
Sesampainya kami disana, kami pun turun dari mobil dan kulihat sebuah rumah 2tingkat,yang nampak sangat Asri karena rumahnya yang terbuat dari bahan dasar kayu yang berwarna putih. Dan disamping rumahnya juga terdapat beberapa pohon buah, dan halaman rumahnya dipenuhi hamparan rumput tipis, yang sepertinya memang sengaja dirawat.dan disana sudah berdiri sepasang suami istri parubaya,nampak tersenyum menyambut kedatanggan kami. dan Kami pun berjalan melewati jalan yang langsung menuju kepintu, sambil membawa barang kami masing masing.
"Ha... Akhirnya sampai juga... kangen banget aku sama bunda dan ayah". Ucap Dira sambil berjalan dan menunjuk kedua orang tua Hana.
"Eh anak bunda udah dateng, kalian temennya Hana sama Haris ya. Dan... Kamukan Dira". Ucap ibunya Hana, dengan raut terkejut saat melihatku.
"Bunda... Dia Dara... Kakaknya Dira, kan pernah aku ceritain". Ucap Hana ramah pada ibunya.
"Oh, Dara.... Aduh maaf ya.. Bunda ingetnya sama Dira soalnya kan dia yang suka main kesini dulu". Ucap ibu Hana lagi sambil tersenyum.
"Iya enggak pa pa kok tante". Ucapku ramah.
"Panggil bunda aja, sama kayak Dira dulu,bunda lastri.... dan kalian semuanya juga ya". Ucap ibu Hana lagi.
"Oke bunda". Ucap Akbar begitupun dengan Adit dan Ellin.
"Udahlah bunda ini merekanya enggak disuruh masuk apa... Malah diajak ngomong mulu didepan pintu". Ucap ayahnya ramah.
"Iya ni bunda... Haris udah laper tau". Ucap Haris yang merengek seperti anak kecil.
"Eh udah... Ayo masuk, udah bunda siapin juga makanan untuk kalian". Ucap buk Lastri mengizinkan kami masuk.
...****...
Saat kami masuk kedalan rumah, kulihat kesekeliling, nampak beberapa hiasan dekorasi seperti akan ada yang berulang tahun.
"Wah... Banyak banget balon nya, siapa yang ulang tahun om? ". Tanya Akbar pada pak Aldo, ayah dari Hana dan Haris.
"Oh ini, Besok ulang tahun nya si Harun, adiknya Haris dan Hana, karena itu bundanya minta mereka untuk pulang sekalian bawa temen temennya ... Oh ya Haris, Hana kalian anter mereka kekamar dulu ya buat naruh barang barang". Ucap pak Aldo.
" ulang tahun yang keberapa om, Terus sih Harunnya kemana om? ". Tanya Adit sambil melihat sekeliling.
" yang ke 8... Mungkin dianya Lagi kerumah temennya paling juga nanti sore pulang". Ucap pak Aldo lagi.
"Kamar yang mana yah... ". Tanya Haris pada Pak Aldo.
"Emang kamar dirumah ini ada banyak apa... kan disini ada 5,kalian bagi aja ya sama kamar kosong satu, dan kamar kalian". Jelas pak Aldo.
"Oh oke yah". Ucap Hana dan Haris serentak.
"Ayo". Singkat Hana mengajak kami keatas.
Saat kami keatas kulihat, didepan sini ada 3buah kamar dan 2lagi tepat berada di bawah, dan kebetulan kamar yang ada dibawah adalah kamar orang tua mereka dan kamar kosong.
Aku dan Ellin masuk kedalam Kamar Hana karena kami bertiga akan tidur satu kamar. Sementara Adit, Akbar, dan Haris akan tidur satu kamar, dikamar Haris, sementara Alex seperti biasa ia akan tidur di kamar Harun.
...****...
Saat aku masuk kekamar Hana, kulihat sebuah kamar berwarna pink dengan beberapa boneka diatas lemarinya, dan juga lemari dengan warna serupa. dan juga terdapat sebuah sofa mini didekat jendela. Lalu ku letakan tas ku di lantai dekat sofa.
__ADS_1
"Na.. Lo kok enggak bilang adek lo ultah sih... Coba lo bilang biar kita siapin kado buat dia". Tanyakku padanya.
"Ya kan gue ngajakin kalian aja hehe... Udah kalok lo mau, nanti kita kepasar deket sini disana banyak orang jual barang dari mainan, baju, sama yang lain". Jelas Hana padaku, dan aku pun mengangguk padanya.
"Oke.. Gue juga ya... gak enak soalnya ". Ucap Ellin juga menimpali.
" ha... Bagus, bagus... Masa ke ultah enggak ngasih kado ya kan.ngomong ngomong Kamar lo masih sama aja ya na... Masih pakek warna pink... Dan semprenya masih aja pakek gambar micky mouse... ". Ucap Dira sambil memperhatikan sekeliling dan langsung melompat ke kasur. Sementara Hana dia hanya tertawa melihat kelakuanya.
"Lah itu semprenya kenapa gerak gerak... Ada hantu ya". Tanya Ellin sedikit takut.
"Nih... Pegang bukunya juga Lin biar keliatan Hantu apa ya ngemberantakin semprenya". Ucap Hana sambil memberi buku itu pada Hana.
"Oh dia... Kirain siapalagi... Jangan di gituiin Dira... Udah rapi juga malah lo berantakin'. Ucap Ellin sambil merapikin semprenya kembali.
"Ih... Ellin gimana sih... Ini sih Hana nya juga enggak marah ya kan Hana". Ucap Dira berusaha meminta pembelaan dari Hana. Sementara Hana hanya mengangkat bahunya.
"Anak anak... Ayo makan ". Teriak ibu lastri dari bawah.
"Ayo turun udah dipanggil sama bunda tu nanti dia ngamuk lagi". Ucap Hana mengajak kami turun kebawah.
...****...
Saat dibawah , disana sudah ada Alex, Adit, Akbar, dan juga Haris, yang duduk dibawah sambil menunggu kami bertiga.
"wah bidadari... Bidadari dari neraka udah turun". Ejek Adit pada kami.
"Palak lo.... Sini lo biar kita bawa keneraka". Ucap Ellin menghampiri Adit, kemudian memasukan kepala Adit ke ket*knya. Sementara kami semua yang ada disini hanya bisa tertawa melihat mereka.
"Rasain, cium tu bau neraka". Ucap Ellin yang kemudian duduk disampingku.
Tak lama datang ibu Lastri sambil membawa makanan dan menaruhnya di meja.
"Udah ayo makan ya semuanya". Ucap Ibu lastri pada kami.
Lalu kamu semua pun makan, makanan yang sudah disiapkan oleh ibu lastri untuk kami.
Dan sehabis makan kucuci piring ku sendiri seperti biasanya, karena aku tidak mau menyusahkan orang tua mereka.
Dan setelah kami makan kami pun bersiap siap hendak pergi ke pasar untuk membeli hadiah untuk Harun.
"Oh, ya kita ber4 enggak usah ikut ya... Kalian 3 aja, ini duitnya kalian beliin hadian sesuka kalian aja oke". Ucap Adit memberikan kami uang patungan dari mereka.
"Oke deh... Hadiahnya kita gabung aja oke". Ucapku sambil mengambil uang itu.
"Udahkan , ayo jalan... ". Ajak Ellin pada kami.
Lalu kami bertiga pun masuk ke dalam mobil, bersama Dira yang juga ikut dengan Kami.
...*****...
__ADS_1
Sesampainya kami di pasar kami pun turun dari dalam mobil dan berjalan kedalam pasar, sambil melihat kesekeliling.
"Jadi mau dibeliin apa ni sih Harunnya". Tanyaku pada mereka.
"Terserahlah, emang sih Harunnya suka apa na? ". Tanya Ellin pada Hana.
"Kalok enggak salah sih, dia nya bilang suka mobil remot,". Ucap Hana pada kami.
"Mobil remot... Itu jualnya sebelah mana? ". Tanyaku oadanya.
"Kalok enggak salah sih... Kearah situ". Ucapnya sambil menunjuk kearah kiri.
Lalu kami pun berjalan menelusuri lorong lorong beberapa pedagang, setelah kami mendapatkan mobil remot, kami pun berjalan hendak pulang, tapi tiba tiba Ellin bilang dia merasakan ada yang sedang mengikuti kami bertiga. aku pun sontak melihat kebelakang. Dan betul katanya karena aku melihat seorang pria berbaju serba hitam, tepatnya mirip seperti yang ada dibus waktu itu, tapi lagi lagi pria itu lari sebelum kami menanyainya.
"Kok dia lari sih". Ucapku sambil melihat pria itu.
"Dara... Itukan yang ada dibus kan, kok dia disini juga ya? ". Tanya Dira padaku.
"Iya... Oh, ya Na, lin, itu tu yang kataku orang yang ngikutin aku waktu di bus.... Persis kayak dia". Ucapku langsung pada mereka.
"Jadi dia beneran ya... Tapi buat apa ya dia ngikutin kita, atau bahkan kamu". Ucap Hana seolah berpikir.
"Enggak tau". Ucapku sambil menggeleng.
"Jadi Beneran ra... Berati kamu enggak bohong dong". Ucap Hana padaku.
"Ya, enggak lah, ngapain aku bo'ong, udah mendingan kita pulang yuk... Takutnya nanti kalok beneran dia ngikutin kita". Ajakku pada mereka.
Lalu kami pun pulang dengan menaiki mobil Ellin, sepanjang perjalan aku hanya terdiam sambil berpikir, kenapa pria itu mengikuti aku,tapi apa benar dia memang mengikuti aku, tapi untuk apa, itulah yang terus aku tanyakan di dalam hatiku.
Lalu sesampainnya kami dirumah, kami pun masuk kedalam, tapi mobil remotnya kami tinggal didalam mobil karena kata Hana Adik nya sudah pulang karena ada sepedanya tepat didepan rumah.
"Kakak". Teriak seorang anak kecil keluar rumah sambil memeluk Hana. Lalu dialihkannya pandangannya kesekeliling dan melihat kearah Ellin dan juga aku.
"Kakak ... ini kan... Ha.. Hantuuu". Teriaknya sambil menunjuk kebelakangku dan berlari kedalam rumah.kemudian kutolehkan kepala ku kebelakang dan kulihat Dira berdiri dibelakangku.
"Dia... Adik lu bisa liat Dira ya? ". Tanyaku pada Hana.
"Dia bisa liat gue". Tanya Dira juga.
"Entahlah.... Coba kita susul.. ". Ucap Hana sambil berjalan masuk, disusul oleh kami.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
(Bersambung)