
Keesokan harinya berhubung hari libur, aku hanya menghabiskan waktu ku dirumah saja karena memang jujur saja aku sangat malas jika harus main diluar. Jadi aku memutuskan untuk berbaring di kamarku sambil memainkan hp milikku.
"Dara kok masih di kasur aja sih". Tanya Dira dengan hanya kepalanya saja yang kulihat.
"Itu bisa enggak kalok muncul pakek badan yang lengkap, enggak usah kepala doang". Ucap ku sedikit kesal.
"Iya... Iya... Kamu enggak makan ya itu udah mau jadi lo". Ucapnya mendekatiku.
"Kalok gitu gue mandi dulu deh, habis itu baru makan". Ucapku berjalan kearah kamar mandi.
Dan saat aku sudah selesai mandi aku pun keluar dari kamar mandi dan kulihat disana Dira sedang asik memainkan hpku.
"Ih, ngapain sih main hp orang... Enggak izin lagi". Ucapku kesal padanya.
"Ih... Apaan sih orang tadi aku udah bilang kamunya aja yang budek". Ucapnya lagi dengan mengecilkan suara di akhir kalimatnya tapi masih bisa ku dengar.
"Lu bilang apa barusan... Coba diulang deh". Ucapku lagi yang mulai bersiap maju untuk menjambak rambutnya.
"Itu tadi aku nge wa in Akbar nanya kabarnya apa udah baikan atau masih takut". Ucapnya ketus padaku.
"Oh gitu". Ucapku lagi datar sambil menyisir rambutku.
"bentar lagi mama bakalan manggil ". Ucapnya lagi dan tak lama ku dengar suara mamaku yang sudah memanggil dari bawah.
"Dara.. Ayo makan dulu nak...jangan tidur aja". Ucapnya dari bawah.
"Iya ma". Ucapku dan pergi meninggalkan Dira di kamar.
"Mama masak apa hari ini? ". Tanyaku saat mencium aroma masakan yang sudah tercium dari arah tangga.
" bisa aja kamu... Ini mama masakin nasi goreng dan tumis sayur". Ucap mama ku lagi.
Lalu aku pun duduk dikursi dan tak lama papaku pun datang dan duduk di kursi. Lalu mamaku pun dengan segera mengisi piring kami dengan nasi goreng dan tumis sayur .
"ayo sekarang kita makan". Ucap nya lagi pada kami.
Tanpa banyak bicara aku hanya menghabiskan nasi goreng yang ada di piringku.
"Sekolah kamu gimana nak". Tanya papa padaku.
"Ya gitu gitu ajalah belajar, istirahat, terus pulang". Ucapku lagi tanpa panjang lebar.
"Dari kemaren jawaban mu itu itu aja ya, hemat banget kata katanya". Ucapnya lagi dengan menyunggingkan senyumnya.
"Oh ya Dara entar mama mau ke supermarket, kamu mau ikut gak temenin mama". Ucap mamaku , sambil menunggu jawaban dariku.
"Iya mau ayo Dara ya". Ucap Dira yamg tiba tiba duduk disebelahku.
"Iya ma mau, sekalian mau beli jajan". Ucapku lagi mengiyakannya.
Lalu kami pun melanjutkan makan kami dan setelah selesai segera kucuci piring sehabis makan dan aku pun bersiap siap untuk pergi ke supermarket.
__ADS_1
...******...
Saat sampai disana kami pun masuk kedalam dan mulai mencari segala sesuatu yang akan kami beli.saat mamaku pergi mencari kebutuhan rumah, aku pun pergi ketempat lain untuk membeli jajan untukku.
Kulihat Dira sangat antusias dan seperti anak kecil yang baru pertama kali masuk kesini.
"Dara beli ini ya". ucapnya sambil mengambil sebuah es krim dan ditunjukannya kearahku.
"Eh jangan dipegang gitu Dira, iya kalok cuman kita. Gimana kalok ada orang yang liat, mereka kan enggak bisa liat kamu nanti dikira es krim melayang". Ucapku sambil mengambil es krimnya.
"Oh iya ya lupa... Yaudah kamu aja yang ambil". Ucapnya lagi padaku.
"Kamu mau rasa apa". Tanyaku padanya.
"Kalok bisa sih mau semuanya". Ucapnya asal. dan tanpa kuperdulikan aku hanya mengambil asal beberapa rasa.
Dan berlanjut kearah lainnya. Seperti tadi ia terus saja heboh ingin makan itu dan ingin makan ini. Lalu setelah puas membeli jajan untuk ku segera akupun berjalan kearah mamaku.
"Udah nak jajannya". Ucapnya padaku.
"Iya ma udah, mama udah belum". Tanyaku padanya.
"Ini baru selesai ayo kita bayar dulu ke kasir". Ucapnya lagi.
Lalu setelah selesai membayar kami pun pulang kerumah.
...*****...
Dan saat sudah di dalam lingkungan sekolah aku harus berjalan melewati lorong lorong kelas lain agar sampai di kelas ku. Tapi saat aku melewati ruang perpustakaan aku mendengar sebuah suara seperti ada seseorang didalam sana.
Aku pun mengintip melalui kaca jendela tapi hasilnya nihil karena didalam sangatlah gelap, lalu karena rasa penasaran yang sangat mengisi hatiku aku pun masuk kedalam perpustakaan.
aku berjalan masuk dengan batuan senter dari hp ku. dan saat aku sudah menemukan saklar lampu, segera aku tekan hingga lampunya pun menyala dan kumatikan senter dari hpku.
"Enggak ada siapa siapa disini tapi tadi itu suara apa". Tanyaku pelan sambil melihat sekeliling.
"Apa aku salah denger kali ya". Ucapku lagi.
Karena tidak ada apa apa aku pun memutuskan untuk kekelas lagi dan saat aku berbalik aku terkejut karena menabrak tubuh yang ada didepanku. Dan saat kulihat di depan ku sudah ada seorang pria tampan dengan tinggi nya yang bahkan aku harus mencondongkan kepala ku untuk melihat wajahnya itu.
"Pak leon". Ucapku kaget saat melihatnya.
"Bapak kenapa ada disini". Tanya ku lagi padanya.
"Seharusnya saya yang bertanya begitu, untuk apa kamu datang pagi pagi begini". Ucapnya lagi dengan menyunggingkan senyumanya.
"Saya dateng pagi karena takut ada razia pak, terus.. Waktu saya jalan lewat sini saya denger suara. Itu dari bapak ya, dan kenapa bapak dateng pagi banget? ". Tanyaku lagi sedikit lega karena ternyata itu bukanlah hantu.
"Iya saya dateng pagi karena musti nyari buku yang kemaren enggak sengaja saya tinggal disini". Ucapnya lagi padaku.
"Oh... Kalok gitu saya permisi kekelas dulu ya pak". Ucapku lagi sambil Ingin berjalan keluar dari perpustakaan.
__ADS_1
"Oh ya.... Gelang mu bagus, cocok untuk mu". Ucapnya sambil tersenyum padaku.lalu aku pun berbalik dan membalas senyumannya itu dan pergi dari sana.
Dan saat aku dikelas, karena memang aku datang kepagian otomatis kelas ini sangatlah sepi. Jadi aku memutuskan untuk pergi berkeliling sekolah.
Saat aku sedang berjalan aku melihat dari arah kejauhan ada seorang siswi sedang berdiri didekat tempat sampah yang ada disebelah toilet yang sudah lama tak terpakai seperti sedang mencari sesuatu.
Lalu karena aku penasaran aku pun memutuskan untuk kesana dan saat aku sudah dekat ia pun berhenti melakukan aktivitasnya itu.
"Kamu cari apa? ". Tanyaku penasaran.
"kertas... dan dikertas itu ada sebuah pesan... Kau Bisa tolong aku mencarikannya". Ucapnya lagi padaku dengan nada yang datar.
"Iya boleh". Ucapku meskipun sedikit jijik tapi aku tetap mengusahakan untuk mencari kertas itu hingga aku menemukan sebuah kertas yang dilipat lipat. dan saat aku ingin memberikanya pada perempuan itu ia sudah tidak ada disana.
"Hei... Kamu yang nyari kertas Kemana. ini udah ketemu lo". Teriakku mencarinya.
"Hei... kamu kemana". Tanyaku lagi yang masih berteriak.
"Ih gimana sih udah ditolongin juga tapi dianya malah ngilang... Coba aku liat isi kertasnya apaan coba". Ucapku lagi dan ada seseorang yang memanggilku dari belakang.
"Dara kamu ngapain ke situ dan itu apaan". Ucap Adit yang mulai berjalan kearahku.
"Ini dit tadi ada cewek lagi nyarik ini, terus aku tolongin eh dia malah ngilang". Ucapku lagi padanya.
"Emang isinya apaan coba dibuka". Ucapnya padaku.
Lalu segera aku pun membuka kertas yang sudah di lipat lipat itu. dan saat aku membaca isinya alangkah terkejutnya aku saat membaca isinya yang bertuliskan.
...####...
..."Selamatkan lah temanmu sebelum ia menjadi korban selanjutnya"....
...####...
.......
.......
.......
.......
.......
(Bersambung)
Nah kira kira temen Dara yang mana ya...
Dan siapa perempuan yang menyuruhnya mencari kertas itu?
Jangan lupa di vote and like ya untuk kelanjutan berikutnya....
__ADS_1