
Dimalam harinya semua siswa dan siswi diminta untuk berkumpul setelah makan, kami semua duduk mengelilingi api unggun sambil bernyanyi bersama, kami camping dengan diawasi beberapa guru dari kelas XII saja, dan juga ditambah satu guru yaitu pak Leon.
"Baiklah, anak anak... Sekarang siapa yang mau maju kedepan untuk menunjukan bakatnya..misalnya nyanyi, stand up komedi, cerita, atau nari nari sambil joget juga boleh". Ucap Pak leon sembari melihat kami satu persatu.
"Ish... Coba aja gue keliatan pasti gue bakalan maju". Ucap Dira yang ada disampingku.
"Emang lo mau ngapain? ". Tanyaku padanya.
"Gue mau ngedance... Elu enggak pernah liat gue ngedance kan". Ucap Dira serius padaku. Dan saat kami masih asik berbicara,
Seketika itu juga beberapa siswi dari kelas kami langsung maju kedepan, dan kalok tidak salah nama mereka adalah Sarah, serly, windy dan Ailin.
"Pak kalok langsung berempat boleh enggak". Ucap Sarah, Sehingga Alhasil pak Leon pun mengiyakan permintaannya dan mereka pun maju berempat dan membentuk formasi.
"Bagas puter lagunya ya.. Yang judulnya ice cream(Black pink) ya". Ucap Serly pada temannya.
"Lah.. Emangnya kalian mau ngapain? ". Tanya Bagas pada mereka.
"Mau, ngedance lah... Cepet". Ucap Serly lagi.
"Oh gue kira kalian mau nyinden". Ucap Bagas dengan nada mengejek yang sontak saja langsung membuat semuanya jadi tertawa, sementara Dira kulihat ia melayang kedepan entah apa yang ingin ia lakukan.
"Bagas... ". Teriak mereka serentak sambil menatap tajam kearah Bagas, Bagas yang takut pun akhirnya langsung cengengesan dan memutar lagunya.
...*****...
Cukup lama mereka didepan sambil berjoget-joget yang menurutku aku bahkan tidak bisa menirunya karena aku tipikal orang yang malas bergerak untuk hal hal seperti itu. tapi kurasa aku yang kurang bisa dalam ngedance ini sangat bertolak belakang dengan Dira karena kulihat ia di depan juga mengikuti mereka berempat yang sedang berjoget-joget, sehingga aku pun hanya tertawa melihatnya. Ternyata itu yang ia maksud tadi. hingga akhirnya mereka pun selesai dan kembali duduk, kami semua pun diminta untuk bertepuk tangan guna untuk menghargai mereka berempat.
"Gimana keren kan gue ngedancenya". Ucap Dira yang duduk disampingku.
"Iya keren... Kayak cacing kepanasan". Ejekku dan dia pun langsung memanyunkan bibirnya. Dan tiba tiba saja kulihat Ekspresi wajahnya sudah berubah dari memanyunkan bibirnya tapi tiba tiba saja wajahnya jadi datar.
karena kupikir ia sedang kesal karena aku mengejeknya, aku pun kembali melihat kedepan dan disana, ada Hana yang baru saja berdiri sambil berjalan kedepan.
"Kalok yang tadi ngedance... Sekarang kamu mau ngapain". Tanya Pak leon yang juga duduk diantara siswa dan siswi pada Hana.
__ADS_1
"Nyanyi pak". Singkat Hana. Dan setelah pak leon mengangguk, ia pun menghadap kedepan seraya tersenyum sekilas. Aku pun tersenyum saat melihatnya didepan, tapi aku langsung terkejut saat mendengar lagu yang ia nyanyikan.
L*ngsir w*ngi sliram* tu*ek*ng sir*o
Oj* tan*i ng*on*u g*ling
Aw*s jo nget*ro...
Tiba tiba saja suasana menjadi mencekam, dan Seketika itu juga aku pun langsung merinding karena mendengar setiap lirik lagu yang ia nyanyikan itu, dan bukan karena itu saja, aku juga takut karena disini sudah ada beberapa hantu yang menyeringai melihat kami. Tapi aku juga merasakan bahwa teman temanku juga sama dengaku, hanya saja karena mereka tidak dapat melihat para hantu itu, sehingga mereka hanya menatap kearah Hana. Dan kulihat raut mereka yang ikut menegang sama sepertiku, tapi saat aku ingin berbicara dan bergerak tubuh dan mulutku menjadi kebas sehingga aku hanya bisa diam dan menyaksikan saja apa yang ia lakukan, sampai aku mendengar suara Akbar yang berbicara disampingku.
"Me... Mereka... Dateng karena... La.. Lagu". Ucap Akbar gelagapan disampingku.
"Lingsir wengi!!tapi sejak Kapan Hana bisa nyanyi lagu itu ". Seruku langsung dengan suara yang sedikit bergetar karena juga takut.
"Yang nyanyi bukan Hana... Tapi yang nyanyi hantu hutan". Ucap Dira dan aku pun langsung melihat kearahnya dan rautnya hanya datar.
"Hana... Kerasukan". Ucapku dan Akbar serentak dan seketika itu juga ku dengar Hana langsung tertawa Histeris.
"Khik... Khik... Khik... Kalian semua milikku!! ". Ucap Hana sambil menunjuk dan menatap kami semuanya.
"Dara... Lo jangan panik dan takut.... gue bakal berusaha ngelindungin lo, dan ngusir beberapa dari mereka". Ucap Dira padaku dan aku pun mengangguk padanya
"Akbar... Kamu ja-".
Ucapku terputus pada Akbar saat aku melihat
tiba tiba saja beberapa siswi juga ikut kerasukan dan langsung bergelimpangan ditanah. Sehingga yang lainnya semakin kesusahan untuk menahan mereka.
"Dara., Akbar... Tolong sini". Teriak Alex yang meminta tolong padaku. Aku yang tersadar pun langsung menolong Alex memegangi salah satu siswi sementara Akbar masih terdiam di tempatnya. Tapi tenaganya sangat besar bahkan hampir 3× lipat dariku sehingga aku dan satu orang lainnya kadang beberapa kali terjatuh.
"Ini... Cepet kamu iket nih cewek..... Biar aku sama dia yang tahan". Ucap Alex yang sudah mengambil tali dan memintaku untuk mengikat siswi itu.
"Ta... Tapi lex". Ucapku gelagapan.
"Iket aja... Takutnya nanti mereka lari!! ". Teriak Alex padaku, dan karena aku juga takut segera ku ikat siswi itu, Bersamaan dengan yang lainnya, dan juga beberapa siswi yang kerasukan juga telah diikat.
__ADS_1
"Alex... Cepat kamu panggil penjaga hutan... Suruh dia bawa pak ustad atau semacamnya.. Biar bapak dan guru guru yang lain yang mengurus ini". Ucap Bu Dewi yang sedang sibuk memegangi salah satu siswi, sementara guru lainnya juga memegang orang yang kerasukan, sambil mepantunkan beberapa ayat.
"saya harus kemana bu? ". Tanya Alex pada ibu Dewi.
"Kamu cukup keluar dari jalan hutan tadi... Lalu kamu kearah kanan... Nanti kamu bakalan ketemu rumah warga". Jelas bu Dewi.
Dan saat Alex hendak pergi, tiba tiba saja ada seorang siswi yang merangkak sambil berteriak dan hendak pergi masuk kedalam hutan. Sehingga Alex pun langsung mengejarnya dan menahannya.
"Dara... Cepet kamu yang pergi... Aku musti bantu yang lainnya....cepet ra". Ucap Alex padaku.
Aku pun langsung jadi sedikit bimbang, karena meskipun aku tau jalannya, tapi tetap saja aku takut jika harus pergi sendiri.
"Jangan takut ra... elo pasti bisa... Elo harus berhasil, gue bakalan nunjukin jalan tercepat buat lo kesana.... Dan sisanya biar gue yang urus disini". Ucap Dira yang menenangkanku.
" Tapi... Aku... Aku takut kalok sendiri". Ucapku gemetaran.
"Ajak temen, ra... Dan jangan takut... Dan terus waspada". Ucapnya lagi padaku, sambil menahan siswi yang memberontak itu.
"Aku... Iya kalian tunggu disini dulu ya... Akbar ayo, ikut aku". Ucapku karena melihat Akbar diam ditempat.
"Ta... Tapi ra". Ucapnya mengantung.
"Udah ayo". Ajakku dan hendak berlari tapi aku berhenti saat mendengar suara Dira, sehingga aku pun menoleh padanya.
"Dara... Kamu cukup ngikutin sebuah cahaya- cahaya kecil yang berwarna biru... Nanti mereka yang akan nuntun kamu kesana oke.... ". Ucap Dira padaku, dan aku hanya mengangguk sekilas, dan kembali melihat Akbar.
"Udah ayo... Kasian temen temen kita". Ucap Ku lagi dan kami pun berlari keluar dari hutan. dan beruntungnya kami membawa senter sehingga jalan kami tidak menjadi teralu gelap.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
(Bersambung)