Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Kerasukan disekolah lagi!


__ADS_3

Keesokan paginya aku terbangun dan segera bersiap siap hendak pergi kesekolah, sambil terus membayangkan apa yang akan terjadi nanti, dan siapa yang akan menjadi tumbalnya.


Saat aku melewati meja makan, mamaku menawariku untuk sarapan terlebih dahulu tapi, aku langsung pamit untuk pergi karena aku sama sekali tidak berselera.


Kujalankan motorku dengan pelan karena aku merasa tidak ingin datang cepat cepat dan melihat apa yang akan terjadi kelak.


"Ra.. Kok pelan banget, kayak siput ". Seru Dira mengagetkan ku dari belakang.


Kutolehkan kepalaku ke asal suaranya dan aku hanya menatapnya sekilas, kemudian ku alihkan lagi pandanganku kedepan.


"Enggak pa pa! ". Singkatku datar sambil masih fokus kedepan.


"Elo pasti masih kepikiran masalah tumbal kelak kan? ... Maaf ya ra! , untuk kali ini gue cuman bisa diem tanpa nolongin lo". Lirihnya padaku.


"Iya enggak pa pa kok... Aku cuman kepikiran aja kira kira tumbalnya siapa dan apa caranya agar aku tau siapa dia? ". Tanyaku pelan.


"Oh itu... Gue bisa kasih kamu sedikit clue... Orang yang akan jadi tumbal adalah salah seorang yang pernah kesurupan sebelumnya". Ucapnya bersemangat.


"Itukan kemaren udah kamu kasih tau... Masalahnya kan banyak yang kena". Ucapku malas.


"Iya tapi... Orang yang kesurupan itu.... Dia udah ditandai dengan!!.. Goresan kecil di belakang leher... Akhhh".ucapnya yang disusul dengan teriakan, karena terkejut kuberhentikan motorku didekat pinggir jalan, dan segera kulihat Dira yang mengerang kesakitan.


"Dira... Kamu kenapa.. Mananya yang sakit". Tanyaku panik melihatnya.


"gue... Gue enggak pa pa kok... Cuman sakit karena keceplosan aja!!.". Lirihnya yang masih memegangi kepala.


"Maksud kamu, kamu keceplosan karena soal goresan dibelakang leher". Ucapku berusaha menerka. Dan ia pun mengangguk padaku.


"Sepertinya dia berusaha manggil gue... Tapi untungnya gue udah menetap di gelang itu jadi mustahil kecuali dia ada didepan gue, dan sekarang gue udah oke kok... Ayok berangkat". Jelasnya padaku.


"Kalok kamu udah mendingan.. Yaudah". Lirihku naik keatas motor, tapi saat aku baru ingin menjalankan motorku tiba tiba kudenggar sebuah suara memanggilku dengan disusul oleh suara gonggongan a*jing.


"Lah ngapa tu anak? ". Tanya Dira seperti pertanyaan yang ingin kutanyakan.


"Tolong ra... Jalan.. Jalan ". Ucap Akbar terengah engah naik kemotorku.


"Kenapa kamu bisa dikejar a*jing". Tanyaku gelagapan padanya.


"Udah jalan tuh a*jingnya udah deket.. Akhhh.. Cepet". Ucap Akbar sambil menjerit jerit, aku pun langsung menyalakan motorku dan menggas nya agar kami lolos dari anjing itu.


...*******...


Sesampainya kami kesekolah kuparkirkan motorku ditempat parkir, sambil beberapa kali kutarik nafas dan kuhembuskan lagi keluar dan kulihat Akbar juga melakukan hal yang sama.


"Eh guci beras... Ngapain lo main kejar kejaran sama a*jing!! ". Teriak Dira tiba tiba, sehingga aku pun tersentak karenanya.


"Eh sajiku... Lagian siapa yang main kejar kejaran, lo buta.. Gue tadi lari dari tuh a*jing... Telat dikit bisa jadi amsyong gue". Gerutu Akbar tak mau kalah.


"Tapi bar... Rumah lo kan berlawanan arah sama rumah kita.. Kok lo malah lari dari jalan kita? ". Tanyaku tak mengerti.


"Kan gue pernah bilang gue pernah dikejar a*jing... Nah gue itu dikejar sama A*jing ditikungankan... Tikungan yang gue maksud itu tikungan rumah lu... ". Jelasnya padaku.


"Emang lu ngapain kesana? ". Tanyaku masih tak mengerti.


"Nganterin pesenan orang, dia kan beli kue sama mak gue... Jadi gue disuruh anter... Sebenernya enggak mau tapi duit nya lumayan.. Hehehe". Ucapnya cengengesan.


"ooo... coba lo bilang dari kemarin kalok lo hampir tiap hari dikejar sama a*jing".lirih Dira.


"Emang kenapa? Lo mau bantuin gue". Tanya Akbar padanya.

__ADS_1


"Enggak... Gue cuman mau liat lo lari doang.. Soalnya kalok pagi pagi gue enggak ada kerjaan". Ucap Dira santai sambil menatap Akbar dengan wajah isengnya itu.


"sajiku tepung roti


Dasar enggak punya hati... Ayo ra kita tinggalin aja nih setan". Seru Akbar sambil menarikku masuk kedalam sekolah.


Dan aku pun hanya tertawa melihat ulah mereka berdua. Memang ada benarnya Akbar marah karena dia pikir Dira ingin menolongnya, tapi ternyata oh ternyata semua hanya ejekan saja-_-


...*******...


Kami pun langsung berbaris di lapangan hendak memulai senam seperti biasanya. Meskipun tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi, kami tetap senam sehingga kami pun berbaris seperti barisan sebelumnya.


Aku pun sedikit was was, sambil bertanya siapa yang akan menjadi tumbalnya, aku pun celingkukan selama senam sambil melihat belakang leher orang orang yang ada di dekat barisanku.


Tapi tetap saja tidak ada diantara barisanku yang kudapati goresan dibelakang leher mereka sampai akhirnya senam kami pun berakhir.


Saat senam kami telah berakhir, kepala sekolah kami pun maju kedepan dan mengumumkan bahwa pembagian raport kami akan diadakan pada hari jumat depan dan yang mengambilnya adalah orang tua, sehingga sebelum hari jumat kami tetap harus masuk kesekolah meskipun kegiatan belajar mengajar telah usai.


Setelah pengumuman yang diberikan oleh kepala sekolah kami, para siswi pun diminta untuk membersihkan kelas sementara para siswa diminta mengambil alat kebersihan di gudang dan membersihkan lingkungan sekolah.


Dan setelahnya semua pun diminta bubar, Kulihat beberapa siswa pergi ke gudang untuk mengambil peralatan kebersihan, aku pun langsung berbalik hendak menyelidiki seorang yang sedang aku curigai, tapi tiba tiba saja kudengar suara kehebohan dari arah gudang, suara teriakan beberapa orang dari sana. Sehingga aku pun sontak berbalik untuk melihat apa yang terjadi.


"Kenapa? Ada apa digudang kenapa mereka teriak? ". Tanyaku was was sambil tanpa sadar telah mencengram kerah baju salah satu siswa yang tidak kukenali sangking paniknya.


"Didalam gudang ada... Ada mayat Alfian... Dia gantung diri!! ". Seru nya dengan nada gemetaran.


Sontak saja aku pun langsung melepas cengraman tanganku dari bajunya itu, dan tubuhku pun langsung lemas karena terkejut dan tanpa sadar aku pun mundur perlahan lahan sambil duduk didekat dinding, ku remas bajuku karena aku panik seketika air mataku pun perlahan sudah mulai mengalir, dan seketika ucapan Dira pun terngiang ngiang di telingaku.


~Kamu tidak akan bisa berbuat apa apa Dara... .~


~Besok akan lebih parah!!.. Mereka akan lebih marah dari yang tadi!... Bahkan dia akan mengambil tumbal tanpa kalian sadari! ~


~iblis ORC itu dialah yang akan diuntungkan karena mendapatkan tumbalnya!! ~


~Kamu tidak bisa berbuat apa apa Dara... ~


~ dia akan mengambil tumbal tanpa kalian sadari...!!! ~


kututupi telinga dan mata ku rapat rapat, tapi percuma saja karena ucapnya selalu tetap dapat kudengar dengan sangat jelas. Sampai tiba tiba saja aku tak kalah terkejut saat mendengar suara teriakan yang menggelegar.


Sontak saja aku pun langsung membuka mataku dan kulihat suara itu tepat berasal dari sebelahku , aku pun langsung berdiri sangking takutnya.


"Akh... Akhh... Hahaha... Kau... Kau mau kemana hah?! ... Kenapa? kau takut bukan... Enyahlah jika kau tidak dapat menolong kami!! Kau manusia yang tidak berguna!! ... ". Seru siswi itu yang masih duduk diatas lantai Sambil tertawa dan menunjukku, dan sontak saja semua orang yang ada disini pun langsung melihat kearahku dengan kebingungan.


"Dia... Dia mengambil nyawa... Nyawa manusia!!... Kau tau bukan... Tapi kau tidak berguna.. Kau tidak akan bisa melawannya... jadi!! ... Jangan pernah coba coba, karena itu akan menyiksa semua orang juga!! Dan dirimu sendiri!! ". Serunya lirih namun masih dengan nada tak kalah garang, sambil menatapku dengan tatapan yang dingin. Aku pun sedikit tertegun saat ia mengatakan itu, apa maksudnya dengan menyiksa semua orang.


"Apa? ... Apa maksud mu dengan semua orangnya juga!! ... Apa? ". Tanyaku padanya.


"Semua orang!! ... Hahaha... Kau mau lihat ya? .. Baiklah". Singkatnya.


Dan tiba tiba saja sebuah angin berhembus melewati tubuhku , aku pun merinding dibuatnya karena ini bukanlah sebuah angin biasa, karena ini adalah angin gaib dimana saat kulihat kesekeliling sudah ada banyak sekali hantu yang menatapku dengan menyeringai dan seketika aku pun terduduk dilantai, sambil mengesot berusaha untuk menjauh, tapi dalam sekejab mata kulihat mereka sudah berterbangan masuk kedalam tubuh orang orang yang juga sama seperti ku sedang ketakutan. Kulihat semuanya dengan mata kepala ku sendiri dimana orang orang sudah menangis, berteriak teriak , dan meraung raung tidak jelas sampai tiba tiba aku pun langsung lemas saat aku merasa ada yang masuk kedalam diriku, dan seketika kesadaranku pun mulai menghilang.


...*******...


Kubuka mata ku dan saat aku terbangun kulihat kesekeliling dimana sudah ada mama dan papaku Yang nampak sangat cemas.


"Dara... Kamu sudah bangun nak". Lirih mamaku yang menangis sambil memelukku.


"Ini nak diminum dulu". Ucap papaku sambil menyodorkan segelas air padaku.dan tanpa banyak bertanya aku pun langsung menegaknya sampai habis.

__ADS_1


"Ini mama sama papa kenapa nangis? ". Tanyaku tak mengerti.


"Kamu tadi kesurupan nak... Mama khawatir banget sama kamu... Kamu enggak pa pa kan?.. Apa nya yang sakit? ". Tanyanya tanpa henti padaku.


"Udahlah ma, dia enggak pa pa... Kasian dia masih lemes". Ucap papaku pada mama.


"Mama kenapa sih pa?... Aku enggak pa pa kok". Ucapku lemas.


"Enggak pa pa gimana orang kamu tadi kesurupan dan hampir 100 jin masuk kedalam tubuh kamu, kamu masih bilang enggak pa pa". Tegas mamaku, aku pun tersentak dan mengingat ingat apa yang terjadi.


"Udahlah ma... Karena itu dia lemes.. Udah ayo kita keluar.. Dan Dara kamu istirahat ya nak.. Kamu pasti lemes banget kan.. Tidur ya, jangan main hp". Nasihat dari papaku dan mengajak mamaku keluar karena tak kamu dia semakin ribut.


Seketika hening sudah suasana di dalam kamarku karena hanya tinggal aku sendiri didalam sini. Kupegang kepalaku karena masih sakit, tapi lebih tepatnya seluruh tubuhku pun juga sakit, bahkan seperti habis ditinju oleh beberapa orang saja.


Kulihat kearah jam dinding dimana sudah menunjukan pukul 19:10,sehingga aku pun masuk kedalam kamar mandi karena kulihat aku masih menggunakan seragam olahraga.


Setelah aku selesai kududukan kembali tubuhku diatas kasur sambil mengeringkan rambutku dengan handuk kecil.


"Tadi itu aku kenapa ya? ... Perasaan habis senam.. Aku denger orang teriak dari gudang! terus Banyak hantu... dan ya aku ngerasa kayak ada yang masuk!!... Apa aku kerasukan ya? ". Ucapku bertanya tanya.


Dan saat aku masih bertanya tanya, tiba tiba saja mamaku masuk kembali kedalam kamarku, sambil membawa sebuah nampan yang berisikan bubur dan air putih.


"Dara... Kamu makan dulu ya buburnya.. Ini mama buatin buat kamu biar kamu enggak lemes lagi". Jelasnya padaku, tapi aku tidak ingin memakannya karena aku tidak menyukai bubur.


"Tapi ma... Aku enggak suka bubur". Singkatku padanya.


"Udah makan... Kamu udah gede enggak mau terus.. Cepet buka mulut". Paksanya menyuapiku sehingga mau tak mau kubuka mulutku.


"Udah ma... Aku bisa makan sendiri, mama keluar aja ya.. Aku mau istirahat". Ucapku memintanya keluar.


"Iya iya... Tapi ini bubur harus habis ya... Awas kalok enggak mau makan". Ancamnya padaku dan aku hanya mengangguk padanya. Sehingga ia pun keluar dari dalam kamarku.


Kulihat bubur yang baru ku makan beberapa sendok itu dengan malas.seketika aku pun teringat dengan Dira, karena ia tidak muncul saat aku baru bangun sehingga aku pun memanggilnya.


"Dira... Dira". Seruku dan tak lama setelahnya ia pun datang.


"Ada apa? ... Wih bubur!!... Gue makan ya... Elu enggak mau kan". Ucapnya yang bukanya menanyai kabarku malah menanyai bubur itu.


"Kamu mau... Yaudah makan aja". Izinku karena memang aku tak suka dengan bubur dan berhubung ada yang ingin memakannya,tanpa basa basi ia pun langsung melahapnya.


"Kamu suka ya makan bubur". Tanyaku padanya.


"Suka lah apa lagi ini bubur ayam... Udah kamu tidur aja.. Aku tau kamu masih lemes kan kita ngomongnya besok aja.. Soal bubur ini aku yang urus". Singkatnya masih menghabiskan bubur itu.


"Tapi Dira". Ucapku berhenti saat ia mengangkat sendoknya.


Akhirnya karena malas meladeni Dira aku pun berbaring dan tidur meninggalkannya yang masih sibuk memakan bubur itu.


...*******...


Keesokan paginya aku terbangun dengan tubuh yang sedikit membaik dari sebelumnya, dan seperti semalam mamaku tetap membuatkanku sebuah bubur, dan mau tak mau aku harus memakannya beberapa suap kemudian aku juga diberi sebuah vitamin dan barulah aku bisa mandi.


Setelah mandi aku hanya duduk menonton tv bersama mamaku dan Dira yang juga ikut menonton. hari ini mamaku menemaniku dirumah karena ia sedang tidak bekerja. Sehingga kami pun menghabiskan waktu seharian dirumah bertiga, dari membersihkan rumah, memasak makan siang, dan menyirami tanaman.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2