Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Pak leon


__ADS_3

Lalu selepas pulang sekolah segera aku masuk kedalam rumah yang seperti biasa hanya ada aku seorang disini.


"Dira... Dira.. ". Panggilku seketika Dira muncul di hadapanku.


"Apa". Ucapnya padaku.


"Kamu tau gak, tadi ada yang kesurupan di sekolah". Tanyaky padanya.


"Tau, dan itu cuman permulaan aja". Ucapnya datar.


"Permulaan maksud kamu ini bakalan berlanjut". Tanyaku lagi.


Dan kulihat Dia hanya mengangguk kan kepalanya saja dengan ekspresi datar nya itu.


"Terus ini musti gimana dong, dan kenapa tiba tiba ada kesurupan". Tanyaku sedikit takut.


"Karena...akan ada yang kembali". Ucapnya sambik tersenyum.


"Siapa". Tanyaku lagi.


Dan dia hanya tersenyum dan menghilang dari hadapanku.


"Ih si Dira kebiasaan, apa sih maksud dari Dira? ". Tanyaku lagi.


...****...


Keesokan harinya seperti biasa kami pun memulai pelajaran seperti biasa dan kebetulan hari ini adalah hari dimana matapelajarannya ada penjas.


Dan kebetulan kelas kami akan menjadi kelas pertama bagi guru baru itu. Sebelum memulai pelajaran semua siswa harus mengganti pakaian olahraga terlebih dahulu, karena sebelum pelajaran olahraga tadi kami lebih dulu belajar B. Indo.


Lalu setelah berganti pakaian semua siswa duduk dikursinya masing masing, sambil menunggu guru baru itu.


Dan tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari arah lorong kelas kami dan kemudian wajah guru baru itu mulai terlihat oleh ku yang kemudian berdiri di hadapan kami semua sambil memberikan senyuman manisnya.


"Wah manis banget". Ucap seorang siswi bernama ailin.


"Iya, pak namanya siapa". Tanya yang satu lagi bernama serly.


...***...


"Hallo anak anak perkenalkan nama bapak adalah Leonal , kalian bisa panggil pak leon.hobi saya adalah sepak bola ya seperti umunya. Dan disini saya mengajar di pelajaran penjas, apa ada yang ingin ditanyakan". Ucapnya ramah.


"No wa bapak berapa". Ucap Serly bertanya.


Wuuuu~


Seketika seisi kelas langsung menyorakinya atas pertanyaannya barusan.


"Kenapa entar kalok dikasih juga pada mau kan sirik banget sih". Ucapnya lagi.

__ADS_1


"Maaf saya tidak bisa memberikan no saya jika tidak penting". Ucapnya lagi.


"Pak umur nya berapa, dan pindahan dari mana". Tanya windy.


"Umur saya baru 29thn, dan saya pindahan dari luar kota". Ucapnya lagi tanpa memberi tahu asal sekolahnya.


"Wah muda banget ya". Ucap yang lain.


Dan kulihat bapak itu hanya tersenyum ramah pada semua siswa dan.


"Baiklah bapak sudah memperkenalkan diri sekarang giliran kalian ya, perkenalkan nama dan hobi kalian. dimulai dari kamu". Ucapnya sambil menunjukku.


Seketika aku pun berdiri, lagian kenapa harus aku yang pertama batinku.


"Nama saya Dara kusuma, hobi saya em... Menggambar". Ucapku asal.


"Oh menggambar, kamu udah pernah gambar apa aja". Tanyanya lagi.


"Macem macem pak, sampek lupa". Ucapku asal sambil tersenyum sekilas padanya.


"Dan kamu, apa kamu siswi pindahan ". Tanya pak leon lagi padaku.


"Iya pak, memangnya kenapa". Tanyaku lagi.


"Tidak kenapa napa, baiklah saya akan memberikan sedikit materi pada kalian". Ucapnya lagi.


"Oh, iya kalok gitu silahkan kamu selanjutnya". Ucap pak leon lagi.


Lalu ia pun mempersilahkan aku untuk duduk dan bergantian dengan yang lainnya hingga selesai.


"Baiklah setelah kalian memperkenalkan nama dan hobi kalian kita akan mulai masuk ke materi hari ini". Ucapnya lagi.


Lalu kami pun mulai masuk kemateri, jujur saja sebenarnya aku sangat tidak bersemangat karena pelajaran penjas apalagi dibagian praktek adalah bagian yang paling tidak aku sukai.


Entah mengapa tapi aku sangat lemah di pelajaran penjas apa lagi dibagian prakteknya karena itu aku lebih memlih materi dibanding praktek.


Lalu bel pun berbunyi yang menandakan jam istirahat, segera semua siswa dan siswi pun berhamburan keluar dari kelas.saat aku baru ingin keluar dari kelas.


"Dara bisa tolong kamu bawakan ini kemeja bapak". Ucap pak leon padaku.


Dan saat aku baru akan mengambil buku buku yang hendak dimintanya untuk ku bawa, tiba tiba datang serly dan ailin yang menawarkan bantuan.


"Biar kita aja ya pak". Ucap serly sambil senyum senyum dan mengambil buku itu.


Karena kurasa tugas ku tidak ada aku pun kembali berjalan menuju ke kantin seperti biasa.


"Udah pesen". Tanyaku pada mereka.


"Udah palingan bentar lagi". Ucap Adit.

__ADS_1


"Akbar, sama Alex mana". Tanyaku pada mereka.


"Akbar ke wc, kalok Alex ada rapat osis". Ucap Ellin menjelaskan.


"Oh, elu kemaren ada acara apaan Dit". Tanyaku padanya sambil duduk.


"Oh, sodara gue kemarin nikah, tapi orang tua gue kasih taunya udah pas hari H nya, jadi mau gak mau harus pergi deh". Ucapnya menjelaskan. Lalu tak lama Akbar pun datang.


"Oh ya tadi gue denger semua siswi pada sibuk ngomongin guru baru itu katanya ganteng lah, manis lah emang bener".tanya Adit lagi.


"Lumayan dit dan lu kurang satu nyebutinnya, yaitu baik plus ramah ". Ucap Akbar lagi.


"Ya kemarena aja ngajakin debat siswi lain gara gara mereka muji tu guru, sekarang". Ucap Ellin terkekeh akibat ucapan Akbar.


"Hehe, kan kemaren gue enggak tau tu guru beneran cakep". Ucapnya lagi sambil cengegesan.


Lalu setelahnya makanan kami pun datang dan segera kami pun makan makanan yang di pesan oleh Adit.


...******...


Dan saat jam pulangnya seperti biasa aku akan berjalan menuju ke halte untuk menunggu angkutan umum, dan di halte kali ini sangat sepi tidak seperti biasanya.


Mungkin karena ini sudah hampir sore dan halte hanya penuh saat pagi hari dimana ibu ibu ingin pergi kepasar untuk membeli sayuran saja. lalu aku pun teringat akan Dira.


Kemana dia kenapa tidak nonggol, lalu segera ku panggil dia dan mendadak gelang yang ada ditangan ku sekilas tampak bercahaya.


"Loh kok gelangnya". Ucapku sambil mengeryinkan dahiku. Dan seketika Dira muncul disampingku.


"Hai... Kenapa". Ucapnya lagi.


"Elu kok baru nongol sih habis dari mana". Tanya ku langsung.


"Ada lah, elu enggak perlu tau". Ucapnya lagi.


"Kebiasan banget sih ditanya jawabnya gitu... Oh ya tadi aku kayak ngeliat gelang ini bercahaya kenapa ya". Tanyaku padanya.


"Mau tau banget atau tau aja". Ucapnya lagi padaku.


"Banget lah , aku penasaran banget karena, persaan waktu itu pas kamu nabrak meja gelang ini juga bercahaya deh". Ucapku lagi.


"Em.. Suatu saat pasti kamu bakalan tau, jadi tunggu aja saat nya ya. Dan itu bus nya udah ada ayo buruan naik ". Ucapnya lagi.


Aku pun berdiri dari tempat duduk ku dan Dira pun menghilang dari samping ku dan saat aku mencari kesekeliling ternyata dia sudah ada didalam bus.


Lalu segera aku pun naik ke dalam bus dan duduk di bangku belakang dimana telah ada Dira disana sambil tersenyum lebar padaku.


Lalu tak lama bus yang aku naiki ini pun mulai berjalan.


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2