
Keesokan paginya segera aku berangkat sekolah setelah sarapan dan berpamitan kepada kedua orangtuaku.
Seperti biasanya aku duduk di halte sambil menunggu angkot yang biasa lewat sekolahku. Dan di halte ini cukup sepi hanya ada beberapa saja. Dan aku pun duduk disana.
"Dara, entar kalok motornya udah bener naik motor aja. Enggak usah naik angkot lagi ". Ucap Dira padaku.
"Kenapa". Tanyaku.
"Ya, enggak kenapa napa, males aja di angkot itu sempit tau terus mana ada maling juga kadang kadang ". Ucapnya lagi.
"Lu kok tau". Tanyaku padanya.
"Ya iya lah, kan waktu itu malingnya mau ambil isi tas kamu tapi untung ada aku". Ucapnya sambil tersenyum.
"Oh, gitu". Ucapku lagi.
"Dek... Ngomong sama siapa". Tanya seorang ibu ibu parubaya.
"Eh... Itu sama.
Tu angkot nya dateng". Ucapku mengalihkan pembicaraan dan segera masuk kedalam angkot.
Sekitar 10 menit kami telah sampai di sekolah. karena ini adalah hari senin dilapangan sudah ada beberapa osis yang sedang menyiapkan lapangan upacara.
dan segera aku pergi kekelas, dan disana sepi sama sekali tidak ada orang, lalu segera aku menaruh tasku.
Dan pergi keluar sambil duduk di kursi dekat lapangan upacara sampai datang seseorang mengejutkanku.
"Dara udah dateng, cepet banget, kok muka lu lebam gitu sih". Ucap Alex padaku.
"Eh iya lex heheh... , elu kok pagi sih". Tanya ku balik padanya.
"Iya, aku kan anggota osis. Jadi musti pagi buat nolongin nyiapin lapangan upacara, udah dulu ya aku mau kesana lagi". Ucapnya lagi aku pun hanya mengangguk padanya.
"Dara, tadi aku dari sana kayaknya osis deh yang bakalan jadi petugas upacara. Karena katanya ada guru baru". Ucap Dira padaku yang datang dari lapangan.
"Terus, masalah buat gue gitu". Ucapku lagi.
"Em.. masalah banget malah, khii.. Khii.. ". Ucapnya sambil tertawa dan menghilang.
"Masalah buat gue maksudnya apaan coba". Ucapku bertanya tanya.
Aku pun hanya duduk sambil memperhatikan sekeliling. sudah mulai banya siswa siswi yang berdatangan, dan seseorang berjalan mendekat kearahku.
"Da... Akhh. muka lu kenapa". Tanya akbar yang sebelum nya berteriak dan duduk disamping ku.
__ADS_1
"Apaan sih bar, lebay banget, gue enggak kenapa napa kok itu sih Ellin udah dateng". Ucapku lagi.
" belum, Jujur aja Dara, enggak usah bohong gue kan udah best frend sama lo". Ucapnya lagi
"Itu kemarin sih Dira ngajakin jalan jalan, terus pas pulanya. Eh, numbur pohon gara gara ketemu begal ya jadi dini deh, hehe". Ucapku sambil sedikit cengegesan.
"Waduh parah banget tu begal, terus... Terus siapa yang menang dan kenapa bisa ampek berantem". Tanya Akbar dengan nada keponya.
"Dia mau minta motor gue yang enggak gue kasih lah, jadi kita berantem, dan untungnya ada Dira juga nolongin jadi mereka mungkin udah ketangkep sekarang". Ucapku menjelaskan.
"Oh gitu untung deh kalok loh, selamat terus motor lo gimana". Ucapnya lagi.
"Udah di bawa kebengkel sama papa gue jadi ya gitu". Ucapku lagi.
lalu tak lama karena upacara sudah akan dimulai para siswa pun diminta untuk berbaris di lapangan sesuai kelas masing masing.
Lalu upacara pun dimulai dengan Alex sebagai pemimpin upacara nya karena ternyata ia adalah ketua osis, dan aku baru mengetahuinya. Dan upacara pun berjalan dengan lancar.
Sampai masuk di bagian pengumuman, yang dimana kepala sekolah memberikan pengumuman akan ada guru baru disekolah kami dan akan mengajar mulai besok. Kalok tidak salah pak Leon namanya ia mengajar pada pelajaran penjas.
Setelah pengumuman guru baru itu, kami semua pun dibubarkan. Dan baru saja aku berbalik kebelakang tiba tiba kudengar suara seorang siswi berteriak histeris.
"Akhhh.... Pergi pergi, usir dia dari sini... ". Teriak seorang siswi dari kelas XI, dan ia pun mengamuk seperti orang gila.
Dan kulihat kearah siswi itu, itu bukanlah dia tapi sesosok tak kasat mata yang sedang berbicara lewat tubuhnya.
Saat sedang melihat kearah nya tiba tiba kulihat ia seperti sedang menatap kearahku dan ia kembali berteriak.
"Tolong bebaskan kami... Kami mohon". Teriaknya lagi.
Aku pun bertanya tanya apa maksud dari nya. Dan kami pun para siswa dan siswi yang tidak berkepentingan disuruh masuk sesegera mungkin kekelas masing masing. Dan menunggu guru dikelas.
"Dara lu liat enggak tadi ". Ucap Akbar ketakutan.
"Iya aku tau, itu bukan dia yang ngomong". Ucapku lagi.
"Ngomongin apaan sih". Tanya Ellin yang baru masuk kekelas.
"Elu kok baru nonggol, telat ya". Tanyaku padanya.
"Hehe.. Iya kesiangan terus ngomongin apaan sih kalian". Tanyanya lagi.
"Tadi-.
Ucap Akbar terputus saat buk Ely guru ips masuk kekelas dan memulai pelajaran.
__ADS_1
...******...
Saat istirahat kami pun pergi kekantin untuk berkumpul di sana.
"Loh, si Adit mana, enggak masuk ya". Tanya Ellin.
"Iya dia enggak masuk, izin tadi ada acara keluarga yang mendadak katanya". Ucap Alex lagi.
"Lex, Elu kan osis dan pasti tau kan, tadi cewek yang ngamuk itu kenapa". Tanya Akbar masih kepo, meskipun ia sudah tau apa yang terjadi.
"Oh itu, dia tadi itu kesurupan". Ucap Alex berbisik.
"Kok bisa, terus dia mau apa". Tanya Ellin menimpali.
"Enggak tau, tapi dia cuman teriak enggak jelas gitu". Ucap Alex lagi.
"Terus orangnya udah baikan belum". Tanyaku pada Alex.
"Udah kok". Ucapnya lagi.
Aku pun hanya mendengarkan sambil masih berpikir kenapa tiba tiba bisa kesurupan mendadak padahal saat aku masuk kesini aku sama sekali tidak melihat banyak hantu hanya ada beberapa saja.
Dan saat makanan kami datang segera kami pun makan makanan pesanan kami masing masing.tapi aku mendengar suara beberapa siswi sedanf berbicara.
"oh ya, yang katanya guru baru itu kalok didenger denger ganteng lo"ucap siswi A.
"Masa sih.. Ih gak sabar deh liatnya besok". Ucap siswi B.
"Masak sih seganteng itu sampek heboh banget kalian udah kayak artis aja terkenal banget ". Ucap Akbar menimpali omongan siswi yang duduk dimeja sebelah.
"kenapa enggak seneng, udahlah elu mah enggak terkenal jadi diem aja deh". Ucap mereka sambil menyinggung Akbar.
"Eh songgong banget ni anak, elu tau dari mana gue terkenal atau enggak nya". Ucap Akbar lagi.
"Emang lu enggak terkenal kok, dan ya emang ada yang kenal sama lo ya". Ucap mereka sambil tertawa.
"Ih lo enggak liat apa ni 3 orang segede gini lagi makan ama gue". Ucap Akbar lagi.
"Mana sih ketutupan ama badan lu". Ucap siswi c menimpali.
"Ihhhh, asem banget sih tu cewek cewek". Ucap Akbar yang akhirnya duduk dan kesal karena kalah debat.
"Elu juga sih, udah tau itu cewek cewek power ngomong nya super pakek banget masih aja mau lu ladenin aja". Ucap Alex terkekeh geli.
Kami pun masih tertawa mengingat ekspresi Akbar tadi saat sedang berdebat dengan para siswi itu.
__ADS_1
(Bersambung)