Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Alergi kucing?...


__ADS_3

Aku pun mulai berjalan mendekat ke arah pintu kantin, dan ku pegang gagang pintu itu, dan saat aku hendak mendorongnya.


Tiba tiba.....


.......


.......


.......


Pintu kantin itu terbuka, dan menampakan pak Satpam yang ku cari sedari tadi dan ia sedang memegang seekor anak kucing, aku pun sedikit menghembuskan nafas lega karena jujur saja aku tadi sedikit takut kalau kalau saja yang akan muncul dari balik pintu ini adalah hantu atau semacamnya.


"Kamu ngapain disini? , kantinnya belum buka". Ucap Pak satpam itu keheranan melihatku.


"Saya tadi baru sampek pak!!.. Terus saya denger ada suara kayak benda jatuh, jadi karena penasaran saya cari deh!!.. eh!!.. malah ketemunya sama bapak!!... Ngomong ngomong bapak ngapain didalem?". Seruku cengengesan padanya, sambil bertanya.


"Oh!.. Tadi itu pas saya lagi buka pintu kantin ternyata didalem ada anak kucing, jadi bapak kejar, terus enggak sengaja nyenggol panci yang disitu tadi, jadi pancinya jatuh deh". Jelasnya padaku.


"Oh!!.. Kalok gitu yaudah deh pak.. Saya mau ke kelas dulu ya". Seruku berbalik dan hendak berjalan.


"Eh.. Kamu, bisa tolongin saya gak... Kamu tolong bawa dulu nih anak kucing,terserah mau kamu apain, mau dibuang kek atau dipelihara.... soalnya bapak mau buka beberapa ruangan yang belum dibuka.. Mana sempet bapak ngurusin dia!! ". Ucap bapak itu sambil menyodorkan kucing itu padaku.


"Tapi pak!?.. Nanti saya bisa kena marah kalok bawa kucing, terus ini kucingnya musti saya taruh dimana ya kali saya taruh di tas kan". Gerutuku bertanya padanya.


"Bisa bisa kamu lah... Udah dulu ya bapak mau buka ruangan lain dulu, entar bapak bisa dimarahin lagi... Udah dulu ya!! ". Ucap pak satpam itu sambil berlalu meninggalkan ku seorang diri yang diam mematung sambil melihat anak kucing ini.


...*************...


"Haduh!!.. Kenapa jadi aku yang musti ngurusin nih anak kucing?!... Terus musti aku apain nih kucing? ". Ucapku sambil menggaruk garuk kepala ku yang tidak gatal dengan tangan yang satunya.


Kulihat anak kucing kecil, dengan bulu berwarna abu abu, ekor pendek,tubuh yang lumayan kurus, dan mata coklatnya itu, dan ia juga ikut menatap balik kearahku.


"Kenapa liat liat". Ucapku dan langsung mengalihkan pandangaku.


"Apa aku buang aja ya?!.. Tapi kasian, dia kan masih kecil!!.. Hah!! , aku pelihara aja kali ya?!.. Tapi mama marah enggak ya? ". Ucapku berbicara sendiri sambil terus berpikir.


"Miau... Miau... ". Ucap anak kucing itu, sehingga aku pun langsung kembali menoleh ke arahnya


"Apa?.. Kamu laper, kamu mau makan apa?!.. Tapi kamu makannya apa, kamu makan nasi sama kayak aku enggak?! ". Tanyaku karena baru pertama kali aku memelihara anak kucing.


"Miau... Miau... ". Ucap kucing itu malah mengiau.


"Ngiau... Ngiau... Ngiau!! ". Ucapku dengan nada mengejek sambil menatap anak kucing itu.


dan setelah puas berbicara dengan anak kucing itu, yang meskipun aku tidak mengerti apa yang ia bicarakan. Segera ku ambil satu kardus dekat pintu yang berukuran sedang dan ku masukan anak kucing itu kedalamnya.


"Beres!!... Tapi, dia pasti laper... Aku kasih makan apa ya?!!.. Penjaga kantinnya juga belum dateng lagi". Ucapku sambil mengeryinkan dahiku karena berpikir.

__ADS_1


"Nah!!.. Aku kan ada beli sosis waktu itu, coba masih ada gak ya didalem tas". Ucapku sambil mengeledah isi tas ku.


"Nah masih ada!!... Ini, kamu makan ya". Ucapku dan langsung membuka sosis itu kemudian kumasukan sosil itu kedalam kardus.


Kulihat anak kucing itu mulai memakan sosis yang aku berikan dengan lahapnya, Dan setelah selesai, ku bawa kardus yang berisi anak kucing itu kearah kelasku, dan begitu sampai, kuletakan kardus itu didekat pohon yang tidak jauh dari kelasku , karena tidak mungkin ia kubawa masuk ke kelas.


"Miau... Miau". Ucap kucing itu hendak keluar dari dalam kardus karena melihat ku ingin pergi.


"Kamu jangan ikut aku!!..nanti ketahuan aku bisa kena marah!!.. Kamu tunggu disini ya, nanti pulang aku kesini lagi!! ... Jadi kamu diem aja disini, jangan bersuara oke". Ucapku kembali memasukannya kedalam kotak.


...***************...


Sepulangnya aku dari sekolah, aku pun langsung duduk di halte untuk menunggu bus yang sebentar lagi akan sampai, karena tadi aku diantar sehingga pulangnya aku harus naik bus.


Kuayun ayunkan kakiku guna menghilangkan rasa bosan yang kini melanda diriku.Dan ditengah tengah kebosanan itu, ternyata Dira sudah ada tepat dihadapanku, dan kali ini aku tidak terkejut karena ia muncul tanpa mengejutkanku.


"Tumben kamu muncul enggak pakek ngejutin?? , biasanya kamu jadi hantu usil, kok sekarang jadi hantu baek? ". Tanyaku padanya.


"ngejutin salah, nongol baek baek salah, jadi elo itu maunya gue gimana sih? ". Singkatnya dan langsung duduk disampingku.


"ya, sedikit janggal aja gitu". Singkatku padanya.


Dan setelahnya kami pun kembali berdiam satu sama lain, tapi tak berselang lama karena Dira kembali berbicara, sehingga aku pun teringat sesuatu.


"Eh Dara liat!! ... Itu boneka kucingnya lucu banget ya?! ".. Ucapnya sehingga aku pun teringat sesuatu dan aku pun langsung menepuk jidatku.


"Dara!!.. Mau kemana?.. Apa yang ketinggalan, bentar lagi busnya dateng tau". Teriak Dira dari kejauhan, dan tidak aku perdulikan.


...****************...


Sesampainya aku disekolah, aku pun langsung berlari kearah pohon dimana aku meletakan kardus itu, dan begitu sampai ku buka kardus itu dan menampakan seekor anak kucing yang tampak menatapku kebingungan.


"Hush!!.. Untung kamu masih disini". Ucapku lega melihat anak kucing itu.


"Dara elo ngapain disitu? ". Tanya Dira yang sudah berada dibelakangku.


"Ini aku balik karena lupa sama anak kucing ini". Singkatku sambil berbalik menghadap Dira sambil mengendong anak kucing itu.


"Hcuh!!.... Hcuh!... Ku.. Kucing... Jauhin dari gue.. Hcuh!.. Hcuh!! ". Ucap Dira yang bersin bersin.


"Kamu kenapa Dira kok bersin? ". Tanyaku menghampirinya, tapi ia malah melayang menjauh dari ku.


"Jangan dekat dekat, gue alergi kucing.. Hcuh! .... Hcuh!!.. Buang itu kucing, CEPETT!!". Ucapnya sedikit marah tapi masih bersin bersin.


"Ya , kasian Dira, dia masih kecil masa harus aku buang sih".lirihku mengelus ngelus kucing itu.


"elo titipin kek sama yang lain... Hcuh!!.. Akhh!!.. gue pulang dulu deh, gue enggak tahan deket deket dia!! , pokoknya tu kucing elu jauhin dari gue". Ucapnya yang menghilang dari hadapanku.

__ADS_1


"Oh, jadi dia alergi sama kucing ya!!.. .".Singkatku, yang hanya mengangguk ngangguk saja, dan seketika akal licik ku pun muncul sehingga aku pun langsung tersenyum menyeringai.


"Menarik!! mendingan nih kucing aku bawa aja deh lumayan kalok dia bandel ... bisa aku takutin pakek ini". Ucapku sambil mengangkat anak kucing ini.


"Ayo kita pulang!! ". Seruku kemudian pada anak kucing itu, dan kumasukan ia kembali kedalam kardus.


...***************...


Sesampainya aku dirumah, ku letakan kardus yang berisi anak kucing itu di dekat gudang, karena aku tidak bisa membawanya untuk masuk bersamaku, bisa mengamuk Dira jika dia tau.


Dan setelah meletakanya disana, tidak lupa ku ambil sedikit ikan asin yang ada didalam kulkas, dan ku campurkan dengan sedikit nasi, kemudian ku berikan padanya untuk ia makan.


"Makan yang lahap ya!! ... dan habis itu kamu diem aja disini, jangan keluar keluar, aku mau masuk dulu , aku mau ganti baju terus mau makan juga, jadi kamu diem diem aja disini oke!! ". Singkatku sambil mengelus ngelus kepalanya.


"Miau... Miau". Ucap kucing itu malah membalas ucapanku sehingga aku pun sedikit gemas dengannya.


"Kucing pintar!!.. Udah ya aku masuk dulu". Ucapku langsung beranjak dan masuk kedalam rumah.


...********...


Sesampainya aku didalam kamar kulihat Dira yang memakai penjepit pakaian dan dijepitkannya ke hidungnya , dan kemudian ia menatap tajam kearahku dan langsung mengitari tubuhku sambil mengeledahku.


"Ngapain sih? ". Gerutuku melihat tingkahnya.


"Dimana kucingnya?... enggak elo bawa kerumah kan? ". Tanyanya penuh selidik.


"Enggak!!.. Aku enggak bawa masuk kok". Singkatku sambil menggaruk garuk leherku yang tidak gatal.


"Terus... Kucingnya lo apain? ". Tanyanya lagi.


"Ada... Kucingnya ada kok... Kenapa mau aku bawa kerumah ya". Tanyaku mengusiknya.


"Enggak perlu... Bagus deh kalok kucingnya udah lo buang... Tapi, lo mandi dulu sana, gue rasa bau kucingnya masih lengket deh dibadan lo". Serunya menyuruhku mandi.


"Kalok masih bisa kecium ...buat apa pakek penjepit dihidung, segala". Singkatku lansgung pergi kearah kamar mandi.


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2