Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Berkunjung ke perpustakaan.


__ADS_3

Keesokan harinya selepas papa dan mamaku telah pergi untuk bekerja, aku pun segera bersiap siap untuk pergi ke perpustakaan yang akan kami kunjungi pertama kali, karena mengingat jaraknya yang sedikit jauh sehingga kami pun harus pergi lebih awal apalagi jika kami harus ke perpustakaan yang lainnya.


Kumasukan beberapa lembar uang yang sebelumnya sempat ku minta dari mamaku kemudian kumasukan kedalam tasku, begitu juga dengan ponsel dan barang barang lainnya.


Setelah selesai memasukan barang barang yang kuanggap penting, aku pun bergegas keluar dan tidak lupa ku kunci pintu rumahku dan segera aku pun bergegas menyalakan motorku dan kujalankan menuju perpustakaan yang semalam kami cari.


...*********...


Ku gunakan gogle maps untuk mempermudahku dalam mencari perpustakaannya, tapi saat masih diperjalanan seperti biasanya bukan Dira namanya kalok tidak memintaku berhenti sekedar untuk membeli makanan, sehingga aku mau tak mau harus menuruti permintaannya, aku pun singgah dan membeli siomay yang kebetulan ada dipinggir jalan. Dan kuminta untuk dibungkus, kemudian kami pun berhenti ditempat yang lumayan sepi barulah kuberikan Siomay itu pada Dira.


"Ini cepet dimakan... 5menit aja ya... ". Seruku jengah karenanya.


"5menit... Lo kira mulut gue ember sekali tuang habis... Kalok makan itu musti sabar... Enggak bisa cepet cepet". Ucapnya malah berbicara.


" Ya lagian... Seharusnya kita udah sampai tapi gara gara kamu nih!!... Udah dimakan aja tuh siomay... Enggak usah buang buang waktu". Gerutuku tambah kesal padanya.


"Oke!! ... Ngomong ngomong kamu Mau enggak siomaynya sebelum aku makan nih". Tawarnya padaku.


"Enggak!!... kamu makan aja sendiri". Singkatku lagi sambil melihat ponselku.


Kulihat jarak perpustakaan yang kira kira 10 menit lagi dari tempat ku sekarang, Sementara Dira sudah mulai melahap Siomaynya itu dengan rakusnya.


Dan setelah Dira selesai makan kami pun bergegas untuk melanjutkan kembali perjalanan kami menuju perpustakaan.


...********...


Sesampainya kami disana, aku pun segera turun dan masuk kedalam perpustakaan yang nampak sepi karena hanya ada beberapa orang saja disana yang sedang membaca.


Aku pun berjalan kearah beberapa rak rak buku yang tersusun rapi di samping kiriku, sekedar melihat lihat saja barang kali ada sesuatu yang berguna bagiku.


"Hei... Kamu ngapain disitu". Ucap Dira sehingga aku pun langsung membalikan badanku kearah Dira yang sedang berbicara dengan seorang hantu.


"saya kan penunggu disini... Kamu sendiri kenapa kemari? ". Tanya Hantu itu balik pada Dira.


"Aku ikut dia". Tunjuk Dira padaku dan seketika hantu itu pun menoleh padaku.


"Manusia??...kenapa kamu mengikuti manusia itu?.. ". Tanya Hantu itu yang kudengar saat aku berjalan mendekat.

__ADS_1


"Dia kan kembaran aku... Gimana Miripkan!! ". Seru Dira dengan bangga.


"Iya.. Tapi kalau kulihat lebih cantik dia dari padamu". Gumam Hantu itu, sehingga dapat kulihat raut kesal dari wajah Dira.


"Hei kamu ini buta ya!?... Jelas jelas kami ini kembar indentik, pasti samalah! ". Kesal Dira padanya.


"Yaudah enggak usah marah... Saya kan cuman berbicara apa adanya kamu sedikit pucat, kalau dia tidak". Jelas hantu itu.


"Sudah kalian berdua kenapa jadi berantem sih". Ucapku berusaha menghentikan perdebatan mereka, saat aku sudah berdiri diantara mereka.


"Hei... Kamu bisa melihat kami?... Kamu punya mata batin ya? ". Tanya Hantu itu padaku.


"Iya". Singkatku sambil mengangguk.


"Kenapa memangnya masalah buat lo!! ". Ucap Dira masih dengan nada kesal.


"Udah Dara ayo kita pergi... Males aku ngomong sama dia". Ucap Dira sambil menarikku menjauh.


Dira menarikku, sampai kedekat rak buku yang ada didekat pojokan dinding.


"Yang pasti... Kalok kita ke perpustakaan yang bener... sih syalen pasti bakalan nonggol". Jelasnya santai padaku.


"Berati kita salah perpustakaan dong". Lirihku.


"Iya... Bisa jadi begitu...kalok gitu ayo kita ke perpustakaan yang lain". Ajaknya sambil membalikan badannya.


"Lo kira gue enggak capek". Teriakku tanpa sadar. Dan seketika beberapa orang langsung melihat kearahku. Sambil menaruh jari telunjuk mereka di depan bibir.


"Heheh... Maaf semuanya... Maaf". Ucapku canggung sambil menundukan kepalaku karena malu, dan aku pun langsung berlari keluar dari dalam perpustakaan, menuju tempat dimana aku memarkirkan motorku.


...********...


"Aku malu banget!!... Kenapa aku pakek teriak sih". Gerutuku sambil menarik narik rambutku.


"Elo sih... Udah tau diperpus eh malah teriak... Kan dikira aneh lo sama mereka". Ucap Dira dari belakangku.


"Ya gimana lagi!! ... aku jauh jauh kesini... Eh, enggak dapet hasil... Terus masa musti keperpustakaan yang lain mana jauh lagi, kan capek? ... Besok aja ya kita perginya".ucapku dengan nada kesal.

__ADS_1


"Terserah kamu... Aku mah ikut aja". Ucapnya dengan santai.


Aku pun langsung menaiki motorku, dan memakai helmku, dan segera meninggalkan lingkungan perpustakaan itu.


Kujalankan motorku ke beberapa tokoh buku yang kebetulan dekat dengan perpustakaan ini. hanya ada beberapa toko buku saja, dan tidak ada lagi perpustakaan lain. Sehingga setelah selesai mengunjunginya satu persatu aku pun langsung mengarah pulang karena sudah hampir 3 jam aku hanya berputar putar saja mencari jalan.


"Ra kita pulang ya? ". Tanya Dira yang duduk dibelakangku.


"Iya". Singkatku yang masih fokus kedepan.


"Yaudah aku juga udah capek Keliling keliling dari tadi". Ucapnya sambil menyenderkan kepalanya padaku.


"Capek!? .... Seharusnya aku yang capek soalnya aku yang nyetir, habis itu aku juga tadi yang jalan... Sementara kamu kan terbang ... Kaki kamu enggak napak, jadi capek dimana coba". Gerutuku padanya.


"Ya tetep aja... Kamu pikir terbang itu enggak capek apa?.... Ya, meskipun emang enggak sih... Tapi kan aku dari tadi ngomong sama kamu jadi capek dong". Ucapnya tak mau kalah.


"Salah sendiri... Emang aku yang minta situ buat nyerocos enggak jelas". Ucapku datar padanya.


"enggak jelas apa coba... Jelas jelas kamu yang nanyak mulu... 'Dira ini udah bener belom... Dira kita musti kemana... Dira dan bla, bla, bla '... ". Ucap Dira yang mulai berbicara untuk membela Dirinya, dan ia malah berbicara semakin panjangnya yang membuat kepalaku jadi semakin pusing, sehingga aku pun hanya diam mendengarnya saja karena aku tak berniat untuk menimpali ucapanya itu.


...******...


Hingga akhirnya kami pun sampai dirumah, dan segera kuparkirkan motorku di depan garasi rumahku, ku ajak Dira untuk masuk kedalam, tapi karena ia masih merajuk padaku sehingga ia hanya diam saja tanpa menimpali ucapanku.


Dan karena tidak mau ambil pusing, aku pun bergegas untuk masuk, Kubuka kunci pintu rumah dan masuk kedalam menuju kamar ku untuk membersihkan Diriku, meninggalkan Dira sendirian yang agaknya masih kesal dengan diriku, apalagi dia kutinggal.


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2