Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Hai Alang!!


__ADS_3

*Dira pov*


Dimalam harinya karena mama dan papaku sudah pulang, kulihat mereka langsung pergi ke dapur untuk makan, dan tidak lupa mereka juga mengajak Dara untuk makan. karena aku tidak ikut makan, alhasil aku pun hanya berdiam diri didalam kamar sambil duduk seperti biasanya diatas lemari, mengoyang goyangkan kakiku karena entah mengapa itu sudah seperti kebiasaan bagiku, jika sedang tidak ada kerjaan.


Sebenarnya aku diam didalam kamar karena sebelumnya aku sempat membujuk Dara, bahwa aku yang akan mengerjakan pr nya sementara ia pergi untuk makan, padahal mana mungkin aku mau untuk mengerjakan pr nya, sedangkan semasa hidupku saja aku sangat malas untuk mengerjakan pr ku sendiri bukan,tapi karena ia ingin makan jadi aku pun hanya mengatakan iya,karena aku sangat paham Dara, jika pr nya belum selesai makan ia tidak akan makan. Dan dengan jawabanku yang demikian ia pun langsung diam dan pergi meninggalkanku sendiri.


Bisa aku bayangkan saat ia kembali dan melihat pr nya belum aku selesaikan sementara aku hanya bersantai saja, pasti ia akan langsung berubah menjadi kuntilanak merah, karena jika aku tidak mau kenapa aku harus mengatakan iya, pasti itu yang akan ia katakan, tapi aku mana peduli akan hal itu.


"Dara kapan selesainya ya?.. Kok lama banget dia makannya?!... Lagian dia mentang mentang gue bilang iya, eh.. enggak balik balik orangnya!!.. Terus mau gue yang ngerjain... Sorry lah yau!!.. Gue kan bilang gitu biar diam makan". Gerutuku karena ia makan dengan meninggalkan prnya padaku.


Cukup lama aku menunggu ia datang hingga 10menit kemudian seseorang memutar gagang pintu dan kulihat itu adalah Dara, sehingga aku pun langsung memasang jurus paling ampuh diriku, yaitu pura pura tidak tau.


"Lah?!.. ini orangnya kemana? , emang pr ku udah selesai apa ya?.. Pinter juga dia rupanya.. !! ". ucapnya sambil berjalan ke arah meja yang dimana ada pr nya yang aku tinggalkan.


"Lah ini kok belum ada tulisan satu pun sih?... ini kemana lagi orangnya!! ". Ucapnya membalik balikan bukunya, dan kemudian langsung melihat ke sekeliling, hingga tibalah akhirnya kulihat sudut pandangnya itu menatap ke arahku yang sedang duduk diatas lemari.


"Ngapain kamu disitu!!.. Cepet turun kebawa sini". Perintahnya sehingga aku mau tak mau langsung turun, dan sedikit ciut melihatnya.


"Kenapa? ". Tanyaku pura pura tidak tau.


"Kamu kenapa ada diatas?!.. Tadi kan kamu bilangnya mau nolong ngerjain pr aku!! , tapi ini kenapa kosong? ". Singkatnya dengan nada mengintrogasi.


"Itu.. Apa ya.. Aku.. Aku itu loh.. Apa ya". Ucapku gelagapan sambil berusaha merangkai kata yang tepat untuk menjawabnya.


Hingga saat aku masih gelagapan tiba tiba saja ia langsung duduk di kursi dengan langsung menghadap buku buku prnya, sehingga aku pun sedikit mengeryinkan dahiku ketika melihatnya, hingga ke persekian detik kemudian aku baru sadar bahwa ia sedang mengerjakan pr nya.


"Elo mau ngapain ra? ". Tanyaku pelan padanya.


"Ngerjain pr". Jawabnya Singkat tanpa menoleh padaku.


"Ra!!.. Maafin gue karena udah bo'ong sama lo!!.. gue enggak niat kok, cuman gue-


"Iya aku tau kamu bilang mau ngerjain pr aku biar aku mau makan kan!!.. Aku ngerti kok, dan lagian ya, aku juga paling tau sifat kamu itu PEMALAS!! Jadi aku engak terkejut kejut banget liatnya". Ucapnya yang terdengar lembut tapi dengan nada menyindir.


"Jadi elo enggak marah sama gue kan? ". Tanyaku berhati hati.


"Enggak!!.. Lagian kalok masalah tugas beginian mana mungkin aku bisa ngandelin kamu... Nah!!.. Kalok buat makan aku enggak ragu soal itu, pasti kamu bakalan habis". Ucapnya sambil tersenyum sekilas padaku, dan kembali fokus pada bukunya.


"Makasih Dara!! ... Tapi kan kalok dipikir pikir aku enggak 100 persen salah sih!!?, aku itu kan niatnya baik, biar kamu makan... jadi, kamu setengah aku setengah". Ucapku mengambil kesimpulan.


"Apanya yang setengah? ". Tanyanya padaku.


"Ya salahnya lah, apa lagi". Ucapku padanya. Dan ia hanya memutar bola matanya dengan malas kemudian kembali fokus pada pr nya.


"Yaudah elo kerjain yang bener ya!!.. Sementara gue mau pergi dulu dadahh". Ucapku jengah melihatnya dan memilih pergi untuk jalan jalan.


*Dira pov and*


.......


.......

__ADS_1


.......


Aku pun masih fokus mengerjakan prku, ya sudah ku tebak dari awal bahwa ujung ujungnya aku jugalah yang akan mengerjakan prku, karena melihat hantu yang satu itu seperti tidak ada harapan untuk dimintai tolong.


Saat aku masih tinggal mengerjakan satu soal lagi, tiba tiba saja dari arah belakangku Dira muncul sambil bersin bersin sehingga aku pun langsung menoleh kearahnya.


"Hcuh!!.. Hcuh!... Elo ngapain bawa tu kucing kerumah ra?udah tau gue alergi.... Katanya udah dibuang!! kenapa dia bisa digudang sih". Ucapnya sambil mengosok gosong hidungnya yang mulai memerah.


"Iya !!.. aku kan enggak pernah bilang kucingnya aku buang, aku kan cuman bilang kucingnya enggak aku bawa masuk..... Lagian kamu tau dari mana kalok kucingnya ada digudang? ". Tanyaku balik padanya.


"Ya kan gue keliling, eh ketemu sama sih kucing itu, jadi gue pun balik karena gue tau siapa dalangnya". Ucapnya ketus sehingga aku pun cengengesan.


"Ya salah siapa coba?!... Yang nyamperin kamu!! ... Yang alergi kamu!!.. Ya nyari perkara juga kamu, dia kan mana tau kalok kamu bakalan dateng". Ucapku santai padanya.


"Kamu kalok mama tau bisa dimarahin lo". Ucapnya kini membawa mamaku.


"Enggak akan, kalok dia enggak tau". Singkatku lagi padanya.


"Terus kalok dia tau gimana? ". Tanyanya padaku.


"Mana aku tau?!.... Ya biarin aja gitu, lagiankan dia masih kecil, tunggulah sampai dia besar, nanti juga pergi sendiri". Singkatku lagi, dan kembali mengerjakan Soal terakhir.


"Selesai!! ". Ucapku saat selesai, dan kemudian segera ku rapikan buku buku ku, kemudian aku pun beranjak hendak pergi.


"Mau kemana lo? ". Tanya dengan nada khas orang yang terkena pilek.


"Mau keluar buat ngasih tu kucing makan!!.. Ngapa mau ikut ayo?? ". Ucapku sambil dengan nada menantang.


"Yaudah". Singkatku, dan langsung pergi kebawa.


...****************...


Ku tuang sisa makanan yang sebelumnya sempat aku sisikan kedalam mangkok kecil yang kuambil khusus untuk tempat makanya.


Kemudian langsung ku bawa keluar, tapi saat aku hendak keluar tiba tiba saja suara mamaku mengagetkan diriku.


"Mau kemana nak?.. Kok bawa bawa mangkok?". Tanya mamaku heran.


"Ini ma!!.. Aku mau ngasih makan kucing peliharan aku diluar, boleh ya?.... Dia aku taruh digudang kok, enggak dirumah kita jadi boleh ya". Ucapku berusaha merayu mamaku.


"Kucing, sejak kapan kamu pelihara kucing? ". Tanya mamaku heran.


"Sejak... Tadi!!! ". Singkatku padanya.


"Yaudah ayo, kamu mau ngasih dia makan kan!!.. Mama juga mau liat kucingnya boleh kan". Ucap mamaku diluar dugaan.


Aku pun mengiyakannya kemudian langsung menuju kearah gudang, dan kulihat anak kucing itu seperti nya sudah menunggu kedatanganku.


"Wah lucu banget kucingnya nak... Masih kecil rupanya!!..sini biar mama yang ngasih makan!!.. Oh ya, kamu kasih dia nama apa? ". Tanya mamaku sambil mengendong anak kucing itu, dan sambil menyodorkan mangkok yang berisikan makanan kepada anak kucing itu.


"Itu!!.. Aku juga enggak tau ma??.. Emang harus banget ya kasih dia nama? ". Tanyaku pada mamaku.

__ADS_1


"Yaiyalah, jadi kita bisa lebih akrab sama dia!!.. Jadi kucingnya mau kamu kasih nama apa? ". Tanya mamaku padaku.


"Aku enggak tau.. Kalok mama apa? ". Tanyaku balik padanya.


"Kalok mama sih.... Alang!!.. Gimana bagus enggak kalok namanya Alang? ". Tanya mamaku padaku.


"Alang?.. Oke juga, boleh lah ma, jadi nama dia sekarang Alang ya... Hai Alang!! ". Ucapku ikut senang dengan nama yang diberikan mamaku.


"Iya sekarang Alang jadi keluarga kita ya lang!!.. Dara ini kucingnya kamu mandiin besok Terus bawa masuk aja ya nak... Kasian dia diluar sendirian". Ucap mamaku saat masih memberikan kucing itu makan.


"Emang enggak pa pa ma dia aku bawa masuk?.. Tapi kenapa boleh, bukanya perasaan mama enggak ngijinin hewan buat masuk kerumah ya? ". Tanyaku karena mengingat perkataan Dira tadi.


"Kata siapa?!.. Mama itu enggak ngijinin hewan masuk kerumah karena dulu Dira itu paling Alergi sama hewan, terutama yang berbulu, jadi karena itu". Singkat mamaku menjelaskan.


"Tapi ma, dia disini aja deh...enggak usah masuk rumah, lagian kan dia betah disini, iya kan lang? ". Ucapku karena aku mengingat Dira yang sebenarnya masih ada dirumah.


"Terserah kamu deh!!.. Oh, ya mama mau masuk dulu ya, kamu habis kasih makan langsung masuk jangan lama lama". Singkat mamaku sambil berdiri.


"Siap boss". Ucapku dan melihatnya yang mulai meninggalkan ku dengan Alang.


Setelah memberikan Alang makan, aku pun kembali masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kearah kamarku.


...************...


"Sana ganti baju lo... Itu bulu kucingnya.. Ha.. Hcuh!!.. lengket semua!!, cepet ganti sana". Ucapnya yang ternyata sudah menggunakan penjepit pakaian dihidungnya, tapi masih bersin.


"Apaan sih?.. Udah cuman dikit juga nih bulunya, mau aku bawain kucingnya kesini, biar kamu tambah bersin". Ancamku padanya.


"Coba aja kalok berani, udah sana elo ganti.. Hcuh!!.. Baju, lo itu.. Hcuh!!.. Akhh, cepet sana". Ucapnya yang agaknya sudah tidak tahan lagi.


"Iya iya... Udah berenti bersinnya, VIRUS!! Tau gak". Ejekku padanya.


"Sembarangan.. Masuk sana". Ucapnya kini mulai kesal, sehingga aku pun langsung masuk kekamar mandi dan mengganti pakainku.


...************...


"Ta.. Ra.. Udah selesai!!.. Tidur aaa". Ucapku sambil merebahkan diriku dikasur. Sementara kulihat ia masih duduk diatas lemari dengan menatap kesal kearahku.


"udah tidur aja, jangan melototin aku gitu". Ucapku karena tau ia sedang memelototiku.


"Iya iya.. Tidur sana lu, gue juga mau tidur kalok gatel diidung gue udah ilang". Singkatnya sehingga aku pun sedikit terkekeh mendengarnya.


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2