukun". tanya ku.
"Iya..., di tahan di dalem botol yang ada mantrannya, mana sempit lagi, tapi untung aku bisa lari... ". Ucapnya lemas.
"Hahahaha... Jadi lu jadi jin botol gitu, wah ngakak banget lo". Ucapku sambil tertawa.
"He.. Jin botol palak kau.kalok bukanya inget lu udah gue tinggal lu". Ucapnya sambil marah.
Kulihat raut merah di sekujur wajahnya yang lebam, dan tiba tiba darah mulai keluar dari hidung dan kepalanya, aku bergidik ngeri karena itu segera ku hentikan tawaku.
"Iya iya, enggak usah marah kali. Tapi waktu lu kabur kenapa mereka enggak nyari lu lagi". Tanya ku lagi. Dan kulihat marah di wajah nya sudah mulai mereda.
"karena saat lari aku bersembunyi, dan untung nya mereka enggak berhasil nemuin aku. tapi kalok mereka liat aku pasti aku bakal ditangkep lagi, karena itu kalok ada mereka . sebelum mereka liat aku , pasti aku udah kabur duluan". Ucapnya lagi.
__ADS_1
"Oh, terus kita harus gimana, mukanya aja kagak tau, emangnya lu punya bukti". Tanyaku lagi.
" gue tau muka orang nya, dan untuk bukti tentu aja ada dong...
Tapi itu dia masalahnya gue enggak inget bukti itu gue taruh dimana karena waktu itu gue mau cepet cepet kabur". Ucapnya lagi menjelaskan.
"Terus kita harus nyelidikin gitu". Tanya ku lagi.
"Iya lah sampek gue inget dimana narok nya, dan lagiankan cita cita lo jadi detectiv, itung itung latihan kan. ". Ucapnya lagi.
"Detectiv, emang itu citacita gue ya, tapi gue enggak inget". Ucapku lagi.
"Elu, enggak inget kok bisa sih". Tanya nya kaget.
"Enggak tau sih, tapi kata dokter aku amnesia dan waktu itu juga enggak inget sama mama papa. Tapi anehnya sama lu gue inget ya". Ucapku juga heran.
"Uwuwu... So sweet.. ". Ucapnya lagi sambil membentuk jarinya membentuk hati.
"tapi perasaan kan yang kepalanya kebentur parah itu kan aku, sampek mati malah, kok lu yang amnesia, padahal kan lu jatuhnya diatas badan gue". Ucapnya lagi, aku sedikit terkejut dengan perkataannya.
" mana gue tau, oh ya... Maksudnya kepala gue jatuh diatas elu gitu kok bisa sih.. ". Tanya ku lagi. Kulihat ia hanya menggelengkan kepalanya berapa kali dan.
"baiklah kalok memang cita cita ku detectiv, bakalan aku selidikin ini dengan dibantu sama lu... Oke.. ". Ucapku semangat.
"Oke boss ku, tapi... ". Ucapnya semangat.lsambil menjeda.
"Tapi apa". Tanyaku lagi.
"Tapi, kalok jadi detectiv itu kan harus punya markas rahasia". Ucapnya lagi.
" disini ajalah enggak usah Markas, enggak susah nyari tempat jadinya". Ucapku lagi.
"Enggak bisa dong Dara markas itu penting karena, itu sebagai tempat kita untuk ngumpukin bukti kan, dan untuk tempat menyelidiki. Kalok kita dikamar kamu entar ada yang masuk terus ngambil buktinya gimana". Ucapnya lagi.
"Terus mau dimana, tempat aman menurut lo". Tanyaku lagi.
"Gimana di gudang belakang, kayaknya oke tu kan enggak ke pakek, dan lagian orang rumahkan jarang naruh barang disana". Ucapnya memberi saran.
"Oke,kalok gitu besok, habis pulang sekolah aja kita kesana soalnya kan udah malem, dan aku besok harus sekolah". Ucapku lagi sambil berbaring.
__ADS_1
"Sekarang ajalah baru jam 21:01,lagian kan rumah ini baru ditempatin 1tahun dan gudang itu kosong kok waktu aku lewat". Ucapnya lagi sambil menarik ku.
"besok ajalah, lagian kesitu mau apa, foto foto yang buat diselidikin pun enggak ada kan jadi besok ajalah". Ucapku malas.
aku pun berbaring untuk tidur sementara ia masih duduk di kursi ku.
Lalu aku pun tertidur...
Tapi baru sebentar aku tertidur tapi mimpi itu datang lagi, seseorang yang sedang berusaha mencekik Dira lalu mendorong Dira dan aku. Lalu dengan segera akupun terbangun karena terkejut dengan mimpi itu, ada rasa takut dalam diriku, lalu ku tolehkan kepala ku ke sudut ruangan, disana ada Dira yang berdiri dengan wajah menghadap ke tembok sambil tertawa cekikikan .
"Khihihih... Hikh... Hikh.. ". Suara tawanya yang berubah jadi menangis.
Meskipun aku tak yakin itu Dira, tapi entah mengapa mendengar suara tertawa dan tangisnya seperti itu aku bergidik ngeri mendengar itu. Lalu kuambil satu pulpen di meja yang terletak tepat disebelahku. Dan kutimpuk kekepalanya dan tiba tiba ia pun menoleh secara perlahan ke arahku aku pun pura pura tidur lagi.
"Lu mau ngajak ribut sama gue". Ucapnya terkesan marah tapi dari suaranya sepertinya itu bukan lah Dira, aku pun bergidik ngeri mendengar nya, sambil menutup kepala ku dengan selimut. Kulihat samar samar bayangan nya dari arah selimut yang mulai mendekat kearahku. Dan...
"Ra lu enggak pa pa.... ". Tanya suara seseorang yang sekarang aku yakini adalah Dira.
"Tadi itu elu ya Dir, kok suara lu beda". Ucapku sedikit takut.
"Bukan. "Ucapnya singkat dengan wajah datar.
"Te.. Terus kalok bukan lu berati bener dong firasat ku kalok dia itu... ". Ucapku sedikit gelagapan.
"Iya dia itu hantu lain". Ucapnya membuat ku sedikit tersentak kaget.
"Terus sekarang dia udah pergi kan". Ucapku lagi.
"Iya, udah ku usir ". Ucapnya santai sambil duduk ke atas lemari.
"Kok lu bisa ngusir dia sih". Tanyaku.
"Karena aku juga hantu dan aku lebih kuat dari dia karena aku mati duluan, dan kayaknya dia masuk kesini karena nyasar. Jadi lu enggak perlu takut kok dan lu tidur aja lagi". Ucapnya menjelaskan lagi.
"Terus lu kok tau sih dia nyasar kesini". Tanyaku lagi.
"Karena tadi elu mikirin gue dan seperti ketakutan karena itu aku datang, jadi enggak perlu takut lagi ya, dan tidur aja sana, besok kan lu mau piket". Ucap nya lagi.
Aku pun mengangguk dan berbaring untuk tidur, sambil kadang kadang ku lihat keatas lemari dan benar ia masih ada disana duduk sambil memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Cukup lama aku masih membuka mata ku, tapi akhirnya aku pun bisa tidur juga.
__ADS_1
(Bersambung)