
Kami pun duduk bersantai santai dikantin, dan tidak lupa kami juga mengajak Adit,Alex, dan Haris untuk pergi kekantin. Tapi dari tadi mereka tak kunjung datang juga padahal pesanan kami sudah datang. Saat aku masih duduk sambil meminum es teh pesanan ku aku tiba tiba mendengar suara seseorang bahkan beberapa orang berteriak, sehingga aku pun celingukan mencari asal suara.
"Eh.. Lin, bar... Kalian dengan kayak ada orang yang teriak gak? ". Tanyaku sambil celingukan mencari suara yang kudengar.
"Enggak ada tuh... Bar, lu denger gak". Ucap Ellin tidak tau dan menanyai Akbar.
"Denger lah... Tu suaranya dari sih kunyuk satu itu tu, yang lagi nyanyi sambil teriak teriak...mana nyanyinya enggak ada bagus bagusnya... Lama lama gue denger kayak suara bebek kejepit pintu... ". Terang Akbar sambil menunjuk seorang siswa yang sedang bermain gitar sambil bernyanyi.
"Eh.. Bar.. Jangan kenceng kenceng ngomongnya mana pakek di tunjuk lagi... Nanti dia tau bisa ngamuk dia". Ucap Ellin menyumpal mulut Akbar dengan kerupuk yang sudah hampir tinggal setelah di mulut Akbar.
"Tapi masa sih dari dia... Perasaan suaranya beda". Tanyaku lagi kurang percaya.
"Ya emang itu keahliannya ra... Elo enggak denger suaranya, kadang teriak kayak bebek kejepit... Kadang kayak ayam disembelih... Kadang kayak anak laki mau disunat". Ucapnya lagi masih dengan ejekkannya itu. Sehingga Ellin pun malah tertawa, dan aku pun juga demikian. Sehingga aku pun hanya diam saja sambil memainkan ponselku.
...******...
"Ini HA2 mana sih? ". Ucap Akbar yang celingukan.
"Apaan tu bar HA2? ". Tanyaku menatapnya heran dan tak mengerti, sambil memasukan kembali ponselku kedalam saku.
"H nya Haris... A2nya Adit sama Alex". Jelasnya padaku dengan singkatan yang ia berikan.
"Berati kalok elo sama mereka jadi A3 dong". Ucap Ellin menimpali.
"Oh iya ya... Bisa jadi lah". Ucapnya seraya tersenyum.
"Ini mereka ber3 kemana sih? Perasaan dari tadi ya... Bar coba lu telpon deh... Kemana temen temen lo". Ucapku juga celingukan dan meminta agar Akbar menelpon mereka.
"Ya.. Temen gue... Temen lo juga". Ucap Akbar baru mengeluarkan ponselnya tapi mendadak ada seorang siswi yang berlari masuk kedalam kantin.
"Woi!.... Semuanya... Tolong ... diluar.. Orang orang pada kerasukan!!! ". Teriak siswi itu dengan nada terengah engah. Seketika semua orang yang ada didalam kantin pun langsung berdiri dari posisi duduk masing masing sambil keheranan.
"Kok bisa kerasukan sih?... ini masalahnya kenapa lagi... Kemarin di hutan... Ini disekolah". Ucap seorang siswa, dan hanya di tanggapi dengan gelengan kepala oleh siswi itu.
"Gue juga enggak tau... Mendingan kalian cepet tolong yang lain... Pak ustad belum dateng.. Mereka semua pada ngamuk ngamuk... Diluar kita kurang bala bantuan". Jelas siswi itu panik.
Seketika beberapa siswa dan siswi segera beranjak dari duduknya sambil berlari keluar, sementara ada beberapa orang yang masih berdiam diri karena ketakutan.
Aku pun mengikuti Ellin karena ia mengajakku untuk keluar membantu yang lain sehingga kami ber3 pun segera keluar. Sepanjang perjalan kami mengikuti siswi itu kulihat ada beberapa hantu yang nampaknya menunggu jika ada yang sedang melamun atau sedang panik ketakutan sehingga mereka akan gampang merasuki tubuh itu. Sehingga aku terus melangkah dan sedikit memberanikan diriku agar malah mereka yang takut padaku,
Kami berlari kecil kearah dimana siswi itu menuntun kami hingga kami pun sampai di lapangan. Dan sesampainnya aku dilapangan, kami berpaspasan dengan beberapa pria yang memakai peci dikepalanya dan menurut Akbar mereka merupakan ustad yang datang untuk membantu mereka yang sedang kerasukan.
kulihat beberapa orang sudah tergeletak sambil mengerang kesakitan. Dan seketika aku pun ikut merinding melihatnya, Kami pun langsung mendekat tapi kulihat beberapa orang yang masih terlepas seperti hendak mengamuk dan berlari mungkin karena para ustad sudah datang untuk mengeluarkan mereka sehingga kami pun segera ikut menolong menahan sebisa kami agar mereka tidak berlari.dan saat kami masih menahan seorang siswi, kulihat Ellin berlari hendak mengejar seorang siswa yang tiba tiba saja berlari entah kemana.
__ADS_1
"Lin!!.. Mau kemana? ". Tanyaku sambil berteriak padanya.
"Kalian tahan dulu yang itu... Gue mau kejar yang itu... Entar takutnya dia malah ngilang". Terang Ellin pada kami.kemudian pergi, sehingga aku dan Akbar pun hanya bisa memegangi seorang siswi yang seperti memiliki tenaga dalam saja dalam dirinya.
Dengan sekuat tenaga kupengangi tangan siswi itu, sementara Akbar ia memegangi kakinya agar tidak bergerak.
"Lepas... Lepas... Lepasin gue". Teriak siswi yang kami pegangi sambil meronta ronta.
"Eh... Nindih jangan nendang terus dong!! Gimana kakok entar kena muka gue...untung aja ya lu kesurupan kalok enggak udah gue jambak rambut lo". Gerutu Akbar dengan kesusahan saat memegangi kaki siswi yang bernama Nindih.
Dan tak lama setelah Akbar berbicara seperti itu, tiba tiba saja sebuah hantaman keras tepas mengenai wajah Akbar yang langsung telentang diatas tanah.
"Akbar!! ". Teriakku terkejut.
"Haduh... Dara, sakit... Muka gue sakit... Elu bukannya nolongin gue juga...eh Nindih lo asem banget ya... Udah dibilang jangan nendang gue, eh malah sengaja". Ucap Akbar yang sepertinnya menangis, dan marah meracau tidak jelas, sehingga membuat Nindih malah tertawa terbahak bahak.
"Maaf bar?... Gue megangin dia nih". Gerutuku juga panik.
"Khik... Khik.. Khik... Kau pantas mendapatkannya gendut... Gimana enak kan". Ucap Nindih seraya tersenyum menyeringai.
"Kurang ajar banget lama lama nih hantu... Belum pernah di siksa pakek Tamparan yang ada nama Allahnya ya dia". Ucap Akbar sebal.
"Maksudnya apaan bar? ". Tanyaku tak mengerti. Dan Nindih malah semakin berteriak kuat.
"Lepas... Lepas... Hei gendut!!... Kau mau apa hah... Aku enggak takut sama kamu... Hahah". Ucap Nindih masih tertawa cekikikan.
"Dara... Elo pegangin tangan dia kuat kuat ya". Ucap Akbar padaku, dan kulihat ia megenggam tangan kanannya sambil mulutnya berkomat kamit yang tidak bisa kumengerti, dan tiba tiba saja ia mengangkat tangan kanannya.
"Bar... Lu mau ngapain? ". Tanyaku masih tak mengerti.
"Ngeluari nih hantu". Singkatnya dan kembali mengangkat tangannya seraya berteriak nyaring.
"Allahuakbar!! ".
Plak~
Sebuah tamparan mendatar dipipih Nindih sehingga ia pun langsung tak sadarkan diri.
Aku yang terkejut pun hanya bisa terpaku melihat apa yang dilakukan oleh Akbar barusan.
"Akbar!!!..kenapa lo tampar sih... Kan dia malah pingsan". Gerutuku saat melihat nindih pingsan.
"Kan lebih bagus ra... Tu setannya udah keluar... Ngapa lo masih mau minta gue gampar!!. Ucap Akbar dengan nada kesal sambil berbicara dan menoleh kearah belakangku sehingga aku pun menoleh. Dan kulihat hantu yang ada didalam tubuh nindih sudah menunduk ketakutan dibelakangku.
__ADS_1
"Ampun gendut.. Ampuni saya". Ucap Hantu itu, yang sontak saja aku langsung menahan tawa ku mendengarnya.
"Apa lo bilang... Ish.. Pergi sana lo.. Sebelum gue bacain doa lagi ya". Ucap Akbar mengancam dan hendak mengangkat tangannya dan hantu itu pun sudah pergi sebelum Akbar berkata lagi.
"Nah takut kan lo". Ucap Akbar tersenyum bangga.
Kami pun akhirnya langsung mengangkat tubuh Nindih dan membawanya kepada pak ustad, agar ia dapat melihat apakah Nindih baik baik saja.
"Ini dia sudah tidak ada jin lagi didalam tubuhnya... Tapi ini kenapa pipinya sampai memerah? ". Tanya ustad itu melihat aku dan Akbar. Dan aku pun sontak langsung menunjuk kearah Akbar.
"Heheh... Itu.. Tadi saya gampar pakek nyebut namannya Allah ustad... Mungkin karena itu dia langsung keluar dan pipinya sampek merah mungkin kekencengan". Ucap Akbar cengengesan. Dan hanya ditanggapi dengan geleng geleng kepala oleh ustad itu.
"sudah.. Sudah... Lain kali jangan seperti itu... Kasian yang punya badannya juga ikut kesakitan... Ini berikan dia air yang sudah saya doakan". Ucap ustad itu menyuruh kami memberikanya air.
Segera kami pun melakukan apa yang diperintahkan olehnya itu.
...******...
Dan tak lama setelahnya kulihat dari arah kejauhan Ellin sudah datang dengan dibantu oleh pak Leon membawa seorang siswa yang tadi ia kejar. Dan mereka langsung mengantarkan siswa itu ke pak Ustad.
Setelahnya Ellin pun langsung berjalan kearah kami, dan membantu kami memegangi siswa yang sedang aku pegangi sekarang.
"Gimana berhasil? ". Tanyaku padanya, dan ia pun mengangguk padaku.
Kami pun kemudian kembali memegang beberapa siswa yang masih kerasukan, sementara yang sudah bebas langsung diminta untuk pulang karena takut akan kerasukan lagi.
...*****...
Aku pun pulang setelah membantu sebisa ku, dan segera berjalan menuju parkiran, dan saat aku hendak menjalankan motorku tiba tiba saja ponselku berdering, dan berasal dari no tidak dikenal, karena kupikir mungkin ada kepentingan segera kuangkat ponselku.
[Halo] ucapku.
[Hallo... Ini yang waktu itu benerin hp nya kan ya.. Ini hpnya udah dibenerin]. Ucap orang diseberang sana, dan aku pun teringat bahwa dia adalah tukang konter itu.
[Oh iya bang... Nanti saya ambil ya... Hari ini juga ya... Mungkin kira kira sore nanti]. Ucapku padanya. Dan setelah selesai aku pun segera menjalankan motorku untuk pulang.
Aku hendak mengambil ponsel itu sekarang, tapi karena arahnya yang berlawanan sehingga aku pun memilih untuk mengambilnya sore karena aku sudah sangat lelah .
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
.... ...
(Bersambung)