Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Coupel?


__ADS_3

Saat aku sedang berdiri didepan cermin, kulihat dari pantulan cermin dimana tampak jelas Dira yang nampak murung, sehingga aku pun sedikit penasaran karena tidak biasanya dia seperti itu.


"Kenapa tuh muka... Pagi pagi udah digituin?". Tanyaku tanpa menoleh padanya.


"Enggak pa pa". Singkatnya masih dengan wajah murung.


"Jujur aja?! ...soalnya selama ini kamu enggak pernah tuh pasang muka minta dikasianin kayak gitu!!.. Jadi karena apa? ". Ucapku yang kini berbalik menghadapnya.


"Sembarangan banget punya mulut!!... Bilang kalok muka gue minta dikasianin... Tapi sih emang iya begitu... Tapi udahlah!! ".ucapnya sedikit salah tingkah.


"Emangnya kamu mau apa sih?... Tadi bilangnya iya minta dikasianin... Dikasianin buat apa? ". Tanyaku lagi padanya sambil bertolak pinggang.


"Aku... Sebenernya mau baju baru Dara... Aku mau baju yang ada di Toko deket sekolah kamu itu loh... Yang bajunya ada 2... Beli dong Ra, biar kita coupelan gitu sekali kali". Ucapnya kini dengan nada memelas.


"Oh.. Aku kirain masalah apa... Lagian buat apa sih baju coupel, dulu kamu enggak pernah tuh minta aneh aneh... Udahlah pakek yang ada aja... Lagian kan dulu ada kita beli sama cuman warnanya aja yang beda". Gerutuku yang kini berbalik hendak merapikan bukuku.


" tapi itukan juga coupel sama yang lain... dulu aku memang enggak mau ra, tapi... setelah liat yang di Tv aku jadi pengen gitu ra, jadi kita keliatan kompak... sekali kali gitu aku aja bahkan udah lupa kapan terakhir kali kita pakai baju coupel berdua". Lirihnya sambil menundukan wajahnya,dan lagi lagi ucapannya membuat aku menjadi sedih.


"Yaudah... Nanti aku minta uang sama papa... Terus pulang sekolah kamu tunjukin toko yang mana, oke". Ucapku berusaha membujuknya, dan seketika itu juga kulihat raut senang terpancar dari wajahnya.


"Serius... Demi apa ra!!... Yeh... Beli baju baru... Makasih Dara, sayang kamu". Ucapnya senang sambil memeluk erat diriku.


"Iya iya.. Udah lepasin kecekik akunya... Udah ayo turun aku mau sarapan, nanti aku telat lagi! ". Ucapku segera menggendong tasku, dan membawanya turun.


...**********...


Di jam pelajaran pertama, kami sama sekali tidak belajar karena guru yang bersangkutan sedang ada urusan, sehingga kelas kami pun menjadi ramai serasa di pasar.


Ada yang memainkan ponselnya,melempar kertas ke sembarang arah, dan ada juga yang sedang bercanda tawa dengan teman temannya.


Begitu pun denganku, seperti biasanya Akbar lah yang akan menjadi biang keladinya, mengajak aku dan Ellin berbicara bahkan sampai bergosip mengenai tetangganya yang bahkan sama sekali tidak aku kenali.


"eh lin, ra.. Kalian mau tau gak... Semalem tetangga gue berantem tau!! ". Ucapnya membuka obrolan.


"Siapa bar? ". Tanyaku penasaran, begitupun dengan Ellin yang nampak lebih penasaran dariku.


"Elu mah enggak tau kayaknya Ra.. Soalnya elu belum pernah ketemu, kalok sih Ellin pasti tau... Pak Hamzah... Kenalkan lu lin... ". Ucapnya kini semakin serius.


"Iya kenal... Dia kenapa berantem?.... Terus berantem sama siapa? ". Tanya Ellin tak sabaran.

__ADS_1


"Jadi ceritanya kan ya.. Pas gue lagi rebahan... Tiba tiba gue denger suara gaduh diluar... Dan kata emak gue... waktu itu ada orang yang lagi mabok, terus dia ngetok pintunya pak Hamzah, terus sekali pintunya dibuka, eh pak Hamzahnya malah kenal tabok". Jelas Akbar sambil memeragakan apa yang ia ceritakan.


"Lah emang yang mabok itu siapa bar?... Kok dateng dateng malah ngerusuh gitu? ". Tanya Ellin semakin penasaran. Sementara aku hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


"Enggak tau... Katanya, itu orang asal ngetok aja dan dia itu pikir pak Hamzah itu selingkuhan istrinya, jadi akhirnya ditaboknyalah pak Hamzah". Jelasnya lagi.


"Ooo". Ucapku dan Ellin sambil membuka mulut membentuk huruf O.


"Untung aja dia enggak kerumah lo bar... Kalom enggak mungkin elo yang babak belur". Ucapku kini membuka suara.


"Ya, kalok dia kerumah gue... Pasti yang bukain pintu bapak, kalok enggak emak gue... Soalnya kan gue didalem... Jadi aman". Ucapnya lagi dengan santai.


"Iya juga ya". Ucapku sependapat dengannya.


"Eh.. Kantin yuk... Lagian masih ada 20 menit lagi sebelum jam lain... Masih sempetlah".ucap ellin mengajak kami untuk kekantin.


"Ayo". Seruku dan Akbar bersamaan.


Dan tanpa banyak bicara lagi kami pun langsung bergegas menuju kantin,dan duduk untuk makan sejenak disana.


...********...


Sepulang nya aku dari sekolah, sesuai janjiku, aku dan Dira pun pergi menuju toko yang ia maksud dan sesampainya kami disana, segera aku masuk kedalan dan mencari baju yang ia inginkan itu.


"Itu disebelah sana! ". Tunjuknya dengan bersemangat.


Kami pun berjalan kearah baju yang ia tunjuk itu, dan tanpa banyak bicara langsung kuambil dan ku bawa kearah kasir, dan s*alnya ternyata sudah banyak orang yang mengantri sehingga aku mau tak mau pun harus ikut mengantri.


"Ini kok lama banget sih... Dari tadi perasaan enggak gerak gerak!! ". Seru Dira yang agaknya mulai jengah mengantri.


"Inilah kenapa aku enggak mau belanja... Dan paling malesnya itu ya ini kalok lagi rame... Ya, musti ngantri ". Lirihku sambil melihatnya sekilas.


"Namannya juga nasib ra... Yang sabar ya... Yang penting kita udah dapet bajunya". Ucapnya malah santai sambil tersenyum padaku, dan hanya ku balas dengan senyum kecut saja.


Cukup lama aku mengatri hingga akhirnya giliranku pun tiba, segera kubayar kedua baju itu, dan tanpa banyak bicara lagi aku pun segera melangkah pergi meninggalkan toko itu.


...*********...


"Dara ayo cepet kebelakang... Kita bakar dulu bajunya ya, habis itu baru kita makan". Ucapnya memerintahku, aku pun hanya mengiyakan saja, dan segera ku ambil korek api dan kubakar baju itu hingga menjadi abu.

__ADS_1


"Selesai... Senengkan... Ayo masuk aku udah laper". Ucapku lagi segera beranjak dan masuk kedalam rumah.


Ku ambil piring, dan segera ku tuangkan nasi kedalamnya, dan tidak lupa juga ku tuangkan sayur capcai dan juga ikan goreng yang telah dimasak oleh mamaku, lalu segera aku duduk diatas kursi dan hendak melahap makananku itu, tapi ku urungkan niatku saat melihat Dira sudah duduk dihadapanku.


"Kamu mau makan juga? ". Tanyaku terlebih dulu padanya.


"Enggak.. Kamu makan aja.. Hari ini aku enggak laper". Ucapnya sambil menopang kepalanya dengan tangan.


"Terus kenapa mukamu kayak gitu... Kenapa kamu liatin aku kalok enggak mau makan? ". Tanyaku lagi padanya.


"Emang iya, aku enggak mau makan kok.... Udah makan aja, aku enggak bakalan ganggu, serius deh... ". Singkatnya, dan tanpa berniat menjawab lagi aku pun langsung makan dengan santainya dihadapannya.


"Beneran enggak mau nih? ". Tanyaku lagi memastikan.


"Iya lah... Makan aja ". Ucapnya lagi sehingga aku pun kembali melanjutkan makanku.


...******...


Sehabis makan, aku pun langsung menganti pakaianku, dan setelahnya aku berniat untuk langsung mengerjakan pr ku terlebih dahulu agar aku bisa santai saat malamnya.


"Kamu ngerjain pr apa ra? ". Tanya Dira padaku.


"Ini pr Bahasa inggris... Baju kamu yang tadi barusan aku beli, kok enggak kamu pakek sih? ". Tanyaku saat melihat ia malah memakai baju yang lama.


"Oh.. Nanti aja deh... Kalok kamu pakek aku juga pakek itu baru coupelan kitanya,... soalnya enggak asiklah kalok aku sendirian yang pakek". Jelasnya padaku.


"Oh gitu... Yaudah deh... Kamu pergi sana aku mau ngerjain pr, kalok kamu masih disini pr ku enggak selesai selesai deh". Ucapku mengusirnya dan kembali pada bukuku.


"Enggak mau ah... Aku duduk disini aja, sambil main hp, oke". Singkatnya yang bukannya pergi malah mengambil ponselku.


"Terserah lah.. Asalkan kamu diem , ya suka suka kamu mau dimana aja". Ucapku pasrah dan mulai mengerjakan pr ku.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2