
Keesokan harinya aku pun sudah bersiap siap berangkat kesekolah tapi tiba tiba aku mendengar sebuah notif masuk ke hp ku dari Akbar.
Dara kamu bisa jemput aku enggak... Aku mau numpang kesekolah ya... Soalnya Alex kan lagi sakit.. [Akbar]
Bisa bar kebetulan aku mau berangkat... Alamat lu dimana[Dara]
Gue sharelock ya[Akbar]
Tak lama kemudian kulihat alamat yang telah dikirim oleh Akbar aku pun lantas menuju Alamat yang telah dikirim olehnya.
"Alamat apaan tu ra". Tanya Dira padaku.
"Alamatnya sih Akbar dia mau nebeng". Ucapku lagi.
"Enggak... Enggak... Entar aku duduk dimana". Ucap nya lagi.
"Kamu terbang lah kalok enggak terbang". Ucapku dengan terkekeh lalu kujalankan motor ku.
Saat hampir sampai kealamatnya di persimpangan kulihat Akbar sudah berdiri disana aku pun memberhentikan motorku tepat didepannya.
"Lama amat lu". Ucapnya padaku.
"udah nebeng malah protes... Gue amplas juga tu mulut". Ucap Dira pada Akbar dan menurut ku perdebatan mereka akan dimulai.
"Apa lo, lagian yang gue mintain tolong juga Dia bukan lu... Minggir lu sana Hus... Hus... Hus.. ". Ucap Akbar sambil mengerakan tangannya seperti mengusir ayam.
"Guk.. Guk.. Guk... Apa lo mau gue gigit ha". Ucap Dira dengan mengonggong seperti a*jing. Aku pun lantas tertawa dengan ulah mereka itu.
"idih... Dia malah jadi a*jing... Dia hantu apa siluman ra ". Ucap Akbar dengan nada anehnya.
"Udah... Udah... Dira kamu turun ya.. Akbar kan mau nebeng". Ucapku yang masih menahan tawaku.
"Untung ada dia kalok enggak". Ucap Dira yang turun dan memandang Akbar dengan sinis.
"udah ayo jalan". Ucap Akbar yang sudah naik keatas motor.
"Helm lu mana bar... Nanti kita kena tilang gimana". Ucap ku padanya.
"Suruh dia turun ra... Tinggalin aja dia biar kenak tangkep polisi". Ucap Dira yang masih sinis.
"Mulut lu... Udah enggak ada polisi kok aman... Udah ayo jalan". Ucapnya lagi padaku.
Lalu aku pun melajukan motorku kearah jalanan menuju sekolah. Sementara Dira ia terbang tepat disamping kami.
...******...
Sesampainya kami di sekolah kuparkirkan motorku dan kami pun berjalan menuju kedalam sekolah.dan tiba tiba ada yang memanggilku dari belakang.
"Kak Dara... ". Teriaknya dari kejauhan.
"Siapa ra? ". Tanya Akbar padaku.
" dia Haris... Dia sodaranya Alex... Aku aja baru tau kemaren". Ucapku pada Akbar.
"Kakak mau kemana kekelas ya? ". Tanyanya padaku.
"Iya, kenapa? ". Tanyaku padanya.
" aku cuman mau kasih tau aja... Kak Alex dia udah sadar, tapi masih susah buat ngomong". Ucapnya lagi padaku.
__ADS_1
"Kalok gitu kita bisa liat Alex dong nanti". Ucap Akbar padanya.
"Tapi belum bisa kak, dokternya ngomong gitu". Ucapnya lagi.
"Kenapa". Tanya ku dan Akbar berbarengan.
"Karena-
Ucap nya terputus oleh suara bell.
"Aku ceritanya nanti aja ya... Pas istirahat.... Dahhh". Ucapnya sambil berlari menjauh.
Lalu aku dan Akbar pun kembali berjalan menuju kelas.
...*****...
Setelah pelajaran B. Indonesia, kami pun mengganti pakaian kami semua dan berjalan menuju lapangan sesuai perintah dari pak Leon. Dan saat sampai disana kami pun diminta untuk berbaris dan melakukan pemanasan.
"Baiklah anak anak setelah pemanasan kita masuk ke materi kebugaran jasmani, ada yang tau apa itu kebugaran jasmani". Ucap Pak leon pada kami.
"Saya pak". Ucapku sambil menganggkat tangan.
"Iya silahkan Dara". Ucapnya lagi.
"Kebugaran jasmani merupakan segenap kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu hal tanpa mengalami kelelahan yang berarti". Ucapku menjelaskan.
"Iya betul... Seperti yang Dara jelaskan barusan kita akan masuk kemateri kebugaran jasmani tepatnya kelincahan, apa ada yang ingin ditanyakan". Ucapnya lagi pada kami.
"Jadi kita musti gimana pak? ". Tanya Bagas pada pak leon.
"gampang... Untuk kebugaran jasmani ini bapak mau ambil nilai kelincahan jadi kalian cukup lari lurus dari situ terus bolak balik tapi pakek lagu, kalok lagunya bunyi kalian lari tapi kalok lagunya berenti kalian boleh istirahat sebentar". Ucap pak leon menjelaskan pada kami. Lalu setelah mengerti kami pun dibagi kebeberapa kelompok untuk berlari nanti sementara yang lain diminta untuk mencatat sudah berapa kali orang berlari.
Lalu kami pun berbaris dan saat lagu diputar kami pun mulai berlari, sesuai dengan ketahanan kami dan bila tak sanggup lagi bisa langsung keluar dari barisan.
Karena sudah lelah aku pun memutuskan untuk berhenti, dan duduk di dekat yang lainnya dengan sesekali menyeka keringat ku.
"Pak tali sepatu bapak lepas". Ucap andini pada pak leon.
"Oh iya ". Ucapnya sambil menunduk dan mengikat tali sepatu nya.
"Wah bapak pakek kalung, lucu ya bentuknya beli dimana pak".tanya Andini pada pak leon. aku dan yang lainnya pun lantas menoleh dan kulihat sekilas kalung yang dipakai oleh pak leon.
"Oh ini... Ini dari ibu bapak". Ucapnya dengan memasukan kalung itu kedalam bajunya lagi.
Dan aku pun kembali melihat beberapa orang yang masih berlari.
Dan hasilnya kelompok 1 adalah :
Akbar : 2kali.
Andini:5kali.
Bagas:9kali.
Cana:6kali.
Dara:6kali.
Ellin:7kali.
__ADS_1
Begitu juga dengan kelompok lainnya, setelah selesai mengambil nilai kami pun diperbolehkan untuk jajan dan kemudian mengganti baju untuk pelajaran berikutnya.
...****...
Saat dikantin karena kami habis pelajaran olahraga kami pun lebih dulu pergi kekantin dan makan, sampai bel pun berbunyi dan kantin pun mulai ramai dengan siswa dan siswi lainnya. Dan Adit pun datang kearah meja kami dengan membawa Haris bersamanya.
"anak siapa Dit, kok elu bawa kesini". Tanya Ellin sambil masih mengunyak cemilannya.
" kenalin temen baru, dan Dia sodaranya Alex... anak baru disini dan masuknya kemaren... Ayo duduk dan kenalin diri lo". Ucap Adit lagi sambil mempersilahkan Haris duduk.
"Hai kakak kakak semua kenalin saya Haris sodarannya kak Alex, saya kelas X1". Ucap Haris memperkenalkan Diri.
"Nah udah kenalkan dan dia punya kakak namanya kalok enggak salah Hana kelas XII4 yang juga anak baru ". Ucap Adit disertai anggukan oleh Haris.
"Oooo". Ucap kami bertiga.
"Oh ya maksud lu apaan soal Alex... Yang tadi pagi? ". Tanya Akbar pada Haris.
"Apaan bar". Tanya Ellin lagi.
"Makanya gue nanya... Tunggu biar dia jelasin maksud nya dia ". Ucap Akbar lagi.
"Kak Alex udah sadar kak... tapi dia masih susah untuk ngomong dan kata dokter nya kita belum bisa ngenjenguk dia soalnya kata dokternya takut kejadian semalam kejadian
lagi kayak tadi pagi sehingga menganggu proses penyembuhan nya kak Alex.. ". Ucap Haris menjelaskan lagi.
"Kejadian lagi maksud kamu... Alex ngamuk kayak semalem". Tanyaku sedikit terkejut.
"Iya... Cuman ini dia enggak sampek ngelukain orang tapi lebih terkesannya dia ketakutan sama kita karena itu". Ucapnya lagi.
"Kalok gitu pas Alex nya udah baikkan aja ya, kira kira 3hari lagi mungkin dia udah baikan kali ya". Ucap Ellin lagi.
"Iya kalok gitu, yaudah lu ber2 makan sana kita ber3 udah selesai". Ucap Akbar lagi sambil menyuruh Haris dan Adit.
"Enggak kompak ya ternyata kalian enggak nunggu". Ucap Adit dengan nada kesalnya.
"Namanya juga perut kalok laper enggak bisa nunggu udah sana makan keburu masuk entar". Ucapku padanya.
"Oh ya ra... Entar pulang jangan lupa ya gue nebeng lu lagi oke". Ucap Akbar pada ku aku pun mengangguk mengiyakannya.
Lalu mereka pun mulai memesan makanan dan mulai makan hingga bel masuk berbunyi kami pun masuk kembali kedalam kelas untuk belajar.
.......
.......
.......
.......
.......
(Bersambung)
Hallo kakak kakak yang udah baca novel Misi hantu kitaš.... Terimakasih banyak dan pakek banget ya... Bagi yang udah like terus divoteā¤...
Dan juga enggak lupa meninggalkan kritik dan sarannya di komentarš¤
Saya cuman mau bilang kalok novel Misi hantu kita untuk sementara harus saya tunda dulu ya karena harus UAS... Saya harap kakak- kakak semuanya bersabar ya bagi yang suka dan sampek nungguin... Tapi bagi yang enggak suka dan enggak nungguin makasih juga udah berkenan buat baca sekilas dan kalok udah dilike jugaš¤....
__ADS_1
Kalok UAS saya udah beres saya akan up lagi ya setelahnyaš...