
Dimalam harinya aku dipanggil oleh mamaku untuk makan malam, segera aku pun pergi ke meja makan untuk makan dan disana hanya ada aku dan mamaku saja.
"Papa mana ma". Tanyaku padanya.
"Papamu lembur, jadi kita makan dulu aja ya". Ucapnya sambil menyendokan nasi dan lauk ke piringku.
"Iya". Ucapku lagi.
"Mah tadi disekolah ada guru baru, pak leon namanya". Ucapku lagi.
" kamu seneng gak diajarin sama guru baru itu". Tanya mamaku.
"Lumayan sih, dia ngajarnya enggak terlalu maksa". Ucapku lagi.
"Bagus deh, guru itu mah harus gitu enggak boleh terlalu maksa". Ucap mamaku, aku hanya mengangguk dan melanjutkan makanku.
Setelah makan seperti biasa aku akan membereskan sisa piring yang kotor dan mencuci nya.
Tapi lagi lagi kejadian pertama kali aku mencuci piring malah terulang dimana saat kulihat keluar jendela.
samar samar kulihat ada sekelebat bayangan putih dengan rambut acak acakan yang kali ini sedang berdiri dekat pohon pisang rumahku.
Dan tiba tiba ia melihat kearah ku. Segera ku alihkan pandangan ku kembali kearah piring yang kucuci, dan aku pun mencuci piring dengan sedikit lebih cepat.
"Haduh kenapa masih disitu sih pakek nengok lagi... Musti cepet cepet ni ". Ucapku sedikit bersuara.
Seketika tiba tiba kurasa kan tubuhku yang mulai merinding, karena hantu yang kulihat dipohon pisang itu sudah berpindah kesamping ku.
Aku terkejut saat menoleh sekilas kesamping ku dimana, hantu itu hanya punya satu mata dan yang lainya tidak ada dengan terus mengeluarkan darah. Serta mulut nya yang sudah robek dan mengalirkan darah yang jelas sangat anyir.
dan hantu itu terus melihat seksama kearahku dengan mendekatkan wajahnya padaku, padahal aku sudah mati matian menahan mual akibat bau darahnya itu.
"Kamu bisa lihat saya kan". Ucapnya yang sudah ada disampingku.
Karena terkejut akan ucapnya secara tiba tiba, piring yang ada ditanggan ku pun lantas terjatuh dari tangan ku dan pecah.
"Haduh pecah lagi". Ucapku pura pura tidak melihatnya.
Segera aku pun membersihkan pecahan dari piring itu dengan mengabaikan hantu itu yang masih sibuk melihat kearahku.
"Kamu memang bisa melihat saya kan jangan pura pura tidak dengar kamu". Ucapnya sedikit marah agaknya.
Aku pun masih tidak ingin menghiraukan hantu itu, dengan pura pura sibuk masih membersihkan pecahan piring.
dan ia pun terus mencoba menggangguku dengan mendekatkan wajanya kearahku.
"pergi sana... ". Teriak ku.
dan tak sengaja aku meninju hantu itu dengan keras.dan ia pun tesungkur di lantas dengan bola mata yang hanya tinggal satu itu terlepas dari posisinya.
"mata ku, kenapa kamu bisa mukul saya". Ucapnya sedikit takut dengan mencari bola matanya.
" i.. Ini... Matanya mbak. Saya enggak sengaja tadi". Ucapku lagi padanya sambil menyodorkan bola matanya.
Lalu segera ia pun memasang bola matanya, dan melihatku dengan ketakutan.
" kenapa Kamu mukul saya". Ucapnya lagi padaku.
"Enggak sengaja mbak, lagian situ yang deket deket". Ucap ku membela diri.
"saya cuman mau mastiin aja apa kamu bisa lihat saya, dan ternyata benar". Ucapnya lagi.
"Udahkan, jadi sana pergi deh saya masih harus cuci piring". Ucapku lagi.
Lalu ia pun menghilang dari hadapanku, tapi tiba tiba ia balik lagi.
"Ha, kaget aku, kenapa balik lagi minta dipukul".ucapku sedikit berteriak padanya.
"Ampun.. Saya cuman mau minta maaf aja". Ucapnya lagi padaku. Sambil menghilang.
"Haduh, aneh aneh aja tu hantu". Ucapku dan melanjutkan mencuci piring.
__ADS_1
Lalu setelah mencuci kuletakan piring terakhir yang telah selesai kucuci ketempat piring dan aku pun kembali ke kamarku.
"Bhaaa". Ucap Dira saat aku membuka pintu.
Karena terkejut aku pun terjungkal ke belakang dan jatuh kelantai.
"Aduh". Seruku.
"Kamu kenapa bisa jatuh Dara, ada ada aja deh, enggak ada angin dan hujan eh malah kebalik". Ucap mamaku daei belakang.
"Itu kesandung ma, aku masuk kekamar dulu ya mau istirahat". Ucapku lagi, mamaku pun mengangguk dan segera aku masuk kemarku.
"He set*n kurang asem, ngagetin aja lu". Ucapku padanya dan duduk di kasur.
"Ya abis nya kok lama banget sih, biasanya lo cepet ". Ucapnya padaku.
"Tadi ada hantu didapur". Ucapku lagi.
"Saya tau, yang bola matanya satu kan". Ucapnya datar.
"Lah elu tau kok enggak nolongin". Ucapku lagi padanya.
"Buat apa saya nolong kamu, bahkan yang harusnya ditolong mah tu hantu udah kena tinju. Beee.. damage nya 999+". Ucapnya dengan cekikikan.
"Ya salah dia lah pakek nongol kayak gitu, mana mukanya di deketin lagi padahal kan aku udah mati matian nahan mual". Ucapku lagi padanya.
"Khikk.. Khikk... Khikk.... Untung kamu jago silat ya". Ucapnya lagi.
"Karate cungkring". Ucapku membenarkan ucapnya.
"Jangan mulai ya, mau ngajak berantem ". Ucapnya datar.
"Yaudah aku mau sikat gigi cuci muka, terus tidur". Ucapku lagi sambil menuju ke kamar mandi.
"Hp kamu bunyi". Ucap Dira padaku.
Dan saat aku keluar kamar mandi ku lihat sebuah pesan wa masuk ke hp ku, dan karena penasaran segera kubuka dan ada sebuah pesan grup.
Serta juga ada beberapa no yang tidak kukenal minta untuk di save. Dari Adit, Alex, Ellin, dan Akbar. Lalu segera aku save dan ku jawab oke pada mereka.
"Biasa temen disekolah". Ucaoku padanya.
"Oh". Ucapnya sambil masih memainkan kaki nya diatas lemari.
Lalu kubuka sebuah grup dengan nama grup :anak orang gabung yuk.
Aku sedikit heran dengan nama grup nya, lalu kubuka isi pesanya.
...*****...
...Adit telah menambah anda...
Akbar :hai anak orang baru. akhirnya gabung juga.
Ellin:dia punya nama bar-_-.
Adit:entah ni guci beras.
^^^Eh, aku juga masuk grup ya°_°√√^^^
Akbar:iya dong, lu kan udah best frend kita.
Alex: so pasti dong.
^^^Heheh, makasih ya aku tidur dulu bay... √√^^^
Adit:bagus yang lain tidur juga ya, saya mau ngegame-_-.
Ellin:songgong banget lo orak arik.
^^^😂√√^^^
__ADS_1
Adit :gak senang, iri bilang boss.
Akbar:udahlah anak baik mau solat dulu ya.
Alex:oke deh, besok jangan lupa kekantin.
Akbar:siap boss Q.
Ellin:woke.
...******...
Segera aku baringkan badanku kekasur dan aku pun mulai tertidur.
Saat aku sedang dialam mimpi aku melihat diriku sedang duduk disebuah kursi taman dan kulihat ada seseorang dengan pakaian serba hitam melihat ku dari kejauhan.
Lalu saat kulihat kearahnya ia pun pergi menjauh karena penasaran aku pun berjalan kearah orang itu kulihat kesekeliling tempat ini sangat sepi sekali sama sekali tidak ada orang.
Lalu saat kulihat kearah bawah kulihat ada sebuah tulisan yang bertuliskan.
*jangan ikut campur urusan saya, pergi lah sebelum kau menyesal*.
Aku pun binggung dengan tulisan di bawah tanah itu, dan aku pun berbalik ke belakang hendak akan pergi. Tapi tiba tiba dari arah belakang ku ada seseorang yang menikam ku dari belakang.
Seketika aku pun membulatkan mataku karena terkejut akan tikaman dari belakang itu.
Akhhh~
Teriak ku, lalu tiba tiba aku pun terbangun dari mimpi ku dan kulihat sekeliling, ternyata hanyalah mimpi saja.
"Kamu kenapa bangun, masih pagi lo baru jam 1 dini hari". Ucap Dira yang masih diatas lemari.
dengan nafas yang masih berderu dan keringat ku yang mulai bercucuran, aku pun mejawabnya dengan gelagapan.
"Aku... Aku... tadi mimpi". Ucapku lagi.
"Mimpi apa". Tanyanya yang sudah turun dan duduk disamping ku.
tiba tiba kudengar sebuah pesan wa masuk ke hp ku.
Aku sedikit bertanya tanya, siapa malam malam begini, tidak mungkin Adit atau Akbar kan, apalagi Alex dan Ellin kan.
Dan Dira pun mendekat padaku. Lalu segera ku buka dan pesan itu berasal dari sebuah no tidak dikenal.
...*******...
08**********
jangan ikut campur urusan saya, pergi lah sebelum kau menyesal
^^^Siapa kamu? √√^^^
Kamu enggak perlu tau, tapi
Jangan coba coba menyelidiki kasus
Satu tahun lalu!!!.
Ini peringatan jangan macam macam,
Atau siap siap dengan resikonya.
...*******...
"Dia sudah takut". Ucap Dira sambil tersenyum penuh arti.
"Siapa Dira". Tanyaku padanya.
"Dia adalah orang yang ingin kita selidiki, dan dia sudah tau bahwa kamu sudah bangun dari koma dan dia mulai takut... Hahaah". Ucapnya lagi dengan tertawa penuh arti.
"Terus aku harus gimana". Ucapku lagi padanya.
__ADS_1
"Tidak perlu takut,dia tidak bisa menyentuh kamu, jadi tidur lah.. ". Ucapnya lagi.
(Bersambung)