
Lalu kuangkat kepala ku dan saat kulihat ternyata ia adalah....
.......
.......
.......
.......
"Kak Dara... masih inget aku kan Haris... Yang tadi pagi tabrakan sama kakak". Ucap pria itu yang ternyata ada lah Haris.
"Oh iya aku inget, yang tadi pagi kan". Ucapku lagi padanya dan ia pun mengangguk.
"Haris kamu kenal sama temennya kak Alex". Tanya ibu Alex padanya.
"Iya saya kenal tante, enggak kenal kenal banget sih... Tapi baru tadi pagi... Jadi dia temennya kak Alex berati temen aku juga dong". Ucapnya lagi sambil tersenyum padaku.
"Oh ya, aku ini sepupunya kak Alex kak.... Kakak ngapain kesini ngenjenguk kak Alex juga ya". Tanyanya lagi padaku.
"Iya". Singkatku.
"Nak makasih ya untuk ada kamu yang udah nenangin Alex, dan untungnya Ayahnya Alex bisa selamat". Ucap ibu Alex dengan masih menangis.
"Enggak pa pa kok tante, Alex itu temen Saya jadi saya juga harus ngelindungin dia kan sebisa saya, tante jangan nangis lagi ya... Alex kan udah baik baik aja dan ayahnya juga selamat". Ucapku berusaha menenangkan ibunya.
"Emangnya tadi kak Alex kenapa, dan om kenapa tante... Kak". Tanya Haris pada kami dengan sedikit panik.
Saat ibu Alex baru ingin menjelaskan pada Haris tiba tiba dokter sudah keluar dari pintu ruangan Alex lalu kami pun berdiri dan ibu Alex pun bertanya pada dokter.
"Dok gimana keadaan Alex". Tanya ibu Alex panik.
"dia baik baik saja, hanya saja... saya sedikit heran karena yang kita tau dia masih dalam keadaan pemulihan dan belum sadar dari pagi tadi... Tapi tiba tiba ia bangun dan menyerang yang lainnya seperti ia sehat sehat saja dan sekarang ia malah kembali tidak sadarkan diri". Ucap dokter itu lagi dengan nada yang bingung.
"Jadi apa itu wajar dokter". Tanya ku padanya.
"Sebenarnya itu wajar wajar saja karena mungkin saat tertidur ia tiba tuba bangun dan tak sadarkan diri hanya melakukan apa yang ia bayangkan". Ucap dokter itu lagi.
"Lalu bagaimana dengan keadaan suami dan orang yang lainnya tadi dokter". Tanya ibu Alex lagi.
"Untungnya kata dokter lain yang menangani orang orang tadi , tidak ada yang meninggal, hanya saja beberapa yang kritis". Ucap dokter itu lagi.
"Kalok begitu saya yang akan menanggung biaya perawatan mereka dok, sebagai ganti ruginya, dan apa saya bisa menjenguk anak saya dok... ". Ucap ibu Alex lagi.
__ADS_1
"Baiklah bu, ibu bisa kebagian Administrasi untuk urusan pembayaran, dan sebaiknya jangan menjenguknya dulu bu, biarkan anak ibu istirahat dulu ya buk". Ucap dokter itu lagi dan pergi berlalu.
"Kalok gitu besok aja ya tante... Sekarang kita pulang ya tante kan belum istirahat dari pagi tadi... Nanti tante sakit.. ". Ucap Haris pada tantenya.
"Iya... Oh ya kita makan dulu ya kalian juga belum makan kan". Ucapnya pada kami.
"Saya langsung pulang aja tante, makasih.. Soalnya saya juga harus ambil motor saya, enggak enak juga orangtua saya nunggu dirumah". Ucapku menolak dengan halus.
"Ayo lah kita makan sama sama, sebagai ucapan terimakasih untuk kamu ya, dan nanti motor kamu biar tante anter kamu ketempat motormu". Ucapnya lagi padaku.
Aku pun mengangguk dan kami pun pergi untuk mencari makan, tidak lupa kuhubungi mamaku dan bilang aku akan sedikit terlambat setelah mamaku mengiyakan kami pun pergi.
...*****...
Kami pun akhirnya memutuskan untuk berhenti didekat restoran terdekat dan masuk kedalamnya.
"Kalian mau pesan apa". Tanya ibu Alex pada kami.
"Saya apa aja tante". Ucapku padanya.
"Kalok aku mau orange jus, sama nasi goreng aja". Ucap Haris.
Lalu ibu Alex pun memesan beberapa makanan dan tak lama makanan itu pun datang, 2pasta, 1nasi goreng, dan 3 orange jus.
"Silahkan dimakan bu... Kak". Ucap pelayan yang mengantarkan makanan dan pergi lagi.
Aku pun langsung memakan pasta yang dipesan oleh ibu Alex, begitu juga dengan Haris.
"Oh ya Dara... Kalok tante boleh tau kamu punya saudara enggak.. Kamu berapa bersaudara? ". Tanya ibu Alex padaku.
"Sebenernya saya 2bersaudara tante lebih tepatnya lagi saya kembar. tapi dia udah meninggal 1 tahun yang lalu". Ucapku dengan
Senyum tipis dan melanjutkan makanku untuk menepis rasa sedih dihatiku.
" tante minta maaf ya". Ucapnya padaku.
"Enggak pa pa kok tante... Lagian kan tante enggak tau". Ucap ku lagi padanya.
"Emang namanya siapa kak, kalok aku boleh tau". Tanya Haris padaku.
"Namanya Dira... Dia itu sifatnya bawel, orangnya susah dibilangin, pantang menyerah dan orangnya itu semangat banget... Tapi namanya udah takdir dia harus pergi dulu". Ucapku lagi pada mereka.
"Kamu yang sabar ya... Dira pasti udah tenang disana". Ucap ibu Alex lagi.
__ADS_1
"Mungkin". Ucapku dengan senyum tipis diwajahku. Karena aku tau Dira dia belum pergi tapi masih ada disini. Lalu kami pun melanjutkan makan kami.
Setelah selesai makan dan makanan tadi sudah dibayar oleh ibu Alex kami pun lanjut pulang dan aku pun menunjukan arah dimana motorku terparkir.
"Makasih ya tante... Saya pulang dulu". Ucapku yang sudah duduk dimotorku. Ia pun mengangguk kemudian kujalankan motorku kearah jalanan menuju rumahku.
Sesampainya aku dirumah saat aku masuk kedalam rumah disana sudah ada mamaku yang duduk menunggu.
"Gimana kabar temanmu". Tanya mamaku.
"Dia udah baik baik aja kok ma, oh ya papa mana ". Ucapku pada mamaku.
"papamu masih lembur, kamu mau makan ayo mama siapin". Ucap mamaku lagi yang ingin beranjak dari duduknya.
"Eh enggak usah ma, aku udah makan tadi ditraktir ibunya Alex, aku mau tidur dulu ya". Ucapku lagi pada mamaku.
"Iya jangan lupa gosok gigi terus cuci muka dulu". Ucap mamaku lagi sedikit berteriak.
Lalu aku pun naik keatas dan berjalan menuju kamarku, dan disana sudah ada Dira yang duduk dengan memainkan ponselku. Dan saat aku masuk kulihat ia sedang menatapku.
"Ngapain liat aku gitu banget". Ucapku padanya.
"Untung lah dia enggak berhasil bunuh kamu ra... Maafin aku ya karena enggak bisa ada disamping kamu buat lindungin kamu dan Alex ". Ucapnya dengan nada sedih dan kulihat ada raut penyesalan dalan dirinya.
"Kamu kenapa ngomong gitu, dan kamu tau dari mana aku hampir mati ". Ucapku padanya.
"Aku tau... Tadi pas kamu tidur , kamu mimpiin dia kan pembunuh itu dan saat kamu bangun kamu langsung pergi, cuman kamu aja yang enggak liat aku karena buru buru". Ucapnya padaku.
"Kalok kamu tau kenapa kamu enggak langsung nyusul kerumah sakit sih". Tanyaku padanya.
"Kan aku udah bilang aku enggak bisa disamping kamu kalok ada pembunuh itu, dan dia ada dirumah sakit karena itu aku cuman bisa lindungin kamu dari rumah". Ucapnya menjelaskan padaku.
"Lindungin dari rumah gimana caranya". Tanyaku lagi padanya.
" lewat gelang itu, Aku terhubung dengan mu, Meskipun aku enggak bisa muncul dihadapan mu aku tetap bisa melindunginmu dari jauh dan lewat gelang itu. karena itu kamu jangan lepas gelang itu ya". Jelasnya lagi.
"Oh pantesan aja tiap kali aku dalam bahaya gelang ini bakalan keluar sinar kayak tadi kan'. Ucapku lagi mulai mengerti. Dan ia hanya mengangguk.
"Oh ya , Alex gimana". Tanyaku lagi padanya.
"Tenang aja... Alex enggak bakalan kenapa napa selama kamu enggak bawa bawa dia dan nyelidikin misi ini tanpa campur tangan orang lain... Kalok hal itu udah aku urus jadi kamu tenang aja". Ucapnya lagi padaku.
"Gimana sih maksudnya". Tanyaku lagi akan ucapanya itu.
__ADS_1
"Pokoknya Alex aman, dan kamu juga udah aku lindungin jadi enggak usah khwatir". ucapnya lagi padaku.
Lalu aku pun membersihkan diriku karena seingat ku aku sama sekali belum mandi karena dari pagi tadi aku tertidur dan langsung pergi kerumah sakit malam ini.