
Pagi ini setelah berpamitan dengan kedua orang tuaku, aku pun langsung pergi ke sekolah, dan kali ini tiba tiba saja Dira memaksa ikut denganku, padahal sebelumnya aku sudah mengatakan padanya bahwa ORC itu ada disekolah, tapi ia sama sekali tak bergeming dan masih keukeh untuk ikut denganku sehingga aku pun mengizinkannya untuk ikut bersamaku.
...*****************...
Saat kami Memasuki jam pelajaran prakarya, kami diminta untuk melakukan praktek sesuai dengan yang telah diberitahukan oleh ibu Dewi beberapa hari lalu.
Sehingga kami pun memulai praktek kami, yaitu kami diminta untuk membuat makanan dari olahan bahan dasar ikan ataupun ayam.
Untuk kelompokku kami memilih ikan, karena kami akan membuat tekwan, tentu saja makanan itu telah disetujui oleh yang lain.
"Ra nanti kalok udah jadi jangan lupa bawa buat aku ya!! ". Ucap Dira yang ada disampingku, dan hanya ku jawab dengan anggukan saja.
"Oke selesai!!.. Lin, Rah ini elo berdua jagain ya!!... Gue sama Dara mau nyuci tangan dulu". Ucap Akbar pada Ellin dan Sarah.
"Oke". Singkat mereka berdua sambil memperhatikan tekwan yang tengah direbus.
Aku dan Akbar pun pergi ke luar untuk mencuci tangan tentu saja untuk menghilangkan sisa sisa adonan yang masih menempel pada tangan kami.
"Bar , sabun!! ". Pintaku padanya saat tanganku sudah ku siram dengan air.
"Abis ra!!.. Enggak ada lagi ini aja udah gue korek korek kagak ada!! ". Ucapnya sambil menunjukan botol sabun yang kosong.
"Lah sih Sarah enggak beli apa?". Tanyaku padanya dan langsung berjalan ke kelas.
"Sarah!!.. Ini sabun enggak ada ya? .. Kamu ada beli enggak? ". Tanyaku pada Sarah yang tengah mengaduk ngaduk panci.
"Ya ampun!!.. Gue lupa ra!!.. Sorry ya!!.. Gini aja mendingan lo ambil ditoilet aja kayaknya ada deh". Ucapnya memberi saran.
"Oh yaudah deh". Singkatku sambil berjalan ke arah Toilet.
...**************...
Setelah selesai mencuci tangan, tidak lupa ku keringkan tanganku dengan tisu yang ada ditoilet, kemudian aku pun langsung keluar dari sana.
Saat aku keluar dari toilet aku ber pas pasan dengan Sarah, tapi anehnya ia sama sekali tidak menegur atau sama sekali tidak melihat ke arahku, dan kulihat ia hanya berjalan melewatiku, agaknya sedang menuju ke arah tangga.
"Sarah kamu mau kemana?... ". Tanyaku yang berlari kecil untuk menyusulnya.
"Ke atas!!.. Kenapa? ". Ucapnya yang malah balik bertanya.
"Enggak mau tanya aja Tekwannya udah masak belum? ". Tanyaku kemudian.
Dan hanya dijawab dengan gelengan saja olehnya.
"Kamu disuruh ke atas sama siapa? ". Tanyaku lagi padanya.
"Bu Dewi". Singkatnya tanpa menoleh padaku.
Dan karena aku tidak memiliki pertanyaan lagi untuknya aku pun langsung balik ke kelas, karena aku pikir mungkin saja ia sedang disuruh untuk melakukan sesuatu.
...***************...
"Eh itu si Sarah ngapain ke atas?.. Dia disuruh ngapain? ". Tanyaku yang baru datang pada Akbar dan Ellin.
"Enggak tau tuh?, tadi dia pas lagi ngaduk malah ditinggal pergi jadi mau gak mau gue yang ngaduk". Ucap Akbar yang sedang makan.
"kalian enggak tau?!.. Tapi!!-
"Dara!!.. Cobain deh tekwannya kayaknya kurang asin dikit ya?! ". Ucap Ellin yang menanyaiku.
"Kurang apaan!!.. Ini udah pas tau! ". Ucap Akbar yang tengah makan.
"Iya deh.. Kayaknya ini pas lin, enggak kurang asin kok". Ucapku membenarkan ucapan Akbar.
"Yaudah ra... Cepetan dimakan jatah lo!!.. nanti keburu dimakan sama sih Akbar lagi". Ucap Ellin padaku.
"Yaelah!! Kalok dia gak mau ya gue sikat.. Hahah!! ". Ucap Akbar tertawa.
"Ra gue juga mau!! ". Ucap Dira padaku.
"Eh gue mau keluar dulu ya". Ucapku sambil membawa tekwan punyaku keluar.
...*************...
"Ini kamu makannya disini aja ya makannya diem diem jangan aneh aneh!! ". Ucapku pada Dira.
__ADS_1
"Oke oke"singkatnya padaku, dan mulai memakan tekwan.
setelah melihatnya makan, aku pun hendak berbalik untuk masuk lagi kedalam kelas tapi tiba tiba saja aku langsung tersentak saat melihat tubuh seseorang jatuh dari lantai 2,dan langsung menghantam conblock yang tepat ada dibawahnya, aku sangat tau bahwa itu pasti sangat menyakitkan dari suara jatuhnya saja, sehingga aku pun langsung berteriak histeris karenannya.
"Akhhh~
jerit ku sekuat tenaga, dan kulihat sudah ada beberapa siswa dan siswi dengan beberapa guru yang keluar sambil menatap terkejut ke arah tubuh yang agaknya sudah tidak bernyawa itu.
Aku pun terduduk dibawa pohon dengan kaki yang sudah lemas, karena tiba tiba sekali lagi, buka lebih tepatnya yang ketiga kalinya ada seseorang yang mati disekolah kami.
"Dara kamu kenapa?, kamu enggak pa pa kan?.. ". Tanya Ellin padaku sambil membantuku untuk berdiri.
"Aku.. Aku enggak pa pa.. Itu.. Itu siapa yang jatoh!? ". Tanyaku pada Ellin.
"Tunggu bentar biar gue liat! "Ucapnya yang berjalan kearah gerombolan orang orang itu.
"Dira itu siapa yang-
"Dira... Kamu kemana? ". Tanyaku kebinggungan karena seingatku tadi Dira masih dibelakangku sambil memakan tekwan tapi tiba tiba ia sudah menghilang dari hadapanku.
Karena tak kunjung menemukan Dira sementara Ellin tak kunjung kembali aku pun memutuskan untuk menghampiri arah gerombolan para siswa dan siswi disana.
"I.. Itu... Itu... Bukanya sa.. Sarah !! ". Ucapku terbata bata saat melihat siapa yang jatuh dari lantai 2.
Setelah melihat siapa yang jatuh aku pun langsung berjalan mundur beberapa langkah, ku dongakan kepalaku ke atas dan kulihat seseorang dengan pakaian yang sama Yaitu serba hitam, hanya saja yang berbeda ia tidak memakai topeng lagi , dan ia lah yang telah membunuh Sarah.
Kulihat ia nampak menyeringai padaku sambil menunjukan sebuah botol kecil dan tiba tiba saja kepalaku menjadi pusing, pengelihatanku menjadi buram , dan selanjutnya aku tidak ingat apa apa lagi.
...*****************...
"Dimana aku? ". Tanyaku saat ku dapati aku terbangun di ruangan yang sedikit berbeda.
"kamu sedang ada dirumah sakit... Kamu tadi pingsan.. Sekarang gimana perasaannya udah baikan? ". Tanya seseorang dengan mengunakan baju seperti seorang suster.
"Udah mendingan sih!!.. Tapi agak pusingan dikit". Jelasku padanya.
"Kalau begitu kamu istirahat saja ya... Jangan banyak berpikir dan bergerak dulu!!.. saya mau keluar dulu mau ngelampor sama dokter". Ucapnya sambil melangkah pergi, dan tak lama setelahnya Teman temanku sudah muncul dari ambang pintu.
"Dara kamu enggak pa pa kan? ". Tanya Hana yang sudah hampir beberapa hari ini tidak aku temui.
"Aku baik baik aja kok cuman rada pusing dikit... Tapi, gimana keadaan Sarah dia baik baik aja kan? ". Ucapku bertanya sambil memegangi kepalaku.
"Huh!!.. Syukurlah". Singkatku dengan lega.
"Ra ini makan dulu sop!!.. Kata suster yang tadi kamu harus makan.. Na, suapin tu Cs lu". Ucap Alex yang memberikan sop itu pada Hana untuk menyuapi ku.
"Siap!!.. Buka mulut... Amm". Ucap Hana malah menyuapiku seperti anak kecil.
"Emang aku anak tk digituin". Ucapku sambil terkekeh pelan.
"kak Dara enggak usah heran!!.. Haris aja waktu sakit digituin sama kak Hana". Ucap Haris yang tengan berdiri.
"Itu tandanya lu masih anak ingusan.. Makan aja disuapin". Ejek Akbar pada Haris.
Sehingga kami semua disini pun langsung tertawa.
Dan saat aku masih makan, tiba tiba saja dari ambang pintu kulihat 2orang polisi yang dulu sempat menanyaiku.
"Adek adek sekalian... Boleh tolong keluar sebentar dari sini... Kami mau ada beberapa pertanyaan yang ingin kami tanyakan". Ucap seorang polisi yang lebih muda.
"Tanya aja langsung pak.. Barangkali kita bisa tolong jawab, ". Ucap Adit pada mereka.
"Maaf dek!!..nanti jika dibutuhkan kita akan menanyai adek adek sekalian.. Dan untuk sekarang kami hanya berurusan dengan yang bernama Dara karena kata beberapa siswa saat korban jatuh Dara sudah ada disana". Terang polisi itu lagi.
Dan tanpa banyak bicara akhirnya teman temanku keluar sehingga tinggalkan aku dan 2 orang polisi itu disini.
...************...
"Sebelumnya kami ingin bertanya apa betul kamu melihat saat korban jatuh dari lantai 2". Tanya polisi itu membuka pembicaraan.
"Betul". Singkatku padanya.
"Apa kamu melihat siapa pelakunya? ". Tanyanya lagi .
"Aku-
__ADS_1
Saat aku ingin menjawa tiba tiba saja ponselku berdering, dan kulihat ada sebuah pesan masuk dari no yang tidak aku kenal, dan isi nya adalah.
"Berani kau berbicara... Temanmu mati!! ".
Seketika aku pun sedikit membelalakan mataku karena terkejut tapi sepersekian detik kemudian pesan itu sudah hilang dari ponselku sehingga aku pun tertegun diposisiku.
"Dara!! ". Panggil polisi yang sebelumnya diam.
"Iya ada apa? ". Ucapku gelagapan sambil memasukan ponselku kedalam saku bajuku.
"Apa kamu melihat pelakunya? ". Tanyanya lagi padaku.
"Aku... Aku.. Sebenarnya... "Ucapku kebingungan.
"Apa kamu tau pelakunya, hanya saja kamu takut mengatakannya pada kami? ". Tanya polisi yang lebih tua itu lagi, yang agaknya ia mengerti dengan kondisiku.
Sehingga aku pun mengangguk padanya dengan ragu ragu, sehingga ia pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Kamu tidak perlu takut... Kami dari kepolisian akan melindungin kamu dan keluargamu, jadi jangan takut bicaralah". Ucap polisi yang lebih muda, sehingga aku masih ragu ragu.
"Kamu jangan takut... Benar yang dikatakan bawahan saya... Bahwa kami akan melindungi kamu dan keluargamu sampai pelakunya tertangkap". Ucapnya polisi yang lwbih tua ikut meyakinkan.
"Termasuk korban?!.. Kalian juga bakalan ngelindungin sarah? ". Tanyaku membuka suara.
"Tentu saja kami akan melindunginya juga karena ia lah yang diincar". Ucapnya lagi.
"Se.. Sebenarnya pelakunya itu adalah pak... Pak Ali... Saya saya enggak berani ngomong karena saya enggak punya bukti dan dia juga sempet ngancem saya". Ucapku mulai membuka suara.
"pak Ali?.. Apa dia salah satu guru disekolah kalian.. Tapi apa kamu tau motif pembunuhan yang ia lakukan? ". Tanyanya padaku.
"Aku-
Ucapku terhenti saat tiba tiba saja sekilas kulihat ada bayangan wajah Sarah didepan pintu yang sedang melambai padaku, sambil memasang senyum yang sangat teduh sekali saat kulihat. Dan tiba tiba saja wajahnya menghilang karena pintu kamar ruanganku terbuka dan menampakan seorang polisi yang sedang panik, dan juga teman temanku dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Ada apa? ". Tanya polisi muda.
Dan polisi itu pun langsung berbisik ditelingan polisi yang menanyaiku dan kulihat raut wajahnya yang ikut menjadi panik.
"Apa!!.. Kenapa kalian bisa lengah!?.. Wendi, ayo ikut saya keruangan korban". Ucap polisi itu yang kini melangkah pergi dengan mengajak anak buahnya.
...*************...
"Ada apa?.. Kenapa polisi itu panik, dan kenapa kalian pada nangis? ". Tanyaku kebingungan.
"Sa.. Sarah Ra!!.. Sarah meninggal!!.. Hik.. Hik.. Hik.. ". Ucap Hana yang sudah menangis sambil memelukku.
"A.. Apa!!.. Sarah meninggal?.. Ja.. Jadi yang tadi itu!!.. Ini.. Ini semua salah aku ini pasti salah aku!!.... Ya, ampun kenapa aku harus ngomong... Coba aja aku enggak ngomong pasti sarah masih hidup!! ". Ucapku yang sudah menangis karena entah mengapa kali ini aku paling merasa bersalah karena kesalahanku sehingga sarahlah yang harus menanggung resikonya.
"Kamu enggak salah ra!!.. Tadi tiba tiba aja waktu dokter lagi meriksa sarah, katanya lampu ruangannya mati, terus waktu lampunya udah nyala... Sarah... Dia udah enggak ada.. ". Jelas Alex dengan mata yang memerah menahan tangis.
"Sarah!!.. Maafin aku!! ". Tangis ku semakin pecah, menyesali segala hal yang telah aku lakukan.
Menyesal, menyesal karena tidak menghiraukan pesan ORC itu , menyesal karena orang lain juga harus menjadi korban, menyesal karena aku sudah lengah, dan hanya itu lah yang kini dapat aku rasakan.
...*********************...
tepat di esok harinya jasad Sarah akan dimakamkan, sehingga aku pun datang melihatnya untuk yang terakhir kalinya, aku pun langsung duduk sambil ku pandangi kuburan baru yang kini ada dihadapanku sambil ku pasang senyum tulus diwajahku.
"Makasih ya sarah!!.. Makasih buat semuanya... Meskipun kita enggak deket, tapi aku sangan berterima kasih sama kamu!!.. Dan maaf , maaf karena aku kamu harus gini!!.... Maaf karena aku kamu jadi korbanya!!". Lirihku berusaha menahan air mataku.
"Kamu yang tenang ya disana... Nanti kalau udah tiba waktunya.. , aku juga bakalan kesana , dan nanti aku akan ngucapin secara langsung sama kamu". Lirihku lagi.
"Ra udah nangisnya, sarah pasti juga tau ini bukan salah kamu". Ucap Ellin padaku.
"Iya ra... Sarah itu meskipun dia keliatan galak tapi dia itu pemaaf kok, dulu aja waktu aku enggak bayar uang kas, dia marah marah tapi waktu aku minta maaf dia langsung maafin aku... Sarah kamu baik banget!! ". Ucap Akbar didepan kuburan Sarah.
Dan setelah selesai kami disana, aku pun pulang dengan diantar oleh Ellin sampai rumah.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
(Bersambung)