Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Bertemu Dira


__ADS_3

*Abdul pov*


Aku sangat bahagia saat bertemu dengan kak Dara, jadi aku segera pergi untuk memberi tahu kak Dira, aku harap ia masih menunggu di bawah pohon itu,tak lama kemudian ku lihat kak Dira sedang duduk di atas pohon dengan segera kupanggil dia.


"Kak Dira... Kakak pasti seneng banget denger ini, cepet turun kesini", ucapku. Tanpa menjawab ia pun turun dan mengangkat alis nya malas yang menandakan "apa".


"Itu kak Dara dia.. -, belum selesai dengan kalimat ku ia pun memotongnya. "Dimana.. ". Tanyanya. "Dipohon besar,disudut rumah sakit itu loo", jawabku. Tanpa menjawabku ia pun menghilamg dari hadapanku, yang sudah ku duga pasti ia kesana, aku pun menyusulnya dan kulihat mereka sedang berbicara.


*Abdul pov and*


""Hei, tung-, ucapku menggantung saat dia hilang. "kemana dia, dan kak Dira apa betul.. ", tanyaku lagi sambil mencari anak itu.


*************


"Dara", ucap suara seseorang terdengar berteriak. Kulihat kebelakang dan yang kulihat sesosok hantu yang tak asing bagiku. "Itu elu Dira", tanyaku tak percaya.


Ia, pun mendekat sambil menangguk, dengan segera kupeluk dia sambil menangis. "Untung elu balik Ra gua sedih tau disini... Uwahhh",ucap Dira menangis. "Elu kenapa ninggalin gua cungkring, tega banget lu", ucapku sambil menangis. Dan ia pun melepas pelukannya.


"Hellooo... SEMAPAI.. gua kasih tau lu ya, Gua bukanya CUNGKRING . tapi gua langsing. Ngerti gak L-A-N-G-S-I-N-G.... Langsing", ucapnya sambil berpose dan menekap kalimatnya . Sekarang aku yakin bahwa ini adalah Dira, karena sifatnya yang lebay, sok imut, tapi lucu itu keluar.


"Lah elu ngatain gua SEMAPAI", ucapku sambil sedikit tak terima. "Iya lah elu kan semeter tak sampai/semapai".ucapnya terkekeh. "Tapi kan beda sekarang tinggi kita udah sama Di.. -", ucapku lagitapi terpotong oleh suara seorang anak.


"Kak, sekarang udah bisa nolongin aku belum", tanyanya sambil tersenyum. "Lah.. Ini anak siapa lagi", tanyaku sambil menunjuknya.


"Dara kenalin dia ini Abdul, mau minta tolong", ucap Dira lagi. "Lah minta tolong kok sama aku". Tanyaku. "Kan cuman kamu yang bisa liat kit. Ya tolong ya Dara", ucap Dira sedikit memelas. Karena tak tega aku pun mengiyakan. Lalu aku bertanya. "elu matinya kenapa".


"Didorong ke danau sama temen kak", ucap abdul sedih. Aku pun hanya mendengarkan.


*flashback abdul*


Dari pintu sebuah toko pakaian, kelaur seorang anak lakilaki sambil membawa sesuatu.

__ADS_1


"Hari ini, hari ulang tahun ibu. Pasti dia seneng deh kalok aku kasih dia kado baju ini", ucap seorang anak yang tak lain adalah abdul.


Tiba tiba dari belakang ada orang yang mengambil kado dari tangan abdul, ia pun menoleh dan . "niko, andre, bayu mau apa kalian, balikin gak itu buat ibu". Ucap abdul. "Diem deh, kalok lu mau ni kado ikutin kita", ucap niko sambil berlari. Abdul pun dengan segera mengejarnya.


***********


Sampai mereka berenti di tepi danau.


"Balikin ko, itu buat ibu, kalian mau apa sih", ucap abdul lagi. " uwuw.. Untuk ibu, enak banget ya jadi anak ibu", ejek niko diselingi tawa andre, dan bayu. "Balikin gak ". Ucap abdul lagi. " sombong banget mentang mentang lu punya ibu, Ni ambil tu kalok bisa", ucap Niko. Dengan melempar kado itu ke tangan kawannya yang lain.


Abdul berusaha merebut, tapi saat ia berhasil mengambil kado itu tiba tiba, dari arah samping andre mendorong abdul, abdul yang tak sempat mengelak terjatuh kedanau dan kado yang ia pegang terlempar ke arah bawah pohon deket danau. Karena tidak bisa berenang abdul pun tenggelam.


*flashback off*


"Jadi, karena mereka gak suka kamu kasih hadiah. Buat ibu kamu mereka tega dorong kamu, terus kamu enggak mau balas dendam ya". Ucapku menerka dan bertanya. "enggak perlu kok kakak aku udah ikhlas, dan lagi aku maklum mereka enggak punya ibu lagi dan, mereka udah pada kayak orang gila karena depresi atas kematianku", ucap abdul lagi.


"Terus lu mau ditolongin kayak gimana". Tanya Dira. "Tolong cariim kado aku itu kak terus kasih ke ibu". Ucapnya lagi. "Danau nya ada dimana dul". Tanya Dara. Ia pun segera mengajak kami pergi.


********


"Ketemu..... , Dara ambilin ". Ucap Dira. "Oke", ucap Dara. "Terus ini kadonya dikemanain dul", tanya Dira, aku pun menoleh ke abdul.


"Tolong kasih keibu kak", ucap abdul."besok aja ya soalnya udah mau magrib, sekalian kita bungkus ulang isinya ", ucap Dara memberi saran. "boleh deh kak". Ucap abdul.


"Ayo pulang". Ajak Dara pada Dira dan abdul.


Dijawab dengan anggukan oleh keduanya.


Saat dijalan mereka singgah terlebih dahulu ditokoh untuk membeli kertas kado, lalu ke warteg untuk membeli makanan, dan mereka berjalan menuju halte beruntung masih ada bus yang menuju kearah rumahnya, butuh waktu 15menit dari danau kerumah mereka.


Saat dirumah dilihatnya papa dan mama belum pulang sepertinya mereka akan pulang malam.

__ADS_1


Tanpa basa basi kubuka pintu dan kututup kembali, lalau kuletakan makanan yang kubeli tadi ke meja makan dan aku segera ingin mandi dan menuju lantai atas. Tapi aku berbalik kulihat dua hantu itu sedang melihat lihat, lalu kubilang


"jangan kemana mana dan jangan ngerusan barang ya", ucapku. Mereka hanya mengangguk.saat dikamar segera aku masuk ke kamar mandi, sambil membersihkan diriku. Lalu kukenakan pakaianku dan kusisir rambut ku dengan poni ke depan. Aku segera turun karena dari siang tadi aku sama sekali belum makan.


saat dibawah kulihat mereka berdua sesang duduk menonton kartun, aku langsung ke dapur dan mereka pun mengikuti ku. Akupun makan dengan lahap karena aku sangat lapar kulihat mereka melihatku dan.


" Dara, Aku ini juga lapar ", ucap Dira cemberut diserai anggukan abdul. "Lah emangnya selama aku koma lu makan juga ". tanya ku."enggak, karena gak ada yang liat ". Ucap nya.


"Terus kenapa mau makan, enggak usah lah repot". Ucapku . "Kan sekarang ada yang bisa liat jadi mau lah", ucap Dira lagi.


Sambil mencari di gogle. " terus musti gua kasih apa.. ayam goreng... ". Ucapku sedikit terkekeh.tiba tiba aku terbelalak dengan apa yang kubaca. Dan aku sedikit menoleh padanya.


######


*makanan kuntilanak*


Makanan kegemaran kuntilanak.


Khususnya bayi berjenis kelamin laki-laki. Maka itu di sejumlah pedesaan, khususnya di Pulau Jawa, apabila ada ibu yang lahiran dipasang pelepah pohon pinang dibuat semacam keris-kerisan. Hal ini merupakan kepercayaan agar kuntilanak tidak datang mengganggu.


######


"Semenjak mati aku suka makan, -"ucap Dira terputus oleh ku.


"Elu enggak makan bayi kan, gua enggak mau ya nyulik bayi buat lu", tegasku padanya.


"Siapa lagi yang makan bayi, semenjak mati aku itu suka makan bunga kantil, kalok gak adapun melati, mawar, kamboja juga boleh". Ucap Dira lagi. "Yakin lu", tanyaku. "Iya emang ngapa". Tanyanya lagi.


"Enggak kenapa napa, kalok lo sama dia emang makan itu entar gua cariin jadi tunggu ", ucapku sedikit tenang. "Oke". Ucapnya dan abdul.


(Bersambung)

__ADS_1


Kalok suka jangan lupa di vote and like ya...


__ADS_2