
Flasback
*Dira pov*
"Emang serem kenapa Dira? ". Tanya Dara sambil berbisik padaku.
"Mungkin karena disini sering terjadi kecelakaan deh ra, kalok gitu biar gue kesana ya gue selidikin , kenapa bisa serem". Ucapku, dan setelah Dara mengangguk aku pun pergi untuk menyelidikinya.
Aku pun muncul di dekat jembatan dan saat aku melihat kesekeliling hendak ingin bertanya, aku pun memutuskan untuk bertanya pada sesosok hantu yang wajahnya tidak teralu seram, hanya tangannya saja yang kulihat tidak ada.
"Permisi gue mau nanya sesuatu boleh". Tanyaku pada hantu itu.
"Boleh nama lo siapa, nama gue Iwan". Ucapnya yang malah memperkenalkan Diri padaku.
"Gue Dira... Oh ya gue mau nanya, kenapa sih jembatan ini angker, soalnya anak kecil tadi bilang jembatan disini anger". Ucap ku langsung.
"Oh jembatan ini, gue enggak tau sih tapi yang pasti karena disini banyak hantu.. Dan kata hantu lain yang tau tu disana rumah itu,ada hantu juga tapi dia itu jutek banget... Kalok lo mau tau tanya ke dia deh, tapi hati hati ya". Ucapnya padaku.
"Oh kalok gitu gue kesana ya... Oh ya kalok nanti misalnya ada manusia yang nyariin aku dan bilang kenal sama aku, bilang aja ya aku disana,tapi kalok dia ngajak kamu kesana gak usah ikut ya, biar dia sendiri aja yang kesana". Ucapku lagi dan setelah ia mengiyakan keinginan ku aku pun pergi kerumah itu.
...****...
Saat aku masuk kedalam kulihat ada sebuah ruangan yang nampak aurahnya sedikit berbeda, aku pun memutuskan untuk masuk kesana. Kutembus dinding itu dan saat didalam kulihat ada seorang hantu sama sepertiku, dengan gaun penganti yang melekat pada tubuhnya.
"Siapa kamu". Tanya Hantu itu dengan nada ketusnya.
" Gue Dira, Nah pasti elu kan, hantu yang tau kenapa jembatan di sana angker". Ucapku sambil menunjuknya.
"Pergi kamu aku tidak ingin bicara dengan siapa pun". Ucapnya lagi lagi dengan nada ketus dan berusaha mengusirku.
"Kenapa ketus banget sih... Orang gue nanya tau gak, kata hantu yang disana musti nanyak elu". Ucapku yang juga menggunakan nada ketus padanya.
__ADS_1
"Kamu juga mau seperti hantu lain ha... Menjelek-jelekan bapak ku, bapakku itu enggak salah dia orang baik yang di fitnah". Ucap nya dengam suara yang sedikit memilukan.
"Maksud lo apa...kalok lo lagi ada beban coba cerita, gue gini gini bisa dengerin curhatan orang tau". Ucapku sambil melayang mendekat kearahnya.
"Kamu gak akan ngerti, apa yang aku rasain, gimana menderitanya bapakku karena mereka". Ucap nya yang mulai menangis, nampak darah keluar dari matanya itu karena menangis.
" kan gue udah bilang, Kenalin gue Dira... Elo siapa, dan apa masalahnya kenapa orang dan hantu lain bilang kakek ada hubunganya sama jembatan itu". Tanyaku masih penasaran.
"Aku Ayu, aku anak dari bapak slamet, kakek yang tinggal disini". Ucapnya yang mulai berbicara.
"Asal kamu tau... Mereka mengfitnah bapakku soal kematianku, dan mereka pun mengucilkan bapakku, padahal yang sebenarnya terjadi, aku mati karena Andre anak pak RT, ia sengaja membunuhku, karena aku akan menikah dengan Herman". Ucapnya padaku.
"Lah terus hubungannya sama jembatan apaan". Tanya ku padanya.
"Setelah kematianku, dijembatan itu sempat ada orang yang mati juga, lalu Andre pun memanfaatkan kesempatan dengan bilang bahwa orang yang mati dijembatan itu dibunuh oleh bapakku, untuk menghidupkan ku, karena dia bilang bapakku itu penganut ilmu hitam, padahal yang terjadi kan orang itu di begal sampai meninggal, tapi karena tidak ada bukti mereka tidak mengusir bapakku, dan hanya mengucilkannya saja kedekat jembatan, sementara korbannya semakin banyak karena begal itu juga membunuh disana dan ada beberapa arwah yang juga menggangu warga... Karena itu lah jembatan itu angker". Terangnya padaku.
"Oh jadi gitu... Jadi kesimpulannya adalah Andre itu cinta sama kamu, tapi kamunya cinta sama Herman.. Terus karena enggak teriman dia bunuh kamu pas kamu mau nikah, terus dia malah fitnah bapakmu untuk nutupin kesalahannyadengan alasan pembunuhan di jembatan... Rumit juga ya.. ". Terkaku, dan ia pun mengangguk padaku.
"Berati kamu enggak tenang karena bapakmu difitnah ya". Ucapku lagi padanya.
"Belum dikubur, lah kok bisa". Tanyaku padanya.
" Sehabis membunuh ku Andre dia jadi frustasi dan dia nganggap aku masih hidup, dan Jasadku dibawah oleh Andre kesuatu tempat, tapi aku enggak bisa kesana karena ada pembatas disana". Ucapnya.
"Dasar manusia terkutuk... Memang kurang ajar ya.. Dia yang salah malah nyalahin orang lagi". Ucapku geram.
"Kalok gitu, kamu jangan sedih... Aku punya kembaran dia itu indigo dan dia pasti bisa nolongin kamu". Ucapku lagi untuk membuatnya bahagia.
"Beneran dia bisa nolongin aku, terus dia kemana". Tanyanya padaku.
"Oh dia, nanti aku bakalan kasih tau dia pas udah pulang tapi sekarang kita ngobrol dulu aja soal ya kamu pasti enggak punya temen kan karena kamu ketus". Ucapku dengan nada mengejek padanya dan ia pun mulai tertawa.
__ADS_1
...#####...
"Jadi namanya itu Ayu ra, dia mau minta tolong". Ucap Dira padaku.
"Oh jadi gitu ceritanya sih Ayu, dia mau kita buat nolongin bapaknya dan nemuin jasad nya ya". Ucapku yang sudah mengerti.
"iya ra, gitu... Gue bilanginnya elo bakalan bisa bantu dia, karena itu pas elo manggil gue gue enggak dateng, dan gue ngirim sinyal cahaya itu, biar lo dateng, hehehe". Ucapnya padaku yang kemudian duduk.
"Eh terus pas lo dateng lo malah narik gue buat pergi sebelum gue kasih tau lagi". Ucap nya lagi.
"Oh jadi gitu... Kasian juga sih... Tapi gue musti nolongin dia gimana? gue kan enggak tau.. ". Ucapku pada Dira.
"Ya... Gimana besok siang kita kesana dan nolongin dia... Kita tanya harus gimana". Ucapnya padaku.
"siang... Gimana kalok ada bapaknya entar dia marah lagi, kalok lo mah enak kagak keliatan lah gue, gue kan masih manusia. Masih keliatan sama dia kalok masuk kerumahnya". Ucapku padanya.
"tenang aja... Kalok siang bapaknya enggak ada kok, dia pergi kerja ke ladang. Karena kayak yang kamu tau dia kan dikucilin, jadi otomatis enggak ada yang mau ngenjual makanan atau apapun sama dia, karena itu dia nanem sendiri". Terang Dira padaku.
"Oh gitu... Kasian juga ya.. Padahal kan dia udah tua". Ucapku sedikit sedih karena penunturan Dira padaku.
"Ya gimana lagi... Namanya juga takdir manusia itu beda beda... Enggak ada yang tau kan ra". Ucapnya padaku.
Dan ia pun berbaring disamping ku kemudian kulihat ia sudah memejamkan matanya seperti ingin tidur, aku pun lantas juga berbaring disampingnya hendak ingin tidur, tapi aku belum sepenuhnya tidur karena ada sedikit pikiran yang mengganjal pada pikiranku hingga akhirnya aku pun bisa tidur.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)