
Kami pun masuk secara bersamaan sambil, mencari keberadaan dari Harun.
"Ris... Harun nya kemana? ". Tanya Hana pada Haris.
"Oh... Harun, tu barusan naik keatas mungkin masuk kekamar kali". Ucap Haris dengan nada sedikut ngos ngosan habis meniup balon.
"Eh kalian mau ngapain mendingan tolongin nih kita niup balon". Ucap Adit pada kami.
"Lo tiup aja deh... Kita ada urusan". Ucap ku sambil berjalan ke tangga.
Lalu kami bertiga pun langsung naik keatas ke kamar Harun, dan saat kami masuk, benar agaknya dia sedang ada dikamarnya dan sedang duduk dikursi meja belajarnya sambil menulis sesuatu.
Kami pun masuk secara berhati hati, sementara Dira kuminta ia untuk menunggu diluar terlebih dahulu, takutnya Harun akan kabur lagi.
"Kamu nulis apa dek? ". Tanya Hana lembut. Seketika bocah itu pun menoleh pada Kami sambil menatap kami bergantiaan.
"Kak... Aku takut kak... Ada Hantu... Dia ada disini... Dia ngikutin aku". Ucap Harun yang mulai menangis kini.
"Hantu, apa dek... Dimana? ". Tanya Hana pelan padanya.
"Itu... Dia ada diluar... Dan ada juga yang mirip kakak ini, dia dulu keluar dari botol". Ucap nya dengan nada sesengukan.
"Ra... Maksud Harun apa ya... Katanya ada diluar tapi ada juga yang mirip kamu... Berati...". Ucap Hana berusaha untuk menerka.
"Iya Na.. Hantu disini lebih dari Dira... Tapi... Mereka cuman diluar aja kok, mereka enggak masuk". Ujarku padanya.
"Kakak ini bisa lihat juga ya? ". Tanya Harun sambil menatapku dan aku hanya mengangguk padanya.
"Harun sejak kapan bisa lihat Hantu? ". Tanyaku padanya.
"Sejak pindah kerumah ini kak... Apa lagi dirumah pakle yang diujung deket jembatan Disana bahkan banyak banget". Ucapnya sambil merentangkan tangannya.
"Kamu kok tau sih, dijembatan ada juga? ". Tanya Ellin langsung padanya.
"Aku kan pernah kesana...kalok enggak percaya kalian kesana aja ". Ucapnya pada kami.
"Oh ya... Jadi kamu tadi lari masuk kedalem rumah karena lihat hantu yang kayak kakak ya... Atau beda.. ? ". Tanyaku yang masih penasaran padanya,dan mengubah topik pembicaraan mereka, karena menurutku bukan itulah yang ia takuti.
"Bukan sih kak.... Aku bahkan enggak takut sama kakak itu... Waktu pertama kali dia keluar dari botol Baru aku takut tapi itu kan....
...-------------...
Flasback Harun
"Eh ada pintu bawah tanahnya kak , kalok gitu barang barang enggak kepakek taruh dibawah aja ya". Ucapku pada kakakku yang bernama Hana.
"Iya sana kamu taruh dibawah". Ucap kakakku.
Lalu aku pun meletakan kotak yang berisi barang barang yang tak terpakai keruang bawah tanah dan saat aku akan naik.
"Tolong... Tolong... Ada orang kan disana". teriak seseorang.
aku mendengar sebuah suara dari atas meja disana ada sebuah botol yang bergerak gerak.
__ADS_1
"Kok botolnya bergerak ya, apa jangan jangan ada penunggunya". Ucapku sedikit ketakutan dan ingin naik kembali keatas sampai mendengar suara lagi.
"Aku mohon tolong aku, aku enggak jahat kok". Ucap seseorang dari dalam botol itu.
Karena aku penasaran aku pun kembali berjalan menuju meja itu dan sialnya aku malah terpeleset sampai menumbur meja dan botol yang ada diatas meja itu pun jatuh ke bawah lantai sampai pecah. Dan betapa terkejutnya aku saat melihat ada sesuatu yang keluar dari dalam sana.
"Akhirnya aku bebas, terimakasih ya". Ucap seseorang yang baru bebas dari dalam botol itu.
"Lu siapa... Jin botol kah.. ". Tanya ku ketakutan.
"Bukan saya bukan jin, tapi maaf saya enggak punya waktu karena dia bakalan balik jadi saya harus pergi ya". Ucapnya sambil menghilang.
"Siapa dia, kok bisa ngilang sih jangan jangan.... Hantuuu". Ucapku sambil berlari ke atas.
Saat aku sampai diatas, aku pun masuk kedalam kamarku dan duduk di atas kasur sambil menelungkup karena rasa takutku. Sampai aku tiba tiba mengingat siapa dia.
"Dia... Kok mirip sama kak Dira ya temennya kak Hana... Tapi kan... ". Ucapku sambil menegak ludahku.
"Apa aku bilang sama kak Hana ya... Tapi kan dia udah sedih banget, kalok aku bilang dia bakalan tambah sedih... Tapi kalok sama kak Haris nanti aku dikataiin gila lagi". Ucapku masoh berpikir.
Lalu aku pun memutuskan untuk diam saja, sampai bunda memanggil ku ke bawah untuk makan.
Flasback off Harun
...-------------...
"Oh jadi maksud lo... Elu enggak takut sama Dira ya... Jadi tadi lo lari liat apaan? ". Tanya Ellin pada Harun.
Ucapnya sambil menaruh jari telunjuknya di bibir sambil melihat kesekeliling.
"Kenapa".
Tanya kami serentak.
"Kak, diem... Dia ada disini". Ucapnya sambil menunjuk kearah jendela. Lalu aku pun menoleh kearah telunjuknya, dan karena terkejut aku pun terduduk dilantai karena aku melihat sesosok anak kecil yang sedang menyeringai dan darah keluar dari mulutnya dengan darah yang juga mengalir disekujur tubuhnya, dari luka sayatan baik dipipi, perut, lengan, dan dengan leher yang hampir putus.
"Kamu kenapa ra". Tanya Hana yang berusaha menolongku berdiri.
"Itu disana". Ucapku gelagapan.
"Apa? ". Tanya Ellin padaku.
"Iya, enggak ada apa apa kok... Ini aku padahal udah pegang bukunya Dira enggak ada apa apa tuh". Ucap Hana menimpali.
"Dia... Dia... Ada disitu... Nempel dijendela... ". Ucapku juga gelagapan.
Buk... Buk.. Buk...
"Bukaaaaa".
Suara dari anak kecil itu sambil mengedor ngedor jendela. Sangking berisiknya aku dan Harun sampai menutup telinga akibat lengkingan suaranya.
"Pergi sana kau... Jangan ganggu mereka... ". Teriak Dira tak kalah garang dan tiba tiba yang sudah ada didepan jendela.
__ADS_1
"Dira". Ucap aku dan Hana serentak.
"Aku enggak mau pergi... Aku mau anak itu... Dia harus ikut aku!!! ". Ucap Anak itu sambil berteriak melengking.
"Iiihhhh... Berisik tau, pergi sana atau". belum sempat Dira bicara anak itu sudah menghilang dari hadapan kami.
"Dira kamu ngomong sama siapa? ". Tanya Hana padanya.
"Sama hantu yang dilihat adik kamu". Ucap Dira sambil melayang mendekat pada kami.
"Makasih ya kak". Ucap Harun pada Dira.
"Iya... Kamu jangan main dideket sana lagi ya... Bahaya, mereka mengincar kamu...". Ucap Dira sambil mengusap kepala Harun.
"Dan... Perbanyak ibadah kamu... Karena setidaknya mereka tidak akan mau dekat dekat kamu". Ucap Dira lagi sambil tersenyum.
"Iya". Singkatnya.
"Oh ya... Mereka kan enggak ada lagi... Jadi kamu bisa kasih tau gak tadi yang kamu liat apa, soalnya kakak enggak liat ada apa apa diluar". Tanyaku padanya.
"Tadi itu diluar emang enggak ada hantu kak... Tapi ada pakle diluar, aku takut sama dia". Ucap nya sambil berbisik.
"Pakle... Pakle yang kata kamu di deket jembatan ya". Tanya Ellin padanya dan dia pun mengangguk padanya.
"Emangnya dia kenapa run". Tanya Hana padanya.
"Dia itu jahat... Kasian hantu disana, mereka dijadin pembantu... Pencuri... Dan yang lainnya, kata mereka waktu aku kesana". Ucap Harun lagi dengan nada kesal.
"Yaudah... Kamu jangan kesana.... Katamu kan dia jahat, jadi jangan kesana ya". Ucapku padanya.
"Yaudah ayo kita keluar... Kita harus tolong yang lainya siap siap rumah , besok kan kamu ultah dan temen temen kamu bakalan dateng jadi ayo". Ucap Hana pada Harun, Lalu kami pun hendak keluar.
"Eh kalian keluar aja dulu ya". Ucapku pada mereka. Dan mereka pun mengangguk dan pergi.
Kulihat kesekeliling kamar, Saat aku hendak keluar kamar, aku kembali kearah meja belajar Harun dan kulihat apa yang dia tulis disana, tapi saat kulihat bukannya tulisan yang ada disana melainkan gambar coret coretan, dan saat kulihat disana seperti ada kue disana, dengan beberapa orang, mirip seperti acara ulang tahun karena ada balon disana. tapi ada orang lain didekat jendela yang nampak tersenyum menyeringai. Tapi anehnya dia berwarna hitam disekeliling tubuhnya berbeda dengan yang lain.
"Ini maksudnya Harun apa ya? ". Tanyaku pada diriku sendiri.
"Dara ayo... Adit udah marah tu". Ucap Ellin yang datang membuka pintu.
"Eh iya ayo". Ucapku sambil berjalan dan tidak lupa kuambil kertas gambar itu, dan kusimpan didalam kantong bajuku.
.......
.......
.......
.......
....... ......
(Bersambung)
__ADS_1